Claim Missing Document
Check
Articles

Found 76 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SEKOLAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 112 MANADO Sondakh, Renaldi S.; Engkeng, Sulaemana; Tilaar, Christian R.
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perilaku  Hidup  Bersih  dan  Sehat  (PHBS)  merupakan  cerminan  pola  hidup  keluarga  yang  senantiasa memperhatikan dan menjaga kesehatan seluruh anggota keluarganya. Pendidikan kesehatan di sekolah sangat efektif dilakukan, Selain berfungsi sebagai tempat pembelajaran, sekolah harus menjadi suatu tempat yang dapat meningkatkan derajat kesehatan peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menciptakan lingkungan yang sehat. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional Study. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 112 Manado pada bulan September -Oktober 2015. Sampel dalam penelitian ini adalah semua siswa berjumlah 123 siswa. Analisis bivariat dan univariat menggunalan uji Chi-Square dengan a = 0,05 dan CI = 95%. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan PBHS Sekolah pada Siswa Dasar Negeri 112 Manado dengan p-value 0,000 dan Terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan PBHS Sekolah pada Siswa Dasar Negeri 112 Manado dengan p-value 0,000.   Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, PHBS, Siswa Sekolah Dasar   ABSTRACT Clean and healthy living behavior is reflection of family healthy lifestyles to notice and care about health to the whole family members. Health education programs are effectively implemented in school. Besides servers as the learning place, School had to be a place that can improve the health of students with clean and healthy living behaviors and create healthy environment. This research was descriptive analytic with cross-sectionaly study approach. This research conducted in 112th Manado State Elementary School on September until October, 2015. Sample was all of the students which totaled 123 students. This research used Chi-Square test with value of p = 0,05 and CI = 95%. There is a relationship between student knowledge with clean and healthy living behavior in school environment of 112th Manado State Elementary School showed p-value of 0,000 and there is a relationship between student attitudes with clean and healthy living behavior in school environment of 112th Manado State Elementary School showed p-value of 0,000.   Keywords: Knowledge, Student Attitudes, Clean and Healthy Living Behavior, Student of Elementary School.
HUBUNGAN ANTARA MEMBERANTAS JENTIK DI RUMAH DENGAN PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN MALALAYANG SATU KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Manongga, Wiendra Nicodemus; Engkeng, Sulaemana; Akili, Rahayu H
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membersikan jentik seminggu sekali memegang peranan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, bila masyarakat tidak melakukan gerakan 3M maka pencegahan DBD tidak jalan dan akibatnya banyak masyarakat yang akan kena penyakit DBD. Menggunakan pendekatan observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Malalayang Satu Kecamatan Malalayang Kota Manado pada bulan Agustus –September 2017. Populasi adalah kepala keluarga atau ibu rumah tangga yang terdaftar dalam data penduduk Kelurahan Malalayang Satu. Sampel yang diperoleh yaitu 84 kepala keluarga/ibu rumah tangga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa kegiatan menguras dengan pencegahan DBD memiliki nilai p = 0,000 berarti p < 0,05, kegiatan menutup dengan pencegahan memiliki nilai p = 0,029 berarti p < 0,05 dan kegiatan mengubur dengan pencegahan DBD memiliki nilai p = 0,092 berarti p > 0,05. Terdapat hubungan menguras dengan pencegahan DBD Di Kelurahan Malalayang Satu Kecamatan Malalayang Kota Manado, Terdapat hubungan antara menutup dengan pencegahan DBD Di Kelurahan Malalayang Satu Kecamatan Malalayang Kota Manado dan tidak terdapat hubungan mengubur dengan pencegahan DBD di Kelurahan Malalayang Satu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Pemerintah Kelurahan Malalayang Satu dan Puskesmas Minanga diharapkan untuk bekerja sama dalam memberikan penyuluhan pada masyarakat agar supaya menerapkan gerakan 3 M di Rumah.Kata Kunci: Menguras, Menutup, Mengubur, Pencegahan DBDABSTRACTCleaning larvae once a week plays a role in improving the public health status, if people do not conduct the '3M' movement therefore the prevention of DHF will not run and consequently many people will suffer from DHF. The research used analytic observational approach with crosssectional study design. This research was conducted in Malalayang Satu Sub-district, Malalayang District, Manado in August - September 2017. The population were the heads of household or housewives registered in population data of Malalayang Satu Sub-district. The sample obtained from 84 heads of household or housewives. The instrument used in this research was questionnaire. Data analysis used were univariate and bivariate analysis. The analysis with Chi Square test indicated that draining activity with the prevention of DHF obtained a p value of 0,000 where p < 0,05, closing activity with the prevention of DHF had a p value of 0,029 where p < 0,05 and burying activity with the prevention of DHF had a p value of 0.092 where p > 0.05. There was a relationship between draining with the prevention of DHF in Malalayang Satu Sub-district, Malalayang District, Manado. There was a relationship between closing with the prevention of DHF in Malalayang Satu Sub-district, Malalayang District, Manado and there was no relationship between burying with the prevention of DHF in Malalayang Satu Sub-district, Malalayang District, Manado. The government of Malalayang Satu Sub-district and Minangacommunity health center are expected to collaborate in providing the education to the community in order to implement the '3M' movement at their homes.Keywords: Draining, Closing, Burying, DHF Prevention
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PELAJAR DI SMA YBP TATELI KABUPATEN MINAHASA Walesasi, Intan Permata Sari; Kairupan, B .H.R; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seks pranikah merupakan segala bentuk perilaku seksual yang dilakukan dengan adanya dorongan seksual tanpa ikatan pernikahan yang sah. Berbagai macam dampak yang dapat ditimbulkan oleh perilaku seks pranikah yaitu dampak psikologis, fisiologis, sosial dan dampak fisik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan rancangan Non Equivalent Control Group. Penelitian ini dilaksanakan di SMA YBP Tateli Kabupaten Minahasa pada bulan Juli – Agustus 2019 dengan sampel penelitian sebanyak 52 pelajar yang diambil dari total populasi. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil dari penelitian ini yaitu diperoleh pValue = (0,000<0,05) yang artinya terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna terhadap seks pranikah. Kata Kunci: Pengetahuan, Seks Pranikah, Pelajar. ABSTRACKPremarital sex is any behavior that is driven by sexual desire without any legal marriage ties. The various kind of impacts that can be cause by premarital sex behavior is psychological, physiological, social and physical impacts. In this study using an Quasi Experiment with Non Equivalen Control Group design. The place of this research was conducted at YBP Tateli Senior Highschool, distric Minahasa on Juli-August 2019 with the sample used amounted 52 students drawn from the total population. This study used a questionnaire as instrument. The result in this study is obtained pValue = (0,000<0,05) which means that there is a significant increase in student knowledge of premarital sex. Keyword: Knowledge, premarital sex, Students   
ANALISIS PELAKSANAAN PROGRAM PROMOSI KESEHATAN TENTANG PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF DI DESA KOLONGAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Clara, Karwur Regina; Engkeng, Sulaemana; Malonda, Nancy S. H.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Promosi Kesehatan merupakan salah satu bentuk pendidikan kesehatan yang tujuannya adalah untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan di mulai dari, oleh untuk, dan bersama masyarakat, dengan lingkungan social budaya setempat, agar masyarakat dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan. Program penyuluhan ASI Eksklusif merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta dapat meningkatkan kesehatan bayi dan menjamin kelangsungan hidup calon bayi. Dimana dengan pemberian ASI Eksklusif kepada bayi yang baru lahir secepat mungkin atau yang disebut Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dapat mengurangi angka kematian bayi. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan informan berjumlah 6 orang. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, wawancara, dan triangulasi data. Perencanaan program promosi kesehatan di Puskesmas Kolongan dibuat oleh bagian promkes dengan tetap mengacu pada SOP dan SPM, upaya advokasi belum terlalu efektif pelaksanaanya, kerjasama lintas program dan lintas sektor telah dilaksanakan, terdapat Sumber Daya Manusia yang sesuai dengan standar acuan promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat belum optimal, upaya pembinaan suasana yang belum berjalan dengan lancar dan kendala yang didapatkan dalam pelaksanaan program promosi kesehatan adalah kurangnya pemahaman tenaga promkes mengenai strategi-strategi dalam promkes, masih kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana di puskesmas. Saran dari peneliti untuk puskesmas terutama bagi para tenaga pemegang program promosi kesehatan agar lebih menguasai strategi-strategi dalam promosi kesehatan dan mengikuti pelatihan-pelatihan agar perencanaan dan pelaksanaan program promosi kesehatan dapat maksimal dan di tunjang dengan media dan sarana yang memadai.Kata Kunci: Program Promosi Kesehatan, Penyuluhan ASI Eksklusif, Puskesmas ABSTRACTHealth Promotion is one form of health education whose purpose is to increase the willingness and ability of the community to maintain and improve health starting from, by for, and with the community, with the local socio-cultural environment, so that the community can help themselves in the health sector. The exclusive ASI counseling program is one of the efforts that can be done in order to increase the mother's knowledge and can improve the health of the baby and ensure the survival of the prospective baby. Where by exclusive breastfeeding for newborns as soon as possible or what is called Early Breastfeeding Initiation (IMD) can reduce infant mortality. The method used in this study is a qualitative method, with 6 informants. The process of collecting data is done by observation, documentation, interviews, and data triangulation. Health promotion program planning in the Kolongan Community Health Center is made by the health promotion department while still referring to SOP and SPM, advocacy efforts have not been very effective, cross-program and cross-sector collaboration has been implemented, there are Human Resources that are in accordance with the health promotion reference standard, community empowerment has not been optimal, efforts to foster an atmosphere that have not been running smoothly and the obstacles encountered in the implementation of health promotion programs are the lack of understanding of the health promotion staff regarding strategies in the health promotion, the lack of availability of facilities and infrastructure at the puskesmas. Suggestions from researchers for puskesmas, especially for health promotion program holders to better master the strategies in health promotion and follow training so that the planning and implementation of health promotion programs can be maximized and supported by adequate media and facilities.Keywords: Health Promotion Program, ASI Exclusive Counseling, Puskesmas
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP TINDAKAN PENCEGAHAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELING ATAS KOTA MANADO Mamengko, Venezha A.L.; Engkeng, Sulaemana; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran penapasan akut (ISPA) merupakan penyakit utama penyebab kematian bayi yang menempati urutan pertama angka kesakitan pada balita. Mengetahui bagaimana pengetahuan ibu dalam menjaga balita untuk terhindar dari penyakit ISPA dan bagaimana sikap ibu dalam melakukan tindakan memberikan pencegahan pengobatan ketika anak menderita ISPA serta untuk balita yang menunjukkan gejala ISPA sangat penting untuk menjaga derajat kesehatan anak karena ibu merupakan pengasuh utama balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap infeksi saluran pernapasan akut pada balita di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado. Penelitian dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 85 ibu yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil menunjukkan bahwa dari total ibu sebanyak 85 ibu didapatkan sebanyak 48 ibu (100%) yang memiliki pengetahuan baik dan 37 ibu (100%) yang memiliki pengetahuan kurang dan terdapat sebanyak 54 ibu (100%) yang memiliki sikap baik dan sebanyak 28 ibu (100%) yang memiliki sikap kurang sehingga hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan ISPA pada balita dengan p = 0,033 (p < 0,05) dan terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan ISPA dengan p = 0,025 (p < 0,05). Tindakan ibu dalam melakukan pencegahan dikatakan baik dikarenakan pengetahuan ibu baik pula dan ibu belajar dari pengalaman ibu.Kata Kunci : ISPA, Tindakan Pencegahan, Pengetahuan, Sikap, IbuABSTRACTAcute respiratory infection (ARI) is the main cause of infant mortality which ranks the first in the morbidity of infants. Determination on the mother's knowledge in keeping their children to prevent ARI and the attitude of mothers in taking action to provide preventive treatment when children suffer from ARI and for toddlers who indicate the symptoms of ARI, is very important to maintain the health of the child because mother is the primary caregiver of the toddler. The purpose of this research was to determine the relationship between knowledge and attitude of the mother towards acute respiratory infections in toddlers on the working area of Teling Atas community health center, Manado. The research was conducted by direct interview with the use of questioner and data analysis was conducted by chi-square test. This type of research was analytic with cross-sectional study design. The number of samples in the research were 85 mothers, taken by using random sampling technique. The result indicated that there were 48 mothers (100%) who had adequate knowledge and 37 mothers (100%) who had poor knowledge and there were 54 mothers (100%) who had good attitude and 28 mothers (100%) who have poor attitude, therefore the result of analysis indicated that there was a relationship between knowledge with ARI preventive measures in toddlers with p = 0,033 (p < 0,05) and there was a relationship between attitude with ARI preventive measures with p = 0,025 (p < 0, 05). Mother's preventive measures can be categorized as favorable because the knowledge of mother was adequate and they also learn from their mother's experience.Keywords: Ari, Preventive Measures, Knowledge, Attitude, Mother
HUBUNGAN ANTARA PENGEAHUAN DAN SIKAP KEPALA KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN MADIDIR UNET KOTA BITUNG Mokodompit, Pratiwi; Engkeng, Sulaemana; Kalesaran, Angela Fitriani Clementine
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus DBD  pada dasarnya tidak hanya disebabkan oleh nyamuk, melainkan juga karena perilaku manusia yang tidak menjaga daya tahan tubuh dengan baik, sehingga mengabaikan pola hidup sehat, serta kurang peduli terhadap lingkungan yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.  Penting adanya perubahan perilaku yang harus dilakukan dalam menyikapi permasalahan DBD, yang mana tidak hanya datang dari nyamuk, melainkan ada perilaku manusia yang mengakibatkan perkembangbiakan nyamuk meningkat. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Madidir Unet Kecamatan Madidir Kota Bitung pada bulan bulan September - November 2019 dengan sampel sebanyak 90 kepala keluarga yang diambil dengan rumus lemeshow. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu diperoleh P Value = 0,000 yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dan sikap kepala keluarga dengan perilaku pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Madidir Unet Kota Bitung. Kata kunci : pengetahuan, sikap, perilaku, demam berdarah dengue ABSTRACKDengue cases are basically not only caused by mosquitoes, but also because of human behavior that does not maintain the immune system properly, thus ignoring healthy lifestyles, as well as being less concerned about the environment in which mosquitoes breed. It is important that there is a change in behavior that must be done in addressing the DHF problem, which does not only come from mosquitoes, but also human behavior that causes mosquito breeding to increase. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. This research was conducted in Madidir Unet Village, Madidir District, Bitung City in September 2019 with the sampel used amoutd 90 Family Heads drawn from lemeshow formula. This research used a questionnaire as instrument. The result in this research is obtained P Value = 0,000 which means there is have a correlation between knowledge and attitude of family head Prevention of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Behavior in Madidir Unet, Bitung City. Keywords : knowledge, attitude, behavior, Dengue Hemorrhagic Fever
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PELAJAR KELAS X DI SMA NEGERI 1 KOTAMOBAGU Neu, Cicilia; Engkeng, Sulaemana; Kalesaran, Angela F.C
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan buku (Notoatmodjo, 2010) pengertian dari perilaku hidup bersih dan sehat atau yang biasa disingkat dengan PHBS adalah kumpulan perilaku yang dipraktekkan atas dasar kesadaran untuk hasil pembelajaran, yang dapat menjadikan seseorang/keluarga/kelompok atau masyarakat agar mampu menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan serta dapat berperan aktif untuk bisa mewujudkan kesehatan dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui bagaimana pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada pelajar kelas X di SMA Negeri 1 Kotamobagu. Adapun rancangan dalam penelitian ini yaitu menggunakan true eksperimen dengan Pre-test dan Post-test. Responden dalam penelitian ini berjumlah 60 pelajar yang terbagi dalam 2 kelas yaitu X IPA A sebanyak 30 pelajar dan X IPA C sebanyak 30 pelajar. Hasil uji paired sample t-test pada pengetahuan kelompok eksperimen bernilai p-value 0.000, sedangkan kelompok kontrol bernilai p-value 0.444. Kemudian untuk sikap kelompok eksperimen bernilai  p-value 0.000 dan kelompok kontrol bernilai p-value 0.265. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan yang signifikan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan nilai p-value < 0.005. Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ABSTRACTBased on the book (Notoatmodjo, 2010) an understanding of clean and healthy or extraordinary behavior with PHBS is a collection of motivations that are practiced on the basis of awareness for learning outcomes, which can help children / family / community or community to be able to help their own families in the health sector can also help to realize health in society. The purpose of this study was to determine how the effect of health education on Clean and Healthy Behavior in class X students at SMA Negeri 1 Kotamobagu. The design in this study is to use true experiments with Pre-test and Post-test. Respondents in this study amounted to 60 students who were divided into 2 classes, namely X science A as many as 30 students and X science C as many as 30 students Paired sample t-test results on the knowledge of the experimental group p-value 0.000, while the control group p-value 0.444. Then for the attitude of the experimental group p-value is 0,000 and the control group is p-value 0.265. Thus it can be concluded that this research has a significant influence on health education on Clean and Healthy Behavior with a p-value <0.005 Keywords : health education, Clean and Healthy Behavior
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WOLAANG KECAMATAN LANGOWAN TIMUR Lumenta, Prisilia Gloria; Adam, Hilman; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu merupakan sumber gizi terbaik bagi bayi di usia awal kelahirannya. ASI eksklusif yaitu bayi yang diberikan ASI tanpa makanan tambahan sejak lahir sampai bayi berusia enam bulan kecuali obat-obatan, vitamin dan mineral. Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0 - 6 bulan menurut data dari WHO sebesar 39 %. Target yang ditetapkan oleh WHO di tahun 2025 adalah 50%. Pada tahun 2016, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi yang berumur 0 – 6 bulan di Indonesia sebesar 41,5 %. Tahun 2017, cakupan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Wolaang yaitu 43,4%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan faktor sosial ekonomi dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 56 ibu yang diambil dengan menggunakan total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa ibu yang mempunyai pengetahuan kurang (67,9%), ibu bekerja (21,4%), pendapatan <UMP (44,6%). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif p=0,045 (p<0,05), sosial ekonomi dengan pemberian ASI eksklusif p=0,041 (p<0,05). Tidak terdapat hubungan antara pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif p=0,096 (p>0,05).Kata Kunci : ASI Eksklusif, Pengetahuan Ibu, Faktor Sosial EkonomiABSTRACTBreast milk is the best source of nutrition for babies in their early birth. Exclusive breastfeeding is an act of breastfeeding infant without supplementary food from birth until six months of age, excluding drugs, vitamins and minerals. The rate of exclusive breastfeeding in infants aged 0-6 months according to data from WHO is 39%. The target specified by WHO for 2025 is 50%. In 2016, coverage of exclusive breastfeeding in infants aged 0-6 months in Indonesia reached 41.5%. In 2017, the rate of exclusive breastfeeding in Wolaang Community Working Area reached 43.4%. The purpose of this study is to determine the relationship between mother’s knowledge and socioeconomic factors with exclusive breastfeeding within Wolaang Community Health Center’s work environment in East Langowan District of Minahasa Regency. This research is analytical with cross sectional design. There are 56 mothers who serve as samples in this study, using total sampling method. Data analysis was carried out through a chi-square test. The results are as follows: mothers with less knowledge (67.9%), working mothers (21.4%), income < minimum regional wage (44.6%). There is a significant correlation between mother's knowledge with exclusive breastfeeding p = 0,045 (p <0,05), socioeconomics with exclusive breastfeeding p = 0,041 (p <0,05) There was no significant correlation between work and exclusive breastfeeding p = 0.096 (p> 0.05).Keywords: Exclusive Breastfeeding, Mother’s Knowledge, Socioeconomics
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MEROKOK PADA PELAJAR LAKI-LAKI DI SMK NEGERI 2 KOTA BITUNG Pertiwi, Chrismy Maharani Putri; Engkeng, Sulaemana; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dapat ditemui hampir disetiap kalangan masyarakat. Lebih dari 40,3 juta anak Indonesia berusia 0-14 tahun meninggal dengan perokok dan terpapar asap rokok. Hampir 80% perokok mulai merokok ketika usianya belum mencapai 19 tahun. Pada usia remaja berhadapan dengan gencarnya iklan yang dijual oleh industri tembakau. Untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap merokok pada pelajar laki-laki di SMK Negeri 2 Kota Bitung. Jenis penelitian ini kuantitatif, dengan menggunakan metode eksperimen semu atau Quasi Experiment dengan rancangan Pre test - Post test with One Group. Populasi dalam penelitian ini pelajar kelas X dan XI  jurusan teknik pemesinan. Sampel yang di ambil di penelitian ini 134 responden diambil secara Stratified Random Sampling. Dengan menggunakan Uji T Paired t-Test. Data menunjukan dari 134 responden yang memiliki pengetahuan kurang baik sebelum dilakukan intervensi sebanyak 97 (72,4%) dan yang berpengetahuan baik 37 (27,6%) responden. Hasil sesudah dilakukan intervensi, responden yang  berpengetahuan kurang baik 14 (10,4%) responden, dan berpengetahuan baik sebanyak 120 (89,6%) responden. Responden yang bersikap kurang baik sebelum di lakukan intervensi 109 (81,3%) yang bersikap baik 25 (18,7%) setelah dilakukan intervensi meningkat bersikap kurang baik menjadi 11 (8,2%) bersikap baik 123 (91,8%). Dapat diambil kesimpulan bahwa, pemberian intervensi berupa penyuluhan dan pemberian leaflet kepada pelajar memberikan pengaruh yang baik pada pengetahuan dan sikap pelajar tentang rokok di SMK Negeri 2 Kota Bitung.   Kata Kunci: Promosi Kesehatan, sikap merokok ABSTRACTSmoking is one of the habits that can be found almost every community member. More than 103 Indonesian children aged 0-14 years die with smokers and are exposed to cigarette smoke. Nearly 80% of smokers have smoked when they have not reached 19 years. In adolescence faced with the incessant advertisements sold by our tobacco industry. Objective: to determine the effect of health promotion on gout and smoking attitudes in male students at SMK N 2 Bitung.  Research Method: This type of experiment in quantitative, using the original experimental method or Quasi Experiment with the Pre Test - Post Test With One design. The population in this study students in the X and XI majoring in machining, the sample in this study, 134 respondents were taken by Stratified Random Side. By using the Paired t-Test T Test. Results of the Study: Determined from 134 respondents who had poorer performance before intervention as many as 97 (72.4%) and those with good adherence 37 (27.6%) respectively. The results after being intervened, respondents who were less well informed 14 (04%) respondents, and good equities as much as 12 (89.6%) Respondents who behaved well before the intervention 109 (81.3%) who behaved well 25 (18 , 7%) after the intervention was done, the who behaved unwell became 11 (8.2%) behaving like 173 (91/1%). Conclusion: the intervention was in the form of counseling and giving leaflets to students who were educators about cigarettes in SMK Negeri 2 Bitung City and the influence of both on knowledge and attitude Keywords: Health Promotion, smoking attitude
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DENGAN KEBERADAAN JENTIK AEDES aegypti PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN AIRMADIDI ATAS KABUPATEN MINAHASA UTARA TAHUN 2017. Kantohe, Stefanus; Ratag, Budi T.; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia, Dinkes Provinsi Sulawesi Utara menunjukan bahwa jumlah penderita DBD tahun 2015 terdapat 1.529 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 21 kasus ( IR = 67,48 per 100.000 penduduk dan CFR = 1,37%). Di Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2016 sebesar 262 kasus dan 3 kasus kematian. Berdasarkan Puskesmas Airmadidi tahun 2014 sampai 2016 mengalami peningkatan jumlah kasus DBD yaitu pada tahun 2014 terdapat 19 kasus, tahun 2015 terdapat 40 kasus dan tahun 2016 terdapat 58 kasus (Puskesmas Airmadidi, 2017). Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian studi potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Rumah Tangga yang ada di Kelurahan Airmadidi Atas yaitu 2.065 Rumah Tangga. Besar sampel minimum yaitu 130 responden. Variable yang di teliti adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis bivariate menggunakan uji chi-square (CI=95%, α=0,05) Hasil uji statistik menujukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan keberadaan jentik Aedes aegypti, dengan nilai p = 0,000. Tidak terdapat hubungan antara sikap responden dengan keberadaan jentik Aedes aegypti dimanah p = 0,067. Terdapat hubungan antara tindakan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti dimanah p = 0,000. Terdapat hubungan antara pengetahuan, tindakan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti dan tidak terdapat hubungan antara sikap dengan keberadaan jentik Aedes aegypti pada masyarakat di Kelurahan Airmadidi Atas Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2017.Kata kunci : Pengetahuan Sikap, Tindakan. Keberadaan Jentik Aedes aegypti.ABSTRACTDengue Hemorrhagic Fever is still a public health problem in the world including Indonesia, Dinkes Province of nort Sulawesi shows that the number of DBD sufferers in 2015 there are 1,529 cases with the number of deaths as many as 21 cases (IR = 67.48 per 100.000 population and CFR = 1.37 % in northern minahasa district in 2016 amounted to 262 cases and 3 death cases based on Puskesmas Airmadidi 2014 to 2016 experienced an increase in DBD cases ie in 2014 there were 19 cases, 2015 there were 40 cases and in 2016 there were 58 cases Of (Puskesmas Airmadidi 2017). This study is a cross sectional study. The population in this study is all Household. The minimum sample size is 130 respondents. The variables that are met are Knowledge, Attitude and Action. Data were collected using quensioner and bivariate analysis using chi-square test (CI = 95%, a = 0,05 .The results of statistical tests show that there is a relationship between knowledge of the community with the presence of larva Aedes aegypti, with a value of p = 0,000. There is no correlation between respondent’s attitude with larva Aedes aegypti larvae p = 0.067. There is a relationship between the action with the presence of larvae Aedes aegypti where p = 0,000. There is a relationship between knowledge, action with the presence of larva Aedes aegypti and there is no relationship between attitude with the presence of larva Aedes aegypti on the community in the village airmadidi over northern minahasa district year 2017.Keywords: Knowledge of Attitude, Action. The existence of larva Aedes aegypti.
Co-Authors A. J.M Rattu, A. J.M Adam, Hilman Adam, Reski Eka Pratiwi Adisti A. Rumayar, Adisti A. Akili, Rahayu H Ali, Christania Cindy Natasya Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asep Rahman Asrifudin, Afnal Avriline, Yossie B H. R. Kairupan Bontong, Novira Emanuela Boseke, Mikael Billy bowonseet, Priska Budi T. Ratag Chreisye K.F Mandagi, Chreisye K.F Chreisye Mandagi, Chreisye Christian R. Tilaar, Christian R. Clara, Karwur Regina Claudio Dalending, Intania Chimylova Daslety, Vindhy Daud, Juwita Demar, Angellina I. Egeten, Esri Andrew Koresa Egeten, Evita Christiani Febi Kolibu, Febi Ghufron, Deisy Trihandayana Hasiru, Febrianti Herdy Munayang Hermawan, Lestari Amaliadi Irianto, Erliena E. Iyong, Elvira Aprelia Jacob, Firginya K. Jeanvili Jenifer Anti, Berliana Brighitta Jumria Kadi, Nurhaliza Kalangi, Regina Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kantohe, Stefanus Karawanep, Cesilia M. Kawatu, Paul A.T Kimati, Rahmawati Kolibu, Febi K. Laode, Alya Laurensia, Veronika Lempoy, Jimmy Junior Limbat, Rio Daniel Christovel Linelejan, Monalisa Lumenta, Prisilia Gloria Maddusa, Sri Seprianto Maino, Irny E. Malonda, Nancy S.H Mambo, Hizkia Mamengko, Venezha A.L. Mandagi, Chreisye K. F. Manongga, Wiendra Nicodemus Maramis, F R Raymond Maureen I. Punuh, Maureen I. Mawitjere, Mega Putri Belia Medila, Kristy Mino, Zety Salasabilah Mokodompit, Pratiwi Munayan, Herdy Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nayoan, Listiowati Neu, Cicilia Nurmidin, M Fadel Nusu, Servitia Nusu, Servitia Ointu, Nadya Ondang , Tesalonika Ondang, Maya Marini Pabiaran, Anita Pakaja, Jeifisa C. Palar, Trianda A. L. Pandey, Lestari Angraina Pangemanan, Kimiko Intan Strysi Paraso, Saskia Parengkuan, Virginia Parinding, Reva Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Pertiwi, Chrismy Maharani Putri Ponimin, Priska Bella Vionie Punuh, Maureen I Punuh, Maureen Irinne Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili, Rahayu H. Ratag, Budi. T. Rattu, A. J.M. Rattu, Angelheart Joy Maynart Ratu, Rifkha Elisabeth Raule, Jean H. Renaldi S. Sondakh, Renaldi S. Renaldi, Brian Riyandi, Muhamad Rumengan, Prisckylla Runia, Buamona Sagai, Seska Shinta Sagune, Novanda Sri Regina Salamu, Sri Maharani Sanger, Paulus Ezra Sari, Intan Iman Sari, Nur Imas Sekeon, Sekplin Sekeon, Sekplin S. Seko, Militia Kristi Sinundeng, Oktavian M. Soeprodjo, Raden R. O. K. Sonjaya, Kurnia Herdalita Sudiyono, Tri Setiawati Sumoked, Ade Diana Sunkudon, Stephanie D. Suoth, Visi Supit, Rinny P. Supit, Rinny P. Tambuwun, Nieke Vinka Tambuwun, Soviany R. Tanggang, Stela Tebisi, Dwi Ayu Ningsi Tiara, Chasandra Tiwa, Madeline Gracia Toar, Azriel Elisabeth Tompunu, Fransien Tulangow, Ralfi R. Tumurang, Marjes Tumurang, Marjes N Umboh, Elisabeth Marselina Umboh, Tirsa Wagiu, Megi Irene Walangitan, Vrischa F. Walesasi, Intan Permata Sari Watugigir, Angle T.G Watulangkow, Enggelin Chelin Wawointana, Ivana Putri Youlma Wenas, Crifianny P. Wowiling, Majesty Wowor, Prisca Wulan P. J. Kaunang Yolanda Anastasia Sihombing Yulianty Sanggelorang