Claim Missing Document
Check
Articles

Ni Putu Eka Yulias Puspitasari Ni Putu Eka Yulias Puspitasari; Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Perkawinan Pada Gelahang merupakan bentuk perkawinan yang menjadi alternatif bagi masyarakat Hindu Bali yang tidak bisa melaksanakan bentuk perkawinan biasa maupun Nyentana. Setiap bentuk perkawinan memiliki tantangan yang memerlukan penyesuaian diri sehingga dapat tercapai sebuah kepuasan dalam perkawinan. Membahas secara langsung proses penyesuaian diri pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang di masyarakat Hindu Bali merupakan sebuah cara yang tepat, unik, dan realistis dalam memahami penyesuaian diri sekaligus memelajari budaya perkawinan dalam masyarakat Hindu Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran proses penyesuaian diri yang dilakukan oleh pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang di masyarakat Hindu Bali. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan melalui in depth interview, joint interview dan observasi pada tiga pasangan responden penelitian. Data kemudian dianalisis dengan theoretical coding dari Strauss dan Corbin (1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pihak laki-laki memiliki hambatan yang lebih besar ketika memutuskan untuk melakukan perkawinan Pada Gelahang. Hasil berikutnya adalah ketiga pasangan melakukan strategi personal dan social coping dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang dialaminya. Personal coping meliputi strategi being a good person, problem delay, self control, ignore the problem, being assertive, dan pray then try. Social coping meliputi strategi looking for social support, planful problem solving, dan using kids as a glue. Berdasarkan strategi yang ada, ditemukan bahwa penyesuaian diri pasangan dengan perkawinan Pada Gelahang belum optimal karena masih melibatkan strategi yang mengarah pada represi. Kata kunci: Penyesuaian diri, penyesuaian personal, penyesuaian sosial, perkawinan Hindu Bali, perkawinan Pada Gelahang
Gambaran dukungan sosial dan penyesuaian diri pada perempuan pegawai negeri sipil prapensiun di Provinsi Bali Dewa Ayu Dyah Puteri Pratiwi; Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p12

Abstract

Masa pra pensiun merupakan masa-masa yang mencemaskan bagi individu yang belum siap untuk memasuki masa pensiun. Penyesuaian diri menjadi pilihan individu untuk mengatasi kecemasan yang dialami. Karakteristik perempuan menjelang masa pensiun cenderung untuk mengomunikasikan permasalahan yang dihadapi sehingga perempuan membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Dukungan sosial berperan penting dalam kesiapan individu untuk menghadapi masa pensiun. Lingkungan yang mendukung akan mempermudah proses penyesuaian diri individu terhadap kondisi kecemasan yang dihadapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dukungan sosial dan penyesuaian diri pada perempuan pra pensiun Pegawai Negeri Sipil di Provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui in depth interview dan observasi pada tiga responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran masa pra pensiun yang dialami oleh responden terbagi menjadi aspek fisik, emosional dan perilaku. Tindakan yang dilakukan responden untuk mencapai kesiapan masa pensiun terdiri dari tindakan yang berorientasi terhadap diri sendiri serta tindakan yang berorientasi terhadap orang lain. Faktor yang memengaruhi tindakan untuk mencapai kesiapan terdiri dari faktor pendukung serta faktor penghambat. Adanya persepsi positif, menerima informasi positif mengenai masa pensiun dari lingkungan kerja serta tersedianya dukungan dari keluarga merupakan faktor pendukung responden untuk mencapai kesiapan. Penelitian ini juga menemukan bahwa bentuk dukungan keluarga pada perempuan pra pensiun terdiri dari place to share and discuss, energizer, be reminder, financial source, fasilitator, serta taking over the job. Kata kunci: Dukungan sosial, penyesuaian diri, perempuan, prapensiun.
Bangkit dari penyesalan: Studi naratif kehidupan bermakna suami sebagai caregiver bagi istri dengan skizofrenia Olvi Aldina Perry; Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p16

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat dengan gangguan utama pada pikiran, emosi dan perilaku. Hal ini menyebabkan orang yang mengalaminya memiliki ketergantungan dengan orang lain, terutama anggota keluarga sebagai caregiver. Sebagian besar caregiver orang dengan gangguan jiwa merupakan perempuan dan berhadapan dengan tekanan, kesedihan serta duka. Di sisi lain terdapat juga laki-laki, khususnya suami sebagai caregiver yang menghadapi masalah serupa. Bagaimana caregiver memaknai kehidupan dalam situasi krisis akibat gangguan jiwa menjadi dasar penelitian ini. Tujuan penelitian yaitu untuk melihat gambaran kehidupan bermakna pada suami sebagai caregiver bagi istri dengan gangguan jiwa skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan analisis naratif dengan dua responden yang merupakan suami sebagai caregiver utama bagi istri. Pengumpulan data dilakukan dengan episodic interview dan observasi. Ditemukan hasil yaitu gambaran kehidupan bermakna pada suami sebagai caregiver dipengaruhi oleh perilaku merawat dan makna merawat. Perilaku dan makna merawat tersebut dipengaruhi oleh hubungan antara suami dan istri, persepsi penyebab gangguan jiwa, posisi laki-laki dan perempuan dalam keluarga, dukungan sosial serta karakteristik caregiver. Caregiver yang menunjukkan perilaku merawat penuh perhatian serta memaknai merawat sebagai ibadah memiliki kehidupan yang bermakna dan positif, sedangkan caregiver dengan perilaku kekerasan dan memaknai merawat sebagai beban, menunjukkan gambaran kehidupan yang lebih negatif. Kata kunci: Kehidupan bermakna, skizofrenia, suami sebagai caregiver.
Hubungan konformitas teman sebaya dan konsep diri terhadap perilaku seksual pranikah remaja madya di Kabupaten Bangli Putu Sanistya Dewi; Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Perilaku seksual pranikah merupakan tingkah laku yang berhubungan dengan dorongan seksual dengan lawan jenis maupun sesama jenis yang dilakukan sebelum adanya ikatan perkawinan yang sah baik secara hukum maupun agama. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) pada tahun 2010 di Provinsi Bali. Bangli menduduki posisi pertama angka Total Fertility Rate (TFR) yakni 2,97, dengan kisaran Age Specific Fertility pada umur 15-19 tahun. Angka ini menandakan perilaku seksual remaja yang ada di Kabupaten Bangli tergolong tinggi sehingga hal ini membuat penelitian terkait perilaku seksual pranikah masih relevan dilakukan di Kabupaten Bangli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari konformitas teman sebaya dan konsep diri terhadap perilaku seksual pranikah remaja madya di Kabupaten Bangli. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 417 remaja pada rentang usia remaja madya 15-18 tahun dan sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Bangli yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah skala konformitas teman sebaya, skala konsep diri dan skala perilaku seksual pranikah. Metode analisis data digunakan dengan teknik multiple regression, hasil menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara konformitas teman sebaya dan konsep diri terhadap perilaku seksual remaja madya di Kabupaten Bangli.
Peran dan resiliensi pada perempuan balu Ni Luh Ayu Cahya Saraswati; Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Kehilangan suami menyebabkan ibu menjadi single mother dan mengambil alih peran suami. Perempuan yang menjadi single mother akibat kematian suami dalam masyarakat Hindu Bali disebut perempuan balu. Kematian suami menyebabkan perempuan balu mengambil alih peran yang berkaitan dengan tugas pemenuhan kebutuhan finansial keluarga dan menjalankan peran sosial sebagai balu sesuai aturan adat yang disebut awig-awig. Hal ini menyebabkan perempuan balu memiliki peran produktif, domestik, dan sosial. Perempuan Bali single mother juga mengalami masalah seperti perasaan duka mendalam dan masalah finansial. Banyaknya peran dan permasalahan menuntut perempuan balu harus dapat mengatasi hal tersebut untuk dapat menjalankan kehidupan sebagai perempuan balu dan peran-perannya dengan baik. Resiliensi dapat membantu individu bertahan dalam menghadapi masalah dan mempertahankan kehidupan yang baik setelah mengalami tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan resiliensi yang dimiliki perempuan balu dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi. Responden pada penelitian ini adalah 3 orang perempuan balu karena kematian suami yang bekerja di sektor formal, dan memiliki anak dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan perempuan balu mengalami 4 tahap resiliensi yaitu bereavement & anger, bargaining & acceptance, re-adaptation, resilient & growth yang memiliki faktor risiko dan pendukung yang membantu perempuan balu untuk dapat menjalani peran dan kehidupan dengan baik.
Harga diri dan penerimaan diri pasangan menikah tidak memiliki anak di Bali Olivia Yohana Simarmata; Made Diah Lestari
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, mengatakan bahwa proporsi kehamilan perempuan menikah 10-54 tahun hanya berkisar 2,68% dimana di perkotaan 2,8% dan di pedesaan 2,55%. Infertilitas dapat menyebabkan perasaan menutup diri, merasa bersalah, cemas, stres, tidak berdaya, dan tertekan pada individu yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat harga diri dan penerimaan diri pasangan menikah yang tidak memiliki anak di Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan responden pada penelitian ini adalah dua pasangan menikah yang tidak memiliki anak teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara individu, joint interview dan observasi. Hasil penelitian menemukan bahwa pasangan memiliki faktor eksternal dan internal dalam membangun harga diri positif dan menerima kondisi perkawinan. Faktor eksternal, kecenderungan yang serupa, yaitu dukungan keluarga, dukungan pasangan, lingkungan modern dan tidak adanya argumen mengenai infertilitas. Ditemukan hasil bahwa pasangan yang memiliki perasaan positif dalam memandang infertilitasnya masih mampu mempertahankan penghargaan dirinya, sedangkan pasangan yang memiliki perasaan negatif terkait diri cenderung memiliki penghargaan diri yang negatif. Perasaan negatif terkait infertilitas yang dimiliki pasangan dapat diatasi dengan koping yang berfokus pada diri dan pasangan, sehingga pasangan mampu menerima diri. Iman dan karma adalah faktor budaya dan agama yang melekat pada kondisi infertilitas.
The Interconnectedness of Others, Self, and God: Unmarried Older Balinese Women’s Journeys Toward a Meaningful Life Made Selphia Prahasasgita; Made Diah Lestari
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 15 No. 1 (2025): New Dimensions of Bali Tourism
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2025.v15.i01.p11

Abstract

Our society constructs women’s roles as wives and mothers. Likewise, the Balinese positions women as caretakers who are obligated to marry, provide offspring, and look after their family. Therefore, women who choose to be single, especially until late adulthood, are stigmatised as selfish and immature. This study aims to understand what constitutes a meaningful life for unmarried older women and the related factors that support a meaningful life. The participants were five unmarried older Balinese women. Interview data were analysed using reflexive thematic analysis by Braun & Clarke and show that a meaningful life for unmarried older women consists of Others (meaningful social relationships), Self (being grateful in life), and God (believing in God). To achieve a meaningful life, self-acceptance as an older and unmarried person is needed. The findings are expected to inform policies and programs that emphasise the social activity and connection between older people and their communities.
The Interconnectedness of Others, Self, and God: Unmarried Older Balinese Women’s Journeys Toward a Meaningful Life Made Selphia Prahasasgita; Made Diah Lestari
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol. 15 No. 1 (2025): New Dimensions of Bali Tourism
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JKB.2025.v15.i01.p11

Abstract

Our society constructs women’s roles as wives and mothers. Likewise, the Balinese positions women as caretakers who are obligated to marry, provide offspring, and look after their family. Therefore, women who choose to be single, especially until late adulthood, are stigmatised as selfish and immature. This study aims to understand what constitutes a meaningful life for unmarried older women and the related factors that support a meaningful life. The participants were five unmarried older Balinese women. Interview data were analysed using reflexive thematic analysis by Braun & Clarke and show that a meaningful life for unmarried older women consists of Others (meaningful social relationships), Self (being grateful in life), and God (believing in God). To achieve a meaningful life, self-acceptance as an older and unmarried person is needed. The findings are expected to inform policies and programs that emphasise the social activity and connection between older people and their communities.
Co-Authors A.A. Gd Putra Sastra Pradnyana Adi, Wayan Mirah Anna Yunita Apsaryanthi, Ni Luh Komang Arsa, Komang Andy Guna Astasari, Ni Putu Widya Dharma Ayu, Desak Ulan Sukmaning Chitta Dhyana Premaswari Christian Natalia Christian Natalia, Christian Cokorda Istri Dwi Anindyawati Pemayun Darmayanthi, Ni Km. Peby David Hizkia Tobing Desak Ulan Sukmaning Ayu Devi, Ni Made Mirah Artati Dewa Ayu Dyah Puteri Pratiwi Dewi, Putu Sanistya Diatmika Karna, Ida Ayu Bulan Kania Diputra, Nyoman Dita Wira Gusti Ayu Trisna Parasari Gusti Ayu Trisna Parasari, Gusti Ayu Trisna Han, Donghee I Kadek Wahyu Pujhana Ida Ayu Adi Wulan Virgadewi K Ida Ayu Alit Ida Ayu Alit, Ida Ayu Ida Ayu Maitry Sanjiwani Ida Ayu Maitry Sanjiwani, Ida Ayu Maitry Ida Ayu Verennia Surya Putri Indri Oktavia Rospita Indri Oktavia Rospita Indri Oktavia Rospita Jessica Jessica Karniyanti, Ni Kadek Made Selphia Prahasasgita Mahathanaya, Sayu P. Mulyani, Made Ni Kadek Karniyanti Ni Km. Peby Darmayanthi Ni Luh Ayu Cahya Saraswati Ni Luh Komang Apsaryanthi Ni Luh Putu Gede Maharupa Asmarina Ni Luh Putu Pradnyandari Kencana Putri Ni Made Diah Primanita Ni Made Dian Sulistiowati Ni Made Dian Susilowati Ni Made Dian Susilowati Ni Made Suasti Wulanyani Ni Putu Eka Yulias Puspitasari Ni Putu Natalya Ni Putu Natalya Ni Putu Natalya, Ni Putu Ni Putu Widya Dharma Astasari Noferdy, Rahmat Nyoman Dita Wira Diputra Olivia Yohana Simarmata Olvi Aldina Perry Pemayun, Cokorde Istri Dwi Anindyawati Perry, Olvi Aldina Pradnyana, A.A. Gd Putra Sastra Prahasasgita, Made Selphia Pratiwi, Dewa Ayu Dyah Puteri Pratiwi, Ni Made Ayu Yuli Premaswari, Chitta Dhyana Primanita, Ni Made Diah Puspitasari, Ni Putu Eka Yulias Putri, Ida Ayu Verennia Surya Putri, Putu Adinda Mahadewi Restu Putri, Shierlyana Agna Putu Diana Wulandari Putu Sanistya Dewi Rospita, Indri Oktavia Saraswati, Ni Luh Ayu Cahya Sayu P. Mahathanaya Simarmata, Olivia Yohana Tanaya, I Wayan Nathan Fanza Virgadewi K, Ida Ayu Adi Wulan Wayan Citra Wulan Sucipta Putri Wayan Mirah Adi Wulandari, Putu Diana Yanki Hartijasti Yunita, Anna