Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Perbandingan Kuat Lentur Beton dengan Penambahan Accelerator Sholahuddin, Moh
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 3 (2023): July 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i3.17166

Abstract

The purpose of this study is to determine the Comparative Analysis of Concrete Bending with the addition of accelerator. This research method was conducted at the Laboratory of the Faculty of Civil Engineering, University of Bojonegoro. This research method is carried out experimentally. The main object of this study is high quality concrete with an accelerator mixture of 0.3% of the weight of cement and high quality normal concrete. In this study, the type of concrete studied was a type of high-quality concrete, besides that testing the bending strength of concrete was carried out at the age of 3 days, 7 days, 14 days and 28 days. The results of this study show that it is known that the addition of Accelerator by 3% (of the weight of cement per stir), affects the bending strength at the age of 3 days by 23% which is 3.47 Mpa, 7 days old by 14% which is 3.51 Mpa, 6 days old by 6% which is 3.60 Mpa, and 28 days old by 18% which is 4.18 Mpa
PENERAPAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) PADA PROYEK REKONSTRUKSI JALAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI KEGIATAN PEKERJAAN JALUR KRITIS MOH. SHOLAHUDDIN; Yedea Nur Octavia
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol. 4 No. 02 (2024): Juli - November 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v4i02.7822

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi serta volume lalu lintas yang meningkat rekonstruksi jalan diperlukan untuk memperluas atau memperkuat jalan agar mampu menampung beban lalu lintas yang lebih tinggi. Disamping itu juga sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat. Jalan yang diperbaiki dapat meningkatkan aksesibilitas, memudahkan distribusi barang dan jasa, serta mendukung perkembangan wilayah yang lebih luas. Jalan merupakan infrastruktur yang penting bagi masyarakat karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga pada saat dilaksanakan pembangunan harus dapat dikelola oleh manajemen proyek yang baik. Karena salah satu dampak daripada manajemen yang buruk adalah adanya keterlambatan. Dan hal ini menyebabkan keterlambatan menjadi permasalahan yang sering muncul dalam pembangunan. Seperti halnya pada proyek Rekonstruksi Jalan Ngasem – Dukohkidul yang memiliki target penyelesaian 90 hari kalender atau selesai pada minggu ke-14 tetapi mengalami keterlambatan yang menyebabkan selesai pada minggu ke-20. Tujuan daripada Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jadwal penyelesaian dengan menggunakan metode Critical Path Method untuk mengetahui kegiatan kegiatan yang berada pada jalur kritis. Adapun hasil daripada peneltian ini adalah mendapatkan Jalur kritis pada proyek Rekonstruksi Jalan Ngasem – Dukohkidul untuk kegiatan A1, C4, C2, E7, E2, C3, D1, E3, E4, E5, E6, E1, D2, A3.
Study of the Causes of Change Orders in Infrastructure Work Implementation and its Impact on Project Performance Moh. Sholahuddin; Ichwan Hadi Saputra
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 3 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 3 July 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v9i3.6919

Abstract

Infrastructure work often undergoes changes during the construction phase to adapt to field conditions that differ from the initial planning. These changes may involve adding work volume, modifying technical specifications, or adjusting work schedules due to field conditions, policy changes, or other external factors. If not managed properly, these changes can lead to cost overruns, project delays, and even disputes among the parties involved. This research aims to identify the factors causing changes in orders and their impact on project performance. The method used is the distribution of questionnaires to involved contractors, followed by data analysis using the Relative Importance Index (RII) approach. The results show that there are 7 main factors, namely Planning and Design, Natural Factors, Owners, Construction, External Causes, Administration, and Policy Changes, with 40 indicators causing changes in orders in infrastructure projects. Additionally, it was found that changes in orders impact project performance in terms of cost, quality, and time, with 15 indicators representing those impacts. This finding makes an important contribution to project management practices, particularly in efforts to control changes in work during construction execution. The results of this research can serve as a basis for consideration in planning, monitoring, and decision-making to minimize the risks of work changes and improve overall project performance.
ANALISIS KINERJA KONSULTAN PENGAWAS DALAM PELAKSANAAN PROYEK REHABILITASI JEMBATAN Sholahuddin, Moh.; Saputra, Ichwan Hadi; Prabowo, Rohmad Dwi
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 3, Desember Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i3.5019

Abstract

Proyek pelebaran Jembatan Malo – Selogabus 14 di Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro dilatarbelakangi oleh meningkatnya volume lalu lintas seiring berkembangnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat. Jembatan ini merupakan penghubung utama antara wilayah Kecamatan Malo dengan kecamatan lainnya, serta menjadi akses penting menuju pusat kota Bojonegoro. Dengan adanya peningkatan arus kendaraan terutama kendaraan berat seperti truk pengangkut hasil pertanian atau industri lainnya sehingga tentu akan berdampak pada tingginya beban lalu lintas di jembatan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja konsultan pengawas konstruksi dalam pelaksanaan proyek jembatan, dengan studi kasus Proyek Pelebaran Jembatan Malo – Selogabus 14, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui survei kuesioner terhadap responden yang terlibat langsung dalam proyek, dengan analisis data menggunakan  metode Relative Importance Index (RII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja konsultan pengawas dipengaruhi oleh tujuh faktor utama, yaitu sumber daya manusia, alat, material, biaya, waktu, kualitas, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Dari ketujuh faktor yang dianalisis, Sumber Daya Manusia dan K3 muncul sebagai faktor yang paling dominan, masing-masing dengan nilai pengaruh sebesar 0,960. Faktor SDM tercermin dari indikator kemampuan konsultan dalam melakukan survei kondisi lapangan secara tepat dan menyeluruh. Sementara itu, faktor K3 terlihat melalui indikator pemberian teguran kepada kontraktor agar tenaga kerja selalu menggunakan peralatan keselamatan saat bekerja. Selanjutnya, faktor Waktu dengan nilai 0,947 juga berperan penting dalam memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal melalui indikator pengecekan tingkat pencapaian volume pekerjaan.
Optimalisasi Sistem Drainase Melalui Perencanaan Teknis Sebagai Solusi  Pengendalian Limpasana Air Hujan Serta Upaya Peningkatan Sanitasi Permukiman Moh. Sholahuddin; Ayu Kurnia Ratna Sari; Aulia Rahmadani Putri; Diah Kumala Dewi
CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 4 No 1 (2026): CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/cemara.v4i1.3532

Abstract

Permasalahan drainase dan sanitasi lingkungan masih menjadi isu utama di kawasan permukiman, khususnya di wilayah pedesaan dengan sistem saluran air yang belum terencana secara teknis. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan air, penurunan kualitas lingkungan, serta risiko kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan teknis dalam optimalisasi sistem drainase sebagai upaya pengendalian limpasan air hujan sekaligus peningkatan sanitasi lingkungan permukiman di Desa Sembunglor. Metode pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap persiapan, sosialisasi program, pelaksanaan kegiatan teknis berupa diskusi awal, pengukuran lapangan, pencatatan hasil pengukuran, penyusunan desain perencanaan saluran drainase, serta perhitungan rencana anggaran biaya (RAB). Pendekatan partisipatif diterapkan dengan melibatkan masyarakat dan perangkat desa dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya sistem drainase yang terencana dan berfungsi optimal. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan dokumen perencanaan teknis saluran drainase yang disesuaikan dengan kondisi eksisting lapangan serta Rencana Anggaran Biaya sebagai acuan awal pembangunan. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, mendukung perencanaan infrastruktur lingkungan desa, serta mendorong terwujudnya pengelolaan drainase dan sanitasi permukiman yang berkelanjutan.