Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

STUDENTS’ PERSPECTIVE OF USING GOOGLE CLASSROOM AS THE LEARNING MANAGEMENT SYSTEM FOR STUDENTS’ WRITING SKILL Hadijah Hadijah
Wiralodra English Journal Vol. 7 No. 1 (2023): Wiralodra English Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/wej.v7i1.198

Abstract

This study aims to describe the students’ perspective toward the use of Google Classroom; 2) to describe how Google Classroom was applied in teaching writing. This qualitative study was conducted in the first semester of the law department of Universitas Muhammadiyah Bima. It was qualitative research with five participants. The theme-based analysis was used in this study. The finding showed that Google Classroom has affected the students' attitudes toward writing skills. The data from all the participants have proved that there has been significant improvement such as 1) writing enthusiasm; 2) effectiveness of timeliness; 3) easily for access to the material; 4) practicality for writing tests; 5) efficiency of google classroom for students writing. They have shown positive and negative attitudes which affected their achievement in writing. The negative aspects that appeared were the students were less confident seeing their names on the last list which means that their scores were among the lowest. Drawing on the findings, the Google Classroom application can be used to teach writing skills because it is more practical than traditional methods. This study suggests further investigation into the wider aspect of the effectiveness of Google Classroom in teaching writing.
PELATIHAN PENGGUNAAN APLIKASI MENTIMETER UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMKN 1 DONGGO Hadijah Hadijah; Syamsuddin Syamsuddin; Taufik Firmanto; Aman Ma’arij; Gufran Gufran
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.18519

Abstract

Donggo Barat mempunyai tantangan khusus seperti kurangnya fasilitas pendidikan modern yang terbatas dengan akses teknologi atau sumber daya. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi cara siswa belajar dan mengembangkan rasa percaya diri dalam belajar bahasa Inggris. Dengan adanya masalah tersebut tim mengadakan pelatihan pengunanaan mentimeter yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbahasa inggris. Metode pelaksanaan melalui beberapa tahapan antara lai observasi, persiapan materi, pembuatan kuis menggunakan mentimeter, sesi interakti, dan evaluasi hasil. Hasil yang ditemukan dari pelatihan ini antara lain; 1) Meningkatkan Partisipasi Siswa, melalui Mentimeter, siswa di SMKN I Donggo aktif berpartisipasi dalam pembelajaran bahasa Inggris. 2) Peningkatan Kemampuan Berbicara, sesi pelatihan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbicara dalam bahasa Inggris secara rutin. 3) Fitur umpan balik real-time dari Mentimeter membuat siswa untuk melihat respons mereka secara langsung. Ini memberikan motivasi tambahan dan memperkuat rasa percaya diri mereka karena mereka dapat melihat kemajuan mereka sendiri. Jadi dapat di simpulkan bahwa pelatihan dengan menggunakan aplikasi Mentimeter di SMKN I Donggo telah membawa manfaat positif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris. Pendekatan yang interaktif dan mendukung ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih positif dan mendukung.
Pedagogical Approaches For Intercultural Awareness: A Qualitative Inquiry Into EFL Teaching Practice In Bima Hadijah Hadijah; Syarifuddin Dollah; Munir Munir
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 9 No. 1 (2026): MARCH
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/els-jish.v9i1.48787

Abstract

Intercultural awareness is becoming important in English as a Foreign Language (EFL) teaching, especially students will interact with people from different cultural backgrounds in the future. However, This gap can be understood through the lens of intercultural communicative competence (ICC) proposed by Michael Byram, which emphasizes not only linguistic skills but also attitudes, knowledge, and skills for interpreting and relating across cultures. This study investigates how five EFL teachers in Bima integrate cultural elements into their lessons and challenges in their teaching. A qualitative approach was used, involving classroom observations, interviews, and an analysis of lesson documents. The findings show that teachers do include cultural ideas in their teaching, but these moments are usually brief and not fully developed. Teachers often begin with local cultural to help students understand the cultures from other countries, and they adjust their teaching based on students’ reactions. Despite their efforts, teachers face several difficulties, such as students’ limited exposure to global cultures, strict curriculum requirements, sensitive cultural issues, and a lack of training and appropriate materials. Overall, the study shows that intercultural teaching in Bima is present but it does not consistent or deeply developed. More support, training, and resources are needed to help teachers promote intercultural awareness more effectively.
TIKTOK AS A TOOL OF AUTONOMOUS LEARNING: INDONESIAN EFL STUDENTS’ VOICES Hadijah Hadijah; Ulfa Widayati; Takdir Ilahi; Ema Puspitasari
Wiralodra English Journal Vol. 7 No. 2 (2023): Wiralodra English Journal (WEJ)
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/wej.v7i2.235

Abstract

This research aims to know the students’ perspective on TikTok as a tool for autonomous learners. The researcher used a qualitative case study approach with five voluntarily participating students of the English department of Institut Agama Islam Darul A’mal Lampung as the participants. An in-depth semi-structured interview was applied as the data collection technique. The theme-based analysis was used in this study. The finding showed that 1) TikTok was good to improve the students speaking ability by providing access to a variety of educational videos, which can teach students different pronunciation and phrases; 2) TikTok motivated students to learn the English language. TikTok has helped students with learning English. It's an entertaining way to practice their pronunciation and listening comprehension skills, so they can get a better understanding of different cultures. It helps them stay motivated to continue learning English; 3) TikTok encourages students to learn grammar by watching video clips of native speakers about grammar topics, such as filling in the blanks and completing sentences, joining a study group, or challenging for feedback from peers. However, the researcher found the negative aspect include being exposed to inappropriate content, and the content on TikTok tends to move along quickly.
DAMPAK KEKERASAN VERBAL PADA ANAK SD DI BIMA Ulfa Widayati; Hadijah Hadijah
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 8 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v8i1.2350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak kekerasan verbal pada anak di Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode studi kasus. Metode penelitian kualitatif sering dikenal sebagai metode naturalistik. Penelitian dilaksanakan di Kota dan kabupaten Bima dengan teknik pengambilan data random sampling. Penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data, dengan sumber data berasal dari guru, orang tua siswa, dan siswa. Kekerasan verbal memiliki dampak yang beragam pada anak di Bima. Beberapa dampak yang dapat ditemukan terkait dampak kekerasan verbal pada anak di Bima di bagai dalam tiga kategori, yaitu dampak kerugian emosional, kerugian fisik, dan kerugian sosial. Dampak kerugian emosional berupa gangguan kesehatan mental dan gangguan perilaku. Kemudian dampak kerugian fisik berupa gangguan tidur (insomnia), nafsu makan berkurang, dan sakit kepala. Lebih lanjut, kategori gangguan terakhir yang ditemukan adalah kerugian sosial, dalam hal ini berupa kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain, sulit percaya pada orang lain, dan memiliki kecenderungan menjadi pelaku kekerasan. Gangguan utama yang berdampak langsung dengan kekerasan verbal adalah kerugian emosional. Kerugian emosional ini memengaruhi kerugian lain, seperti kerugian fisik dan kerugian sosial.
Lecturers’ Practices in Using AI-Powered Tools to Support Academic Writing in EFL Classrooms Hadijah; Hariadi Syam; Nurdin Noni
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 13 No. 2 (2026): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v13i2.5786

Abstract

Artificial intelligence (AI) has increasingly influenced academic writing instruction in English as a Foreign Language (EFL) classrooms. This study aims to explore lecturers’ practices in using AI-powered tools to support academic writing, with attention to their pedagogical use, stages of integration, instructional roles, and perceived challenges. This study employed a qualitative design involving ten lecturers from two Indonesian universities. Data were collected through semi-structured interviews and document analysis and were analyzed using thematic analysis. The findings show that AI-powered tools, including Grammarly, QuillBot, and ChatGPT, are mainly used for grammar correction, paraphrasing, vocabulary improvement, and idea generation. The use of these tools is mostly directed toward the revision stage, while planning and drafting remain largely student-driven. Lecturers play an important role in controlling and guiding AI use to maintain students’ authorship and academic integrity. However, AI integration is still limited by lecturers’ digital competence, lack of institutional training, unclear guidelines, and concerns about student dependency on automated outputs. The study implies that responsible AI integration in EFL academic writing requires clear institutional guidelines, lecturer training, and ethical writing policies.
Sosialisasi Penegakan Hukum Dan Teknologi Kunci Utama Menuju Generasi  Emas 2045 Sahrul Ramadhan; Munir; Hadijah; Syamsuddin; Zuhrah; Taufik Firmanto
Jurnal Teras Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1: Januari (2025)
Publisher : PT. Teras Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya mewujudkan Generasi Emas 2045 membutuhkan sinergi antara penegakan hukum yang efektif dan penerapan teknologi yang inovatif. SMA Muhammadiyah Kota Bima sebagai institusi pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan memiliki keterampilan teknologi yang relevan. Artikel ini membahas pentingnya penegakan hukum yang tegas untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, integritas, dan tanggung jawab pada siswa, serta penerapan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global. Program pengabdian yang dilaksanakan melalui seminar ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya kedua aspek tersebut sebagai kunci menuju Generasi Emas 2045. Dalam seminar tersebut, peserta diberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban siswa dalam sistem pendidikan, serta cara penegakan hukum yang adil dan transparan melalui teknologi. Hasil seminar menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang hukum dan teknologi meningkat, serta kesadaran akan pentingnya kedua aspek tersebut dalam kehidupan mereka. Penegakan hukum yang kuat dan pemanfaatan teknologi yang inovatif diyakini akan menjadi fondasi untuk menciptakan masyarakat yang adil, inovatif, dan berdaya saing global, serta mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menghadapi masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan pada tahun 2045.  
Tanggung Jawab Perusahaan Penerbangan Terhadap Bagasi Penumpang Atas Terjadi Kehilangan Barang di Bagasi Pesawat Fajrin; Adnan; Hadijah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab perusahaan penerbangan terhadap kehilangan barang dalam bagasi penumpang serta bentuk perlindungan hukum yang diberikan kepada penumpang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan bahan hukum lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan penerbangan memiliki tanggung jawab hukum atas kehilangan bagasi tercatat yang berada dalam pengawasannya selama proses pengangkutan udara. Tanggung jawab tersebut didasarkan pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan serta Peraturan Menteri Perhubungan yang mengatur mengenai tanggung jawab pengangkut udara. Penumpang yang mengalami kerugian akibat kehilangan bagasi berhak memperoleh ganti rugi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti kesulitan pembuktian isi bagasi, keterbatasan nilai ganti rugi, dan kurangnya pemahaman penumpang mengenai prosedur pengajuan klaim. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan terhadap pengelolaan bagasi serta optimalisasi mekanisme penyelesaian klaim guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang lebih efektif bagi penumpang.
Praktik Pinjam Meminjam Uang Berbasis Kepercayaan di Masyarakat Tolowata Bima dalam Perspektif Asas Itikad Baik Julfikram; H. Ilyas; Hadijah
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8026

Abstract

Permasalahan yang sering muncul dalam praktik pinjam meminjam uang berbasis kepercayaan adalah tidak adanya perjanjian tertulis yang dapat memberikan kepastian hukum bagi para pihak. Masyarakat Tolowata Bima masih banyak melakukan transaksi pinjam meminjam secara lisan dengan mengandalkan hubungan kekerabatan, kedekatan sosial, dan rasa saling percaya. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pelanggaran terhadap hak dan kewajiban para pihak apabila asas itikad baik tidak dijalankan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pinjam meminjam uang berbasis kepercayaan di masyarakat Tolowata Bima serta mengkaji penerapan asas itikad baik dalam hubungan hukum yang terbentuk. Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pinjam meminjam uang di masyarakat Tolowata Bima dilakukan secara lisan tanpa jaminan dengan berlandaskan kepercayaan dan hubungan sosial yang kuat. Penerapan asas itikad baik terlihat dari adanya kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen para pihak dalam melaksanakan kewajibannya. Namun, masih ditemukan pelanggaran berupa keterlambatan pembayaran, penghindaran tanggung jawab oleh peminjam, serta praktik kalampa piti yang berpotensi merugikan pihak tertentu. Penyelesaian sengketa umumnya dilakukan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlangsungan praktik pinjam meminjam berbasis kepercayaan sangat bergantung pada penerapan asas itikad baik sebagai landasan utama hubungan hukum dalam masyarakat.