Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Gambaran Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Hospitalisasi Anak Di Rumah Sakit Umum Daerah Ajibarang Tarafiar Choerunisa; Ikit Netra Wirakhmi; Roro Lintang Suryani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 1 No. 5 (2022)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketika seorang anak tidak cukup sehat untuk membutuhkan perhatian medis di rumah sakit, ini dikenal sebagai rawat inap. Anak muda mengalami ini karena dia berusaha menyesuaikan diri dengan kehidupan di rumah sakit. Kecemasan dan kekhawatiran adalah reaksi umum terhadap penyakit ini pada anak-anak dan orang tua mereka. Wajar jika orang tua khawatir dan stres tentang bagaimana reaksi anak mereka saat dirawat di rumah sakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat kecemasan orang tua terhadap anak yang mengalami hospitalisasi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu penelitian yang menghasilkan penggambaran objek peneiti tanpa memberikan kesimpulan dengan menggunakan lembar kuisioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Populasi pada penelitian ini yaitu orang tua anak yang sedang menjalani hospitalisasi di RSUD Ajibarang sebanyak 36 responden. Hasil penelitian menunujukan usia responden mayoritas umur 20-36 tahun sebanyak (66,7%), dengan rata-rata tingkat pendidikan SMA/SMK sebanyak (61,1%) dan mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak (69,4%) dengan status penghasilan rata-rata UMR sebanyak (50,0%) dan status perkawinan pada orang tua anak yaitu mempunyai orang tua yang lengkap sebanyak (66,7%), dan mayoritas responden dalam satu keluarga memiliki anak lebih dari 5 sebanyak (50,0%). Sebagian dari responden memiliki kecemasan ringan yaitu (41,7%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kecemasan orang tua yang anaknya mengalami hospitalisasi di RSUD Ajibarang mengalami kecemasan ringan.
PEMBERIAN VIDEO INFORMASI TENTANG PROSEDUR PEMBIUSAN TERHADAP KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI ANESTESI SPINAL DI RSI PURWOKERTO Santika Nesara Ferari; Roro Lintang Suryani; Asmat Burhan
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 4 No. 6: Februari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan sering terjadi pada pasien pre operasi karena kurangnya pengetahuan akan prosedur operasi, sehingga kebanyakan orang akan merasa khawatir akan keselamatan nyawanya. Kecemasan ini dapat diatasi salah satunya dengan menggunakan terapi non farmakologi, yaitu mengurangi ataupun menghilangkan rasa cemas dengan terapi distraksi dengan cara memberikan informasi melalui media yang dapat digunakan dalam pendidikan kesehatan salah satunya adalah dengan metode mendengarkan video. Edukasi melalui video merupakan salah satu metode edukasi yang paling efektif, karena dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja dengan lebih mudah, menyenangkan dan memotivasi, menstimulasi serta memiliki dampak langsung yang positif terhadap pengetahuan dan ketrampilan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian video informasi tentang prosedur pembiusan Anestesi Spinal terhadap penurunan kecemasan pasien pre operasi di RSI Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah pre eksperimental design dengan menggunakan design one group pre test and post test design dengan jumlah 82 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan pasien sebelum dan sesudah diberikan video informasi tentang prosedur pembiusan Anestesi Spinal (p value = 0,000). Rata-rata tingkat kecemasan pasien sebelum diberikan informasi adalah 15,4 dan setelah diberikan informasi menurun menjadi 7,9. Dapat disimpulkan bahwa pemberian video informasi tentang prosedur pembiusan Anestesi Spinal efektif menurunkan kecemasan pasien pre operasi di RSI Purwokerto
The Effect of Operating Room Tour Video on Pre-Anesthetic Anxiety in Sectio Caesarea Patients Intania Muthmainnah Sastiyana; Roro Lintang Suryani; Murniati
Java Nursing Journal Vol. 2 No. 3 (2024): July - October 2024
Publisher : Global Indonesia Health Care (GOICARE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61716/jnj.v2i3.92

Abstract

Background: Preoperative anxiety in patients undergoing cesarean sections (CS) can significantly impact both psychological well-being and physiological responses, potentially affecting the success of anesthesia. An educational intervention, such as an Operating Room (OR) Tour video, may alleviate anxiety by familiarizing patients with the surgical environment and process. Purpose: To determine the effect of an Operating Room Tour video on pre-anesthetic anxiety levels in CS patients. Methods: This study employed a pre-experimental design with a pretest-posttest approach to assess the impact of the video on pre-anesthetic anxiety in 30 CS patients at Cilacap General Hospital. Anxiety levels were measured using the Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A) before and after the intervention. Statistical analysis was conducted using the Wilcoxon signed-rank test to evaluate the significance of the change in anxiety levels. Results: The findings revealed a significant reduction in anxiety following the video intervention. Prior to the intervention, 43.3% of participants experienced moderate anxiety, while post-intervention, 66.7% reported only mild anxiety. The Wilcoxon test confirmed the significant impact of the OR Tour video on reducing pre-anesthetic anxiety (p = 0.011, p < 0.05). Conclusion: The use of an Operating Room Tour video is an effective strategy to reduce preoperative anxiety in CS patients. This educational intervention could be a valuable addition to pre-anesthesia care, improving patient comfort and potentially contributing to better surgical outcomes.  
Implementasi Pemberian Hot Pack Untuk Menurunkan Derajat Shivering Pada Pasien Pasca Anestesi Nurul Ayuni; Roro Lintang Suryani; Arni Nur Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i3.1873

Abstract

Anestesi adalah penghilang rasa sakit yang dibagi menjadi anestesi general, regional, dan lokal berdasarkan seberapa efektifnya. Salah satu komplikasi pada pasca anestesi adalah shivering. Untuk mengatasi hal ini, hot pack diberikan sebagai tindakan non-farmakologis . Tujuan dari pemberian hot pack adalah untuk mengeluarkan panas dari tubuh pasien dan membuatnya merasa lebih hangat, sehingga pasien tidak mengalami shivering pasca anestesi. Metode pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode pemberian implementasi hot pack untuk menurunkan shivering pada pasien pasca anestesi diruang recovery room di RSUD dr. Soedirman Kebumen sebanyak 30 peserta dengan melakukan pengukuran derajat shivering sebelum diberikan hot pack dan sesudah diberikan hot pack. Hasil dari Kegiatan pengabdian kepada masyarakat didapatkan mayoritas derajat shivering pada pre pemberian hot pack adalah derajat shivering 1 dengan jumlah 18 peserta (60%) dan pada post pemberian hot pack adalah derajat shivering 1 dengan jumlah 21 peserta (70%). Nilai minimal derajat shivering sebelum implementasi sebesar 1 dan setelah implementasi menjadi 0 serta nilai maksimal sebelum implementasi sebesar 3 dan setelah implementasi menjadi 2. Kesimpulan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu hot pack dapat digunakan untuk menuunkan derajat shivering pada pasien pasca anestesi.
Edukasi Video Operating Room Tour Guna Mengurangi Kecemasan Pada Pasien Pre Anestesi Di RSUD dr. Soedirman Kebumen Pintasari, Putri; Roro Lintang Suryani; Arni Nur Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i3.1879

Abstract

Anestesi dan operasi sering memicu kecemasan pada 80% pasien akibat kekhawatiran akan nyeri, komplikasi, atau kematian. Kecemasan ini berdampak fisiologis seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah, serta memperburuk pemulihan Oleh karena itu, pendekatan nonfarmakologis seperti edukasi melalui video operating room tour dapat menjadi solusi efektif. Video lebih efektif dalam menyampaikan informasi, memudahkan pasien memahami dan menyerap penjelasan. Tujuan dari edukasi video operating room tour ini memperkenalkan lingkungan dan alur prosedur operasi, sehingga meningkatkan pemahaman pasien dan mengurangi kecemasan sebelum anestesi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini melibatkan pemberian kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) kepada pasien pra anestesi, yang dilakukan sebelum dan setelah menerima edukasi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini kriteria usia mayoritas berada pada rentang usia 48–65 sejumlah 12 peserta (40.0%), karakteristik riwayat pembedahan peserta yang belum pernah melakukan pembedahan sejumlah 20 peserta (66.7%). Sebelum intervensi mayoritas pasien mengalami kecemasan sedang sebanyak 19 orang (63,3%). Setelah edukasi mayoritas tingkat kecemasan berubah menjadi kecemasan ringan 25 orang (83,3%).
Pengaruh Pemberian Hotpack Terhadap Penurunan Derajat Shivering Pada Pasien Pasca Anestesi Di RSUD Cilacap Mutiara Ustia Nengsih; Roro Lintang Suryani; Tophan Heri Wibowo; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.169

Abstract

Shivering pasca anestesi merupakan komplikasi yang sering terjadi dan dapat mengganggu kenyamanan serta meningkatkan kebutuhan metabolik pasien. Pemberian hotpack sebagai intervensi nonfarmakologis menjadi salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi shivering. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian hotpack terhadap penurunan derajat shivering pada pasien pasca anestesi di RSUD Cilacap. Desain penelitian menggunakan Quasi eksperiment dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sebanyak 40 responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan hotpack dan kelompok kontrol yang diberikan selimut biasa. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan skala derajat shivering Alfonsi dan dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil penelitian responden terbanyak mengalami derajat shivering 3, terdapat 8 responden (40%) pada kelompok kontrol dan 7 responden (35%) pada kelompok eksperimen mengalami derajat shivering 4. Hasil uji Mann-Whitney didapatkan hasil p = 0.143 (p>0.05) menjelaskan bahwa tidak ada pengaruh pemberian hotpack terhadap penurunan derajat shivering sehingga ha ditolak. Kesimpulannya, ada pengaruh hotpack terhadap penurunan derajat shivering pada pasien pasca anestesi di RSUD Cilacap.
Gambaran Komplikasi Pasca Pembedahan dengan Teknik Anestesi Spinal di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedirman Kebumen Krisdayanti; Martyarini Budi; Roro Lintang Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.208

Abstract

Latar belakang : jumlah tindakan pembedahan terus meningkat secara global setiap tahunnya. Anestesi spinal merupakan salah satu teknik yang umum digunakan, terutama pada pembedahan tubuh bagian bawah. Meski efektif, teknik ini memiliki risiko komplikasi pascaoperasi, seperti hipotensi, hipotermi, shivering, mual muntah pascaoperasi (PONV), bradikardi, dan sakit kepala akibat tusukan duramater (PDPH). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan komplikasi yang terjadi pasca pembedahan dengan teknik anestesi spinal di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Metode: desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2025 dengan jumlah responden sebanyak 105 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dengan penilaian menggunakan monitor, termometer, dan lembar observasi. Analisis dilakukan secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa komplikasi terbanyak adalah hipotensi (41%), diikuti PONV (37,1%), shivering (36,2%), dan hipotermi (22,9%). Komplikasi lainnya yaitu bradikardi (13,3%) dan PDPH (11,4%). Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan bahwa komplikasi pasca anestesi spinal masih sering ditemukan, terutama berupa hipotensi, PONV, dan shivering. Oleh karena itu, pemantauan ketat selama fase pemulihan sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih serius dan meningkatkan keselamatan pasien.
Pengaruh Pemberian Selimut Aluminium Foil Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Pada Pasien Hipotermia Pasca Anestesi Di Recovery Room Di RSUD Ajibarang Diah Febri Cahyani; Roro Lintang Suryani; Tophan Heri Wibowo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.221

Abstract

Hipotermia pasca anestesi sering terjadi dan dapat menyebabkan komplikasi seperti masalah jantung, infeksi, dan masa inap yang lebih lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh selimut aluminium foil terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien hipotermia pasca-anestesi di RSUD Ajibarang. Penelitian ini menerapkan desain pra-eksperimen (one-group pre-test post-test) dengan sampel 20 responden yang diambil melalui purposive sampling. Data dikumpulkan lewat kuesioner dan observasi, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebanyak 95% responden (19 orang) mengalami hipotermia ringan. Berdasarkan uji Wilcoxon (p = 0,000), ditemukan adanya pengaruh signifikan dari penggunaan selimut aluminium foil. Kesimpulannya, selimut ini terbukti efektif dalam menaikkan suhu tubuh pasien pasca anestesi di RSUD Ajibarang.
Gambaran Kejadian Hipotermi Intra Anestesi Dan Post Anestesi Pasien Sectio Caesarea Dengan Spinal Anestesi Di Rumah Sakit Umum Daerah Kebumen Rizky Arianda Ketaren; Septian Mixrova Sebayang; Tophan Heri Wibowo; Roro Lintang Suryani; Indri Wijayanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan sectio caesarea (SC) adalah metodepersalinan operatif yang dilakukan dengan indikasi. Sectio caesarea merupakan operasi yang membutuhkan daerah insisi yang luas. Pasien yang menjalani bedah sectio caesarea dengan anestesi spinal memiliki risiko yang lebih tinggi mengalamihipotermia selama periode perioperatif. Hipotermimerupakan keadaan suhu tubuh kurang dari 36℃. Setiap pasien yang menjalani operasi beresikomengalami kejadian hipotermi, Hipotermi yang terjadipada perioperatif dapat berlanjut hingga periode pascaoperatif di ruang pemulihan. Untuk menggambarankejadian hipotermi intra anestesi dan post anestesipada pasien sectio caesarea dengan spinal anestesi. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatifanalitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode Total Sampling dengan jumlah responden sebesar 36. responden yang mengalami hipotermi berdasarkanusia antara 26 – 35 tahun sebanyak 69,4%, denganlama operasi.
EDUKASI HIPERTENSI DAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DI PANTI WREDA BUDI DHARMA KASIH Zendrato, Putri Elviningsih; Tophan Heri Wibowo; Roro Lintang Suryani
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 4 (2024): Vol. 1 No. 4 Edisi Oktober 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i4.301

Abstract

Elderly or elderly is the final stage of life characterized by physiological changes that are increasingly declining, one of which is in cardiovascular disease. Hypertension is a chronic condition characterized by increased blood pressure on the walls of arterial blood vessels. Based on a pre-survey at Panti Wreda Budi Dharma Kasih, it was found that more than half of the elderly experienced hypertension due to a lack of elderly knowledge about hypertension. This community service activity aims to educate the elderly about hypertension and invite the elderly to have a good lifestyle. This activity was carried out at Panti Wreda Budi Dharma Kasih attended by 27 participants. The PKM method is carried out by checking the blood pressure of the elderly using a sphygmomanometer and stethoscope. Screening of PKM participants is elderly people with a minimum age of 60 years who can hear and see. The provision of education is carried out by lecture method using power points containing the definition of hypertension and elderly causative factors and ways to prevent hypertension, then a question and answer session is held. Data collection on the level of knowledge was carried out using pre-education and post-education questionnaires. The results of this activity show an increase in knowledge in the elderly after providing education for 3 meetings.