Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Temporary Air Conditioner Berbasis Penyimpanan Energi Termal Es Audi Riansyahputra; Suwandi Suwandi; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sistem pendinginan yang digunakan di penyejuk udara adalah pemanfaatan Penyimpanan Energi Termal Es (Ice Thermal Energy Storage/ITES). Pemanfaatan ITES pada penyejuk udara dilakukan dengan sistem terpusat (Central System Air Conditioner). Pada penelitian ini, dirancang penyejuk udara sementara (temporary air conditioner) berbasis penyimpanan energi termal es sebagai sistem yang mandiri dengan prinsip pertukaran kalor fluida antara air dan udara pada sistem. Pada awal penelitian dilakukan pemodelan sebagai referensi pengujian sistem dengan batas nilai kesalahan 10 %. Pengujian sistem dilakukan dengan massa es 1, 2, dan 3 kg dengan laju aliran air 0.3, 0.4, 2, dan 3 LPM. Hasil sistem berupa suhu udara akan dibandingkan dengan hasil pemodelan. Ketika nilai kesalahan lebih dari 10 % maka dilakukan perbaikan model dengan penambahan faktor heat-loss. Pada hasil pengujian didapatkan nilai suhu udara keluar dari penukar kalor paling rendah yaitu 8 oC dengan massa es 3 kg pada laju aliran 3 LPM, sementara untuk nilai kesalahan pemodelan dengan pengujian setelah dilakukan koreksi adalah 2.81 %. Pada tinjauan waktu kerja sistem, sistem dengan laju aliran 0,3 dan 0,4 LPM mampu bekerja selama ± 3 jam sampai dengan suhu udara keluar penukar kalor sama dengan suhu lingkungan
Pengaruh Kombinasi Reflektor Dan Diffusor Pada Langit-langit Terhadap Kinerja Akustik Auditorium Gedung Tokong Nanas Dengan Menggunakan Sumber Suara Alami Hasna Nur Aini Fadhilah; Suwandi Suwandi; Muhamad Saladin Prawirasasra
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada tugas akhir ini dilakukan dua tahap penting yaitu pengukuran lapangan dan modifikasi melalui simulasi CATT Acoustics. Objek pengukuran lapangan ini adalah auditorium lantai delapan Gedung Tokong Nanas Universitas Telkom. Berdasarkan fungsinya, auditorium dikategorikan sebagai room for speech yang erat kaitannya dengan penyampaian informasi. Kejelasan informasi yang disampaikan dapat dipengaruhi oleh parameter akustik dan material penyusun ruangan. Parameter akustik pada auditorium tersebut memiliki nilai RT 1,16 s – 1,56 s, LL 5,8 dB, dan STI 68% yang berarti tidak memenuhi rekomendasi room for speech. Untuk itu, dilakukan modifikasi melalui simulasi CATT Acoustics dengan mengubah koefisien bahan dan letak reflektor dan diffusor pada langit-langit auditorium dengan menggunakan natural speech sebagai sumber suara. Dari hasil simulasi dinyatakan bahwa penggunaan natural speech dengan modifikasi pada langit-langit tidak dapat memenuhi rekomendasi room for speech. Kata kunci: auditorium, parameter akustik objektif, reflektor, diffusor, natural speech. Abstract In this final project was conducted two important stages that is measurement and simulation using CATT Acoustics. The object of measurement in this final project is the eight floor auditorium of Tokong Nanas Building, Telkom University. Based on its function, the auditorium is categorized as a room for speech that is closely related to the delivery of information. Clear information depend of acoustics performance which appointed by the auditorium acoustic parameters. The acoustic parameters in the auditorium have a value of RT 1.16 s - 1.56 s, LL 5.8 dB, and STI 68% which means not accord the recommendation of room for speech. For this reason in this research do modifications through CATT Acoustics simulation by changing the material coefficient and position of the reflector and diffusor on the auditorium ceiling by used natural speech as sound source. From the simulation result stated that the use of natural speech with modification on the ceiling can not accord the recommendation of the room for speech. Keywords: auditorium, objective acoustics parameters, reflector, diffusor, natural speech
Implementasi Dan Analisis Filter Harmonisa Berbasis Electromagnetic Compatibility (emc) Pada Converter Dc To Dc Tipe Buck Rachman Ikhwanto; Suwandi Suwandi; Ekki Kurniawan
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengimplementasikan filter harmonisa pada DC Chopper dengan beban motor DC yang bertujuan untuk mereduksi emisi elektromagnetik berupa harmonisa. Sebelum pemasangan filter dilakukan identifikasi harmonisa, didapatkan besar harmonisa arus pada DC Chopper yaitu harmonisa ke-3 29% dan ke-5 18%, sementara DC Chopper dengan beban motor DC besar harmonisa ke-3 53%, ke-5 19,2% dan ke-7 13,1%. Setelah dilakukan implementasi filter, harmonisa DC Chopper terbukti tereduksi. Harmonisa ke-3 menjadi 7,8 %, ke-5 menjadi 6,3% dan gabungan filter ke-3& ke-5 besar Total Harmonic Distortion Current (THDi) menjadi 8,3%. Sementara DC Chopper dengan beban motor DC besar harmonisa ke-3 menjadi 27,8%, ke-5 10,5% dan ke-7 3,2%. Implementasi filter harmonisa sudah menunjukan penurunan besar harmonisa, merubah gelombang sinus terdistorsi menjadi lebih sinus dan juga memperbaiki faktor daya, namun belum memenuhi kesesuaian dengan standar IEC 61000-3-2 class D. Kata kunci : DC Chopper, Harmonisa,Filter Harmonisa, THDi
Perbandingan Wet Dan Dry Digester Terhadap Produksi Biogas Dengan Substrat Sampah Rumah Tangga : Comparison Of Wet And Dry Digester On Biogas Production With Household Waste Substrate Handri Morteza; Suwandi Suwandi; Tri Ayodha Ajiwiguna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Konstruksi biogas mobile menjadi salah satu solusi dalam penggunaan biogas skala rumah tangga yang murah dan mudah pengoperasiannya serta dapat digerakkan dengan bebas dan mudah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingan wet dan dry digester terhadap produksi biogas rumah tangga mobile. Dilakukan penelitian pendahuluan dengan tujuan untuk mengetahui temperatur yang dapat dicapai dengan menggunakan sistem wet digester dan dry digester dengan variasi dengan insulator dan tanpa insulator. Dry digester memiliki produksi biogas lebih tinggi dibandingkan dengan wet digester. Dry digester dengan insulator rockwool memiliki produksi biogas tertinggi sebesar 49,1 - 50,2 liter. Wet digester dengan insulator rockwool memiliki produksi biogas terendah sebesar 25,88 – 30,76 liter. Namun wet digester dengan insulator rockwool memiliki produksi gas methana tertinggi sebesar 31,76%. Digester dengan EM4 weight ratio 9% memiliki produksi biogas lebih tinggi dibandingkan dengan EM4 weight ratio 5 dan 7%. Wet dan dry digester dengan EM4 weight ratio 9% memilki produksi biogas sebesar 30,76 – 31 liter dan 47,60 – 50,2 liter. Wet digester dengan EM4 weight ratio 9% memiliki produksi gas methana tertinggi sebesar 31,76%. Kata Kunci: Biogas, Sampah Rumah Tangga, Biogas Mobile, EM4 (Effective microorganisms), Wet Digester, Dry Digester Abstract Biogas mobile construction is one of the solutions in using household scale biogas which is cheap and easy to operate and can be moved freely and easily. This research was conducted with the aim of comparing wet and dry digesters to biogas production of mobile households. Preliminary research was conducted with the aim to determine the temperature that can be achieved by using a wet digester and dry digester system with variations with insulators and without insulators. Dry digester has higher biogas production compared to wet digester. Dry digester with rockwool insulator has the highest biogas production of 49,1 – 50,2 liters. Wet digester with rockwool insulator has the lowest biogas production of 25,88 – 30,76 liters. However, wet digester with rockwool insulator has the highest methane gas production of 31,76%. Digester with an EM4 weight ratio of 9% has higher biogas production compared to EM4 weight ratio 5 and 7%. Wet and dry digester with an EM4 weight ratio of 9% has biogas production of 30,76 - 31 liters and 47,60 – 50,2 liters. Wet digester with an EM4 weight ratio of 9% has the highest methane gas production of 31,76%. Keywords: Biogas, Household Waste, Mobile Biogas, EM4 (Effective microorganisms), Wet Digester, Dry Digester
Analisis Kemampuan Berbagai Jenis Kulit Pisang Dalam Mereduksi Kandungan Fe Dan Mn Dalam Air Tanah Di Telkom University Siti Nur’aini Azizah; Suwandi Suwandi; Nurwulan Fitriyanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Karbon aktif merupakan suatu material yang mempunyai kadar karbon yang tinggi, pemilihan bahan untuk pembuatan karbon aktif terdiri dari bahan organik dan anorganik dengan ketentuan bahan tersebut memiliki struktur pori. Dalam dunia perindustrian, karbon aktif dapat digunakan mereduksi kandungan logam berat dari air tanah. Limbah kulit pisang menjadi salah satu bahan sebagai alternatif untuk pembuatan karbon aktif. Kulit pisang memiliki ukuran pori mendekati 3,9 nm dan digunakan sebagai biadsorbent . Pada penelitian ini digunakan 10 jenis kulit pisang berbeda dengan dibuat dua perlakuan yaitu kulit pisang menjadi serbuk dan karbon aktif. Serbuk diperoleh dari pemanasan temperatur pada 100°C dan karbon aktif dari pembakaran temperatur pada 500°C dengan activator HCl 0,2 M dan lama aktivasi 18 jam. Adapun pengujian untuk mengetahui kandungan Fe dan Mn dalam air tanah menggunakan alat HACH DR2800 Portable spectrophotometer. Daya serap serbuk kulit pisang dan karbon aktif dalam mereduksi kandungan Fe dan Mn dalam air tanah di Telkom University diuji dengan memvariasikan tiga massa yang berbeda yaitu 50 mg, 100 mg, dan 150 mg untuk masing-masing jenis kulit pisang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa karbon aktif lebih efektif dalam mereduksi Fe dan Mn. Hasil terbaik diperoleh karbon aktif yang terbuat dari kulit pisang nangka pada massa 50 mg dengan kemampuan mereduksi Fe rata-rata 82,22% dan Mn rata-rata 46.21%. Kata kunci: karbon aktif, kulit pisang. Abstract Activated carbon is a material that has a high carbon contents.The selection of material activated carbon can be made by organic and inorganic, in condition the materials have a porous structure. In industrial proccess, activated carbon can be used for reduced heavy metal contents of ground water. Banana peel is being one of materials as an alternative to make activated carbon. Banana peel has a pore size 3,9 nm and can be used as a biadsorbent. In this study, using 10 different of banana peel with two treatment, which is powder and activated carbon. The powder obtained from heating at 100 °C temperature and activated carbon from roasting of 500 °C temperature with activator by HCl 0,2 M for activation time 18 hours.The calibration of Fe and Mn contents HACH DR2800 Portable spectrophotometer using The adsorption of banana peel powder and activated carbon in reducing Fe and Mn containing in Telkom University ground water was tested by three different mass 50 mg, 100 mg, and 150 mg for each type of banana peel. The results show that activated carbon is more effective in reducing Fe and Mn. The best result is obtained from 50 mg activated carbon made from “nangka banana peel” which the average Fe and Mn reduction are 82,22% and 46,21%, respectively. Keywords :activated carbon, banana peel
Implementasi Kontrol Pid Pada Sistem Robot Beroda Untuk Pelacak Posisi Dengan Gps Wahyu Rangga Pratama; Suwandi Suwandi; Reza Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Robot pelacak posisi merupakan salah satu teknologi robot beroda yang memiliki misi bergerak secara otomatis dari posisi awal menuju posisi yang diberikan dengan memanfaatkan koordinat pada sumbu x dan sumbu y untuk melacak posisi. Dalam penggunaannya, RTP dapat berfungsi untuk memindahkan barang secara otomatis, membantu dalam melakukan pemetaan bidang tanah, dan menjadi supir otomatis untuk mengantarkan manusia. Namun agar RTP dapat berfungsi dengan baik, maka harus dipadukan dengan sistem global positioning (GPS) dan kompas. GPS merupakan sistem untuk memberikan posisi dan navigasi global dengan menggunakan satelit untuk memperoleh titik kordinat yaitu longitude (sumbu x) dan latitude (sumbu y). Kompas merupakan sistem untuk menentukan arah mata angin pada RTP saat bergerak menuju posisi yang dituju. Agar RTP dapat bergerak secara otomatis maka dibutuhkan suatu sistem kontrol. Sistem kontrol yang akan digunakan merupakan parameter kontrol PID. Sistem kontrol yang dirancang untuk robot pelacak posisi menggunakan metodedengan Kp = 12, Ti= 0.83 s , Ki = 14.55 , Td = 0.21 s ,dan Kd = 2.48. Kata Kunci: Robot Pelacak Posisi,GPS, PID, Ziegler- Nichols. Abstract Position tracking robot is one of the wheeled robot technology which has a mission to move automatically from the initial position to the given position by utilizing coordinates on the x axis and y axis to track position. In its use, RTP can function to move goods automatically, help in mapping land parcels, and become an automatic driver to deliver humans. But in order for RTP to function properly, it must be combined with a global positioning system (GPS) and compass. GPS is a system to provide global positioning and navigation by using satellites to obtain coordinate points that are longitude (x axis) and latitude (y axis). Kompas is a system to determine the direction of the wind on RTP when moving towards the intended position. In order for RTP to move automatically, a control system is needed. The control system that will be used is a PID control parameter. A control system designed for position tracking robots using the Zieglernichols method Kp = 12, Ti= 0.83 s , Ki = 14.55 , Td = 0.21 s ,and Kd = 2.48 Keywords: Position Tracking Robot,GPS,PID. Ziegler- NicholImplementasi Kontrol Pid Pada Sistem Robot Beroda Untuk Pelacak Posisi Dengan Gps
Tracking Seragam Militer Berbasis Image Processing Secara Real Time Risda Monitawati; Suwandi Suwandi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seragam militer memiliki ciri khusus warna dan corak yang berbeda, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai identifikasi personil di medan perang. Untuk mengidentifikasi baju seragam personil militer digunakan metode ekstraksi ciri warna dan bentuk. Ekstraksi ciri warna menggunakan algoritma SIFT untuk keperluan tracking seragam militer. Ekstraksi warna dan corak tidak boleh terpengaruh terhadap perubahan sudut pandang, skala maupun rotasi. Identifikasi warna dan corak dimulai dari perubahan citra RGB (red,green,and blue) menjadi grayscale. Kemudian diubah ke blur untuk mencari keypoint menggunakan Different of Gaussain. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, sistem mampu mengidentifikasi citra seragam personil militer dengan akurasi 80% dari 25 data citra pengujian. Kata Kunci: Ekstraksi fitur, SIFT, Different of Gaussain Abstract An army uniform had a charateristic that is many pattern and color. whit that it can be used to identification personeel in a field for identify each other, to identify uniforms for military personel used extraction methods that feature color and shape. Complexion and color identification start from RGB (red, green, and blue) image to grayscale. And then changed blur to achieve keypoint using different of gaussain. The result of this research, system can identify army uniform charateristic with 80% accuration from 25 test data. Keywords:. Ekstraksi fitur, SIFT, Different of Gaussain
Rancang Bangun Alat Pengukur Body Mass Index (bmi) Berbasis Komunikasi Bluetooth Low Energy (ble) Ke Ponsel Pintar Sebagai Display Bayu Priambodo; Suwandi Suwandi; Endang Rosdiana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Body Mass Index (BMI) adalah salah satu indikator pengukur obesitas. Bagi sebagian orang berat badan dapat menjadi hal yang privasi. Hal tersebut yang melatarbelakangi penelitian pembuatan instrumen BMI yang tampil di ponsel pintar. Sensor ultrasonik untuk mengukur tinggi badan, load cell untuk mengukur berat badan, dan rangkaian pembagi tegangan untuk mengukur status baterai. Semua data dari sensor-sensor tersebut ditransmisikan melalui komunikasi Bluetooth Low Energy (BLE) menggunakan mikrokontroler ATMega328 (Arduino Nano). Aplikasi pada ponsel pintar menerima, mengolah, dan menghitung semua data menjadi nilai BMI. Kinerja BLE mentransmisikan data adalah 28~33 ms. Akurasi sensor ultrasonik terhadap alat ukur standard adalah 99,71%, error ±0,29%. Akurasi sensor loadcell terhadap alat ukur standard adalah 99,38%, error ±0,62%. Validasi hasil pengukuran setelah diintegrasi menunjukkan error rata-rata untuk pengukuran berat badan adalah 0,12%, tinggi badan adalah 0,2%, dan BMI adalah 0,48%. Kinerja aplikasi untuk mencari, menemukan, dan terkoneksi dengan instrumen adalah 3,22 detik dan mengirim perintah, menerima data, dan menghitung data pengukuran adalah 4,89 detik. 89,5% pengguna merasa privasi lebih terjamin jika hanya tampil di ponsel pintar 94,7% pengguna yakin hasil pengukuran memberikan hasil yang benar, menjadi sadar akan pentingnya menjaga bentuk tubuh, dan tampilan aplikasi sudah user-friendly. 100% pengguna setuju semua informasi yang ditampilkan informatif. Kata kunci: Bluetooth Low Energy, Body Mass Index, Ponsel Pintar, Obesitas, Xamarin, Firebase ABSTRACT Body Mass Index (BMI) can be one of method to measuring obesity. Body weight information can be some privacy information for a few people. These are the reasons to make a BMI instrument that can displayed on smartphone. Voltage divider circuit to measure battery status, ultrasonic sensor to measure body height, and load cell to measure body weight. The data from these sensors are processed in microcontroller ATMega328 (Arduino Nano) and transmitted via Bluetooth Low Energy (BLE) communication to the smartphone. After data received, smartphone application calculating and processing the data and shown it to the screen. Ultrasonic sensor has 99.71% of accuracy and 0.29% of error. Loadcell has 99.38% of accuracy and 0.62% of error. BLE performance to do data transmitting is about 28~33ms. After integration, it has 0.12% of body weight measuring error, 0.2% of body height measuring error, and 0.48% of BMI measuring error. Android application needs 3.22s to search, found, and connect to instrument and 4.89 s to send, receive, and calculate the data. 89.5% of user have a good feel of their privacy if it just displayed on their smartphone. 94.7% of user agreed result of measuring is correct, it has user-friendly interface, and more aware about their body shape. 100% of user agree that it’s very informative. Keywords: Bluetooth Low Energy, Body Mass Index, Smartphone, Obesity, Xamarin, Firebase
Uji Kalor Bahan Bakar Campuran Solar Dan Minyak Nabati Auliana Darmaningsih; Suwandi Suwandi; Nurwulan Fitriyanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari pengujian ini adalah mengetahui pengaruh pencampuran solar dan minyak nabati terhadap kalor yang dihasilka serta mengetahui nilai konsentrasi dan pengaruhnya terhadap pencampuran solar dan minyak nabati. Hasil dari pembakaran bahan bakar campuran solar dan minyak nabati kemudian dianalisis nilai kalornya untuk menentukan minyak nabati yang memiliki nilai kalor paling bagus dan pengaruh dari konsentrasi campuran pada nilai kalor yang dihasilkan. Hasil pengujian menggunakan metode sederhana menunjukan bahwa pencampuran minyak zaitun dengan solar menunjukan hasil nilai kalor yang semakin menurun seiring bertambahnnya konsentrasi campuran, sedangkan minyak sawit memiliki nilai kenaikan yg cukup tinggi dan nilai kalor tertinggi dari kelima jenis minyak nabati yang digunakan yaitu 67456,2 J untuk prosentase campuran 20%. Selain itu dilakukan juga pengujian menggunakan kalorimeter bom dengan nilai kalor 42,67 MJ/Kg untuk campuran bahan bakar solar dan minyak cengkeh, serta 42,13 MJ/Kg untuk campuran bahan bakar solar dan minyak sawit. Nilai yang didapat menggunakan kalorimeter bom lebih besar daripada dengan menggunakan metode sederhana, dikarenakan sistem yang terjadi pada kalorimeter bom dan pengujian sederhana memiliki sistem yang berbeda. Akan tetapi baik pengujian sederhana maupun menggunakan kalorimeter bom, menunjukan trend yang sama untuk nilai kalornya. Kata kunci: Nilai kalor, minyak nabati, solar Abstract The purpose of this test is to study the mixture of diesel and vegetable oils against the heat produced and to know the heating value of concentration and its effect on mixing diesel and vegetable oils. The results of combustion of a mixture of diesel fuel and vegetable oil were analyzed for heating value to determine vegetable oil which has the best heating value and the effect of the mixture composition on the heating value produced. The test results using a simple method show mixing olive oil with diesel fuel shows the results of the heating value which increases with increasing amount of mixture, while palm oil has a fairly high added value and the highest heating value of the type of vegetable oil used is 67456.2 J for the percentage mixture 20%. In addition, testing was also carried out using bomb calorimeters with heating values of 42.67 MJ / Kg for mixture of diesel fuel and clove oil, and 42.13 MJ / Kg for mixture of diesel fuel and palm oil. The value obtained using a bomb calorimeter is greater than using a simple method, because the system that occurs in bomb calorimeters and simple testing has a different system. But both simple testing and using a bomb calorimeter show the same trend for the calorific value. Keyword : heaing value, vegetable oil, diesel fuel
Perancangan Dan Implementasi Alat Penyaring Hidrogen, Metana Dan Karbon Monoksida Yang Terkandung Dalam Asap Rokok Berbasis Arduino Uno Nouval Abdullah; Asep Suhendi; Suwandi Suwandi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya dampak buruk yang diakibatkan oleh asap rokok. Beberapa zat paling berbahaya yang terkandung dalam asap rokok adalah hidrogen, metana dan karbon monoksida. Maka dari itu penulis memilih untuk merancang dan merealisasikan sebuah alat yang berguna untuk menyaring kandungan hidrogen, metana dan karbon monoksida yang terkandung dalam asap rokok berbasis Arduino Uno. Alat ini merupakan prototype dengan rancangan munggunakan dua buah kotak yang terdiri dari kotak asap rokok dan kotak pembuangan asap ke lingkungan. Pada bagian tengah kedua kotak, terdapat sistem penyaringan berupa sebuah kipas untuk menghisap dan penyaring kandungan asap rokok yang terbuat dari akrilik dengan panjang 15 cm, lebar 9 cm dan tinggi 9 cm. Di bagian dalam sistem penyaringan terdapat karbon aktif untuk mengikat, batu zeolit untuk memurnikan dan pasir aktif untuk menghilangkan bau pada kandungan asap rokok. Penelitian ini menggunakan sensor MQ-7 sebagai alat pengukur dari besaran asap rokok dalam satuan PPM dengan error pengukuran sensor sebesar 7.62%. Alat ini bekerja dengan cara mengukur besaran PPM oleh sensor dari kotak asap rokok mencapai 100 PPM lalu dihisap dan disaring pada sistem penyaringan, kemudian asapnya dibuang ke kotak lingkungan dan dibaca kembali oleh sensor yang terdapat pada bagian atap dari masing-masing kotak. Hasil pengukuran dari kotak asap rokok dan kotak lingkungan dibandingkan untuk mendapatkan persentase rata-rata dari penyaringan kandungan hidrogen, metana dan karbon monoksida pada asap rokok yaitu sebesar 65.78%. Kata Kunci: hidrogen, metana, karbon monoksida, asap rokok, sensor MQ-7 dan penyaringan. Abstract This research was motivated by the many adverse effects caused by cigarette smoke. Some of the most dangerous substances contained in cigarette smoke are hydrogen, methane and carbon monoxide. Therefore the authors chose to design and realize a tool that is useful for filtering the content of hydrogen, methane and carbon monoxide contained in Arduino Uno-based cigarette smoke. This tool is a prototype with a design that uses two boxes consisting of cigarette smoke boxes and smoke exhaust boxes into the environment. In the middle of the two boxes, there is a filtering system in the form of a fan for sucking and filtering the contents of cigarette smoke made of acrylic with a length of 15 cm, a width of 9 cm and a height of 9 cm. Inside the filtering system is activated carbon to bind, zeolite stones to purify and active sand to eliminate odors in the content of cigarette smoke. This study uses the MQ-7 sensor as a measuring device of the amount of cigarette smoke in PPM units with an error measuring sensor of 7.62%. This tool works by measuring the amount of PPM by the sensor from the cigarette smoke box to reach 100 PPM and then sucked and filtered on the filtering system, then the smoke is discharged into the environmental box and read back by the sensor contained in the roof of each box. The measurement results from cigarette smoke boxes and environmental boxes were compared to obtain the average percentage of filtering the content of hydrogen, methane and carbon monoxide in cigarette smoke which amounted to 65.78%. Keywords: hydrogen, methane, carbon monoxide, cigarette smoke, MQ-7 sensor and filter.
Co-Authors Abdul Haffif Adisal Krisnatal Adli Destiawan Wicaksono Ahmad Qurthobi Alsya Pratiwi Amaliyah Rohsari Amaliyah Rohsari Indah Utami Amaliyah Roshari Indah Utami Anang Try Wiyana Andica Dian Isnaini Angistu Palamarta Asep Suhendi Audi Riansyahputra Auliana Darmaningsih Ayu Lestari Bayu Priambodo Berna Wahyu Setiawan Chartika Fadilah Prasetiani Chintia Dara Anggraini Danny Dimas Debriano Dendy Darma Putra Desan Roni Saputra Edy Wibowo Egi Agustian Eiffel Fatimah Mardan Ekki Kurniawan Endang Rosdiana Erida Asih Selilana Fatma Junita Fikri Rangga Halim Fiqih Maulana Hasbi Firda Nurmalida Fransiskus Xaverius Dwiyanto Meas Hadani Rabby Haifa Wahyu Handri Morteza Hartono Adi Bharata Hasna Nur Aini Fadhilah Heni Dwi Juniar Hertiana Bethaningtyas Hertiana Bethaningtyas Dyah K. Hertiana Bethaningtyas Dyah Kusumaningrum Hicary Hicary Hilda Hamdah Husniyyah Ihsan Nugraha Putra Mukhti Ilham Pratama Imam Abdul Mahmudi Imas Agustin Indra Wahyudin Fathonah Isma Rekathakusuma Jaya Wikrama Jilva Novandarys Sugandi Kartika Mahardhika Dyah Puspitasari Lisa Anjani Arta Maruli Tua Baja Sihotang Memoria Rosi Miranti Widyastuti Mochammad Reddy Tri Cahaya Muh. Al Furqan Syafiuddin Muh. Saladin Muh. Saladin Prawirasasra Muhamad Kholik Martadinata Efendi Muhamad Maulana Riswandha Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Saladin Prawirasasra Muhammad Luthfian Dhiya Urramdhan Muhammad Saladin Muhammad Saladin Prawirasa Muhammad Saladin Prawirasasra Muhammad Zahid Hibaturrahman Muhammad Zakaria Narulita Andriyani Natasha Salsabila Nia Norissa Nouval Abdullah Nurwulan F Nurwulan Fitriyanti Nushaibah Athifah Orienta Sebayang Putri Mayasari Anisah R. Biantoro Kusumo Setiawan Rachman Ikhwanto Randhy Novianto Prabowo Ratna Sampurna Raysa Nurpujawati Gunawan Reza Fauzi Reza Fauzi Iskandar Reza Naufal Rizqullah Riandi Oktovian Rifki Irawan Risda Monitawati Riva Silvia Nababan Rizkar Febrian Rizky Anggara Saladin Prawirasasra Shinta Rizqi Amalia Siti Nur’aini Azizah Tedy Gumilar Tri Ayodha A Tri Ayodha Ajiwiguna Ulvariandani Ulvariandani Wahyu Rangga Pratama Yogathama Arif Kurniawan