Claim Missing Document
Check
Articles

Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada Hijau (Lactuca sativa L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Kascing Prayoga, Yogi; Pratiwi, Sri Hariningsih; Sulistyawati, Sulistyawati
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 6, No 1 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v6i1.73

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dosis pupuk kascing yang tepat agar mendapatkan pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting hijau (Lactuca Sativa) yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah di Kelurahan Purutrejo Kec. Purworejo Kota Pasuruan pada bulan April Juli 2021. Penelitian disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yang terdiri atas empat perlakuan dan enam ulangan yaitu P0 = (0 ton.ha-1), P1 = Dosis pupuk kascing 4,5 ton.ha-1, P2 = Dosis pupuk kascing 5,5 ton.ha-1, P3 = Dosis pupuk kascing 6,5 ton.ha-1. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam, apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjut dengan uji BNT 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan pemberian dosis pupuk kascing berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting hijau. Peningkatan dosis pupuk kascing memberikan hasil meningkat pada komponen pertumbuhan, analisis pertumbuhan dan komponen hasil. Pemberian dosis pupuk kascing 6,5 ton.ha-1 menghasilkan bobot segar hektar-1 tertinggi sebesar 25,98 ton, diikuti dosis pupuk kascing 5,5 ton.ha-1 sebesar 35,57 ton, dosis pupuk kascing 4,5 ton.ha-1 sebesar 31,67 ton.ha-1 dan terendah pada 0 ton.ha-1 (kontrol) sebesar 24,19 ton.ha-1.
Pengaruh Pemberian Dekomposer Yang Berbeda Terhadap Kualitas Kompos Dari Klobot Jagung Priyono, Aryudi Eko; Arifin, A. Zainul; Pratiwi, Sri Hariningsih
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 8, No 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v8i2.105

Abstract

Konsumsi jagung terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan untuk industri pengolahan jagung. Dengan bertambahnya produksi tanaman jagung maka jumlah sisa tanaman yang dihasilkan, seperti jerami jagung, batang jagung, tongkol jagung, klobot jagung, dan rambut jagung semakin banyak. Salah satu bentuk pemanfaatan klobot jagung yaitu untuk kompos. Penelitian dilakukan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pasrepan, Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap non faktorial dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan P1: Klobot Jagung 7.5 kg+ Kotoran sapi 2.5 kg + 20 ml Petrogladiator; P2: Klobot Jagung 7.5 kg+ Kotoran sapi 2.5 kg + 20 ml EM-4; P3: Klobot Jagung 7.5 kg+ Kotoran sapi 2.5 kg + 20 ml M-21; E4: Klobot Jagung 7.5 kg+ Kotoran sapi 2.5 kg + 20 ml Mol Rayap. Parameter pengamatannya yaitu suhu kompos, pH (potensial Hidrogen), kelembaban, penyusutan, warna kompos, unsur hara C-Organik, C/N rasio, kadar air, nitrogen, P2O5, K2O, Fe, Mn, dan bahan ikutan. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa kandungan kompos yang menggunakan dekomposer petrogladiator menunjukkan hasil parameter penelitian yang lebih banyak memenuhi kriteria sesuai yang ditetapkan dalam SNI 7763-2018 untuk pupuk organik padat. Dimana menghasilkan C-Organik 7,5%, C/N 4,29%, Nitrogen 1,75% , P2O5 0,24%,  dan K2O 3,77% serta Fe 3.339 ppm dan Mn 368 ppm.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kambing dan Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pagoda (Brassica rapa L.) Purnamasari, Retno Tri; Pratiwi, Sri Hariningsih; Edision, Ari Alfa
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 7, No 1 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v7i1.85

Abstract

Sawi pagoda merupakan salah satu jenis sayuran sawi yang juga dikenal dengan nama lain Ta Ke Chai dan Tatsoi. Sawi Pagoda memiliki bentuk dan warna yang unik, mirip seperti bunga yang mekar, bentuk daun yang oval dengan warna hijau pekat yang sangat mencolok. Penelitian bertujuan mempelajari penggunaan dosis pupuk kandang kambing yang tepat agar pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda optimal. Penelitian menggunakan percobaan non-faktorial, yang terdiri dari 4 level yaitu : P0 : pembanding tanpa pemberian pupuk kandang + 100 % urea; P1 : diberi pupuk kandang 25 % + 75 % ura; P2 : diberi pupuk kandang 50 % + 50 % urea; P3 : diberi pupuk kandang 75 % + 25 % urea. Dari 4 level tersebut masing masing diulang enam kali sehingga total terdapat 24 unit percobaan. Pengacakan unit percobaan memakai rancangan acak kelompok (RAK).Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang kambing berpengaruh nyata tehadap tinggi tananaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar, dan bobot kering tanaman Sawi Pagoda. Dosis pupuk kandang kambing terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman Sawi Pagoda yaitu dosis 75% + 25 %. Secara nominal angka terlihat bahwa tanaman yang diberi POC lebih bagus dibandingkan dengan kontrol. Percobaan dengan tanaman sawi pagoda perlu disiapkan lebih cermat lagi, khususnya dalam mengantisipasi variabilitas sifat dasar tanaman dan pengaruh faktor lingkungan.
Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terong Hijau (Solanum melongena L) Pada Berbagai Dosis Pupuk Organik Cair Ubur -Ubur Abdillah, Ramanda Harsan Sri; Pratiwi, Sri Hariningsih; Mahfud, Ridwan Isnaeni
Jurnal Agroteknologi Merdeka Pasuruan Vol 9, No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jamp.v9i1.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa dosis pupuk organik cair ubur-ubur yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman terong hijau yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Sekargadung Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan pada bualan Maret – Juni 2024 dengan ketinggian ± 4 mdpl dengan suhu 280C. Tanah yang digunakan mengandung Nitrogen Total 0,104 %,P2O2 tersedia 13,81 ppm, K2O potensial 0,13 mg 100 g-1. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial terdiri dari empat perlakuan. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak enam kali sebagai berikut: T0 : NPK 200 kg/ha (kontrol) ; T1 :Pemberian  POC ubur-ubur 35 mL/L tanaman-1; T2 : Pemberian POC ubur-ubur 40 mL/L tanaman-1  dan  T3 : Pemberian POC ubur-ubur 45 mL/L tanaman-1. Data yang diperoleh dari penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F), apabila terdapat pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk POC ubur-ubur tidak meningkatkan pertumbuhan namun dapat meningkatkan hasil tanaman terong. Pemberian POC ubur-ubur berpengaruh pada jumlah buah, panjang buah dan bobot buah. Perlakuan POC ubur-ubur dengan dosis 45 mL/L memiliki hasil tertinggi pada jumlah buah, dan panjang buah. Bobot buah lebih tinggi pada perlakuan POC 45 mL/L tetapi tidak berbeda jauh dengan 40 mL/L
Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Cair (POC) Ubur-Ubur dan Pupuk Urea terhadap Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) Sulistyawati, Sulistyawati; Pratiwi, Sri Hariningsih; Pranata, Dwi Hindi
Vegetalika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.93479

Abstract

Kebutuhan tanaman sayuran, khususnya sawi hijau yang semakin meningkat menjadi peluang bagi petani untuk membudidayakannya. Penelitian ini bertujuan mengkaji dan menentukan kombinasi konsentrasi POC ubur-ubur dan dosis Urea yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Dusun Kranggan, Kelurahan Kejayan, Kabupaten Pasuruan dengan ketinggian ± 100 mdpl pada bulan Juni-Agustus 2023. Tanah yang digunakan mengandung C-Organik 1,34%, N Total 0,104 %, P2O5 tersedia 15,51 ppm dan K 0,22 ppm. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan meliputi P0: Urea 200 kg ha-1; P1:  POC ubur-ubur 10 ml l-1 + Urea 150 kg ha-1; P2: POC ubur-ubur 20 ml l-1 + Urea 100 kg ha-1; P3: POC ubur-ubur 30 ml l-1 + Urea 50 kg ha-1. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (uji F), apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi POC ubur-ubur dan Urea mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau, dalam hal ini penggunaan POC ubur-ubur 10 ml l-1 + Urea 150 kg ha-1 menghasilkan bobot segar sawi hijau tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya, yaitu sebesar 48,52 ton ha-1. Berdasarkan hal tersebut, sebagai upaya mengurangi penggunaan pupuk anorganik disarankan kepada petani agar memanfaatkan bahan-bahan organik, salah satunya ubur-ubur yang banyak terdapat di perairan laut, khususnya perairan laut daerah Grati Pasuruan untuk bahan baku pembuatan pupuk organik cair.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI SEMANGKA KUNING (Citrullus lanatus) AKIBAT PEMBERIAN Trichoderma harzanium Tedy Artha Wijaya; Pratiwi, Sri Hariningsih; Arifin, A Zainul
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 4 No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v4i1.919

Abstract

Semangka kuning menjadi buah pilihan masyarakat Indonesia karena memiliki tekstur renyah dan cenderung keras namun lebih manis dari semangka merah. Pupuk organik Trichoderma sp. dapat menjadi alternatif penyubur tanah karena mampu mengurai bahan organik dan menstimulasi produktivitas tanaman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan dan produksi semangka kuning akibat Trichoderma harzanium. Penelitian dilaksanakan di Desa Sidogiri, Kraton, Pasuruan pada bulan Maret – April 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor yang terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan dibagi seperti berikut: T0 = (Trichoderma harzanium 0 mL tanaman-1), T1 = Trichoderma harzanium 15 mL tanaman-1, T2 = Trichoderma harzanium 25 ml tanaman-1, T3 = Trichoderma harzanium 35 mL tanaman-1. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 35 mL tanaman-1 menjadi perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi semangka kuning, seperti panjang tanaman, jumlah dan luas daun masing-masing adalah 309,81 cm, 77,96 helai, dan 2177,88 cm2 begitu juga bobot segar per hektar mencapai 68,07 ton.