Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN KOLOM BETON DENGAN METODE HIRA (HAZARD IDENTIFICATION AND RISK ASSESSMENT) DI PROYEK X Rezi Berliana Yasinta; Hananta Yoga Fachreza; Maulana Dzakwan Saputra; Tangguh Ikhtiar; Winda Ayu Lestari Putri
Wahana Teknik Sipil: Jurnal Pengembangan Teknik Sipil Vol. 30 No. 2 (2025): Wahana Teknik Sipil
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/wahanats.v30i2.6613

Abstract

Metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment) adalah sebuah metode atau teknik untuk mengidentifikasi potensi bahaya kerja dengan mengklasifikasikan karakterisitik bahaya yang dapat terjadi dan mengevaluasi risiko yang terjadi melalui penilaian risiko dengan menggunakan matriks penilaian risiko. Pekerjaan kolom beton merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja yang meliputi pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting, pekerjaan pengecoran, dan pekerjaan pelepasan bekisting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur tanpa observasi langsung ke lapangan. Berdasarkan analisis risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan kolom beton di Proyek X hasil rekapitulasi menunjukkan bahwa rata-rata nilai risiko pekerjaan kolom beton secara keseluruhan berada pada angka 9,8, angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar risiko berada pada kategori sedang hingga tinggi.
Framework for Consideration of Tool Selection in Bore Pile Work in Uncertain Field Conditions: Literature Study Alexander Qurnain; Arief Saefudin; Rezi Berliana Yasinta
Jurnal Multidisiplin Sahombu Vol. 6 No. 02 (2026): Jurnal Multidisiplin Sahombu, 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The selection of bore pile drilling equipment is a technical decision influenced by multiple interrelated factors. In construction practice, subsurface conditions cannot be fully determined during the planning stage, while operational constraints and considerations of time, cost, and risk further shape the decision-making process. This paper presents a literature-based review aimed at developing a conceptual framework for selecting bore pile drilling equipment, with emphasis on subsurface uncertainty and its implications for construction execution. The study adopts a literature review approach by examining relevant scientific publications, standards, and regulations from the past ten years. The findings indicate that equipment selection should not be viewed as a single or absolute decision, but rather as a multidimensional and context-dependent evaluation process. The proposed framework is intended to support practitioners and researchers in understanding drilling equipment selection as part of risk management in bore pile foundation works
Penerapan BIM 5D dalam Menangani Permasalahan dari Perubahan Desain Pekerjaan Struktur pada Proyek X Ulfiah Utari; Adhi Purnomo; Rezi Berliana Yasinta; Lenggogeni; Irika Widiasanti; Mirara Khanza
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan desain pada pekerjaan struktur sering terjadi selama pelaksanaan proyek konstruksi dan berdampak pada perubahan kuantitas pekerjaan serta biaya konstruksi. Perhitungan secara konvensional yang masih mengacu pada gambar dua dimensi berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian akibat keterbatasan dalam mengidentifikasi setiap elemen struktur. Penelitian ini bertujuan menerapkan Building Information Modeling (BIM) 5D sebagai solusi dalam menangani perubahan desain melalui pemodelan ulang struktur, perhitungan Quantity Take-Off (QTO), dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) secara terintegrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi berupa gambar kerja, dokumen perubahan desain, dan standar detail struktur, serta wawancara dengan pihak kontraktor. Pemodelan dilakukan menggunakan software Cubicost Take-off Architecture Structure (TAS), Take-off Reinforced Bar (TRB), dan Take-off Bill of Quantity (TBQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BIM menghasilkan perbedaan biaya sebesar Rp832.857.039 atau sekitar 4,32% dibandingkan metode konvensional. Penerapan BIM 5D mampu mengintegrasikan proses pemodelan, perhitungan kuantitas, dan biaya sehingga mendukung pengelolaan perubahan desain secara lebih efektif pada proyek konstruksi.