Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Membangun Kemandirian Ekonomi Kreatif bagi Perempuan Disabilitas melalui Fesyen Berkelanjutan Gondoputranto, Olivia; Soelistyowati, Soelistyowati; Budidharmanto , Lexi Pranata
Journal Community Service Consortium Vol 6 No 1 (2026): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v6i1.6205

Abstract

Industri fashion dikenal sebagai salah satu sektor penyumbang limbah tekstil terbesar, terutama dalam bentuk potongan kain perca yang sering kali dianggap tidak bernilai. Fenomena ini justru membuka peluang untuk menciptakan model bisnis yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga mengedepankan nilai sosial dan keberlanjutan lingkungan. Program ini melibatkan 10 perempuan penyandang disabilitas daksa dari komunitas Kinarya Digdaya yang memiliki keterampilan dasar menjahit dan menyulam, namun hanya memproduksi untuk kebutuhan pribadi atau pesanan skala kecil. Melalui program pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan teknis dalam mengolah limbah perca menjadi produk fashion bernilai jual tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yang menelusuri proses pemberdayaan mulai dari peningkatan aspek teknis, pengembangan desain kreatif, hingga manajemen usaha kecil dan strategi pemasaran digital berbasis komunitas. Metode pelaksanaan meliputi demonstrasi, praktik langsung, serta pendampingan intensif yang diakhiri dengan evaluasi kualitas, fungsi, dan estetika produk. Hasil program menunjukkan bahwa pengolahan limbah perca mampu menciptakan peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian kelompok perempuan disabilitas. Limbah tekstil yang semula dipandang sebelah mata dapat ditransformasikan menjadi sumber daya produktif yang membawa manfaat ekonomi bagi komunitas serta dampak positif bagi kelestarian lingkungan.
Visual Variety on the Change of Bridal Ornamental Kebaya Clothes for Generation Z in Sumenep, Madura Soelistyowati, Soelistyowati
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 13 No. 1 (2022): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v13i1.7672

Abstract

The research discussed one of the problems with Indonesian cultural heritage in this digital world like nowadays. It was the form of decoration on wedding dresses in the Sumenep-Madura area, which was rarely seen in Indonesia, especially wedding dresses. They made some modifications to the traditional Madura wedding dress to look more modern. In this digital world where people could easily access everything, generation Z preferred cultural products from abroad rather than local culture. The research applied a qualitative method with descriptive analysis of document analysis and library sources with Java-Madura boundaries. The interviewes were conducted with cultural experts, young women, especially those who were about to get married, and creative industry players of bridal kebaya. The aim of the research was to determine the interest of young people in the decoration of wedding dresses. The research used the theory of triadic interplay concept analysis of forms, visuals and characters, and ornamentation as a visual object of tradition that was expected to be able to transform not only as an object of decoration but also as an object of education that gave value and meaning to its users. The research finds it important to study the changes in decoration to be maintained by revitalizing it without leaving the old form based on design work that can be applied through creation. By using quantitative methods through experiments with detachable techniques, fashion design concepts with meaning values can be conveyed in each form, motif, and ornament. So that the younger generation accepts and likes changes in decoration with modern forms that can practically be mixed and matched.
PENGGUNAAN TENUN IKAT TAIS PADA BUSANA READY TO WEAR DELUXE DENGAN TEKNIK EMBROIDERY DAN BEADINGS: Indonesia Muliadi, Fellia; Soelistyowati, Soelistyowati
Moda : The Fashion Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/moda.v7i2.5879

Abstract

Kain tenun Tais merupakan salah satu kain tradisional Indonesia dari suku Bunaq yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, Indonesia tepatnya di kabupaten Belu dekat dengan perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste. Tenun Tais mengandung motif yang penuh dengan makna di dalamnya dimulai dari warna hingga motif – motif yang digunakan dalam membuat kain Tais. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan tenun Tais dengan menciptakan desain busana ready to wear deluxe untuk meningkatkan nilai jual dari kain Tais bersama dengan minat masyarakat pada budaya wastra terutama dalam industry kreatif di bidang fesyen. Seiring berjalannya waktu dan jaman, saat ini kain tenun Tais semakin jarang dikenali oleh masyarakat luar daerah dikarenakan hanya beberapa saja yang masih mengenakan kain Tais, sebagian telah menganggap bahwa kain tenun Tais telah ketinggalan jaman sehingga kurang cocok untuk digunakan dalam kehidupan sehari – hari maupun acara selain yang berkaitan dengan adat. Metode penelitian yang digunakan merupakan sebuah metode kualitatif diikuti dengan kegiatan observasi dan wawancara terhadap narasumber setempat, expert bidang fesyen dan pecinta wastra Indonesia. Metode penciptaan melalui eksplorasi, penciptaan, dan rancangan karya. Solusi berupa tiga desain produk busana ready to wear deluxe berstyle elegant yang dipadukan dengan teknik embroidery dan beadings, dengan warna yang digunakan dalam wujud karya berciri khas warna dari tenun Tais yakni merah, merah muda, dan oren. Desain karya dibuat dengan potongan silhouette I-line dan A-line. Perolehan hasil penelitian dapat diterima oleh target market untuk menambah nilai jual kepada para peminat fesyen khususnya pecinta wastra.
The Effect of Using Instructional Videos to Improve Bustier Pattern-Making Skills Among Fashion Design and Business Students at Ciputra University, Surabaya Soelistyowati Soelistyowati; Hutomo Setia Budi
Interdisciplinary Social Studies Vol. 5 No. 3 (2026): Interdisciplinary Social Studies
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v5i3.1101

Abstract

Digital transformation has driven innovation in practical learning media, particularly in supporting the acquisition of complex skills. Instructional video has emerged as an effective solution for enhancing practice-based learning. This study aims to analyze the effect of instructional video utilization on students’ skills in bustier pattern making within the Fashion Design and Business program at Universitas Ciputra Surabaya. The research sample consisted of students divided into an experimental group and a control group using purposive sampling techniques. A quantitative approach was employed, utilizing a quasi-experimental method with a pretest–posttest control group design. Data were collected through practical tests and skill assessment rubrics, and subsequently analyzed using descriptive statistics and an independent sample t-test. The results indicate a significant difference between the experimental and control groups, with a significance value of 0.000 (<0.05), demonstrating that the use of instructional videos effectively improves students’ bustier pattern-making skills. Students in the experimental group achieved higher performance outcomes compared to those in the control group. In conclusion, instructional video has a significant and effective impact as a practical learning medium in teaching bustier pattern making in fashion design education
Analysis of Women’s Consumer Perception of Contemporary Fashion Based on Kediri Weaving Wastra Soelistyowati Soelistyowati; Enrico Enrico
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 14 No. 2 (2026): JIMKES Edisi March 2026
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v14i2.4586

Abstract

This study is motivated by the low visibility and limited acceptance of Kediri woven textiles among younger generations, despite their strong cultural, aesthetic, and historical value. The objective of this research is to analyze consumer perceptions, perceived value, and factors influencing purchase decisions among young consumers toward Kediri weaving–based fashion, as well as to formulate appropriate design and branding strategies aligned with contemporary market needs. A qualitative case study approach was employed through in-depth interviews, focus group discussions, observations, and social media analysis involving 25 female informants aged 18–35 years. The findings reveal that young consumers hold positive perceptions of the cultural and aesthetic value of Kediri weaving. However, purchase intentions are hindered by limited design variation, perceptions of traditional rigidity, and relatively high prices. These findings indicate a gap between the cultural value embedded in the product and the lifestyle expectations of young consumers. The study implies that design innovation, storytelling strategies, and value proposition alignment combined with cost efficiency are essential to enhance product competitiveness. Kediri woven textiles have strong potential to be repositioned as contemporary fashion products when redesigned through a culturally grounded yet youth-oriented approach that integrates heritage values with modern consumer preferences.
Eksplorasi Visual Ragam Hias Madura pada Ukiran Bangunan Tradisional Dalam Perspektif Seni Desain Soelistyowati Soelistyowati
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3914

Abstract

Kekayaan budaya visual beragam menjadi sumber pada pengembangan seni dan desain. Salah satu bentuk kekayaan visual di Madura ragam hias yang hadir pada bangunan tradisional dan merepresentasikan nilai estetika, simbolik, serta identitas budaya lokal. Ragam hias Madura pada ukiran bangunan tradisional memiliki visual yang khas, menunjukkan jejak pertemuan berbagai budaya. Namun, kajian yang mengulas ragam hias Madura pada ukiran bangunan tradisional dari perspektif seni desain serta potensinya sebagai sumber inspirasi desain masih relatif terbatas. Fenomena multikulturalisme visual pada ragam hias Madura pengaruh budaya Tionghoa, Belanda, Jawa, Sulawesi, dan nilai-nilai keagamaan Hindu-Buddha berpadu kearifan lokal. Pengaruh terdapat pada motif mitologis seperti naga dan kuda terbang, stilisasi flora,  komposisi ornamen  kuat dan ekspresif. Penelitian ini bertujuan mengurai makna ragam hias Madura secara mendalam melalui perspektif seni desain, dapat dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi dalam penciptaan desain seni, khususnya seni desain,  memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian akademik. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif, data primer melalui observasi visual dan wawancara ahli budaya, perajin, dan pelaku desain,  data sekunder studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori estetika meliputi elemen desain dan prinsip desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam hias Madura memiliki visual yang terstruktur, mengandung nilai simbolik, serta berpotensi untuk dikembangkan dalam desain kontemporer. Kesimpulannya, ragam hias Madura tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, tetapi juga sebagai sumber ide kreatif yang relevan bagi pengembangan seni dan desain berbasis budaya lokal.
APPLICATIONS OF FOLKLORE ON CHILDREN WITH PRINT TECHNIQUES AS THE EDUCATION FACILITY PARENTS OF MILENNIAL GENERATION Soelistyowati Soelistyowati
Proceeding of International Conference on Art, Language, and Culture 2017: Proceeding of 2nd International Conference on Art, Language, and Culture
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.804 KB)

Abstract

Indonesia has various ethnic  rich in tradition, and rich in art. Every culture has its own folklore. In the era of rapidly growing digital information, children and parents are no longer familiar with folklore. This design was created to provide one solution to introduce Indonesian folklore to children and parents. Media delivery of folklore through children's clothing with print techniques. This design in addition to the aim of attracting children to know the folklore is also expected to be a means of education to parents of millennial generation. The results of this study are expected to be useful for the creative industries. The method used in qualitative description research.