Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : journal online of physics

PENGARUH KONSENTRASI AKTIVATOR H3PO4 TERHADAP KARBON AKTIF AMPAS TEBU : Hayatul Hasanah, Ratni Sirait, Ridwan Yusuf Lubis Hayatul Hasanah; Ratni Sirait; Ridwan Yusuf Lubis
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 1 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v8i1.20265

Abstract

Ampas tebu adalah sisa penggilingan tebu yang sebagian belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Kurang lebih 50% ampas tebu yang diperoleh setiap pabrik gula dijadikan untuk bahan bakar boiler kemudian sisanya ditimbun sebgai buangan. Ampas tebu mempunyai kandungan karbon cukup tinggi sehingga bisa digunakan untuk bahan dasar karbon aktif. Dilakukan penelitian tentang pembuatan karbon aktif ampas tebu dengan menggunakan aktivator H3PO4. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan metode eksperimen secara kuantitatif. Untuk mengetahui mutu karbon aktif dilakukan pengujian meliputi uji kadar air, kadar ZMM, kadar abu dan kadar karbon terikat. Serta diukur luas permukaannya dengan metode methylene blue serta karakterisasi dengan SEM dan FTIR. Luas permukaan terbesar diperoleh pada sampel yang teraktivasi H3PO4 5% yaitu 11,0893 m2/g. Hasil analisis SEM menunjukkan karbon aktif ampas tebu yang teraktivasi H3PO4 5% memiliki pori-pori lebih banyak dibandingkan karbon aktif yang teraktvasi H3PO4 0% dan 15%. Hasil penelitian FTIR menunjukkan terdapatnya gugus fungsi OH, N-H, C=C, C-H alkana, C-O, OH, C-H. Vaiasi karakteristik yang optimum pada karbon aktif ampas tebu terdapat pada sampel B yang memilki nilai kadar air, kadar ZMM, kadar abu dan kadar karbon terikat memenuhi SNI No 06-3730-1995 mengenai karbon aktif. Kata Kunci: Karbon aktif, Ampas Tebu, H3PO4 , SEM, FTIR
KARBON AKTIF TEMPURUNG BUAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) MENGGUNAKAN AKTIVATOR NACL: Lisa Astari, Abdul Halim Daulay, Ridwan Yusuf Lubis Lisa Astari; Abdul Halim Daulay; Ridwan Yusuf Lubis
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 1 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v8i1.20292

Abstract

Tempurung buah nipah dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karbon aktif setelah melakukan proses aktivasi secara fisika dan kimia hal ini terlihat dari mayoritas hasil pengujian yang telah memenuhi standar arang aktif teknis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karbon aktif tempurung buah nipah dengan karakteristik yang paling optimum. Metode yang dapat digunakan ialah metode eksperimental dengan pendekatan secara kuantitatif. Proses karbonisasi dilakukan menggunakan oven dengan suhu 500 ºC dalam waktu 1 jam. Proses aktivasi karbon dilakukan yaitu dengan menggunakan furnace pada suhu 105 ºC selama 2 jam. Aktivasi kimia dilakukan menggunakan larutan NaCl dengan variasi konsentrasi 0, 4, 6, dan 8 M, diaduk menggunakan magnetic strirrer. Analisis yang dilakukan yaitu uji kadar air, kadar zat mudah menguap, kadar abu, dan kadar karbon.Metode karakterisasi yang digunakan adalah Scanning Electron Microscopy (SEM) dan UV-Vis (ultra violet visible). Hasil pengukuran kadar air adalah sebesar 5,47 – 7,72%, kadar zat mudah menguap sebesar 24,62 – 36,10%, kadar abu sebesar 8,79 – 26,45%, dan kadar karbon sebesar 37,45 – 66,59%. Seiring dengan peningkatan konsentrasi aktivasi maka cenderung terjadi penurunan pada nilai kadar air, kadar zat mudah menguap, dan kadar abu. Serta terjadi kenaikan pada nilai kadar terikat. Mikrostruktur permukaan karbon aktif tempurung buah nipah menunjukkan terbentuknya pori-pori seiring dengan bertambahnya konsentrasi aktivasi. Karbon aktif tempurung buah nipah dengan karakteristik yang optimum dihasilkan pada konsentrasi aktivasi 8 M.
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI SABUT KELAPA DENGAN AKTIVASI MENGGUNAKAN H3PO4 UNTUK ADSORPSI AIR GAMBUT Fahmijal Lb; Ridwan Yusuf Lubis; Ratni Sirait
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 2 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v8i2.20677

Abstract

Sabut kelapa merupakan limbah perkebunan yang kurang dimanfaatkan . Dalam bagian sabut kelapa memiliki kandungan lignin dan selulosa yang menjadi dasar bahwa sabut kelapa bisa dijadikan karbon aktif. Tahapan yang dilakukan pada pembuatan karbon aktif meliputi proses preparasi sampel, karbonisasi, pengayakan dan aktivasi menggunakan asam fosfat, kemudian proses uji yang terdiri dari uji sifat fisis, karakterisasi menggunakan FTIR, XRD, SEM dan uji Adsorpsi. Variasi asam fosfat yang dilakukan yaitu 0%, 8%, 10% dan 12%. Hasil terbaik diperoleh pada variasi konsentrasi 12% dengan nilai kadar air 6,92%, kadar zat mudah menguap 16,11%, kadar abu sebesar 7,47%, dan kadar karbon murni 76,42%. Untuk uji karaterisasi FTIR menghasilkan gugus fungsi O-H asam karboksilat, N-H amina, C=C cincin aromatik, C=C alkena, C-H alkana, C-O asam karboksilat, dan C-H cincin aromatik. XRD menunjukkan fasa kristal yang berbentuk kubik, dan uji SEM menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi asam fosfat menjadikan karbon aktif memiliki pori-pori yang lebih banyak. Hasil adsorpsi menunjukkan beberapa parameter telah memenuhi standar PERMENKES Tahun 2017 tentang air bersih diantaranya warna dan Besi (Fe) dengan persentase penurunan warna sebesar 97,5% dan Besi (Fe) sebesar 86,21%.
EFEKTIVITAS BIJI KELOR PADA PROSES KOAGULASI UNTUK PENURUNAN KEKERUHAN, LOGAM (Fe), DAN ZAT ORGANIK (KMnO4) PADA AIR Lili Anriani Harahap; Ratni Sirait; Ridwan Yusuf Lubis
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 2 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 2
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas Biji Kelor pada Proses Koagulasi Untuk Penurunan Kekeruhan, Logam (Fe), dan Zat Organik (KMnO4) Pada Air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biji kelor (Moringa oleifera) yang digunakan sebagai koagulan untuk penjernihan air. Penjernihan air dilakukan menggunakan air sungai yang tidak memenuhi standar kualitas air bersih pada parameter kekeruhan, kandungan logam (Fe), dan zat organik (KMnO4). Bahan penyaring yang digunakan berupa pasir silika dan zeolit. Aliran dibuat kontiniu pada aquarium dilengkapi dengan kran yang dihubungkan dengan filter sehingga air mengalir secara gravitasi. Prosedur penelitian diawali dengan preparasi biji kelor kemudian penjernihan dilakukan dengan dua tahapan yaitu koagulasi dan filtrasi. Berdasarkan hasil penelitian penjernihan air dengan biji kelor didapatkan hasil optimum pada sampel dengan serbuk biji kelor sebanyak 0,4 g/L menghasilkan nilai kekeruhan 3 NTU, logam Fe 0,301 g/L dan Zat Organik 4,07 g/L hasil ini telah memenuhi standar kualitas air bersih sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 Tahun 2017.
PENGARUH GRAMATUR TERHADAP DAYA REGANG PADA PEMBUATAN KERTAS BERBAHAN KULIT Aiysah Hannum Pulungan; Ety Jumiati; Ridwan Yusuf Lubis
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 3 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 3
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v8i3.24096

Abstract

Kertas adalah bahan tipis dan pipih yang terbuat dari serat-serat dari pulp yang digiling dan beberapa bahan yang selalu saling menempel. Serat yang digunakan berasal dari bahan alami antara lain selulosa dan hemiselulosa.Penelitian ini dilakukan untuk pembuatan kertas dari kulit singkong menggunakan aktivator NaOH 3%, 3,5% dan 4%. Penelitian yang dilakukan yaitu dengan metode eksperimen secara kuantitatif. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh pengujian meliputi gramatur, daya regang serta karakterisasi SEM. Dari pengujian dapat dihasilkan nillai gramatur sampel A = 49,33 g/cm2, sampel B = 50,33 g/cm2, sampel C = 56,33 g/cm2, dan hasil nilai daya regang sampel A = 0,0015%, sampel B= 0,0024 %, dan sampel C = 0,0029%. Hasil SEM menunjukkan kertas yang diaktivasi NaOH 4% memiliki serat yang lebih rapat dibandingkan kertas yang diaktivasi NaOH 3% dan 3,5%. Dari hasil nilai karakterisasi sampel dapat diketahui bahwa sampel C merupakan sampel yang terbaik dengan pengaruh NaOH 4% yang telah memenuhi SNI No 14-0937-2005 mengenai kertas.
PERANAN AKIVATOR DAN LUAS PENAMPANG KARBON AKTIF TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI KARBON AKTIF PADA MINYAK GORENG BEKAS PAKAI Miftahul Husnah; Ridwan Yusuf Lubis; Lisa Astari
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 9 No. 1 (2023): JOP (Journal Online of Physics) Vol 9 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v9i1.26005

Abstract

Used oil or used cooking oil is oil that is produced from leftover frying. The high price of cooking oil and the high need for use also makes fried traders use used cooking oil continuously which has a negative impact on health. This study aims to determine the role of activators and cross-sectional area on the adsorption ability of activated carbon produced from nipa palm shells in the process of refining used oil. The sample used is used cooking oil which is then adsorbed using activated carbon with different cross-sectional areas. Analysis of the cross-sectional area shows that variations in the concentration of NaCl as an activator in the manufacture of activated carbon from nipa palm shells affect the cross-sectional area, the higher the concentration of NaCl activator, the greater the cross-sectional area of activated carbon produced. The surface area of activated carbon activated by NaCl 0M, 4M, 6M and 8M had respective values of 11.1489 m2/g, 11.4487 m2/g, 11.5028 m2/g, 11.5079 m2/g. The results show that the greater the cross-sectional area of activated carbon, the greater the ability of activated carbon to adsorb used oil, with a value of water content and volatile matter of 0.2612% - 0.1195%, peroxide of value (POV) of 11.8629 meq/g - 5.3029 meq/g, Acid Value (AV) of 1.3368 mg KOH/g - 0.5393 mg KOH/g. Optimum results were obtained on activated carbon activated with 8M NaCL activator, this was due to the increasing concentration of the activator, more pores were formed so that the absorption capacity of activated carbon also increased.