Rahayu H. Akili, Rahayu H.
Unknown Affiliation

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA TAHU PUTIH DI PASAR BERSEHATI KOTA MANADO TAHUN 2017 Lakuto, Regina Sasmita; Akili, Rahayu H.; Joseph, Woodford B. S
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formalin merupakan bahan kimia yang penggunaannya dilarang untuk produk makanan. Makanan yang mengandung formalin dalam kadar serendah apapun akan berdampak berbahaya terhadap kesehatan. Formalin tidak diperbolehkan sebagai pengawet makanan. Salah satu bahan makanan yang mengandung formalin yaitu tahu. Menurut data BPOM, pada tahun 2013 jumlah korban keracunan pangan Indonesia mencapai 25.268 orang, 80 % kasus keracunan terjadi pada anak sekolah. Tercatat 90 % jajanan anak sekolah mengandung formalin, boraks dan zat pewarna. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalin pada tahu di Pasar Bersehati Kota Manado. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berbasis laboratorium. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pedagang yang menjual tahu putih di Pasar Bersehati Kota Manado berjumlah 14 pedagang tahu. Sampel diambil dari 14 pedagang tahu, dimana tiap pedagang diambil 2 buah tahu. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji di Laboratorium Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi, kandungan formalin pada tahu di Pasar Bersehati Kota Manado terdapat 13 sampel tahu yang menunjukkan hasil yang positif mengandung formalin dan terdapat 1 sampel tahu yang menunjukkan hasil yang negatif tidak mengandung formalin. Kesimpulan dari penelitian ini, sebagian besar tahu yang dijual di Pasar Bersehati menggunakan formalin sehingga tidak aman dikonsumsi. Saran BPOM RI lebih meningkatkan pengawasan terhadap keamanan makanan, khususnya bagi kebutuhan pokok yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat seperti tahu.Kata Kunci: Tahu Putih, Formalin, Pasar BersehatiABSTRACTFormaldehyde is a chemical material that has been prohibited for food products. Foods are containing Formaldehyde in the lowest possible level will have a harmful effect on people health. Formaldehyde is not allowed as a food preservative. One of the food ingredients that contain Formaldehyde is tofu. According to BPOM data in 2013, the victims number of food poisoning reached 25,268 people, 80 percent cases of poisoning occurred by school children. BPOM team recorded, 90 percent of school children's snacks and meals contain Formaldehyde, Borax and Food Coloring ingredients. The purpose of this research is to determine whether any of Formaldehyde content in tofu placed in Bersehati Market. This type of research is a descriptive research by laboratory-based. The population of this research is all tofu traders at Bersehati Markets which amounts 14 tofu traders. The sample of this research taken from 14 tofu traders, which each trader taken 2 pieces of tofu. This research sampling technique using Total Sampling and the result of this research is based on a test at Pharmacy Laboratory in Sam Ratulangi University. The result shows there are 13 samples of tofu that postively contained Formaldehyde and only 1 sample which show negative result not containing Formaldehyde. The conclusion of this research is most tofu sold in Pasar Bersehati containing Formaldehyde, which makes not safe to consume.Keywords: Tofu, Formaldehyde, Bersehati Markets
KANDUNGAN FORMALIN PADA TAHU PUTIH DI PASAR PINASUNGKULAN KAROMBASAN KOTA MANADO 2019 Labagow, Elisa; Warouw, Finny; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan makanan merupakan syarat utama yang harus dimiliki setiap produksi yang akan beredar dipasaran, antara lain harus bebas dari Bahan Tambahan Pangan (BTP). Bahan tambahan pangan yang diizinkan untuk digunakan pada makanan telah tercantum pada Permenkes RI No. 033 Tahun 2012. Saat ini, masih banyak ditemukan bahan pengawet yang dilarang untuk digunakan pada bahan makanan, yaitu formalin dan salah satu bahan makanan yang mengandung formalin, yaitu tahu. Tahu merupakan makanan yang mudah busuk karena memiliki kadar air yang tinggi. Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu untuk mengetahui ada atau tidak kandungan formalin pada tahu putih yang dijual di Pasar Pinasungkulan Karombasan Kota Manadondan metode penelitian yang dilakukan, yaitu untuk jenis penelitian cross sectional serta sampel yang digunakan, yaitu tahu putih berjumlah 11 tahu putih. Dari hasil penelitian yang didapatkan pada 11 sampel tahu putih di Pasar Pinasungkulan Karombasan Kota Manado, menunjukkan keseluruhan sampel tidak mengandung formalin, sehingga dapat disimpulkan bahwa tahu putih yang dijual di Pasar Pinasungkulan Karombasan, aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Kata Kunci: Tahu Putih, Formalin, Pasar Pinasungkulan Karombasan ABSTRACTFood safety is the main requirement that must be had in every production that will circulate in the market, among others must be free from Food Additives (FA). Food additives which are permitted to be used in food are listed in the Republic of Indonesia Minister of Health Decree No. 033 of 2012. Currently, there are still many preservatives that are prohibited from being used in food ingredients, which is formaldehyde and one of the ingredients containing formaldehyde, which is tofu. Tofu is a rotten food because it has a high water content. The purpose of this research is to find out whether or not the formaldehyde content of white tofu is sold at the Karombasan Pinasungkulan Market in Manado and the research method is carried out is cross sectional research and the sample used, namely white tofu totaling 11 white tofu. From the results of the study found in 11 samples of white tofu in Karombasan Pinasungkulan Market, Manado City, showed that the entire sample did not contain formaldehyde, so it can be concluded that the white tofu sold in Karombasan Pinasungkulan Market was safe for consumption by the community. Keywords: White Tofu, Formaldehyde, Karombasan Pinasungkulan Market
KEBERADAAN ESCHERICHIA COLI PADA AIR BERSIH, TANGAN PENJAMAH MAKANAN, DAN SAYUR KUBIS RUMAH MAKAN LALAPAN DI LANGOWAN RAYA KABUPATEN MINAHASA Maleba, Sas Victor Paskalius; Joseph, Woodford B. S.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa lebih dari 200 penyakit yang berpotensi dapat menular melalui makanan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia Tahun 2019, terdapat sebanyak 4.165.789 penderita diare yang dilayani di sarana kesehatan Indonesia, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara  Tahun 2019, sebanyak 21.052 penderita diare yang ditangani, dan berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Tahun 2019, terdapat 2.174 penderita diare yang ditangani, di Langowan sebanyak 323 penderita yang ditangani, yaitu di Langowan Timur 27 penderita, Langowan Utara 64 penderita, Langowan Selatan 24 penderita, dan Langowan Barat 208 penderita. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui keberadaan E. coli pada air bersih, tangan penjamah makanan, dan sayur kubis rumah makan lalapan di Langowan Raya Kabupaten Minahasa. Penelitian ini merupakan survei deskriptif. Penelitian ini dilakukan di rumah makan yang menjual makanan lalapan di wilayah Langowan Raya, pada bulan Juni-September 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah 14 rumah makan lalapan, yang menjadi dalam subjek penelitian yaitu, 14 sampel air bersih, 14 telapak tangan penjamah makanan, dan 14 sampel sayur kubis. Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara total populasi. Berdasarkan uji laboratorium dengan menggunakan metode Most Probable Number (MPN) pada air besih serta metode Pour Plate pada telapak tangan dan sayur kubis maka didapatkan hasil bahwa 12 air bersih positif bakteri E. coli, 14 telapak tangan penjamah makanan negatif bakteri E. coli, dan 5 sayur kubis positif bakteri E. coli.  Kata kunci : Escherichia coli, Air Bersih, Telapak Tangan Penjamah Makanan, Sayur Kubis ABSTRACTWorld Health Organization (WHO) states that more than 200 diseases that can potentially could be contagious through food. Based on data from the Ministry of Health of Indonesia in 2019, there were 4,165,789 diarrhea patients served in Indonesian health means and facilities, based on data from the North Sulawesi Provincial Health Office in 2019, as many as 21,052 diarrhea patients were handled, and based on 2019 Minahasa District Health Office data, there were 2,174 diarrhea patients treated, in Langowan 323 patients were treated, namely in East Langowan 27 patients, 64 North Langowan patients, 24 Langowan Selatan patients, and 208 patients west Langowan. The purpose of this research is to find out The existence of Escherichia Coli in Clean Water, The Hand of Food Handlers, And Cabbage On Lalapan Reastaurant in Langowan Raya, Minahasa Regency. This research is a descriptive survey. This research was conducted at a restaurant that sells Lalapan food in the Langowan Raya area, in June-September 2019. The population in this research were 14 lalapan restaurants, which became the research subjects, 14 samples of clean water, 14 palms of food handlers, and 14 samples of cabbage. The sample in this research was conducted in total population. Based on laboratory tests using the Most Probable Number (MPN) method in clean water and the Pour Plate method on palms and cabbage, the results showed that 12 clean water was positive for E. coli bacteria, 14 palms of food handlers were negative for E. coli bacteria, and 5 cabbage vegetables are positive for E. coli bacteria. Keywords: Escherichia coli, Clean Water, The Hand of Food Handlers, Cabbage
ANALISIS KUALITAS UDARA AMBIEN KARBON MONOKSIDA (CO) DAN NITROGEN DIOKSIDA (NO2) DIBEBERAPA TITIK KEMACETAN DI KOTA MANADO Angelia, Gabriele Christy; Akili, Rahayu H.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat energi dari komponen lain kedalam udara oleh kegitan manusia, sehingga mutu udara turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO2) di beberapa titik kemacetan di Kota Manado. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif berbasis laboratorium. Lokasi penelitian berdasarkan metode purposive sampling dilaksanakan di 3 titik kemacetan di Kota Manado yaitu Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Raya Bethesda dan Jalan Pasar Karombasan. Pengukuran tingkat konsentrasi untuk CO menggunakan alat CO Meter dengan metode NDIR dan untuk NO2 berdasarkan pada acuan SNI 7119.2.2017 tentang uji kadar nitogen dioksida (NO2) dengan metode Gness Saltzman menggunakan alat  Impinger dan Spektro photometer. Waktu pengukuran dilaksanakan sebanyak 3 kali yakni pada interval waktu: pagi (06.00 - 09.00), siang (12.00 – 14.00), dan sore hari (16.00-18.00). Berdasalkan hasil penelitian menunjukan konsentrasi CO dan NO2 di beberapa titik kemacetan di Kota Manado masih memenuhi syarat dengan rata-rata konsentrasi CO sebesar 2.926,6 μg/Nm3 dengan ambang batas 30.000 μg/Nm3 dan rata-rata konsentrasi NO2 sebesar 1,0529 μg/Nm3 dengan ambang batas 400 μg/Nm3. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu konsentrasi CO dan NO2di beberapa titik kemacetan di Kota Manado Masih memenuhi syarat (aman). sehingga disarankan kepada Pemerintah serta Masyarakat untuk bisa melakukan upaya/kegiatan yang menjaga kualitas udara di Kota Manado tetap sehat dan kepada masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktifitas diluar ruangan. Kata Kunci: Pencemaran Udara, Karbon Monoksida, Nitrogen Dioksida ABSTRACTAir pollution is the entry or insertion of energy substances from other componentsinto the air by human activity, so that the air quality drops to a certain level that causes ambient air cannot fulfill its function. This research aims at the level of concentration of carbon monoxide (CO) and nitrogen dioxide (NO2) at severalpoints of congestion in the Manado city. This type of research uses a descriptive method with a cross-sectional approach. The location of the study based on the purposive sampling method was carried out at 3 points of traffic jam in the Manadocity, were Wolter Monginsidi Street (in front of the Transmart Star Square Bahu), Bethesda Highway and Karombasan Market Street. Measurement of concentration levels for CO uses the CO Meter tool with the NDIR method and for NO2 based on the reference SNI 7119.2.2017 on testing levels of nitogen dioxide (NO2) with the Gness Saltzman method using the Impinger and Spectroscope photometer. The measurement is carried out 3 times, with the interval time: morning (06.00 - 09.00),afternoon (12.00 - 14.00), and evening (16.00-18.00). Based on the results of the study, the CO and NO2 concentrations at several points of traffic in the city of Manado still meet the requirements with an average CO concentration of 2,926.6 μg / Nm3with a threshold of 30,000 μg / Nm3 and an average NO2 concentration of 1,0529 μg / Nm3with a threshold of 400 μg / Nm3. The conclusion of this study is the concentration of CO and NO2 at several points of traffic jams in the city of Manado is still eligible (safe). so it is recommended to the Government and the Community to be able to make efforts / activities that maintain air quality in the city of Manado remain healthy and to the community to use masks when outdoors activities. Keywords: Air Polution, Carbon Monoxide, Nitrogene Dioxide
ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA IKAN BAKAR YANG DIJUAL DI PINGGIR JALAN DESA KALAEY SATU KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2019 Takalamingan, Yulianti; Joseph, Woodford B. S.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKIkan bakar merupakan salah satu makanan yang banyak digemari oleh masyarakat khususnya di Sulawesi Utara karena rasanya yang enak, praktis, aromanya yang menggoda dan harganya murah tapi masyarakat belum banyak mengetahui keamanan dan kualitas ikan bakar tersebut untuk dikonsumsi. Tempat berjualan di tepi jalan raya dengan kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi melintasi jalan tersebut khususnya kendaraan bermotor sehingga menjadi salah satu sumber pencemaran timbal. Batas Maksimum Cemaran Logam Berat Dalam Pangan Olahan pada skategori pangan, ikan dan produk perikanan termasuk moluska, krustase, dan ekinodermata serta amfibi dan reptil yaitu 0,20 ppm. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui jumlah kandungan timbal dan untuk mengetahui apakah kandungan timbal pada ikan bakar yang dijual di pinggir jalan Desa Kalasey Satu Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara telah melebihi ambang batas yang telah ditetapkan atau tidak melebihi ambang batas dan masih aman untuk dikonsumsi. Populasi dalam penelitian ini yaitu  ikan bakar dan Sampel dalam penelitian ini adalah ikan bakar yang dijual di pinggir jalan Desa Kalasey Satu. Menggunakan purposive sampling, yaitu 9 sampel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Pemeriksaan sampel ikan bakar dilakukan di Balai Riset dan Standarisasi Industri Manado dengan menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 sampel mengandung timbal yang telah melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan dan 6 sampel lainnya mengandung timbal yang tidak melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan. BPOM dan Dinas Kesehatan dapat memberikan penyuluhan dan pengawasan pada pedagang ikan bakar terutama yang berjualan di pinggir jalan padat kendaraan. Kata kunci: ikan bakar, Timbal ABSTRACT Grilled fish is one of the foods that are popular with many people, especially in North Sulawesi because it tastes good, practical, the aroma is tempting and the price is cheap but the public does not yet know much about the safety and quality of the grilled fish for consumption. The place to sell at the edge of the highway with a fairly high traffic density across the road, especially motorized vehicles so that it becomes one of the sources of lead pollution. Maximum Limit of Contamination of Heavy Metals in Processed Food in food, fish and fisheries products including mollusks, crustaceans, and ecinoderms as well as amphibians and reptiles which is 0.20 ppm. The purpose of this study was to determine the amount of lead content and to determine whether the lead content of grilled fish sold on the roadside of Kalasey Satu Village, Minahasa Regency, North Sulawesi Province had exceeded the specified threshold or did not exceed the threshold and was still safe for consumption. The population in this study is grilled fish and the sample in this study is grilled fish sold on the roadside of Kalasey Satu Village. Using purposive sampling, which is 9 samples. This research uses descriptive observational method. Inspection of grilled fish samples is carried out at the Manado Industrial Research and Standardization Center using the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results showed that there were 3 samples containing lead that had exceeded the specified threshold value and 6 other samples containing lead that did not exceed the specified threshold value. BPOM and the Health Service can provide counseling and supervision to grilled fish traders, especially those who sell on the side of a crowded vehicle. Keywords: grilled fish, Lead
ANALISIS PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RUMAH SAKITUMUM DAERAH NOONGAN KABUPATEN MINAHASA Lasut, Dirga Simon Alvarez; Kawatu, Paul A. T.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

K3RS adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit melalui upaya pencegahan kecelakan kerja dan penyakit akibat kerja di rumah sakit. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis pelaksanaan dan hambatan pelaksanaan standar pelayanan keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit di RSUD Noongan. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara kepada 5 orang informan yang terdiri dari Kepala Bagian, Ketua Tim K3RS, Dokter, Perawat, dan Pegawai di RSUD Noongan. Dari hasil wawancara standar pelayanan seperti pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja dan khusus belum dilaksanakan, dan program-program lain belum terlaksanakan secara optimal yaitu pemeriksaan kesehatan secara berkala, dan pelaksanaan pelatihan/pendidikan tentang kesehatan kerja. Dan untuk standar pelayanan keselamatan kerja standar pelayanan keselmatan kerja seperti pembinaan dan pengawasan saran, prasarana, dan peralatan kesehatan, pelatihan/penyuluhan keselamatan kerja, dan pembinaan dan pengawasan terhadap manajemen sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran belum terlaksanakan secara optimal. Hambatan pelaksanaan  Standar Pelayanan K3RS di RSUD Noongan adalah Regulasi yang terlambat dibuat, Konsistensi petugas yang menangani pemeriksaan kesehatan, Ketersediaan bahan  untuk pemeriksaan laboratorium, Tidak tersedianya tenaga ATEM untuk melakukan pemeliharaan peralatan medis, Program K3RS yang terlambat disusun sehingga anggaran masih kurang dan kurangnya kesadaran dari pegawai. Kata Kunci: Standar Pelayanan K3RS ABSTRACTHospital Occupational Health and Safety is all activities to guarantee and protect the health and safety of hospital human resources, patients, patient companions, visitors, and the hospital environment through efforts to prevent work injuries and occupational diseases in the hospital. The results of the National Safety Council (NSC) report in 1988 showed that accidents in hospitals were 41% more than jobs in other industries. Cases that often occur are needle sticking, sprains, back pain, scratches/cuts, burns, and infectious diseases and others. The purpose of this research is to analyze The Implementation and Barriers to the Implementation of Hospital Occupational Health and Safety Service Standards at the Noongan Regional Public Hospital. This research is a qualitative research by interviewing 5 informants consisting of the Head of Division, Head of Hospital Occupational Health and Safety Team, Doctors, Nurses, and Employees at Noongan Regional Public Hospital. From the interview results service standards such as health examinations before work and specifically have not been implemented, and other programs have not been implemented optimally namely periodic health checks, and the implementation of training/education about occupational health. And for occupational safety service standards for occupational safety service standards such as guidance and supervision of advice, infrastructure, and health equipment, training/counseling for occupational safety, and guidance and supervision for the management of fire prevention and management systems has been carried out optimally. Barriers to the implementation of Hospital Occupational Health and Safety Service Standards at the Noongan Regional Public Hospital are regulations that are made late, consistency of officers handling health checks, availability of materials for laboratory examinations, unavailability of Electromedic Engineering Academy staff to perform maintenance of medical equipment, Hospital Occupational Health and Safety Programs that are too late to be prepared so that the budget is still lacking,  and lack of budget employee awareness. Keywords: Hospital Occupational Health and Safety Service Standards
HUBUNGAN ANTARA KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD TAHUN 2014 Bee, Lili Winarni; Akili, Rahayu H.; Sinolungan, Jehosua V.S.
KESMAS Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hampir 4 juta orang meninggal akibat ISPA setiap tahun, 98%  disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah (WHO, 2007). Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud  terdapat 559 kasus ISPA. Data Laporan Bulanan dari Penanggulangan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (P2 ISPA) dari Puskesmas Salibabu Penyakit ISPA  terdapat 243 kasus ISPA. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadia ISPA pada anak dibawah umur lima tahun di wilayah kerja Puskesmas Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional, Populasi  243 balita, sampel penelitian  berjumlah 100 balita. Variabel bebas ventilasi, pecahayaan, dan lantai rumah Instrumen dalam penelitian ini menggunakan alat luxmeter, rolmeter, dan kueisoner. Analisis menggunakan uji chi square dengan α=0,05 Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara variabel-variabel di atas dengan kejadian ISPA nilai signifikan: ventilasi (ρ= 0,000) α ≤0,05, pencahayaan (ρ= 0,000) α ≤0,05, dan lantai rumah  (ρ= 0,000) α ≤0,05 dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil analisa data menunjukkan terdapat  hubungan antara ventilasi, pencahayaan dan kondisi lantai dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut pada balita. Kata Kunci: Lingkungan Fisik, Rumah, ISPA, Balita   ABSTRACT Almost four million people die of ARI yearly, 89% caused by the infection of lower respiratory (WHO 2007). Based On the data from regional Offices of Health of Kabupaten Kepulauan Talaud, there are 559 ARI cases, and there are 243 accur in Community Health Center Salibabu. There purpose of this research is to find the relationship between physical house environment condition with the case of Acute Respiratory Infection (ARI) in toddlers at Community Health Center in Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud. The research methods used is method research of Analityc Observational with cross sectional research designed. The population in this research are 243 toddlers that afflicted of ARI in Community Health Center in Salibabu Kabupaten Kepulauan Talaud. The sampel research uses purpossiv Sampling and take 100 toddlers. Instrumen in this research using tools luxmeter, rolmeter, and questionnaire. Data analyze use chi square test, with α = 0,05, and CI: 95%. The result of this research show that there in relationship between physical house environment condition with the case o Acute Respiratory Incident (ARI). Significant value (ρ = 0,000) α= ≤ 0.05, lighting (ρ= 0,000) α= ≤0,05, and the floor conditionof the house (ρ=0,000) α= ≤ 0,05. It means H0 rejected and Ha accepted. Data that analysed shows there is a relationship between ventilation, lighting, floor condition with acute case in toddlers. People need to be aware to keep the cleanness of their house to prevent the germ flourishing, so their house will be healthy to their toddler. Keywords: Physical environment, House, Acute Respiratory Invection, Toddlers
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA WANITA PEKERJA SEKS DI KOTA MANADO Hamzah, Wa Ode Asfah S.; Asrifuddin, Afnal; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit HIV/AIDS cenderung meningkat dari tahun ke tahun dan sampai dengan tahun 2016 jumlah kasus HIV yang dilaporkan sebanyak 41.250 kasus (Kemenkes RI, 2017). Penularan HIV/AIDS menurut faktor risiko paling tinggi yaitu heteroseksual dan populasi kunci wanita pekerja seks adalah yang berisiko terhadap penularan HIV/AIDS secara heteroseksual. Penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS pada WPS di Kota Manado dengan jumlah responden sebanyak 134. Penelitian ini yaitu penelitian survey analitik dengan rancangan penelitian studi potong lintang. Sampel diambil menggunakan cara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kurang baik memiliki pencegahan baik (89,8%), sikap baik dan pencegahan baik (85,7%). Hasil uji chi square menunjukkan ( p = 0,057 ) yang artinya pengetahuan tidak berhubungan dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS dan sikap berhubungan dengan tindakan pencegahan HIV/AIDS ( p = 0,013 ). Upaya yang harus dilakukan yaitu mengadakan kegiatan – kegiatan yang berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan melakukan penjangkauan terhadap pengguna narkoba suntik pada wanita pekerja seks.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Pencegahan, Wanita Pekerja Seks, HIV/AIDSABSTRACTHIV/AIDS diseases tend to increase from year to year and up to the year 2016 the number of HIV cases reported as much as 41.250 case (Kemenkes RI, 2017). The transmission of HIV/AIDS according to the most high risk factor that is heterosexual and female sex workers is a risky against transmission of HIV/AIDS in the heterosexual. This research is aims to find out what factors are associated with action of prevention of HIV/AIDS on female sex worker in Manado and the quantity of samples as much as 134 respondents. This research is analytical survey with a cross sectional study. Sample method used is accidental sampling. The results showed that both have knowledge of prevention (89,8%), good attitude and good prevention (85,7%). The chi square test results indicate ( p = 0,057) meaning that knowledge thats not related to the HIV/AIDS prevention action, and attitude assosiaciated with HIV/AIDS prevention action (p = 0,013). Efforts to do are to hold a suistainable activities to increase knowledge and doing outreach towards injection drug users in female sex workers.Keywords: Knowledge, Attitude, Prevention, female sex workers, HIV/AIDS
HUBUNGAN ANTARA UMUR DAN MASA KERJA TERHADAP NILAI AMBANG DENGAR PADA SOPIR PERAHU MOTOR PARIWISATA DI DERMAGA WISATA KALIMAS KOTA MANADO Tuwongkesong, Fadillah; Akili, Rahayu H.; Kalesaran, Angela F.C.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan kerja mempunyai tujuan yaitu untuk memperoleh derajat kesehatan dengan setinggi – tingginya baik fisik, mental, dan sosial bagi masyarakat pekerja dan masyarakat di lingkungan kerja. Faktor yang mempengaruhi nilai ambang dengar seseorang adalah umur, masa kerja, dan kebisingan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara umur dan masa kerja dengan nilai ambang dengar pada sopir perahu motor pariwisata di dermaga wisata Kalimas Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan yaitu metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2018 hingga November 2018. Dalam penelitian ini  populasi berjumlah 40 orang dan seluruhnya berjenis kelamin laki-laki. Alat ukur yang digunakan yaitu audiometer dan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik antara umur dengan nilai ambang dengar telinga kanan dan kiri mendapatkan nilai p = 0,001 dan p = 0,002. Hasil uji statistik antara masa kerja dengan nilai ambang dengar telinga kanan dan kiri mendapatkan nilai p = 0,006 dan 0,016. Hasil tersebut menunjukan adanya hubungan antara masa kerja dengan nilai ambang dengar telinga kanan dan kiri, juga terdapat hubungan antara masa kerja dengan nilai ambang dengar telinga kanan dan kiri. Kata Kunci : Umur, Masa Kerja, Nilai Ambang Dengar ABSTRACTOccupational health has the goal to obtain the highest degree of health physically, mentally and socially for the working community and the community in the work environment. Age, years of working and noise are some the factors in the work environment that affects a person's hearing limit value. This study aims to analyze the relationship between age and years of working with hearing limit value in tourist boat driver at Kalimas Dock Manado. This was an analytical survey conducted with a cross sectional study approach. The study was conducted in September 2018 to November 2018. The population in this study amounted to 40 people and all were male. The measuring instrument used was audiometer and questionnaire. Bivariate analysis was done using chi-square test. Statistic test result between age with right and left ear hearing limit value showed p value = 0.001 and p value = 0.002.  Statistic test between years of working with the right and left ear hearing limit value showed p value = 0.006 and p = 0.016. The results showed that there is a relationship between working years and hearing limit value of the right and left ear, and there is a relationship between years of working and the hearing limit value of the right and left ear. Keywords: Age, years of working, hearing limit value
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TUMINTING Punuh, Maureen Irinne; Mandagi, Chreisye K. F.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam pencapaian tumbuh kembang balita pada masa Seribu hari pertama kehidupan (1000 HPK). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pemberian makanan pendamping ASI dan status gizi pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tuminting. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain cross sectional (potong lintang) yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tuminting. Sampel pada penelitian ini berjumlah 100 balita usia 6-12 bulan. Data dianalisis mengunakan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebesar 82% memiliki status gizi baik berdasarkan indeks BB/U dan 15% status gizi kurang. Status gizi berdasarkan indeks BB/PB didapati 76% balita memiliki status gizi normal dan 15% memiliki status gizi kurus. Pemberian MP-ASI menunjukkan hasil sebesar 52% balita diberikan MP-ASI pertama kali pada usia yang tidak tepat. Sebesar 47% balita mendapatkan MP-ASI pertama kali di usia yang tepat yaitu mulai 6 bulan. Jumlah MP-ASI menunjukkan 71% balita diberikan MP-ASI sesuai dengan umur dan jumlahnya, Sebesar 93% MP-ASI yang diberikan pada balita tidak bervariasi. Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara usia pertama pemberian MP-ASI dengan status gizi berdasarkan indeks BB/U, Tidak Terdapat hubungan antara usia pertama pemberian MP-ASI dengan status gizi indeks BB/PB, Tidak terdapat hubungan antara jumlah pemberian MP-ASI dengan status gizi indeks BB/U maupun status gizi indeks BB/PB, Tidak terdapat hubungan antara variasi pemberian MP-ASI dengan status gizi indeks BB/U, dan status gizi indeks BB/PB. Diharapkan Pengoptimalan program promosi terkait pemberian makanan pendamping ASI oleh petugas gizi maupun petugas promosi kesehatan.Kata Kunci: Pemberian MP-ASI, Status Gizi, BalitaABSTRACTComplementary feeding is one of the factor that plays an important role in the achievement of infant growth during the first thousand days of life. The purpose of this study is to analyze the relationship between complementary feeding and nutritional status of children in the area of Tuminting Public health care center. This study was a cross sectional research that design and conduct in work area of Tuminting health care center. The sample in this study was 100 children of 6-12 months. Data were analyzed using Spearman-rank test. The results on children is showed that 82% are good of nutritional status and 15% are deficient of nutritional status on weight-for-age index. Nutritional status on weight-for-height index that 76% are normal and 15% are wasting. While the complementary feeding showed 52% being given the first-time complementary food at an inappropriate age. There are 47% children get the first complementary feeding at the right age; starting from 6 months. In this study showed that 71% of children, according to the amount and their age were given complementary food. While complementary food, 93% that given to children was not vary. The conclusion is that there is a relationship between complementary feeding and the nutritional status of weight-for-age index, but there is no relationship between complementary feeding and the nutritional status of weight-for-height index. There is no relationship between the amount of complementary feeding and nutritional status of weight-for-age and weight-for-height index and there is no relationship between variation of complementary feeding with nutritional status of weight-for-age and weight-for-height index. Nutrition workers and health promotion officers are expected to optimize promotional programs that related to complementary feeding.Keywords: Complementary Feeding, Nutritional Status, Children.
Co-Authors ., Nurhikma Adam, Hilman Anes, Brenda Militsia Christi Rosalina Angelia, Gabriele Christy Arnold, Jhierren K. T. Bahrain, Nur Evira Anggrainy Barri, Stephanie G. Boky, Harvani B. Datu, Hesty Djamen, Intan Natasya Doda, Diana V.D. Duhupo, Dewanti Hamber, Yessita Hamzah, Wa Ode Asfah S. Harvani Boky, Harvani Hitipeuw, Michelle Regina Christanty Jehosua V.S. Sinolungan, Jehosua V.S. Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Joseph, Woodfrod B.S. Jusuf, Devi Dewinta Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kamagi, Pingkan Sara G. Kapantaow, Nova H. Karaeng, Vinne Ditniaty Kawatu, Paul A.T Kumolontang, Merry Christylia Kurusi, Fazni D. Labagow, Elisa Lakuto, Regina Sasmita Lalu, Sweeta T. Lantapon, Hastita Lasut, Dirga Simon Alvarez Latul, Jhon I. Lihu, Tutin R. Lili Winarni Bee, Lili Winarni Maddusa, Sri Seprianto Maino, Irny Evita Majampoh, Oktavia Nuryani Maleba, Sas Victor Paskalius Mandagi, Chreisye K. F. Maureen I. Punuh, Maureen I. Oddi R Pinontoan Olii, Agitha Y. Ombuh, Frianty Virginia Lidya Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Pinontoan, Odi Roni Pomantow, Shalom Messy Thessalonika Ponga, Fine Claudia Pricilia, Patuwo Jean Prilly, Danisarah Punuh, Maureen Irene Punuh, Maureen Irinne Ratumbanua, Fralen Julio Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Rumondor, Frity D. Sefle, Gandhy Suharno, Irma Sulaemana Engkeng, Sulaemana Suoth, Lery F. Syarifudin, Andi R. Takalamingan, Yulianti Tamamilang, Christita M. Tamawiwy, Sheila G. Tambuwun, Soviany R. Tatuwo, Ingrid Azalia Timpal, Greita M.S. Tumbage, Brenda Kimberly Tumbel, Axl Nirvana Tumiwa, Ezra Tuwongkesong, Fadillah Umar, Rizka R. Walintukan, Putri Priscila Maria Warouw, Finny Waworuntu, Zakaria Wenas, Hartfi A. Woodford B. S Joseph, Woodford B. S Woodford B. S. Joseph Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wurarah, Andreas K