Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis kesalahan siswa SMA kelas XI dalam menyelesaikan soal persamaan trigonometri Lailatul Badriyah; Edy Bambang Irawan
Jurnal MIPA dan Pembelajarannya (JMIPAP) Vol. 1 No. 10 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.175 KB) | DOI: 10.17977/um067v1i10p807-816

Abstract

Hasil observasi membuktikan bahwa banyak siswa kelas XI di SMAN 1 Gondanglegi mengalami kesulitan saat belajar persamaan trigonometri. Kesulitan siswa belajar akan menyebabkan kesalahan dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan yang dilakukan siswa SMA kelas XI dalam menyelesaikan soal persamaan trigonometri menggunakan analisis kesalahan Watson. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) siswa tidak mengenal beberapa simbol matematika dalam persamaan trigonometri dengan baik, 2) siswa tidak dapat menyebutkan apa yang ditanyakan pada soal dengan tepat, 3) siswa tidak mengerti maksud simbol-simbol yang ada pada materi persamaan trigonometri, 4) siswa tidak dapat memilih rumus penyelesaian persamaan trigonometri dengan tepat kerena tidak ingat, 5) siswa dengan kemampuan rendah menuliskan proses penyelesaian yang tidak sesuai dengan penyelesaian persamaan trigonometri, 6) siswa tidak melanjutkan langkah menyelesaikan persamaan trigonometri yang diberikan dengan lengkap, 7) siswa sudah menggunakan operasi yang tepat tetapi tidak dapat menyelesaikan operasi dengan akurat, 8) siswa menuliskan jawaban akhir yang tidak sesuai dengan jawaban yang benar atau menuliskan jawaban akhir yang tidak lengkap, 9) siswa memberikan jawaban yang salah dalam tes keseluruhan kelas tapi memberikan jawaban yang benar pada saat wawancara.
Analisis Kesalahan Koneksi Matematis Siswa pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel Rismawati, Melida; Irawan, Edy Bambang; Susanto, Hery
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koneksi matematis merupakan bagian penting yang harus mendapat penekanan di setiap jenjang pendidikan. Semakin banyak siswa dapat membuat koneksi matematika, maka pembelajaran akan bermakna dan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam membuat koneksi matematis pada materi sistem persamaan linier dua variabel. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek penelitian adalah 12 siswa SMA Negeri 2 Batu. Pengumpulan data dilakukan dengan menggabungkan dua kegiatan utama yaitu pengerjaan tes kemampuan koneksi matematis dan wawancara. Tes untuk mengetahui kesalahan koneksi matematis siswa menggunakan materi sistem persamaan linier dua variabel. Hasil tes dianalisis menggunakan indikator koneksi matematis yaitu: (1) mengenal dan menggunakan hubungan diantara ide-ide matematis, (2) memahami bagaimana ide matematis saling berhubungan dan membangun satu sama lain untuk menghasilkan keseluruhan yang koheren. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang dapat menjawab soal dengan benar. Hal tersebut disebabkan karena siswa belum dapat menghubungkan satu konsep dengan konsep lain yang sudah dipelajari untuk menyelesaikan soal SPLDV, siswa belum dapat mengenali ide- ide matematis, siswa belum dapat menggunakan ide-ide matematis untuk menyelesaikan soal SPLDV, dan siswa belum dapat melihat bahwa SPLDV dapat dimodelkan kedalam berbagai macam model soal yang berbeda.
Comparing model-building process: A model prospective teachers used in interpreting students’ mathematical thinking Sapti, Mujiyem; Purwanto; Irawan, Edy Bambang; As’ari, Abdur Rahman; Sa’dijah, Cholis; Susiswo; Wijaya, Ariyadi
Journal on Mathematics Education Vol. 10 No. 2 (2019): Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematical thinking is an important aspect of mathematics education and, therefore, also needs to be understood by prospective teachers. Prospective teachers should have the ability to analyze and interpret students’ mathematical thinking. Comparing model is one of the interpretation models from Wilson, Lee, and Hollebrands. This article will describe the prospective teacher used the model of the building process in interpretation students' mathematical thinking. Subjects selected by considering them in following the students’ strategies in solving the Building Construction Problem. Comparing model is a model of interpretation in which a person interprets student thinking based on student work. There are two types comparing model building process prospective teacher use in interpreting students’ mathematical thinking ie. comparing work and comparing knowledge. In comparing works, prospective teachers use an external representation rubric. This is used to analyze student activities in order to provide an interpretation that is comparing the work of students with their own work. In comparing knowledge, prospective teachers use internal representation rubrics to provide interpretation by comparing the students' work with their knowledge or thought.
PELEVELAN PENALARAN SISWA KELAS 11 SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI BARISAN DAN DERET Putra, Firnanda Pradana; Irawan, Edy Bambang; Salahuddin, Muhammad
Dikmat: Pendidikan Matematika Vol 2, No 02 (2021): Oktober 2021
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.711 KB) | DOI: 10.56842/dikmat.v2i02.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melevelkan penalaran siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan taksonomi SOLO yang terdiri dari level prastruktural, unistruktural, multistruktural, relasional, dan extended abstract sesuai kondisi sebenarnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, yakni siswa I dalam memecahkan masalah barisan dan deret untuk butir soal nomor 1, 2, dan 3 berturut-turut dapat dikategorikan pada level unistruktural, unistruktural, dan prastruktural. Siswa II dalam memecahkan masalah barisan dan deret untuk butir soal nomor 1, 2, dan 3 berturut-turut dapat dikategorikan pada level prastruktural, unistruktural, dan unistruktural, serta siswa III dalam memecahkan masalah barisan dan deret untuk butir soal nomor 1, 2, dan 3 berturut-turut dapat dikategorikan pada level unistruktural, prastruktural, dan prastruktural.
Desain Modul Pembelajaran Geometri dengan Pendekatan Contekstual Teaching And Learning untuk Siswa Sekolah Dasar Dyah Tri Wahyuningtyas; Nury Yuniasih; Edy Bambang Irawan; Susiswo
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 27 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v27i12018p30-38

Abstract

Abstract: The research aimed to develop module of geometry learning with CTL approach in grade 4 and 5 primary school. The geometry learning module consists of two-dimensional figure and three-dimensional shape material. The development model used is divided into three phases as initial investigation, prototype, and assessment. The research instruments used validation sheets and questionnaires. The results showed that the product has reached valid criteria with score 3,65 (high criterion). Based on the validation result, the learning module of geometry with CTL approach for grade 4 and 5 primary school is declared valid and can be applied. Abstrak: Penelitian bertujuan mengembangkan modul pembelajaran geometri dengan pendekatan CTL di kelas IV dan V SD. Modul pembelajaran geometri terdiri dari materi bangun datar dan bangun ruang. Model pengembangan yang digunakan terbagi menjadi tiga fase yaitu investigasi awal, prototipe, dan asesmen. Instrumen penelitian yang digunakan lembar validasi dan angket respon ahli dan praktisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk modul pembelajaran geometri dengan pendekatan CTL telah memenuhi kriteria valid dengan ketercapaian validasi modul 3,65 (kriteria tinggi). Berdasarkan hasil validasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran geometri dengan pendekatan CTL untuk kelas IV dan V SD dinyatakan valid sehingga dapat diterapkan di SD.