Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PELATIHAN TIM PELACAK DAN KADER PEMANTAU DETEKTIF COVID-19 (DITEKSI AKTIF CORONA VIRUS DISEASE) DI DESA MARGAMUKTI, SUMEDANG Heri Ridwan; Iis Aisyah; Ayu Prameswari Kusuma Astuti; Siti Lika Latifah
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i3.7492

Abstract

Covid-19 terus mengalami mutasi dan menghasilkan varian-varian baru, termasuk BF.7 dan XBB.1.5, yang merupakan subvarian dari Omicron. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi varian XBB 1.5 sebagai yang paling menular. Oleh karena itu, diperlukan kontribusi dari anggota kader kesehatan untuk membantu dalam pemantauan dan deteksi awal individu yang dicurigai terinfeksi virus Covid-19. Kader kesehatan masyarakat adalah individu yang dipilih oleh masyarakat dan dilatih untuk menangani berbagai masalah kesehatan, baik pada tingkat individu maupun masyarakat, serta bekerja dekat dengan fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menciptakan kader kesehatan yang memiliki peran sebagai detektif aktif Covid-19. Metode yang telah digunakan yaitu melalui pendidikan, pelatihan, diskusi, dan penilaian terkait dengan deteksi aktif Covid-19 bagi anggota kader. Hasil dari program ini adalah telah terbentuknya 18 kader detektif yang mampu melacak dan memonitor individu yang dicurigai terinfeksi Covid-19 di desa Margamukti. Rencana tindak lanjut kedepannya, tim Program Kesehatan Masyarakat (PkM) akan bekerjasama dengan pemerintahan desa-desa lain yang berada di wilayah kerja Puskesmas yang sama untuk menyelenggarakan pelatihan yang serupa kepada para kader kesehatan. Ini merupakan upaya kolaboratif dan partisipatif dalam meningkatkan kualifikasi para kader untuk kepentingan kesehatan masyarakat.
SELF-EFFICACY PERAWAT INTENSIVE CARE DALAM MELAKUKAN PENILAIAN NYERI PADA PASIEN PENURUNAN KESADARAN Indah Dwi Andhini; Popon Haryeti; Ayu Prameswari Kusuma Astuti
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran merupakan komponen penting dalam asuhan keperawatan intensif, dan self-efficacy perawat berperan dalam menentukan keyakinan serta konsistensi mereka dalam melakukan penilaian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat self-efficacy perawat intensive care dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran. Tujuan: Mengetahui gambaran tingkat self-efficacy perawat intensive care dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran. Metode: Deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 68 perawat yang bekerja di ruang intensive care. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi general self-efficacy scale yang terdiri dari 16 pernyataan yang menilai tingkat keyakinan perawat dalam menghadapi tugas penilaian nyeri. Hasil: Mayoritas perawat berada pada kategori self-efficacy sedang (mean 47,53), baik pada skor total maupun seluruh dimensi. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa perawat memiliki keyakinan diri yang cukup baik dalam melakukan penilaian nyeri pada pasien dengan penurunan kesadaran, namun tetap memerlukan penguatan melalui pelatihan serta pembinaan berkelanjutan agar akurasi dan konsistensi praktik penilaian nyeri dapat meningkat secara optimal.
Hubungan antara Motivasi Pribadi dengan Perilaku Konsumsi Junk Food Sehari-hari pada Mahasiswa Keperawatan Syahrul Ramadhan; Dedah Ningrum; Ayu Prameswari Kusuma Astuti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.861

Abstract

Perilaku konsumsi junk food pada mahasiswa kerap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk motivasi pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi pribadi dengan perilaku konsumsi junk food pada mahasiswa Keperawatan UPI Kampus Sumedang. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan jumlah sampel 236 mahasiswa yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner motivasi pribadi berbasis I-PEMS yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya dengan hasil nilai p-value <0,05 dan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,902 serta kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire)  yang merupakan kuesioner baku. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki motivasi pribadi tinggi (58,9%), namun perilaku konsumsi junk food masih didominasi kategori buruk (65,7%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi pribadi dan perilaku konsumsi junk food (r = 0,184; p = 0,004), meskipun kekuatan hubungan sangat lemah. Temuan ini mengindikasikan bahwa motivasi pribadi hanya berperan kecil dalam membentuk perilaku konsumsi, dan faktor eksternal seperti lingkungan, aksesibilitas makanan, serta pengaruh sosial memiliki kontribusi lebih besar.
Hubungan Self-efficacy dengan Performance Anxiety Mahasiswa Keperawatan saat OSCE Rizal Shofhan Hadi; Dedah Ningrum; Ayu Prameswari Kusuma Astuti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.1007

Abstract

Mahasiswa keperawatan sering mengalami kecemasan performa saat menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE), yang menuntut ketepatan prosedur, konsentrasi tinggi, dan kesiapan mental. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menunjukkan kompetensi klinik secara optimal. Self-efficacy dipandang sebagai faktor penting karena membentuk keyakinan diri mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik maupun praktik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self-efficacy dan performance anxiety pada mahasiswa Keperawatan Program Profesi Ners Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif korelasional dengan rancangan cross-sectional. Sampel terdiri dari 54 mahasiswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Westside Test Anxiety Scale (WTAS), yang telah terbukti valid dan reliabel. GSES versi Bahasa Indonesia menunjukkan KMO 0.94, faktor loading 0.75-0.81, serta Cronbach’s Alpha 0.76-0.80. WTAS menunjukkan korelasi item signifikan (r = 0.526-0.746; p < 0.05) dengan Cronbach’s Alpha 0.836. Analisis data dilakukan dengan uji Spearman untuk menilai kekuatan dan arah hubungan variabel. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki self-efficacy tinggi (55.56%), sementara tingkat kecemasan performa didominasi kategori sedang hingga tinggi (51.85%). Uji korelasi menghasilkan nilai r = -0.412 dengan p = 0.002, menandakan hubungan negatif signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, semakin rendah performance anxiety saat menghadapi OSCE.  
Hubungan antara Turnover Intention dengan Motivasi Kerja Perawat di Ruang Intensive Care RS X Reggyna Alfiani; Popon Haryeti; Ayu Prameswari Kusuma Astuti
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.395

Abstract

Background: Turnover intention is the desire to leave one’s job due to high workload, stress, and low job satisfaction, which poses a risk of reducing experienced human resources and lowering work motivation. Low motivation can affect the quality of service. Objective: This study aims to determine the relationship between turnover intention and work motivation among nurses in the intensive care unit of RS X. Methods: This research uses a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample was obtained using a total sampling technique, consisting of all nurses working in the ICU, NICU, and HCCU of RS X, totaling 60 respondents. The instruments used were the turnover intention questionnaire and the work motivation questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate methods with the Spearman correlation test. Results: The results showed a weak but statistically significant negative relationship between turnover intention and work motivation among nurses (r = -0,327; p = 0,011). This indicates that the higher the nurses' turnover intention, the lower their work motivation tends to be. Conclusion: There is a significant relationship between turnover intention and nurses’ work motivation.
The Pengaruh Passive Range of Motion Terhadap Perubahan Tanda Vital Pasien Penurunan Kesadaran di Intensive Care Unit Sayyidah Rihhadatul 'Aisy; Popon Haryeti; Ayu Prameswari Kusuma Astuti
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.421

Abstract

Latar Belakang: Pasien yang menjalani perawatan di intensive care unit dan mengalami penurunan kesadaran akan mengakibatkan gangguan pada pemenuhan kebutuhan dasar yang tidak mampu dipenuhi secara mandiri dan salah satunya adalah kebutuhan mobilitas fisik. Dampak dari pemenuhan kebutuhan yang terganggu ini bisa meningkatkan risiko gangguan lain seperti pada aliran darah atau luka tekan. Passive Range of Motion (PROM) merupakan intervensi keperawatan yang bisa menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan mobilitas fisik pasien penurunan kesadaran. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh pemberian intervensi PROM terhadap perubahan tanda vital pasien penurunan kesadaran di ICU. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-test post-test pada 23 sampel yang mengalami penurunan kesadaran dan memiliki hemodinamik stabil. Instrumen yang digunakan adalah lembar checklist PROM dan observasi tanda vital. Penelitian dilakukan dengan cara mengukur tanda vital pasien sebelum diberi PROM dan kembali mengukur tanda vital pasien setelah intervensi selesai lalu membandingkan hasil keduanya. Hasil: Data dianalisis secara statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank-test karena tidak normalnya distribusi data tanda vital. Hasil analisis statistik pre-test dan post-test menghasilkan p-value sebesar 0,014 (p<0,05) dengan kekuatan pengaruh sebesar -0,873. Kesimpulan: Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberian PROM terhadap perubahan tanda vital pasien penurunan kesadaran di ICU. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan untuk menjadikan PROM sebagai intervensi keperawatan rutin pada pasien penurunan kesadaran di ruang ICU.
Hubungan Dukungan Sosial dengan Burnout pada Perawat Intensive Care Di RSUD X Aulya Nur Azis; Popon Haryeti; Ayu Prameswari Kusuma Astuti
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.423

Abstract

Latar Belakang: Perawat yang bekerja di unit Intensive Care memiliki tuntutan kerja tinggi dan tekanan emosional yang berkelanjutan, sehingga rentan mengalami burnout. Dukungan sosial sendiri diyakini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan psikologis perawat, karena dapat memberikan rasa aman, dihargai, serta meningkatkan motivasi sehingga mampu mengurangi dampak stres kerja yang berlebihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan burnout pada perawat Intensive Care di RSUD X. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 60 perawat yang bekerja di ruang ICU, NICU, dan HCCU, dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Maslach Burnout Inventory-Human Services Survey (MBI-HSS) untuk mengukur tingkat burnout yang telah dialih bahasa oleh peneliti sebelumnya. Hasil: Hasil uji Spearman’s Rank Correlation memperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) dan nilai korelasi Spearman ρ (rho) = –0,767, menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara dukungan sosial dan burnout. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima perawat, semakin rendah tingkat burnout yang dialami. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan burnout pada perawat Intensive Care.
Optimalisasi Pelaksanaan Skrining, Preventif dan Promotif Penyakit Hipertensi di Desa Cibeureum Kulon Heri Ridwan; Ayu Prameswari Kusuma Astuti; Ria Inriyana; Amanda Puspanditaning Sejati; Siti Lika Latifah
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Panrita Abdi - April 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i2.46427

Abstract

Hypertension is one of the most prevalent non-communicable diseases, contributing significantly to high morbidity and mortality rates worldwide, including in Indonesia. This chronic condition cannot be fully cured but can be controlled through early detection and appropriate management to reduce the risk of serious complications. Common complications include stroke, heart failure, chronic kidney disease, and other vascular disorders, all of which can greatly diminish patients’ quality of life. In light of this, the purpose of this community service activity was to promote prevention through early detection and to minimize the impact of hypertension-related complications among residents of Cibeureum Kulon Village. The program employed methods that focused on optimizing early detection through blood pressure screening, alongside preventive and promotive measures in the form of health education. Conducted on August 19, 2024, the activity involved 40 participants, consisting of community health volunteers (posyandu cadres) and residents who had been medically diagnosed with hypertension. Educational materials were delivered by healthcare experts in simple and accessible language to facilitate understanding. In addition, demonstrations and redemonstrations were carried out, providing practical guidance on the use of digital sphygmomanometers, enabling participants to conduct self-monitoring as an initial step in detecting complications before seeking medical care. Based on findings from the satisfaction questionnaire concluded that participants were highly satisfied with the facilitators, speakers, timing, methods, and media applied. They also emphasized that the activity was beneficial, enhanced their knowledge, and encouraged self-reliance in preventing hypertension complications. Keywords: Hypertension, preventive, promotive, screening.   Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab tingginya angka morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini bersifat kronis dan tidak dapat disembuhkan secara tuntas, namun dapat dikendalikan dengan deteksi dini dan pengelolaan yang tepat agar tidak menimbulkan komplikasi serius. Beberapa komplikasi yang umum terjadi antara lain stroke, gagal jantung, penyakit ginjal kronis, serta gangguan pembuluh darah lainnya yang berisiko menurunkan kualitas hidup penderita. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan upaya pencegahan melalui deteksi dini serta meminimalkan dampak komplikasi hipertensi pada masyarakat Desa Cibeureum Kulon. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi optimalisasi deteksi dini melalui skrining tekanan darah, serta tindakan preventif dan promotif berupa pendidikan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Agustus 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang, yang terdiri dari kader posyandu serta masyarakat yang secara medis telah didiagnosis menderita hipertensi. Materi edukasi disampaikan langsung oleh para ahli di bidang kesehatan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Selain itu, dilakukan demonstrasi dan redemonstrasi dengan panduan praktis mengenai cara penggunaan sphygmomanometer digital, sehingga peserta dapat melakukan pemeriksaan mandiri sebagai langkah awal deteksi komplikasi sebelum ditangani tenaga kesehatan. Berdasarkan hasil kuesioner kepuasan dapat disumpulkan bahwa mayoritas peserta menyatakan sangat puas terhadap narasumber, fasilitator, waktu pelaksanaan, metode pembelajaran, serta media yang digunakan. Mereka juga menilai bahwa kegiatan ini memberikan manfaat nyata, meningkatkan pengetahuan, serta mendorong kemandirian dalam pencegahan komplikasi hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, preventif, promotif, skrining