Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sciences du Nord Community Service

Revitalisasi Permainan Tradisional Jawa Barat di SDN Cikahuripan Kabupaten Sukabumi Heliani Heliani; Andri Ardhiyansyah; Rena Yuliana; Rival Pahrijal
Sciences du Nord Community Service Vol. 1 No. 02 (2024): Sciences du Nord Community Service
Publisher : North Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71238/sncs.v1i2.47

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk melakukan revitalisasi permainan tradisional dalam pendidikan dasar sebagai sarana pelestarian budaya dan pengembangan keterampilan siswa. Program ini dilaksanakan di SDN Cikahuripan, Kabupaten Sukabumi, dengan melibatkan 60 siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan satu hari yang berfokus pada permainan tradisional Jawa Barat seperti Engklek, Bebentengan, Oray-Orayan, dan Ucing Sumput. Program dilaksanakan secara partisipatif oleh siswa kelas satu sampai tiga. Hasil program ini menunjukkan bahwa permainan tradisional meningkatkan keterlibatan siswa dan membantu dalam pengembangan keterampilan sosial, fisik, dan kognitif. Program ini merekomendasikan integrasi permainan tradisional ke dalam kurikulum pendidikan dasar untuk memperkaya pengalaman belajar siswa dan pelestarian budaya lokal.
Pendampingan Penyusunan Strategi Pemasaran Berbasis Komunitas bagi Petani Andri Ardhiyansyah; Heliani Heliani; Meutia Riany; Dea Arme Tiara Harahap; Dania Meida Rosyidah; Abu Bakar Ashidiqy; M. Andri Juniansyah
Sciences du Nord Community Service Vol. 2 No. 01 (2025): Sciences du Nord Community Service
Publisher : North Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71238/sncs.v2i01.73

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam menyusun dan mengimplementasikan strategi pemasaran berbasis komunitas. Sasaran kegiatan adalah kelompok tani “Tani Sejahtera” di Desa Sukamaju, Kabupaten Cianjur, yang selama ini masih menerapkan sistem pemasaran individual dan bergantung pada tengkulak. Melalui pendekatan partisipatif kolaboratif, kegiatan dilakukan dalam empat tahap: persiapan, pelatihan, penyusunan strategi, dan implementasi awal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap konsep pemasaran, penyusunan strategi bersama yang mencakup segmentasi pasar, penentuan harga, dan promosi sederhana, serta mulai terbentuknya sistem distribusi kolektif. Implementasi awal strategi menghasilkan peningkatan harga jual dan efisiensi distribusi, meskipun masih ditemukan tantangan logistik dan perbedaan komitmen antar anggota. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan komunitas dapat menjadi solusi strategis dalam memperkuat posisi tawar petani di pasar, serta mendorong transformasi pemasaran dari sistem tradisional menuju model yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.