Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT RESIKO BENCANA GUNUNG API LOKON DI KOTA TOMOHON Aldrin R. Kading; Aristotulus E. Tungka; Amanda S. Sembel
MEDIA MATRASAIN Vol. 17 No. 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v17i2.37039

Abstract

Resiko bencana merupakan potensi kerugian yang ditumbulkan akibat bencana pada suatu kawasan dalam kurun waktu waktu tertentu yang dapat berupa kematian , luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan, atau kehilangan harta benda, dan gangguan kegiatan masyarakat. Berdasarkan penelitian di belahan dunia terdapat 1500 gunung Merapi aktif, 127 diantaranya berada di Indonesia, hal ini karena Indonesia berada pada zona ring of fire, yaitu zona yang paling sering mengalami gempa bumi dan erupsi gunung api. gunung lokon merupakan salah satu gunung api tipe A berjenis Stratovulcano yang berada di antara kota tomohon dan minahasa selatan.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiko bencana erupsi gunung api lokon dikota tomohon serta menentukan jalur evakuasi, titik kumpul, dan titik pengungsian berdasarkan hasil analisis tingkat resiko sebagai upaya dalam mengurangi resiko erupsi gunung api lokon di kota tomohon. Metode yang digunakan untuk analisis resiko adalah analisis spasial (overlay), pembobotan dan skoring dengan indikator ancaman, kerentanan, kapasitas dan resiko, sedangkan untuk penentuan jalur evakuasi, titik kumpul, dan titik pengungsian adalah dengan menggunakan metode network analysis. Berdasarkan hasil analisis terdapat 7 kelurahan dengan tingkat resiko tinggi yang dipengaruhi oleh tingkat ancaman, indeks kerentanan, tingkat kerugian dan dan tingkat kapasitas, sedangkan untuk jalur evakuasi direncanakan sebanyak 22 titik kumpul, 32 titik pengungsian, dan 21 rute terpendek menuju pengungsian.
GOLF COURSE di MANADO: Arsitektur Kontemporer Sharon A. Maleke; Pierre H. Gosal; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 3 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 3, Juli 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan di Kota Manado mengalami peningkatan yang relatif pesat ini ditandai oleh banyaknya pembangunan fasilitas baik perumahan, perkantoran serta fasilitas lainnya yang diperuntukkan bagi mereka yang tergolong dalam masyarakat menengah ke atas. Dimana masyarakat menengah ke atas ialah mereka yang secara finansial mampu dan dominan berpenghasilan di atas rata-rata.. Penduduk kota manado yang berpenghasilan di atas rata- rata dominan berprofesi sebagai pengusaha/pebisnis, dengan berbagai aktivitas dan kesibukan yang dijalani membuat mereka membutuhkan sebuah tempat hiburan/rekreasi sekaligus olahraga. Dari kondisi ekonomi mereka miliki dapat dilihat bahwa pemicu tingginya gaya hidup, dimana gaya hidup mereka yang mengarah pada kehidupan modern yaitu dengan menuntut adanya kelengkapan, kemudahan serta kepraktisan didalam upaya pemenuhan kebutuhan hidup. Oleh karena itu, banyak sarana serta prasarana kota yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan tersebut, seperti kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Tujuan penelitian ini untuk merancang club house dan golf course yang mampu mewadahi dan memenuhi kebutuhan serta menciptakan rasa nyaman untuk setiap aktifitas yang dilakukan oleh pengguna club house dan golf course dan Mendisain konsep yang jelas lewat desain yang baik dan benar yang menghubungkan antara tempat hiburan dan olahraga Kata Kunci : Kota Manado, Golf Course, Arsitektur Kontemporer
SHOPPING MALL DI MINAHASA SELATAN: Arsitektur Kontemporer Prisilia Simbar; Aristotulus E. Tungka; Alvin J. Tinangon
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Minahasa Selatan terletak di kota Amurang, dengan jumlah penduduk sebanyak 238.455 jiwa tercatat pada tahun 2019. Secara garis besar Amurang merupakan pusat kota Kabupaten Minahasa Selatan yang berbatasan dengan kota Manado, Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kotamobagu. Shopping Mall bisa dikatakan dibutuhkan oleh masyarakat minsel sebagai kebutuhan dan rekreasi hiburan. Dan juga selain sebagai sarana kebutuhan masyarakat, shopping mall juga merupakan pintu gerbang menuju perubahan gaya hidup yang semakin global. Berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok hingga sekolah menengah atas, tidak dapat dipenuhi dari satu pusat perbelanjaan saja. Kota Amurang juga merupakan tempat perdagangan ekonomi yang sangat menguntungkan yang kemungkinan akan memberikan kontribusi terbesar bagi struktur perekonomian. Kab. Minahasa Selatan memiliki kawasan yang luas untuk pembangunan perdagangan dan jasa skala besar, itulah mengapa saya mengangkat objek ini. Kata Kunci: Shopping Mall, Minahasa Selatan, Kontemporer
CONDOMINIUM DI KOTA MANADO: Arsitektur High-Tech Haezer R. Pantow; Aristotulus E. Tungka; Surijadi Supardjo
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini telah mengalami kemajuan pertumbuhan perekonomian yang sangat pesat terutama pada kota-kota besar yang merupakan pusat kegiatan ekonomi. Demikian halnya dengan Kota Manado, mengalami kemajuan dalam beberapa sektor seperti perdagangan, jasa industri dan berbagai usaha lainnya. Tentunya akan membutuhkan biaya yang besar apabila mereka memilih tinggal di hotel, untuk itu perencanaan hunian vertikal (kondominium) sangat dibutuhkan. Jadi pengadaan rumah tinggal dalam bentuk vertikal sangat diharapkan mempunyai tingkat keamanan yang tinggi agar memberikan kenyamanan bagi para penghuni, ini menjadi pilihan utama untuk masyarakat pebisnis pada saat ini, apalagi pada saat mendatang penting dan merupakan keharusan untuk menciptakan kondisi Kota Manado sebagai kota metropolitan yang penuh dengan dinamika permasalahan kota menuju kota dunia yang nyaman dan sejahtera. Dalam perancangan ini, lokasi site yang terpilih terletak di Kecamatan Malalayang, Kota Manado. Pemilihan lokasi objek perancangan ini didasarkan pada maksud dan tujuan perancangan yang akan difungsikan sebagai Hunian/Condominium, serta berdasarkan aspek dan potensi-potensi kawasan. Dengan pendekatan tema Arsitektur High-Tech, bangunan akan dapat mewakili kebudayaan/peradaban masa depan yang serba scientific, sehingga pada saat itu tetap bisa dipakai dan tidak ketinggalan zaman. Hasilnya mendalam pada suatu metode kerja, perlakuan pada materian, warna-warna dan pendapatan dibandingkan dengan prinsip-prinsip komposisi. Kata Kunci: condominium, kawasan, high-tech
PANTI ASUHAN DI KABUPATEN MINAHASA UTARA: Place Attachment dalam Arsitektur Pamela Fedoria; Dwight M. Rondonuwu; Aristotulus E. Tungka
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 1 (2024): DASENG Volume 13 Nomor 1, Februari 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu, masyarakat semakin menyadari betapa penting dan banyaknya hal yang perlu diperhatikan dalam membesarkan anak. Tetapi tidak semua anak mendapatkan kesempatan didukung secara maksimal tumbuh-kembangnya sebab tidak ada keluarga yang mendukung. Panti asuhan dirancang di Desa Kaima, Minahasa Utara dengan luasan tapak 16.265 m2 yang masih dikelilingi alam untuk mendukung tumbuh- kembang anak. Tapak berkontur dengan KDB 60%, KDH 40%, dan KLB 80% ini ditempatkan 5 massa bangunan dengan bangunan paling tinggi berlantai 3 agar cukup menampung 200 anak. Tema place attachment bertujuan untuk menciptakan kesan rumah pada setiap anak asuh yang menghuni panti asuhan sehingga dapat menciptakan kenangan masa kecil yang indah. Pengimplementasian tema perancangan pada bangunan memanfaatkan warna. Desain selubung bangunan interaktif dengan material kayu berwarna untuk memacu sifat eksplorasi anak dan dilakukan perbedaan warna sebagai pengarah. Pemilihan bentuk massa bangunan dan ruang luar juga menyesuaikan dengan psikologis anak. Area bersosialisasi outdoor dibuat berbentuk lingkaran disertai dengan unsur edukasi. Panti asuhan juga menghadirkan plaza, jalan pedestrian, lapangan olahraga, dan ruang bermain outdoor pada ruang luarnya. Panti asuhan ini menggunakan penghawaan alami dengan sumber air bersih berasal dari PDAM menggunakan pompa. Bangunan seluruhnya menggunakan konstruksi beton bertulang dengan rangka atap baja ringan. Kata Kunci: Panti Asuhan, Place Attachment, Minahasa Utara