Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Penerapan Realistic Mathematics Education untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika di Sekolah Dasar Alivi Lutfil Karimah; Sudarmiatin Sudarmiatin; Edy Bambang Irawan
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 11: NOVEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.121 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i11.11781

Abstract

Abstract: This research was aimed to improve the problem-solving ability of mathematics in elementary school by applying Realistic Mathematics Education. This reserach uses action research design Geofrey E. Mills model  through identify an area focus, collect data, analyse and interprete data, develope an action plan. the research was held on grade IV SDN Blimbing 1 with 39 student. The reserach instrumen was used obsevation sheet of teacher activity and student activity, observation sheet of problem-solving abilities, problem-solving abilities test, interview sheets, and field notes. The research findings show that there is an increase of problem solving ability of 88% due to the addition of treatment as a result of reflection in cycle I.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika di Sekolah Dasar dengan menerapkan Realistic Mathematics Education. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas model Geofrey E. Mills melalui identify an area focus, collect data, analyse and interprete data, develope an action plan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Blimbing 1 yang berjumlah 39 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi kegiatan guru dan siswa, lembar observasi kemampuan pemecahan masalah, soal tes kemampuan pemecahan masalah, lembar wawancara, dan catatan lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah sebesar 88% karena penambahan treatment sebagai hasil refleksi pada siklus I.
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN PERMAINAN PANJAT PINANG Desty Triastuti; Sa’dun Akbar; Edy Bambang Irawan
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 2, No 10: Oktober 2017
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.86 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v2i10.10073

Abstract

Media is a very important component in the learning process. Media can be used as a toll for learning, that can be easy for the teachers to learn of the material, and at the same time can be facilitate the students to accepting and understanding of the material.  The purpose of this study is to produce the product that are specialized media to help the process of thematic learning. This media serves as a tool for stimulate memory recall and reinforce the material in students of fifth grade in elementary school. The media called board games panjat pinang has been validated on the the content and design, next then tried out on one to one evaluation, 6 students on small group evaluation and 23 students on field trial. The results of the tryouts indicating the level of feasibility of teaching materials is very high. The average validity is 90,025, attractiveness 91,80, effectiveness of 92,75, and practicality 92,18, so that media announced eligible and effective for use in thematic learning especially for matter circulatory systems human and animal. Media memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Media dapat dijadikan sebagai alat bantu belajar yang dapat memudahkan guru dalam penyampain materi sekaligus memudahkan siswa dalam menerima dan memahami materi.  Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk media papan permainan panjat pinang untuk pembelajaran tematik. Media ini berfungsi sebagai alat bantu menstimulasi daya ingat dan penguatan materi bagi siswa kelas V SD. Media divalidasi pada aspek isi dan desain, diujicobakan kepada satu orang siswa pada uji coba perorangan, enam siswa pada uji coba kelompok kecil dan 23 siswa pada uji coba lapangan. Hasil uji coba menunjukkan tingkat kevalidan sangat tinggi. Rata-rata kevalidan 87,7, kepraktisan 90,55, kemenarikan 92,22, dan keefektifan 91,0. Berdasarkan skor perolehan tersebur, media dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan di dalam pembelajaran tematik,  khususnya materi sistem peredaran darah manusia dan hewan.
Design Contextual Teaching and Learning Approach On Geometry Learning Module Dyah Tri Wahyuningtyas; Nury Yuniasih; Edy Bambang Irawan; Susiswo Susiswo
Pancaran Pendidikan Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education The University of Jember Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.698 KB) | DOI: 10.25037/pancaran.v6i4.103

Abstract

Mathematical learning with contextual approach provides an opportunity for students to actively construct mathematical knowledge. In solving a problem which is start from the problems that can be imagined by students and giving them a freedom to find their own strategies to solve it. By posing a contextual problem, students in a stage can master the mathematic concept. The purpose of this research is to develop the design of Contextual Teaching and Learning approach on geometry learning module. This type of research is development research. The phases development of the model and learning tools are carried out in three steps, which are: (1) preliminary research, (2) prototyping phase. The result of design this prototype phase are: (1) design of the geometry learning module, (2) design tools of learning and (3) design of research instrument. The module component consists of: (1) module description, which consists of core competencies and basic competencies to be achieved; (2) the instruction for using the module, that consist of introduction, initial ability checks, activity sheets, conclusion, worksheet, assessment column, and answer key.
Visuoalphanumeric Representations In Pattern Generalization Khomsatun Ni'mah; Purwanto Purwanto; Edy Bambang Irawan; Erry Hidayanto
Pancaran Pendidikan Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education The University of Jember Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25037/pancaran.v6i4.119

Abstract

This study aims to describe how generalization process to 192 children in middle school at grade 7 in solving problems of patterns. Processing of the data in this study uses qualitative data analysis techniques. The analyzed data is the data obtained through direct observation technique, documentation, and interviews. This study based on research studies Rivera (2011) which resulted in a five – representations in pattern generalization, namely: verbal, visual, numeric, verbal alphanumeric, and visuoalpanumeric. Visuoalphanumeric representation can be interpreted that the ability of students in determining the general formula of n th pattern symbolically (algebraically) by manipulating the image (visually). Based on the analysis of the data in this study found there are a unique phenomenon that appeared namely visuoalphanumeric representation in pattern generalization process that is the childrens able to related rule of pattern on conjecturing process to another context of patterns problem through two ways, which are visually and symbolically.
Junior High School Creativity in Solving Geometry Problems Irma Widya Lisa; Hery Susanto; Abadyo Abadyo; Edy Bambang Irawan
Pancaran Pendidikan Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : The Faculty of Teacher Training and Education The University of Jember Jember, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.946 KB) | DOI: 10.25037/pancaran.v7i3.194

Abstract

This research aims to describe creativity students in solving geometry problems in Junior High School. This research is explorative-qualitative. The research subjects are 3 students of the grade VIII of Junior High School who has high, moderate and low ability. The subjects were chosen by purposive sampling. This research result show that students who has high, moderate, and low ability tend to be fluent in problem-solving but are not flexible and lack of novelty in solving geometry problems. 
Analisis kesalahan siswa SMA kelas XI dalam menyelesaikan soal persamaan trigonometri Lailatul Badriyah; Edy Bambang Irawan
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 10 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.175 KB) | DOI: 10.17977/um067v1i10p807-816

Abstract

Hasil observasi membuktikan bahwa banyak siswa kelas XI di SMAN 1 Gondanglegi mengalami kesulitan saat belajar persamaan trigonometri. Kesulitan siswa belajar akan menyebabkan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa SMA kelas XI dalam menyelesaikan soal persamaan trigonometri menggunakan analisis kesalahan Watson. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) siswa tidak mengenal beberapa simbol matematika dalam persamaan trigonometri dengan baik, 2) siswa tidak dapat menyebutkan apa yang ditanyakan pada soal dengan tepat, 3) siswa tidak mengerti maksud simbol-simbol yang ada pada materi persamaan trigonometri, 4) siswa tidak dapat memilih rumus penyelesaian persamaan trigonometri dengan tepat kerena tidak ingat, 5) siswa dengan kemampuan rendah menuliskan proses penyelesaian yang tidak sesuai dengan penyelesaian persamaan trigonometri, 6) siswa tidak melanjutkan langkah menyelesaikan persamaan trigonometri yang diberikan dengan lengkap, 7) siswa sudah menggunakan operasi yang tepat tetapi tidak dapat menyelesaikan operasi dengan akurat, 8) siswa menuliskan jawaban akhir yang tidak sesuai dengan jawaban yang benar atau menuliskan jawaban akhir yang tidak lengkap, 9) siswa memberikan jawaban yang salah dalam tes keseluruhan kelas tapi memberikan jawaban yang benar pada saat wawancara.
Analisis Kesalahan Koneksi Matematis Siswa pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Rismawati, Melida; Irawan, Edy Bambang; Susanto, Hery
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koneksi matematis merupakan bagian penting yang harus mendapat penekanan di setiap jenjang pendidikan. Semakin banyak siswa dapat membuat koneksi matematika, maka pembelajaran akan bermakna dan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam membuat koneksi matematis pada materi sistem persamaan linier dua variabel. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah 12 siswa SMA Negeri 2 Batu. Pengumpulan data dilakukan dengan menggabungkan dua kegiatan utama yaitu pengerjaan tes kemampuan koneksi matematis dan wawancara. Tes untuk mengetahui kesalahan koneksi matematis siswa menggunakan materi sistem persamaan linier dua variabel. Hasil tes dianalisis menggunakan indikator koneksi matematis yaitu: (1) mengenal dan menggunakan hubungan diantara ide-ide matematis, (2) memahami bagaimana ide matematis saling berhubungan dan membangun satu sama lain untuk menghasilkan keseluruhan yang koheren. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang dapat menjawab soal dengan benar. Hal tersebut disebabkan karena siswa belum dapat menghubungkan satu konsep dengan konsep lain yang sudah dipelajari untuk menyelesaikan soal SPLDV, siswa belum dapat mengenali ide- ide matematis, siswa belum dapat menggunakan ide-ide matematis untuk menyelesaikan soal SPLDV, dan siswa belum dapat melihat bahwa SPLDV dapat dimodelkan kedalam berbagai macam model soal yang berbeda.
Comparing model-building process: A model prospective teachers used in interpreting students’ mathematical thinking Sapti, Mujiyem; Purwanto; Irawan, Edy Bambang; As’ari, Abdur Rahman; Sa’dijah, Cholis; Susiswo; Wijaya, Ariyadi
Journal on Mathematics Education Vol. 10 No. 2 (2019): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematical thinking is an important aspect of mathematics education and, therefore, also needs to be understood by prospective teachers. Prospective teachers should have the ability to analyze and interpret students’ mathematical thinking. Comparing model is one of the interpretation models from Wilson, Lee, and Hollebrands. This article will describe the prospective teacher used the model of the building process in interpretation students' mathematical thinking. Subjects selected by considering them in following the students’ strategies in solving the Building Construction Problem. Comparing model is a model of interpretation in which a person interprets student thinking based on student work. There are two types comparing model building process prospective teacher use in interpreting students’ mathematical thinking ie. comparing work and comparing knowledge. In comparing works, prospective teachers use an external representation rubric. This is used to analyze student activities in order to provide an interpretation that is comparing the work of students with their own work. In comparing knowledge, prospective teachers use internal representation rubrics to provide interpretation by comparing the students' work with their knowledge or thought.
PELEVELAN PENALARAN SISWA KELAS 11 SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI BARISAN DAN DERET Putra, Firnanda Pradana; Irawan, Edy Bambang; Salahuddin, Muhammad
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 2, No 02 (2021): Oktober 2021
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.711 KB) | DOI: 10.56842/dikmat.v2i02.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melevelkan penalaran siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan taksonomi SOLO yang terdiri dari level prastruktural, unistruktural, multistruktural, relasional, dan extended abstract sesuai kondisi sebenarnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, yakni siswa I dalam memecahkan masalah barisan dan deret untuk butir soal nomor 1, 2, dan 3 berturut-turut dapat dikategorikan pada level unistruktural, unistruktural, dan prastruktural. Siswa II dalam memecahkan masalah barisan dan deret untuk butir soal nomor 1, 2, dan 3 berturut-turut dapat dikategorikan pada level prastruktural, unistruktural, dan unistruktural, serta siswa III dalam memecahkan masalah barisan dan deret untuk butir soal nomor 1, 2, dan 3 berturut-turut dapat dikategorikan pada level unistruktural, prastruktural, dan prastruktural.