Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Edukasi Relaksasi Benson terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Luluk Cahyanti; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Vera Fitriana; Hirza Ainin Nur; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.601

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan berkesinambungan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien DM adalah stres psikologis. Stres dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan sekresi hormon kortisol, yang berdampak pada peningkatan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mampu membantu pasien dalam mengelola stres secara efektif. Relaksasi Benson merupakan salah satu intervensi keperawatan komplementer yang bertujuan menurunkan respon stres dan meningkatkan respon relaksasi tubuh melalui pengaturan pernapasan dan pemusatan perhatian.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien Diabetes Mellitus dalam melakukan relaksasi Benson melalui metode edukasi kesehatan, serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah setelah intervensi diberikan. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Ngembal Kulon dengan pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi, dan pendampingan praktik relaksasi Benson. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan setelah penerapan relaksasi Benson serta penilaian pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen stres serta kecenderungan penurunan kadar glukosa darah setelah relaksasi Benson dilakukan secara mandiri. Edukasi relaksasi Benson dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam pengelolaan Diabetes Mellitus di pelayanan kesehatan primer.Kata kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi Kesehatan, Relaksasi Benson
Edukasi Penerapan Meditasi untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja Hirza Ainin Nur; Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Jamaludin Jamaludin; Icca Narayani Pramudaningsih; Luluk Cahyanti; Vera Fitriana; Alvi Ratna Yuliana
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.602

Abstract

Kesehatan mental merupakan kondisi kesejahteraan psikis individu dalam menghadapi persoalan hidup dengan mengetahui kemampuan diri, dapat melaksanakan kegiatan dengan efektif, dan memberikan dampak yang baik pada masyarakat. Tanda dan gejala kesehatan mental yang terganggu meliputi stres, cemas, gelisah, susah tidur, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan minta dalam hal apapun. Remaja yang mengalami gangguan mental dapat berakibat pada tindakan yang negatif seperti penyalahgunaan obat, minuman keras, kejadian kriminalitas, bahkan bunuh diri. Penatalaksanaan non farmakologis untuk meningkatkan kesehatan mental dapat dilakukan dengan meditasi. Banyak penelitian menyebutkan meditasi dapat mengatasi gangguan psikologis seperti cemas, stres, depresi, serta masalah tidur. Meditasi merupakan tindakan melatih pikiran dengan fokus dan kesadaran diri. Tindakan ini biasanya melibatkan teknik relaksasi pernafasan dan konsentrai pada pikiran. Kegiatan pengabdian kepada masyaraka ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja dalam melakukan meditasi untuk meningkatkan kesehatan mental melalui edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 1 hari di SMA N 2 Bae Kudus. Pelaksanaan kegiatan ini dengan pemberian edukasi kesehatan, simulasi meditasi, dan pendampingan pelaksanaan meditasi pada remaja. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan pada remaja terkait edukasi yang diberikan, serta ketepatan remaja saat melaksanakan praktik meditasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan mental dan meditasi, sehingga remaja dapat mengaplikasikan meditasi secara mandiri di rumah. Harapannya meditasi dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam meningkatkan kesehatan mental remaja.
PENGARUH EXPRESSIVE WRITING THERAPHY TERHADAP PENURUNAN  TINGKAT  CEMAS PADA REMAJA KORBAN BULLYING Alvi Yuliana; Luluk Cahyanti; Vera Fitriana; Hirza nur
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8 No 1 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM UNAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35270/074f3r17

Abstract

Latar Belakang : Bullying merupakan suatu masalah mental yang sering terjadi di kalangan masyarakat, tak terkecuali dialami para remaja. kejadian bulying yang dialami para remaja diantaranya  pukulan fisik,pelecehan verbal,Gosip,,Pengucilan, pengunaan  sosial media untuk penyebaran berita negatif. Salah satu dampak psikologis dari bullying yaitu kecemasan. Kecemasan merupakan emosi yang paling sering dialami, berupa kekhawatiran atau rasa takut  yang tidak dapat dihindari. Salah satu tindakan untuk mengatasi masalah kecemasan adalah dengan menggunakan expressive writing therapy. Expressive writing therapy dapat meningkatkan pemahaman mengenai diri sendiri maupun seseorang dalam menghadapi depresi, distres, dan kecemasan. Tujuan : tujuan penelitian ini adalah untuk mempengaruhi pengaruh Expressive writing therapy terhadap penurunan tingkat cemas pada remaja korban bullying Metode Penelitian : Metode penelitian pre experiment one  group pre-test post-test.dengan subjek 128 yang terbagi menjadi  kelompok kontrol dan kelompok intervensi  pada siswi smp kelas VIII . Pengukuran kecemasan mengunakan kuesioner Depression, Anxiety, Atress Scale (DASS-42) dengan menggunakan subskala anxiety Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan  selama 2 minggu dalam 6x pertemuan dengan durasi waktu 10-30 menit. Hasil uji analisis menggunakan Uji wilcoxon dengan SPSS2 Windows,diperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05. Kesimpulan : Hasil tersebut menujukan ada pengaru Expressive Writing Therapy dalam menurunkan tingkat cemas dari pada kelopok yang tidak dikasih terapi.