Rahayu H. Akili, Rahayu H.
Unknown Affiliation

Published : 55 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN PENGETAHUAN SANITASI LINGKUNGAN PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PINELENG KABUPATEN MINAHASA Kamagi, Pingkan Sara G.; Akili, Rahayu H.; Joseph, Woodford B. S.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan berpengaruh terhadap derajat kesehatan diantaranya kepemilikan jamban sehat dan penyediaan air bersih. Penyebab stunting secara tidak langsung yaitu kondisi sanitasi lingkungan. Praktik sanitasi lingkungan yang buruk dapat menyebabkan penyakit infeksi yang merupakan faktor penyebab secara langsung dari masalah gizi Stunting. Pada tahun 2019 jumlah penduduk di wilayak kerja Puskesmas Pineleng berjumlah 29.886 penduduk dan sebanyak 98.6% penduduk telah memiliki akses jamban dan sebanyak penduduk 89% telah memiliki akses air bersih. Jumlah balita stunting tahun 2019 di wilayah kerja Puskesmas Pineleng adalah 156 dan merupakan jumlah tertinggi di Kabupaten Minahasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan sanitasi lingkungan berupa gambaran pengetahuan jamban dan air bersih pada ibu yang memiliki balita Stunting di wilayah kerja Puskesmas Pineleng Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan cara pengumpulan data melalui wawancara lewat telepon. Populasi penelitian ini adalah Ibu yang memiliki balita stunting berjumlah 41 orang. Sampel penelitian adalah total populasi yaitu sebanyak 41 orang. Variabel penelitian adalah pengetahuan jamban dan pengetahuan air bersih. Hasil penelitian tentang gambaran pengetahuan jamban pada ibu yang memiliki balita stunting kategori baik berjumlah 27 orang (65.9%). Hasil penelitian tentang gambaran pengetahuan air bersih ibu yang memilki balita stunting kategori baik berjumlah 35 orang (85.4%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan sanitasi lingkungan berupa gambaran pengetahuan jamban dan air bersih Ibu sudah baik tapi balitanya mengalami stunting dikarenakan faktor pengetahuan sanitasi lingkungan merupakan faktor penyebab tidak langsung dari Stunting, dan faktor penyebab secara langsung dari Stunting adalah tidak cukup asupan makanan dan penyakit infeksi. Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Pengetahuan, Stunting ABSTRACTEnvironmental sanitation affects the degree of health including the ownership of healthy latrines and the provision of clean water. Indirect causes of stunting are environmental sanitation conditions. Poor environmental sanitation practices can cause infectious diseases which are a direct cause of Stunting nutrition problems. In 2019 the population in the Pineleng Community Health Center was 29,886 residents and 98.6% of the population had access to a toilet and 89% of the population had access to clean water. The number of stunting toddlers in 2019 in the working area of the Pineleng Community Health Center is 156 and is the highest number in the Minahasa Regency. The purpose of this study was to determine the description of environmental sanitation knowledge in the form of toilet knowledge and clean water knowledge for mothers who have children under five years old in the area of Pineleng Health Center, Minahasa Regency. This type of research uses descriptive research by collecting data through telephone interviews. The population of this research is 41 mothers with stunting toddlers. The research sample is a total population of 41 people. The research variables are toilet knowledge and clean water knowledge, The results of the study illustrate the latrine knowledge of mothers who have stunting toddlers in both categories amounting to 27 people (65.9%). The results of the study illustrate the knowledge of clean water for mothers who have stunting toddlers both categories amounted to 35 people (85.4%). These results indicate that environmental sanitation knowledge in the form of knowledge of latrines and clean water is good but the toddler is stunted because environmental sanitation knowledge is an indirect causative factor of Stunting, and the direct factor of Stunting is insufficient food intake and infectious diseases. Keywords : Stunting, Knowledge, Environmental Sanitation
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Pada Pemeliharaan Alat Container Crane dan Rubber Tyred Gantries Arnold, Jhierren K. T.; Doda, Diana V. D.; Akili, Rahayu H.
e-Biomedik Vol 8, No 2 (2020): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v8i2.29553

Abstract

Abstract: Occupational accidents in Indonesia continue to increase every year, requiring policies and actions that can reduce cases of occupational accidents. Risk management is one of the systems for preventing and reducing risks. In the implementation of risk management, the use of HIRARC is one of the methods to identify hazards, conduct risk assessments, and risk control. In the maintenance process of container crane and rubber-tired gantries, potential hazards may occur. The research aims to identify hazards, conduct a risk assessment, and recommend the risk control on the maintenance activities of the container crane and rubber-tired gantries. The study uses qualitative methods with information sources namely: corporate leaders, K3 experts, supervision, and worker technicians. Qualitative data is obtained based on the results of in-depth interview and site observation. The research shows that there are eight job processes with several hazards identified in the maintenance process of container crane and rubber-tired gantries, namely mechanical hazards, electrical hazards, fire hazards, physical hazards, and chemical hazards. The hazards were at the low-risk to high-risk level. It is necessary to apply risk management using the HIRARC method as an evaluation system in risk control.Keywords: risk management, HIRARC, maintenance container crane and rubber-tyred gantries  Abstrak: Kecelakaan kerja di Indonesia terus mengalami peningkatan setiap tahun, sehingga membutuhkan penerapan manajem risiko yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi risiko. Metode HIRARC menjadi salah satu cara untuk dapat mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan pengendalian risiko pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantriesyang proses pekerjaannya menghasilkan potensi bahaya dan risiko. Penelitian bertujuan untuk mengetahui identifikasi bahaya, melakukan penilaian risiko dan mengetahui pengendalian risiko pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantries. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber informasi: Pemimpin perusahaan, ahli K3, supervisi dan pekerja teknisi. Data kualitatif diperoleh berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan menggunakan model analisis data Mile dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan terdapat delapan proses pekerjaan dengan bahaya yang teridentifikasi pada tindakan pemeliharaan alat container crane dan rubber tyred gantries yaitu bahaya mekanik, bahaya elektrik, bahaya kebakaran, bahaya fisik dan bahaya kimia dengan penilaian risiko berada pada tingkatan risiko rendah sampai risiko tinggi. Diperlukan penerapan manajemen risiko dengan menggunakan metode HIRARC sebagai sistem evaluasi dalam pengendalian risiko.Kata kunci: manajemen risiko, HIRARC, pemeliharaan container crane dan rubber tyred gantries
GAMBARAN FAKTOR KESEHATAN LINGKUNGAN PADA BALITA 12 - 59 BULAN DENGAN PENYAKIT ISPA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEMA TAHUN 2020 Lalu, Sweeta T.; Akili, Rahayu H.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ISPA merupakan penyakit infeksi pernapasan akut yang menyerang saluran pernapasan atas maupun bawah yang merupakan salah satu penyebab utama kematian balita di dunia. Dari 10 penyakit menonjol yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kema tahun 2019, ISPA merupakan penyakit yang paling menonjol dan faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA adalah kesehatan lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran faktor kesehatan lingkungan pada balita 12 - 59 bulan dengan penyakit ISPA di wilayah kerja Puskesmas Kema tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif dengan pendekatan observasional yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kema pada Februari-September 2020 dengan populasi berjumlah 135 orang dan diambil 101 orang sebagai sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu langit-langit rumah, jenis lantai dan jenis dinding. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, kamera, aplikasi spss dan laptop. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan langit-langit rumah responden yang memenuhi syarat yaitu 47 (46,5%) dan yang tidak memenuhi syarat 54 (53,5%). Jenis lantai rumah responden yang memenuhi syarat 91 (90,1%) dan 10 (9,9%) tidak memenuhi syarat. Jenis dinding rumah responden yang memenuhi syarat yaitu 31 (30,7%) dan 70 (69,3%) tidak memenuhi syarat.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah, 90,15% responden memiliki jenis lantai yang memenuhi syarat, 52,5% responden memiliki langit-langit rumah yang tidak memenuhi syarat dan 69,3% responden juga memiliki jenis dinding yang tidak memenuhi syarat. Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan, ISPA, Balita ABSTRACTARI is an acute respiratory infection that attacks the upper and lower respiratory tract which is one of the main causes of toddlers mortality in the world. From the top10 diseases in the working area of  Kema Public Health Centre in 2019, ARI is the most prominent disease and a factor associated with the incidence of ARI is environmental health. The purpose of this study is to determine the description of environmental health factors in toddlers 12 - 59 months with ARI in the working area of  Kema Public Health Center in 2020. This research is a descriptive survey research with an observational approach conducted in the working area of the Kema Public Health Center, in February-September 2020 with 135 population and 101 sample using simple random sampling. The variables in this study are the ceiling, floor type and wall type. The instruments used were the observation sheet, camera, spss application and laptop. Data analysis was carried out by univariate. The results showed, the ceiling that eligible are 47 (46.5%) respondents and 54 (53.5%) respondents not eligible. Respondents house floor types showed 91 (90.1%) eligible and 10 (9.9%) not eligible. Respondents house wall types showed that 31 (30.7%) eligible and 70 (69.3%) not eligible. The conclusion of this study, 90,15% respondents have an eligible house floor type, 53,5% respondents have uneligible ceiling and 69,3% respondents also have uneligible house wall type. Keywords : Environmental Health, ARI, Toddler
GAMBARAN HIGIENE SANITASI DAN PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI PADA DEPOT AIR MINUM DI KECAMATAN MELONGUANE KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Tatuwo, Ingrid Azalia; Joseph, Woodford B. S.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau yang telah memenuhi syarat dan dapat langsung diminum.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi higiene sanitasi depot air minum serta total bakteri Coliform dan keberadaan E.coli pada air di depot air minum isi ulang di Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional berbasis laboratorium. Penelitian dilakukan terhadap 6 (enam) Depot Air Minum (DAM) pada bulan November - Mei tahun 2020. Higiene Sanitasi DAM ditentukan dengan menggunakan kuisione standar sesuai Permenkes No. 43 Tahun 2014. Pemeriksaan mikrobiologi pada air minum dilaksanakan di laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. Syarat kandungan total bakteri Coliform dan keberadaan E. coli pada air minum sesuai standar pada Permenkes No.492/Menkes/Per/IV/2010. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data hasil penelitian dengan standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh DAM (100%) memperoleh skor higiene santasi >70. Jumlah total bakteri Coliform untuk seluruh DAM (100%)  yaitu 0MPN/100 ml. Tidak ditemukan bakteri E. coli pada air minum yang dijual di seluruh DAM (100%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu seluruh DAM memenuhi syarat higiene sanitasi dan kualitas air minum berdasarkan parameter total bakteri Coliform dan keberadaan E. coli. Kata kunci : Higiene Sanitasi, Depot Air Minum, E.Coli  ABSTRACT Drinking water is water that has been processed or has fulfilled the requirements and can be drunk directly.This Research purpose is to find out the hygiene sanitation conditions of drinking water depots and total Coliform bacteria and the presence of E.coli in water in refill drinking water depots in the Melonguane District, Talaud Islands Regency. This research is a descriptive study with an observational laboratory. The research  was conducted on six drinking water depots in November - May 2020. Hygiene sanitation of drinking water depots is determined using standard questionnaire according to Permenkes No. 43 of 2014. Microbiological examination of drinking water is carried out in the North Sulawesi Provincial Health Office laboratory. The requirements for the total content of Coliform bacteria and the presence of E. coli in drinking water are according to the standards in Permenkes No.492 / Menkes / Per / IV / 2010. Data analysis was performed by comparing the research data with standards. The results showed that all drinking water depots (100%) obtained sanitation hygiene scores> 70. The total number of Coliform bacteria for all drinking water depots (100%) is 0MPN / 100 ml. There is no E. coli bacteria was found in all drinking water depots that have been sold. The conclusion of this research is that all drinking water depots are qualified of sanitation hygiene and drinking water quality based on the total parameters of Coliform bacteria and the presence of E. coli. Keywords: Sanitation Hygiene, Drinking Water Depots, E.Coli
PERILAKU WANITA PEKERJA SEKSUAL (WPS) TERKAIT PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) DI PELABUHAN KOTA MANADO Wenas, Hartfi A.; Adam, Hilman; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WPS atau biasa dikenal wanita pekerja seksual adalah mereka yang menjual tubuhnya demi mendapatkan uang dan kenikmatan orang lain. Dengan mengharapkan suatu imbalan atau upah. WPS dan kliennya termasuk kelompok berisiko tinggi dalam penyebaran Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku WPS terkait pencegahan IMS di Pelabuhan Kota Manado dengan jenis penelitian kualitatif yang mengacu pada teori Health Belief Model (HBM). Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi dengan studi fenomenologi yang dipilih melalui snowball sampling terhadap 6 orang informan yang terdiri dari 3 orang WPS, 2 orang ABK dan 1 orang Mucikari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  WPS dan ABK  adalah kelompok risiko tinggi. Pengetahuan mereka mengenai penyakit IMS masih dalam tahap tahu (know). Seluruh WPS dan ABK merasa rentan terjangkit IMS. Jatuh sakit, malu, hilangnya pekerjaan, dan kematian sebagai dampak terburuk merupakan persepsi keseriusan yang mereka rasakan. Selalu sehat, tidak mudah terjangkit IMS dan tidak mudah hamil menjadi persepsi mereka dalam hal manfaat. Media massa dan penyuluhan kesehatan merupakan sarana mereka dalam mencari informasi IMS. Diperlukan peer-education (pendidikan sesama rekan WPS dan kliennya) yang intens agar pengetahuan mengenai risiko, bahaya dan pencegahan IMS yang efektif dapat dipahami secara merata. Kata Kunci: Wanita pekerja seksual (WPS), infeksi menular seksua (IMS), pencegahan IMS, health belief model ABSTRACTFSW or commonly known as female sex workers are those who sell their bodies for money and other people's enjoyment. By expecting a reward or reward. FSW and their clients are among the high risk groups for the spread of sexually transmitted infections (STI). The purpose of this study was to determine the behavior of FSW related to STI prevention in the Port of Manado City with this type of qualitative research which refers to the theory of the Health Belief Model (HBM). Data collection techniques through in-depth interviews and observations with phenomenological studies selected through snowball sampling of 6 informants consisting of 3 female FSW, 2 ABK and 1 Mucikari. The results showed that FSW and ABK were high risk groups. Their knowledge about STIs is still in the know stage. All FSW and ABK feel vulnerable to contracting STIs. Illness, embarrassment, job loss, and death as the worst effects are perceptions of their seriousness. Their perception is that they are always healthy, not easily infected with STIs and not easily pregnant. Mass media and health education are their means of finding STI information. Intense peer-education (education of fellow FSW and clients) is needed so that knowledge about the risks, dangers and prevention of STIs can be understood equally. Keywords: Female sex workers (FSW), sexually transmitted infections (STI), STI prevention, health belief model
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA DARI PARA PEKERJA DI RUMAH KOPI KAWANGKOAN KABUPATEN MINAHASA Kumolontang, Merry Christylia; Kawatu, Paul A. T.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja pegawai dapat dilaksanakan salah satunya melalui upaya mendorong semangat kerja dari pegawai yang bersangkutan. Pegawai yang memiliki semangat dalam bekerja akan tergerak untuk melakukan semua tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan tepat waktu. Faktor yang bisa mempengaruhi kinerja adalah motivasi, kemampuan dan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja dari para pekerja di rumah kopi Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian survei analitik dengan desai cross-sectional study dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 85. Variabel yang di teliti adalah motivasi kerja dan kinerja. Instrument penelitian ini adalah kuesioner dan menggunakan Uji Chi Square. Berdasarkan uji hubungan antara motivasi dengan kinerja dari para pekerja di rumah kopi Kawangkoan Kabupaten Minahasa dengan menggunakan uji korelasi Chi-square dengan nilai p = 0,000 atau (p < 0,05). Terdapat hubungan antara motivasi kerja dan kinerja dari para pekerja di rumah kopi Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja ABSTRACTEmployee performance can be carried out one of them through efforts to encourage the spirit of work of the employee concerned. Employees who have a passion in work will be moved to perform all their duties and responsibilities in a good and timely manner. Factors that can affect performance are motivation, ability and work environment. This study aims to find out the relationship between work motivation and the performance of workers in Kawangkoan coffee house Minahasa Regency. This research is included in the research category of analytical surveys with cross-sectional study and the number of samples taken as many as 85. The variables examined are work motivation and performance. This research instrument is a questionnaire and uses the Chi Square Test. Based on the relationship test between motivation and performance of the workers in Kawangkoan coffee house Minahasa Regency by using chi-square correlation test with value p = 0.000 or (p < 0.05). There is a relationship between work motivation and performance of the workers at Kawangkoan coffee house in Minahasa Regency. Keywords: Work Motivation, Performance
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN PADA TEMPAT TINGGAL BALITA PENDERITA DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MINANGA KOTA MANADO TAHUN 2021 Pricilia, Patuwo Jean; Sondakh, Ricky C.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan ditujukan untuk memenuhi persyaratan lingkungan yang sehat dan nyaman. Upaya sanitasi dasar meliputi, Sarana pembuangan kotoran manusia, Sarana pembuangan sampah, Saluran pembuanan air limbah, dan, Penyediaan air bersih. Sanitasi dasar penting untuk dipenuhi, agar kualitas sanitasi lingkungan tetap terjaga dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sanitasi lingkungan pada tempat tinggal balita penderita diare di Wilayah Kerja Puskesmas Minanga Kota Manado. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan responden berjumlah 76 orang. Variabel dalam penelitian ini yaitu air minum kepemilikan jamban dan saliran pembuangan air limbah. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan komputer. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan penyediaan air minum, Jamban dan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) pada tempat tinggal balita penderita diare di Wilayah Kerja Puskesmas Minanga Kota Manado sebagian besar baik Kata Kunci:Sanitasi Lingkungan, Air minum, Jamban, Saluran Pembuangan Air Limbah ABSTRACT Environmental sanitation is aimed at meeting the requirements for a healthy and comfortable environment. Basic sanitation efforts include, facilities for disposing of human waste, facilities for disposing of waste, drains for disposal of waste water, and, provision of clean water. Basic sanitation is important to fulfill, so that the quality of environmental sanitation is well maintained. The purpose of this study was to determine the environmental sanitation in the residence of children with diarrhea in the Minanga Public Health Center, Manado City. This research is a descriptive research with 76 respondents. The variables in this study are drinking water ownership of latrines and waste water disposal. The instruments used were questionnaires and computers. Data analysis was carried out by univariate. Results of this study indicate that The provision of drinking water, latrines and Wastewater Drainage (SPAL) at the residence of toddlers with diarrhea in the working area of the Minanga Health Center, Manado City is mostly good. Keywords: Environmental Sanitation, Drinking Water, Latrines, Waste Water Disposal
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE DENGAN KELUHAN GANGGUAN KULIT DI ASRAMA PUTRA SMA KRISTEN 2 (BINSUS) TOMOHON Timpal, Greita M.S.; Joseph, Woodford B.S.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan kulit merupakan hal yang sering dijumpai karena semua orang beresiko terkena gangguan kulit. Gangguan kulit bisa terjadi secara tidak terduga. Seseorang yang terkena gangguan kulit dapat mengalami gejala yang beragam, mulai dari ringan sampai berat bergantung pada penyebabnya. Gejala yang biasanya muncul yaitu ada tanda kemerahan dan rasa gatal pada kulit. Ada berbagai faktor penyebab terjadinya gangguan kulit antara lain  personal hygiene yang kurang baik dan tempat tinggal yang padat penghuni seperti di asrama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan antara Personal Hygiene dengan Keluhan Gangguan Kulit di Asrama Putra SMA Kristen 2 (Binsus) Tomohon. Metode yang digunakan dalam penelitan ini yaitu survei analitik dengan desain study cross sectional (potong lintang) yang dilaksanakan pada Agustus-Oktober 2020 dengan sampel adalah 87 responden yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan analisis penelitian menggunakan uji Chi-Square dengan nilai α=0.05. Berdasarkan hasil penelitan di asrama putra SMA Kristen 2 (Binsus) Tomohon maka didapatkan hasil yaitu nilai p=0,000 dengan nilai kemaknaan α=0,05. Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan antara personal hygiene dengan keluhan gangguan kulit di Asrama Siswa Putra SMA Kristen 2 (Binsus) Tomohon. Kata Kunci : personal hygiene, gangguan kulit                  ABSTRACTSkin disorder is a phenomenon that is very common since everyone is prone to it. Skin disorder could happen unexpectedly. A person exposed to it may experience various symptoms mild or severe depending on what caused it. Symptoms that usually appear on people suffering from skin diseases are itching and redness of the skin. Various factors may incur skin disorder, some example are deficient personal hygiene and densely populated dwellings environment such as in dormitories. The main purpose of this research is to identify the connections between Personal Hygiene and complaints of skin disorders within male dormitory of SMA Kristen 2 Tomohon. The methods used in this research are analytic survey with cross-sectional study design which was held from August to October 2020. Sample size is 87 respondents who have met the criteria of inclusion and exclusion. Sampling technique is through purposive sampling and analysis done by Chi-Square test with α=0.05. Based on the research that has been carried out, the value p=0.000 was obtained with significance value α=0.05. In conclusion, connections were found between Personal Hygiene and complaints of skin disorders within male dormitory of SMA Kristen 2 Tomohon.Keywords: personal hygiene, skin disorder
GAMBARAN TINGKAT RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA LABORAN DI LABORATORIUM FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (FMIPA) UNIVERSITAS SAM RATULANGI Datu, Hesty; Kawatu, Paul A.T; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium merupakan salah satu tempat berkembangnya ilmu pengetahuan melalui berbagai praktikum, penelitian dan percobaan. Kegiatan di laboratorium tentunya menggunakan berbagai jenis alat dan bahan kimia yang berbahaya dan dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian mengetahui tingkat risiko kecelakaan kerja di laboratorium, maka perlunya identifikasi bahaya serta penilaian risiko. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kualitatif dengan sumber informasi Koordinator Program Studi, Kepala Laboratorium, Laboran dan Asisten Laboratorium. Data yang digunakan adalah data primer dan hasil wawancara. Hasil penelitian dapat mengidentifikasi sebanyak empat bahaya yaitu bahaya kimia, bahaya fisik, bahaya elektrik dan bahaya ergonomis. Pada penilaian risiko didapatkan tingkat risiko tertinggi yaitu Tingkat risiko Extrime Risk pada bahaya kimia ketumpahan HCl dan asam nitrat. Laboratorium Farmasi FMIPA tergolong berbahaya dengan ditemukannya risiko Extrime Risk, sehingga perlu diterapkan manajemen K3 untuk pengendalian risiko kecelakaan kerja. Kata Kunci:  Laboratorium, identifikasi bahaya, penilaian risiko ABSTRACTThe laboratory is one of the places where science develops through various practicums, research and experiments. Activities in the laboratory, of course, use various types of tools and chemicals that are dangerous and can cause work accidents. The research objectives are aware the level of risk of work accidents in the laboratory, so the identification of hazards and risk assessment is necessary. The research used is qualitative methods with information sources of Study Program Coordinator, Head of Laboratory, Laboran and Laboratory Assistant. The data used are primary data and interview results. The results of  the research can identify as many as four hazards, namely chemical hazards, physical hazards, electrical hazards and ergonomic hazards. In the risk assessment, the highest risk is Extreme risk level of chemical hazard of HCl and nitric acid spills. The Pharmacy Laboratory of FMIPA is classified as dangerous with the discovery of Extreme Risk, so it is necessary to apply K3 management to control the risk of work accidents. Keywords: Laboratory, hazard identification, risk assessment
GAMBARAN KESEHATAN LINGKUNGAN DI PUSKESMAS KOLONGAN KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Ombuh, Frianty Virginia Lidya; Akili, Rahayu H.; Umboh, Jootje M. L.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan kesehatan lingkungan merupakan bagian dari mempertahankan dan meningkatkan kualitas lingkungan yang lebih baik dan bermanfaat bagi umat manusia. Akar permasalahan penyakit berbasis lingkungan berhubungan dengan sanitasi yang buruk dan masalah kesehatan lingkungan. Penyakit yang penyebab utamanya berakar pada masalah kesehatan lingkungan adalah penyakit berbasis lingkungan. Perbaikan kualitas lingkungan tidak hanya dilaksanakan di luar (outdoor) lingkungan puskesmas tetapi juga di dalam lingkungan puskesmas itu sendiri (indoor), karena puskesmas memiliki risiko besar terhadap terjadinya penularan penyakit antar manusia.  Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode observasi, Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah sanitasi lingkungan yang ada di Puskesmas Kolongan. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk penyediaan air mendapatkan nilai 3 poin, pembuangan air limbah mendapatkan 2 poin, kamar mandi dan toilet 2 poin, pengolahan sampah padat 3 poin dan pencegahan/pengendalian pencemaran tanah mendapatkan 3 poin. Hal ini berarti dari semua variabel yang ada berada dalam kategori baik. Kata kunci : Deskriptif , Kesehatan Lingkungan, Puskesmas Kolongan ABSTRACTEnvironmental health supervision is part of maintaining and improving the quality of the environment that is better and beneficial for mankind. The root causes of environmentally based diseases are related to poor sanitation and environmental health problems. Diseases whose main cause is rooted in environmental health problems are environmentally based diseases. Improvement of environmental quality is not only carried out outside (outdoor) puskesmas environment but also within the puskesmas itself (indoor), because puskesmas have a great risk of transmission of diseases between humans.  This type of research uses a descriptive approach with observation methods, population and samples in this study is environmental sanitation in Kolongan Health Center. Data collection techniques use observation guidelines and interviews with sanitation workers. The results showed that for water supply get a value of 3 point, wastewater disposal get 2 point, bathrooms and toilets 2 point, solid waste treatment 3 point and prevention / control of soil pollution get 3 point. This means that of all the variables that exist are in a good category. Keywords: Descriptive , Environmental Health, Health Center Kolongan
Co-Authors ., Nurhikma Adam, Hilman Anes, Brenda Militsia Christi Rosalina Angelia, Gabriele Christy Arnold, Jhierren K. T. Bahrain, Nur Evira Anggrainy Barri, Stephanie G. Boky, Harvani B. Datu, Hesty Djamen, Intan Natasya Doda, Diana V.D. Duhupo, Dewanti Hamber, Yessita Hamzah, Wa Ode Asfah S. Harvani Boky, Harvani Hitipeuw, Michelle Regina Christanty Jehosua V.S. Sinolungan, Jehosua V.S. Jootje M. L. Umboh Jootje M.L. Umboh Joseph, Woodfrod B.S. Jusuf, Devi Dewinta Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kamagi, Pingkan Sara G. Kapantaow, Nova H. Karaeng, Vinne Ditniaty Kawatu, Paul A.T Kumolontang, Merry Christylia Kurusi, Fazni D. Labagow, Elisa Lakuto, Regina Sasmita Lalu, Sweeta T. Lantapon, Hastita Lasut, Dirga Simon Alvarez Latul, Jhon I. Lihu, Tutin R. Lili Winarni Bee, Lili Winarni Maddusa, Sri Seprianto Maino, Irny Evita Majampoh, Oktavia Nuryani Maleba, Sas Victor Paskalius Mandagi, Chreisye K. F. Maureen I. Punuh, Maureen I. Oddi R Pinontoan Olii, Agitha Y. Ombuh, Frianty Virginia Lidya Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Pinontoan, Odi Roni Pomantow, Shalom Messy Thessalonika Ponga, Fine Claudia Pricilia, Patuwo Jean Prilly, Danisarah Punuh, Maureen Irene Punuh, Maureen Irinne Ratumbanua, Fralen Julio Rianna J Sumampouw Ricky C. Sondakh Rumondor, Frity D. Sefle, Gandhy Suharno, Irma Sulaemana Engkeng, Sulaemana Suoth, Lery F. Syarifudin, Andi R. Takalamingan, Yulianti Tamamilang, Christita M. Tamawiwy, Sheila G. Tambuwun, Soviany R. Tatuwo, Ingrid Azalia Timpal, Greita M.S. Tumbage, Brenda Kimberly Tumbel, Axl Nirvana Tumiwa, Ezra Tuwongkesong, Fadillah Umar, Rizka R. Walintukan, Putri Priscila Maria Warouw, Finny Waworuntu, Zakaria Wenas, Hartfi A. Woodford B. S Joseph, Woodford B. S Woodford B. S. Joseph Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wurarah, Andreas K