Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Antara Perilaku Cara Membersihkan Daerah Urogenitalia Wanita Setelah Berkemih Dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih Pada Mahasiswi Angkatan 2021 di Salah Satu Universitas di Surabaya: Relationship Between Cleaning Behavior Urogenital Area After Urination With Events Urinary Tract Infections in Female Students Class of 2021 at a University in Surabaya Satriadewi, Ni Komang Aswindari Satriadewi; Ishartadiati, Kartika; Sudibya, Akhmad; Widyaningsih, Indah
Calvaria Medical Journal Vol 3 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : Institute for Research and Community Services (LPPM) of University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/cmj.v3i1.204

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan epidemiologi, Infeksi Saluran Kemih merupakan infeksi paling sering terjadi pada wanita. Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah penyakit yang disebabkan karena ada mikroorganisme yang berkembang biak di saluran kemih. Tujuan: untuk mengetahui hubungan perilaku higienitas genetalia dan kejadian infeksi saluran kemih pada mahasiswa di surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik komparatif dengan menggunakan metode analisis data yaitu uji Chi-square. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data penelitian menggunakan bantuan SPSS. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 69 responden yang menerapkan cara pembersihan daeraj urogenitalia dengan benar dan terinfeksi saluran kemih adalah sebanyak 36 mahasiswi (58%) sedangkan responden yang membersihkan daerah urogenitalia dengan benar tetapi tidak terinfeksi saluran kemih sebanyak 26 orang (41,93%). Kondisi responden yang penerapan cara pembersihan daerah urogenitalia yang salah dan terinfeksi saluran kemih sebanyak 3 orang (42,85%). Dan responden yang penerapan cara pembersihan daerah urogenitalia salah tetapi tidak terinfeksi saluran kemih sebesar 4 orang (57,14%). Penelitian ini menggunakan uji Chi-square dengan uji alternatif yaitu uji Fisher. Karena nilai p- value α ≥ 0,05. Kesimpulan: Dari hasil data yang didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara perilaku cara membersihkan daerah urogenitalia wanita dengan kejadian Infeksi Saluran Kemih pada mahasiswi angkatan 2021 di salah satu Universitas di Surabaya.
EDUKASI PADA IBU PKK MENGENAL, MENCEGAH DAN MENGOBATI INFEKSI CACING KREMI PADA ANAK DI PUTAT JAYA SURABAYA Tjandra, Lusiani; Ishartadiati, Kartika; Wulandari, Atik Sri; Purbowati , Rini; Masfufatun; Indahsari, Noer Kumala
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Cacingan adalah penyakit menular yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena menyebar di banyak daerah serta dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktivitas. Cacingan adalah penyakit yang berkaitan dengan lingkungan, sehingga perhatian terhadap kebersihan lingkungan harus ditingkatkan. Sebenarnya, infeksi cacing di perut dapat berkurang atau bahkan dihilangkan jika diterapkan pola hidup bersih dan sehat, perlu strategi pemberdayaan masyarakat, dan kemitraan, yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala cacingan serta cara penularan dan Pencegahannya serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat guna memelihara kesehatan. Tujuan Untuk meningkatkan pengetahuan tentang mengenai cara penularan, gejala. cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi pada Ibu-ibu PKK di Kelurahan Putat Jaya Surabaya. Metode: edukasi dengan penyuluhan dan demontrasi diutamakan bagi para ibu ibu PKK melalui kader kesehatan yang aktif di masyarakat. Melalui metode ini diharapkan masyarakat, terutama para ibu ibu pkk, dapat lebih aktif dalam mencari informasi mengenai cara penularan, gejala. cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi serta mengetahui efek samping dan aturan minum obat cacing. Hasil: didapatkan nilai rata-rata pretest 5.83 dan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 8.20, setelah data di uji T-Test didapatkan p hitung = 0.000, yang berarti ada perbedaan hasil test sebelum dan sesudah edukasi. Kesimpulan: sesudah edukasi terdapat peningkatkan pengetahuan yang signifikan tentang mengenai cara penularan, gejala, cara pencegahan dan pengobatan cacing kremi pada Ibu ibu PKK di Kelurahan Putat Jaya Surabaya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Wali Murid dengan Kejadian Infeksi Cacing Kremi pada Siswa Kelas II Sekolah Dasar di Jawa Timur Pratiwi, Indah; Ishartadiati, Kartika; Sudibya, Akhmad
Journal of Golden Generation Health Vol. 2 No. 1 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Health
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggh.v2i1.538

Abstract

Enterobius vermicularis atau cacing kremi merupakan nematoda usus yang sering menginfeksi anak usia sekolah dasar dan ditularkan melalui jalur fekaloral akibat tertelannya telur infektif dari lingkungan yang terkontaminasi. Pengetahuan wali murid berperan penting dalam pencegahan infeksi ini melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan wali murid kelas 2 salah satu SD di Jawa Timur dengan kejadian infeksi cacing kremi pada anak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional dilakukan pada Juni–Juli 2025 terhadap 39 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebanyak 25 responden (64,1%) memiliki tingkat pengetahuan baik dan 14 responden (35,9%) memiliki pengetahuan kurang baik. Sebanyak 7 anak (17,9%) terindikasi mengalami gejala infeksi cacing kremi dan 32 anak (82,1%) tidak menunjukkan gejala. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,005 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan wali murid dengan kejadian infeksi cacing kremi pada anak kelas 2 salah satu SD di Jawa Timur.