Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Meta Meliana; Sulistyawati Sulistyawati; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 5, No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk kandang sapi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Maret 2021. Tempat pelaksanaan di Desa Wonosari, Kec. Gondangwetan , Kab. Pasuruan pada ketinggian ± 25 mdpl dengan suhu rata-rata 20 - 34°C. Tanah yang digunakan memiliki kandungan c-organik 2,5%, N 0,193%, P2O5 50,9 ppm, dan K2O 464 cmol kg-1. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan pupuk kandang sapi dengan dosis sebagai berikut : P0 = Tanpa Pupuk Kandang Sapi, P1 = Pupuk kandang sapi 20 ton ha-1, P2 = Pupuk kandang sapi 25 ton ha-1, P3 = Pupuk kandang sapi 30 ton ha-1, yang masing-masing diulang enam kali. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F), apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian membuktikan perlakuan pupuk kandang sapi dengan dosis 30 ton ha-1 menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi namun pada hasil menunjukkan bobot polong tanaman-1, bobot polong petak-1, bobot polong ha-1 tertinggi, yaitu secara berturut- turut sebesar 971,667 g, 22,6722 g dan 25,911 ton ha-1.
Uji Adaptasi Pertumbuhan Tanaman Kubis Bunga (Brassica olaraceae var. Botrytis, L.) Dataran Tinggi yang Ditanam di Dataran Rendah Pada Berbagai Kerapatan Tanam dan Naungan Ikroma Hamid Ahmad; A. Zainul Arifin; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya adaptasi pertumbuhan tanaman kubis bunga dataran tinggi yang ditanam di dataran rendah pada berbagai kerapatan tanam dan naungan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan dengan ketinggian tempat ± 4 m dpl selama tiga bulan pada bulan Desember 2016 - Februari 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah kerapatan tanam (R) dengan dua level yaitu; R1: 10 tanaman dan R2: 6 tanaman. Faktor kedua adalah naungan (N) dengan tiga level yaitu; N1: Tanpa naungan, N 2: Naungan 50% dan N3: Naungan 90%. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang empat kali.Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara kombinasi perlakuan kerapatan tanam dan naungan pada parameter jumlah daun dan bobot kering tanaman. Perlakuan kerapatan tanam 10 tanaman berpengaruh lebih baik pada tinggi tanaman pada semua umur pengamatan. Perlakuan naungan 50% berpengaruh lebih baik pada tinggi tanaman pada semua umur pengamatan.
Pengaruh Lama Pengomposan Serbuk Gergaji Kayu Jati (Tectona grandis L.) dan Dosis EM 4 Terhadap Efisiensi Unsur Hara Serta Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleracea L.)Var. Dataran Rendah Ummi Roidah Ulfah Hamzah; Retno Tri Purnamasari; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh lama pengomposan serbuk gergaji kayu jati dan dosis EM4 terhadap efisiensi pemupukan pada tanaman kubis bunga dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di Desa Purut Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo Kota pasuruan dengan ketinggian 4,5 m dpl, pada bulan Februari – Agustus 2018. Penelitian disusun secara faktorial. Faktor pertama lama pengomposan (L) dengan level yaitu; L1= 1 bulan, L2= 2 bulan, L3= 3 bulan dan fakor kedua dosis EM4 (D) dengan level yaitu; D1= 10%, D2= 20%, D3= 30%, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang masing-masing kombinasi diulang tiga kali.Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara perlakuan lama pengomposan dengan dosis EM4 pada tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, parameter analisis pertumbuan dan panen. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi terdapat pada kombinasi lama pengoposan 2 bulan dengan dosis EM420% yaitu sebesar 76% pada unsur hara nitrogen dan efisiensi unsur hara phosphor sebesar 54,84%. Kombinasi lama pengomposan 2 bulan dengan dosis EM4 20% menunjukkan nilai produksi tertinggi yakni 15,97 ton.Ha-1dan hasil terendah terdapat pada kombinasi lama pengomposan 1 bulan dengan dosis EM4 20% yaitu 9,79 ton.Ha-1.
Pemanfaatan Jerami Padi (Oryza sativa) dan Kulit Nangka (Artocarpus heterophyllus) Sebagai Pupuk Organik dengan Pemberian Dosis Urin Kambing dan Effective Microorganism 4 (EM4) Zanuarriansyah Nur Hidayat; A. Zainul Arifin; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 5, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dosis urin kambing dan EM4 yang diberikan akan mempercepat proses pengomposan jerami padi dan kulit nangka. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Karang Sentul Rangge Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan dengan ketinggian tempat ± 4 mdpl, suhu rata-rata 28o – 33oC pada bulan Mei-Juli 2020. Penelitian terdiri dari tiga perlakuan yang diulang sebanyak enam kali dengan perlakuan P1 : 1 kg jerami dan 1 kg kulit nangka + urin kambing 5 ml + EM4 5 ml, P2 : 2 kg jerami dan 2 kg kulit nangka + urin kambing 10 ml +  EM4 10 ml dan P3 : 3 kg jerami dan 3 kg kulit nangka + urin kambing 15 ml + EM4 15 ml.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan P2: 2 kg jerami dan 2 kg kulit nangka + urin kambing 10 ml + EM4 10 ml menunjukkan hasil yang terbaik pada pengamatan warna akhir pengomposan yaitu coklat kehitaman, volume penyusutan dan pH tinggi dan tekstur lebih halus dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan P2: 2 kg jerami dan 2 kg kulit nangka + urin kambing 10 ml + EM4 10 ml menghasilkan bau seperti tanah, suhu akhir pengomposan 33oC,kelembaban 53%, pH 6,3, warna coklat kehitaman dan bertekstur halus, serta volume penyusutan sebesar 4000 cm3.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Kedelai Hitam (Glycine soya Benth) Terhadap Variasi Jarak Tanam Dewi Mas'ula; Retno Tri Purnamasari; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 2, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil dua varietas kedelai hitam terhadap variasi jarak tanam. Penelitian dilaksanakan di Desa Kebotohan Kec. Kraton Kab. Pasuruan pada ketinggian 50 mdpl dengan jenis tanah vertisol. Suhu rata-rata 29°C-37°C dengan curah hujan rata-rata 50 mm per bulan pada bulan April - Juli 2017.Penelitian ini disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah varietas kedelai hitam yaitu varietas Detam 3 Prida dan varietas Detam 4 Prida. Faktor kedua adalah jarak tanam yaitu jarak tanam 40 cm x 10 cm, jarak tanam 40 cm x 15 cm dan jarak tanam 40 cm x 20 cm. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat kali.Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan varietas dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas kedelai hitam pada semua parameter pengamatan. Hasil perlakuan dua varietas menunjukkan tidak berbeda nyata sedangkan pada perlakuan jarak tanam, hasil tertinggi pada jarak tanam 40 cm x 10 cm sebesar 3,64 ton ha-1, diikuti jarak tanam 40 cm x 15 cm sebesar 2,64 ton ha-1 serta hasil terendah pada jarak tanam 40 cm x 20 cm sebesar 2,33 ton ha-1.
Pengaruh Kombinasi Urea dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Tina Andriani; Retno Tri Purnamasari; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 2, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemupukan urea dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau. Penelitian dilaksanakan dilahan sawah di Desa Kedawung Kulon, Kec. Grati, Kab. Pasuruan pada ketinggian ± 4 m dpl. Jenis tanah adalah alluvial dengan curah hujan 20 mm/bulan serta suhu 24-32ºC dengan kelembaban 60-80 %. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Agustus-Oktober 2018. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial yang terdiri dari kombinasi pemupukan urea dan POC. Kombinasi perlakuan yaitu : P1 : Urea 100 kg ha-1 + POC 5 ml L-1, P 2 : Urea 100 kg ha-1 + POC 10 ml L-1, P3 : Urea 100 kg ha -1 + POC 15 ml L-1, P4 : Urea 150 kg ha -1 + POC 5 ml L-1, P5 : Urea 150 kg ha-1 + POC 10 ml L-1 dan P6 : Urea 150 kg ha-1 + POC 15 ml L-1. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat kali.Hasil penelitian menunjukkan kombinasi pupuk urea dan pupuk organik cair dengan dosis urea 150 kg ha-1 + POC 15 ml L-1 mampu memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik pada semua parameter pengamatan. Hasil sawi pada perlakuan kombinasi pupuk urea 150 kg ha-1 + POC 15 ml L-1 memberikan hasil lebih tinggi sebesar 12,68 ton ha-1. Hasil yang lebih rendah terdapat pada kombinasi pupuk urea 100 kg ha-1 + POC 5 ml L-1 sebesar 10,22 ton ha-1.
Dampak Pemanfaatan Ganggang Hijau (Hydrilla verticillata) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascolanicum L.) Retno Tri Purnamasari; Sri Hariningsih Pratiwi; Ika Nur Isnaini
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk alga hijau yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah yang optimal. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Jl. Sultan Agung Kel. Purutrejo, Kec. Purworejo, Kota Pasuruan pada ketinggian 4,5 m dpl pada bulan Agustus – Desember 2019. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan dengan perlakuan sebagai berikut: P0: kontrol (pupuk anorganik), P1: dosis alga hijau 10 ton ha-1, P2: dosis alga hijau 15 ton ha-1, P3: dosis alga hijau 20 ton ha-1.Hasil penelitian menunjukan pemberian alga hijau segar berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Perlakuan alga hijau dosis 10 ton ha-1 memberikan hasil lebih tinggi pada semua parameter pengamatan.
Pengaruh Saat Tanam Jagung Manis Hibrida (Zea mays L.) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga (Brassica oleracea var. botrytis, L.) Dataran Rendah Dalam Sistem Tumpangsari Dewi Rofiah; Sri Hariningsih Pratiwi; Bambang Sutikno
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 2, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tanam jagung manis hibrida terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga dataran rendah dalam sistem tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di Desa Toyaning Kec. Rejoso, Kab. Pasuruan pada ketinggian tempat ± 4 m dpl. Pelaksanaan penelitian pada bulan Juli - September 2012.Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan diulang enam kali, perlakuan yang diujikan terdiri dari lima level yaitu P0K: monokultur kubis bunga, P0J: monokultur jagung manis hibrida, P1: jagung manis ditanam 10 hari setelah kubis bunga, P2: jagung manis ditanam 10 hari sebelum kubis bunga dan P3: Jagung manis ditanam secara bersamaan dengan kubis bunga.Hasil penelitian menunjukkan hasil kubis bunga tertinggi terdapat pada perlakuan jagung manis yang ditanam 10 hari setelah kubis bunga diikuti jagung manis yang ditanam 10 hari sebelum kubis bunga dan hasil terendah pada tanaman jagung yang ditanam bersamaan dengan tanaman kubis bunga.
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor, L.) Dengan Berbagai Jenis Pupuk Kandang Sasi Pestarini; Sri Ustanti Wahyuningsih; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 1, No 1 (2017): JULI 2017
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorgum merupakan tanaman serealia yang potensial untuk dibudidayakan dan dikembangkan, khususnya pada daerah-daerah marginal dan kering di Indonesia. Sorgum merupakan salah satu komoditi yang diharapkan menjadi bahan pangan alternatif untuk mengurangi kebutuhan beras nasional. Produksi sorgum di Indonesia masih sangat rendah, bahkan secara umum produk sorgum belum banyak tersedia di pasar sehingga upaya untuk meningkatkan produksi sorgum perlu dikembangkan salah satunya dengan pemberian jenis pupuk kandang yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk kandang yang tepat agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Desa Kawisrejo, Kec. Rejoso Kab. Pasuruan dengan ketinggian ± 4 m dpl dengan pH tanah ± 6 – 6,5 pada bulan Juli – Oktober 2013.Penelitian terdiri dari empat perlakuan yaitu pupuk an-organik dengan dosis sesuai rekomendasi (kontrol) (P0), pupuk kandang ayam dengan dosis 10 ton ha-1 (P1), pupuk kandang kambing dengan dosis 10 ton ha-1 (P2) dan pupuk kandang sapi dengan dosis 10 ton ha-1 (P3) yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan masing – masing diulang enam kali.Hasil penelitian menunjukkan produksi sorgum tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian pupuk kandang ayam dengan hasil sebesar 2,83 ton.ha-1, diikuti pemupukan kandang sapi sebesar 2,79 ton.ha-1, pemupukan kandang kambing dengan hasil sebesar 2,65 ton.ha-1 dan hasil terendah pada tanaman kontrol tanpa pupuk kandang sebesar 2,50 ton.ha-1.
Efek Pemangkasan Pucuk Bibit dan Dosis Nitrogen Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) Ade Irma Yuda; Retno Tri Purnamasari; Sri Hariningsih Pratiwi
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 2, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemangkasan pucuk bibit dan dosis nitrogen terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari - Agustus 2018 di lahan sawah Desa Gondang Wetan Kec. Gondang Wetan Kab. Pasuruan pada ketinggian tempat ± 5 mdpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan yang masing-masing diulang enam kali. Perlakuan yang diuji adalah pemangkasan pucuk bibit yang dikombinasikan dengan berbagai dosis unsur hara nitrogen (ZA), dengan empat level yaitu: Po= tanpa pemangkasan + ZA 800 kg ha-¹ (kontrol), P1= Pemangkasan + ZA 700 kg ha-¹, P2= Pemangkasan + ZA 800 kg ha-¹ dan P3= Pemangkasan + ZA 900 kg ha-¹.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pemangkasan pucuk bibit yang dikombinasikan dengan pemupukan nitrogen berupa pupuk ZA berpengaruh nyata pada komponen pertumbuhan dan hasil. Hasil bobot segar buah hektar-1 yang lebih tinggi terdapat pada perlakuan pangkas+ZA 800 kg ha-1 yaitu sebesar 13,45 ton ha-1, diikuti oleh perlakuan pangkas+ZA 700 kg ha-1 sebesar 12,81 ton ha-1, perlakuan pangkas+ZA 900 kg ha-1 sebesar 12,06 ton ha- 1 dan perlakuan tanpa pangkas+ZA 800 kg ha-1 menghasilkan bobot segar buah sebesar 11,33 ton ha-1.