Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Alat Uji Efisiensi Pembangkit Listrik Turbin Pikohidro Nushaibah Athifah; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) merupakan pembangkit tenaga listrik terbarukan dengan daya keluaran dibawah 5 kilowatt. Pembangkit ini digunakan pada daerah pegunungan yang memiliki aliran sungai kecil sebagai sumber energi. Akan tetapi, pada pelaksanaannya masih ditemukan  beberapa masalah teknis sehingga perlu adanya tinjauan khusus dalam perancangan alat uji pada PLTPH sebagai solusi dari masalah tersebut. Untuk itu diperlukan sebuah sistem pengujian yang berfungsi untuk mencari variabel yang berhubungan dengan penyabab masalah tersebut.Pada penelitian tugas akhir ini dirancang sebuah sistem pengujian efisiensi PLTPH dengan menggunakan sistem aliran fluida tertutup. Alat uji dirancang untuk pengukuran skala laboratorium. Variabel yang diuji pada penelitian ini adalah laju aliran air, tekanan, tegangan dan arus listrik. Dari data-data tersebut kemudian diperoleh karakteristik statik, karakteristik dinamik, dan efisiensi PLPTH yang diuji.  Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik statik yaitu rata-rata tekanan masukan adalah 6649 Pa dengan standar deviasi 135, rata-rata laju aliran air masukan adalah9,27104m3/s dengan standar deviasi sebesar 1,36105 , rata-rata tegangan keluaran adalah 1,21 V dengan standar deviasi sebesar 0,04, rata-rata arus keluaran adalah 0,053 A dengan standar deviasi sebesar 0,006. Karakteristik dinamik yang didapatkan yaitu waktu respon tegangan keluaran mencapai tunak adalah 78 detik, sedangankan waktu respon arus keluaran mencapai tunak adalah 64 detik. Efisiensi yang dihasilkan dari PLTPH yang diuji adalah 0,76 %. 
Rancang Bangun Kontrol Kestabilan Statis Pada Autonomous Underwater Vehicle Menggunakan Metode Fuzzy Logic Danny Dimas Debriano; Suwandi Suwandi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Autonomous Underwater Vehicle (AUV) adalah sebuah robot bawah air yang dapat bergerak secara otomatis tanpa kendali langsung dari manusia. Tugas akhir ini dibuat dengan tujuan untuk merancang suatu Autonomous Underwater Vehicle yang tetap stabil dalam keadaan statis pada setiap kedalaman selam yang berbeda-beda walaupun mengalami gangguan yang arah pergerakannya bersifat yaw dan pitch. Sistem kontrol logika fuzzy dengan masukan berupa sudut dari hasil pembacaan sensor kemudian akan diolah oleh sistem kendali fuzzy logic yang menghasilkan keluaran berupa kecepatan putar motor untuk mengembalikan ke posisi set point yang telah ditentukan. Saat pengujian kedalaman masih terdapat error sebesar ±0.5 cm yang tidak mampu tereduksi karena tidak adanya sensor pengukur kedalaman. Dari hasil pengujian sudut yaw dihasilkan nilai settling time (ts) yang lebih besar dari hasil perhitungan waktu estimasi sebesar 0.3 sampai 1 detik disebabkan adanya lonjakan maksimum sebesar 20o sampai 30o. Pengujian robot sudut yaw dan pitch saat di kedalaman yang lebih besar menghasilkan nilai settling time (ts) 0.2 sampai 1.7 detik lebih lama, hal ini disebabkan karena pengaruh tekanan air yang lebih besar seiring bertambahnya kedalaman. Kata kunci : Autonomous Underwater Vehicle (AUV), logika fuzzy, kestabilan. Abstract Autonomous Underwater Vehicle (AUV) is an underwater robot that can move automatically without direct control of humans. This final project was created with the aim of designing an Autonomous Underwater Vehicle that remains stable in static state at every different depth of dive despite disturbance that the direction of movement is yaw and pitch. Fuzzy logic control system with input in the form of angle from the sensor readings will then be processed by fuzzy logic control system that produces the output of motor rotation speed to return to the position set point that has been determined. During depth testing there is still an error of ± 5 cm which can not be reduced due to the absence of depth measuring sensors. From the results of the test yaw angle generated settling time value (ts) is greater than the calculation of estimation time of 0.3 to 1 second due to a maximum spike of 20o to 30o. Testing robot angles yaw and pitch when in a larger depth results in settling time (ts) 0.2 to 1.7 seconds longer, this is due to the influence of greater water pressure as the depth increases. Keywords: Autonomous Underwater Vehicle (AUV), fuzzy logic, stability.
Pengaruh Perlakuan Awal Ultrasonik Tandan Kosong Kelapa Sawit (tkks) Sebagai Bahan Baku Produksi Bioetanol Dengan Penambahan Naoh Desan Roni Saputra; Suwandi Suwandi; Egi Agustian
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBioetanol merupakan sejenis alkohol yang diproduksi dari fermentasi glukosa kemudian dilanjutkan dengan proses distilasi. Bahan mentah dari bioetanol dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu glukosa, pati atau karbohidrat dan lignoselulosa. Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah dari hasil industri kelapa sawit yang sudah tidak digunakan lagi dan memiliki kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin sebesar 37,3 – 46,5%, 25,3 –33,8% dan 27,6 – 32,5%. Konversi dari lignoselulosa TKKS menjadi bioetanol diperlukan proses pretreatment yang secara umum berfungsi mengurangi atau menghilangkan berbagai bahan/senyawa yang dapat menghambat laju hidrolisis dan meningkatkan produksi bioethanol dari gula sederhana yang berasal dari selulosa dan hemiselulosa. Metode pretreatment secara fisika dilakukan karena ramah lingkungan, tidak menggunakan bahan-bahan kimia dan tidak menghasilkan residu berbahaya. Metode pretreatment menggunakan teknik ultrasonik agar substrat yang dihasilkan lebih mudah untuk dihidrolisis dengan cara meningkatkan luas permukaan dan merubah kristalinitas substrat. Keunggulan metode ultrasonik antara lain tidak dapat didengar, bersifat langsung dan mudah difokuskan. Pretreatment tersebut dibantu dengan penambahan NaOH untuk memutus ikatan kimia antara lignin dan selulosa. Karakterisasi sampel menggunakan Spektrofotometer-UV untuk lignin dan HPLC untuk selulosa dan hemiselulosa. Pengujian SEM dilakukan untuk melihat struktur TKKS secara mikroskopis sebelum dan sesudah sonikasi. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah waktu (10, 30, 60 menit), amplitudo (30, 60, 90%) dan konsentrasi pelarut (0,5; 1; 1,5M). Dari berbagai variasi, diperoleh variasi yang paling baik (selulosa tinggi tetapi konsumsi energi rendah) pada kondisi waktu 10 menit, amplitudo 90% dan NaOH 0,5 M dengan kadar selulosa, hemiselulosa dan lignin sebesar 44,156%, 23,978% dan 26,801% dengan konsumsi energi sebesar 54375 joule.Kata Kunci: Bioetanol, tandan kosong kelapa sawit, tkks, ultrasonik, lignoselulosa, amplitudoAbstractBioethanol is a type of alcohol produced from glucose fermentation, followed by distillation process. Raw materials from bioethanol are divided into 3 groups, namely glucose, starch or carbohydrate and lignocellulose. Oil Palm Empty Fruit Bunch (OPEFB) is a waste of palm oil products that are no longer used and has cellulose, hemicellulose and lignin content of 37.3 - 46.5%, 25.3 - 33.8% and 27.6 - 32.5%. Conversion of lignocellulose OPEFB into bioethanol is required pretreatment process which generally serves to reduce or eliminate various materials / compounds that can inhibit the rate of hydrolysis and increase the production of bioethanol from simple sugars derived from cellulose and hemicellulose. Pretreatment method is physically done because it is environmentally friendly, does not use chemicals and does not produce harmful residues. The pretreatment method uses ultrasonic techniques to make the resulting substrate easier to hydrolyze by increasing the surface area and changing the crystallinity of the substrate. The advantages of ultrasonic methods, among others, can not be heard, are direct and easily focused. Pretreatment is aided by the addition of NaOH to break the chemical bond between lignin and cellulose. Characterization of samples using Spectrophotometer-UV for lignin and HPLC for cellulose and hemicellulose. SEM testing is done to look at the microscopic structure of OPEFB before and after sonication. The parameters used in this study are time (10, 30, 60 minutes), amplitude (30, 60, 90%) and solvent concentration (0.5; 1; 1.5M). From various variations, obtained the best variation (highISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 5793cellulose but low energy consumption) at 10 minutes, 90% amplitude and 0.5 M NaOH with cellulose, hemicellulose and lignin content of 44.156%, 23.978% and 26.801% with consumption energy of 54375 joules.Keywords: Bioethanol, oil palm empty fruit bunch, opefb, ultrasonic, lignocellulose, amplitude
Pengaruh Tinggi Dan Jumlah Lubang Udara Pada Tungku Pembakaran Serta Variasi Kecepatan Aliran Udara Terhadap Kinerja Kompor Gasifikasi Biomassa Erida Asih Selilana; Suwandi Suwandi; Tri Ayodha A
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar berbasis fosil seperti minyak tanah dan gas bumi (LPG) masih tinggi. Oleh karena itu dilakukan pemanfaatan biomassa sekam padi sebagai energi alternatif dapat diaplikasikan pada kompor dengan teknik gasifikasi biomassa. Sekam padi dipilih karena ketersediaan yang melimpah dan memiliki kadar air yang rendah dibandingkan biomassa lainnya. Kompor biomassa yang digunakan ada penelitian ini menggunakan konsep Top Lit Up Draft (T-LUD) Gasifier. Kompor biomassa diuji dengan membandingkan dua gasifier yang memiliki ukuran tinggi 20 cm dan 30 cm. Tiap gasifier diberikan tiga variasi jumlah lubang udara dan delapan variasi kecepatan aliran udara primer (0,5 m/s; 1  m/s; 1,5 m/s; 2 m/s; 2,5 m/s; 3 m/s; 3,5 m/s; 4 m/s). Pengujian kompor biomassa dilakukan sesuai prosedur Water Boiling Test (WBT) dan SNI Tungku Biomassa 7926:2013. Dari pengujian kompor biomassa yang telah dilakukan, waktu operasi paling lama didapatkan 11,52 menit terjadi pada gasifier 20 cm di kecepatan 1,5 m/s dengan perlakuan lubang udara bagian samping tertutup sebagian. Nilai efisiensi termal tertinggi 93,59 % untuk gasifier 20 cm dan 91,68 % untuk gasifier 30 cm. 
Pengaruh Bahan Tambahan Terhadap Kalor Briket Dari Sampah Raysa Nurpujawati Gunawan; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Secara umum sampah menjadi sumber masalah utama pencemaran lingkungan oleh karena itu salah satu pemanfaatan sampah bisa dijadikan bahan bakar alternative. Sampah yang akan dijadikan bahan bakar alternative terlebih dahulu dihitung nilai kalornya. Nilai kalor sampah menjadi parameter penting karena dengan mengetahui nilai kalor setiap komponen sampah akan memudahkan untuk mendapatkan bahan bakar alternative yang lebih efisien. Nilai kalor yang dibutuhkan untuk proses pembakaran sampah minimal sekitar 1500 kcal/kg, sedangkan nilai kalor sampah di indonesia hanya mencapai 1000 kcal/kg. Selain sampah ada beberapa yang bisa dijadikan bahan campuran agar menghasilkan nilai kalor yang tinggi antara lain penambahan bahan additive seperti batu bara, sekam padi, serbuk gergaji, king grass. Metode yang dilakukan dengan mengukur nilai kalor sampah dengan alat kalorimeter bom. Untuk nilai kalor sampah rata-rata sekitar 4668 cal/g, nilai kalor batu bara sekitar 5708 cal/g, nilai kalor serbuk gergaji sekitar 4408 cal/g, nilai kalor sekam padi sekitar 4424 cal/g, dan nilai kalor king grass sekitar 4997 cal/g. Kata Kunci: Energi Alternative, Kalor Sampah, Uji Kalorimater Bom, Waste to Energy Abstract In general, waste becomes the main source of environmental pollution, therefore one of the utilization of waste can be used as alternative fuel. The waste that will be used as alternative fuel is calculated calorific value first. The value of waste heat becomes an important parameter because by knowing the calorific value of each waste component will make it easier to get a more efficient alternative fuel. The calorific value required for the waste combustion process is at least about 1500 kcal / kg, while the calorific value of waste in Indonesia only reaches 1000 kcal / kg. In addition to waste there are some that can be used as a mixture of materials to produce high calorific value such as the addition of additive materials such as coal, rice husks, sawdust, king grass. The method performed by measuring the value of waste heat with bomb calorimeter tool. For average waste heat calorific value of about 4668 cal / g, coal calorific value is about 5708 cal / g, sawdust heat value about 4408 cal / g, rice calorific value of rice about 4424 cal / g, and king grass calorific value about 4997 cal / g. Keywords: Alumina, nanoparticles, viscosity, thermal conductivity, concentration, and coefficient of performance
Perancangan Dan Pembuatan Densitometer Digital Dengan Menggunakan Strain Gauge Dan Ldr Jaya Wikrama; Suwandi Suwandi; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembuatan densitometer digital terdiri dari proses integrasi LED dan LDR (LDR dikonfigurasikan dengan resistor referensi dalam bentuk rangkaian pembagi tegangan) sebagai sensor level dan proses integrasi strain gauge dengan penguat differential sebagai sensor massa. Melalui proses karakterisasi LDR dan strain gauge, diperoleh dimensi wadah ukur dengan panjang 10cm, lebar 10cm, dan tinggi 13cm. LDR sebagai sensor level mempunyai rata-rata standard error sebesar 0,0234. Sedangkan strain gauge sebagai sensor massa mempunyai standard error sebesar 7,77 dengan nilai korelasi linieritas sebesar 99,85%. Berdasarkan karakterisasi yang telah dilakukan, resistansi LDR ketika jarak optimum tercapai yaitu 23,53 kOhm dan resistansi LDR ketika jarak minimumnya tercapai yaitu 3,05 kOhm. Dengan mempertimbangkan nilai tersebut maka diperoleh nilai resistor referensi sebesar 10 kOhm. Kemudian agar strain gauge dapat digunakan dalam pengukuran massa, strain gauge yang digunakan adalah strain gauge yang telah dikonfigurasikan dalam bentuk load cell dengan sinyal keluaran yang dikondisikan menggunakan elemen penguat sinyal dengan konstanta penguatan sebesar 5000 kali. Pengujian dilakukan pada ruangan dengan dengan 24 oC, tekanan 1 bar, dan ngan intensitas cahaya berkisar antara 120 hingga 160 Lux. Dalam proses pengujian dengan sampel berupa air, alkohol, dan tembaga diperoleh nilai rata-rata error pengukuran massa jenis zat cair sebesar 6,03%. Sedangkan nilai rata-rata error pada pengukuran massa jenis zat padat sebesar 8,87%. Kata Kunci : densitometer digital, strain gauge, LDR, pengukuran.Abstract Creating of a digital densitometer consists of an LED and LDR integration process (LDR is configured with a reference resistor in the form of a voltage divider circuit) as a level sensor and strain gauge integration process with a differential amplifier as a mass sensor. Through the LDR and strain gauge characterization process, the dimensions of the measuring vesel are 10cm x 10cm x 13cm (l x w x h). LDR as a level sensor has a standard error of 0.0234. While the strain gauge as a mass sensor has a standard error of 7.77 with a linear correlation value of 99.85%. Based on the characterization that has been done, the LDR resistance when the optimum distance is reached is 23.53 kOhm and LDR resistance when the minimum distance is reached is 3.05 kOhm. Based on this value, the reference resistor value is 10 kOhm. Then in order for the strain gauge can be used in mass measurement, the strain gauge configured into a load cell form with an output signal conditioned by a signal amplifier element with a gain constant of 5000 times. Tests carried out in a room at temperature of 24 oC, pressure of 1 bar , and with light intensity ranging from 120 to 160 Lux. Throught the testing process with water, alcohol, and copper as the sample, the average error value of the measurement of liquid density was 6.03%. While the average error value for solid density measurement is 8.87%.Keywords: digital densitometer, strain gauge, LDR, measurement.
Pengaruh Pemasangan Material Absorber Dan Difusor Pada Langit-langit Terhadap Parameter Akustik “room For Speech” Pada Gedung Telkom University Convention Hall Mochammad Reddy Tri Cahaya; Suwandi Suwandi; Saladin Prawirasasra
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses perancangan suatu ruangan seringkali faktor kenyamanan akustik tidak diperhatikan sehingga dapat mengganggu aktivitas yang berlangsung di dalam ruangan tersebut. Pengukuran parameter akustik seperti waktu dengung, definition, dan RASTI dilakukan untuk mengevaluasi kondisi akustik pada gedung TUCH. Berdasarkan data hasil pengukuran langsung, gedung TUCH belum memenuhi kriteria speech auditorium. Nilai waktu dengung berada pada rentang 0,4 sampai 13,7 detik, nilai D50 berada pada rentang 1,6 % sampai 42,6 %, sedangkan nilai RASTI termasuk dalam kategori buruk untuk percakapan. Data hasil simulasi pemasangan absorber pada langit-langit gedung TUCH menunjukkan nilai D50 pada frekuensi 250 Hz sampai 4000 Hz sudah memenuhi kriteria yaitu diatas 65 % dan nilai RASTI berada pada kategori baik. Pemasangan material diffusor pada langit-langit belum mampu meningkatkan kualitas akustik gedung TUCH.  
Analisis Pengaruh Jumlah Sudu Pada Turbin Angin Savonius Sumbu Vertikal Terhadap Tegangan Dan Arus Di Dalam Proses Pengisian Akumulator Hicary Hicary; Suwandi Suwandi; Ahmad Qurthobi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin angin savonius adalah salah satu jenis dari turbin angin sumbu vertikal (Vertical Axis Wind Turbine, VAWT) yang dapat berputar pada kondisi kecepatan angin rendah , memiliki self starting yang baik, dan mampu menghasilkan torsi yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kecepatan angin terhadap arus dan tegangan yang dihasilkan oleh suatu turbin angin savonius sumbu vertikal dan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan jumlah sudu pada turbin angin savonius sumbu vertikal terhadap arus dan tegangan di dalam proses pengisian akumulator. Metode yang digunakan dimulai dari identifikasi masalah, studi literatur, menentukan spesifikasi dari sistem, perancangan sistem, pengumpulan dan pengolahan data, dan berakhir dengan evaluasi dari penelitian.. Turbin dihubungkan dengan alternator tiga fasa tipe permanent magnet alternator. Penelitian ini menganalisis pengaruh perubahan jumlah sudu antara dua, tiga, empat, lima, dan enam sudu dari turbin terhadap arus dan tegangan selama proses pengisian akumulator melalui data yang terekam oleh data logger pada setiap penggunaan jumlah sudu yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja turbin savonius dua sudu dengan massa sebesar 1709 gram memberikan hasil yang maksimal dengan menghasilkan tegangan dan arus sebesar 3.003 V dan 0.587 A. Untuk proses pengisian akumulator, turbin angin savonius dengan dua sudu lebih direkomendasikan karena memiliki efisiensi konversi energi mekanik menjadi energi listrik sebesar 96.51%, 44.55%, 25.50%, dan 11.50% pada kecepatan angin 3, 5, 6, dan 8 m/s yang bekerja pada setiap turbin dengan jumlah sudu yang berbeda. Kata Kunci: Turbin Angin Savonius, Jumlah Sudu, Pengisian Akumulator, Data Logger
Pengaruh Pemasangan Diffusor Pada Dinding Ruang P316 Terhadap Nilai Paramete Akustik Dendy Darma Putra; Suwandi Suwandi; Muhammad Saladin
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang akustik terdiri dari 2 jenis, room for speech dan room for acoustic. Room for speech digunakan untuk menyampaikan informasi dan room for music digunakan untuk mendengarkan musik. Untuk mendapatkan jenis ruang akustik yang diinginkan, perlu memenuhi parameter akustik dari tiap jenis ruangan. Parameter akustik ini antara lain adalah Reverberation Time, Rapid Speech Transmission Index, Listening Level, dan Noise Criteria . Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemasangan diffusor terhadap nilai parameter akustik ruangan, dimana penelitian dilakukan secara simulasi untuk memperbaiki nilai RT (0.57-0.66s) dan RASTI (63.31%) dari ruangan P316 yang belum memenuhi kriteria room for speech. Kata kunci : Parameter akustik, simulasi, Diffusor, RASTI, RT .
Mengukur Efisiensi Sistem Pompa Menggunakan Metode Input Output Imas Agustin; Suwandi Suwandi; Muhamad Saladin Prawirasasra
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Efisiensi pompa yang beredar di pasaran banyak yang tidak diketahui nilai nya. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk efisiensi pompa tersebut. Pengambilan data dalam pengukuran ini menggunakan 2 buah aquarium, dengan fluida dipindahkan dari aquarium pertama ke aquarium kedua. dan beban ketinggian yang digunakan adalah setiap kelipatan 0,25 meter dengan total beban ketinggian 2,25 meter pada pompa 1 dan 3 meter pada pompa 2. digunakan persamaan Bernaulli untuk menghitung nilai efisiensi dengan membandingkan nilai daya output terhadap daya input listrik yang digunakan pompa. Didapatkan hasil berupa efisiensi yang tidak konstan, tetapi berbentuk fungsi parabola terhadap nilai beban ketinggian yang digunakan. Dapat disimpulkan bahwa banyak pompa yang beredar di pasaran tidak mempunyai head ketinggian sesuai dengan spesisifikasi yang tertulis di dalam pompa. Lalu untuk nilai headloss berbanding lurus dengan nilai kecepatan alir fluida, serta berbanding terbalik dengan nilai beban ketinggian. Kata Kunci: Pompa, Efisiensi, Bernaulli, headloss Abstrak The efficiency of the pumps circulating in the market many unknown its value. Therefore, research for the efficiency of the pump. The data collection in this measurement uses 2 aquariums, with the fluid transferred from the first aquarium to the second aquarium. and the height load used is every multiple of 0.25 meters with a total load of 2.25 meters at the pump 1 and 3 meters at the pump 2. used the Bernaulli equation to calculate the efficiency value by comparing the value of output power to the power input power used by the pump. The result is a non-constant efficiency, but in the form of parabolic function to the height of load value used. It can be concluded that many pumps on the market do not have altitude heads according to the specifications written in the pump. Then for the headloss value is proportional to the value of the fluid flow velocity, and inversely proportional to the height load value. Keywords: Pump, Efficiency, Obscene, headloss
Co-Authors Abdul Haffif Adisal Krisnatal Adli Destiawan Wicaksono Ahmad Qurthobi Alsya Pratiwi Amaliyah Rohsari Amaliyah Rohsari Indah Utami Amaliyah Roshari Indah Utami Anang Try Wiyana Andica Dian Isnaini Angistu Palamarta Asep Suhendi Audi Riansyahputra Auliana Darmaningsih Ayu Lestari Bayu Priambodo Berna Wahyu Setiawan Chartika Fadilah Prasetiani Chintia Dara Anggraini Danny Dimas Debriano Dendy Darma Putra Desan Roni Saputra Edy Wibowo Egi Agustian Eiffel Fatimah Mardan Ekki Kurniawan Endang Rosdiana Erida Asih Selilana Fatma Junita Fikri Rangga Halim Fiqih Maulana Hasbi Firda Nurmalida Fransiskus Xaverius Dwiyanto Meas Hadani Rabby Haifa Wahyu Handri Morteza Hartono Adi Bharata Hasna Nur Aini Fadhilah Heni Dwi Juniar Hertiana Bethaningtyas Hertiana Bethaningtyas Dyah K. Hertiana Bethaningtyas Dyah Kusumaningrum Hicary Hicary Hilda Hamdah Husniyyah Ihsan Nugraha Putra Mukhti Ilham Pratama Imam Abdul Mahmudi Imas Agustin Indra Wahyudin Fathonah Isma Rekathakusuma Jaya Wikrama Jilva Novandarys Sugandi Kartika Mahardhika Dyah Puspitasari Lisa Anjani Arta Maruli Tua Baja Sihotang Memoria Rosi Miranti Widyastuti Mochammad Reddy Tri Cahaya Muh. Al Furqan Syafiuddin Muh. Saladin Muh. Saladin Prawirasasra Muhamad Kholik Martadinata Efendi Muhamad Maulana Riswandha Muhamad Ramdlan Kirom Muhamad Saladin Prawirasasra Muhammad Luthfian Dhiya Urramdhan Muhammad Saladin Muhammad Saladin Prawirasa Muhammad Saladin Prawirasasra Muhammad Zahid Hibaturrahman Muhammad Zakaria Narulita Andriyani Natasha Salsabila Nia Norissa Nouval Abdullah Nurwulan F Nurwulan Fitriyanti Nushaibah Athifah Orienta Sebayang Putri Mayasari Anisah R. Biantoro Kusumo Setiawan Rachman Ikhwanto Randhy Novianto Prabowo Ratna Sampurna Raysa Nurpujawati Gunawan Reza Fauzi Reza Fauzi Iskandar Reza Naufal Rizqullah Riandi Oktovian Rifki Irawan Risda Monitawati Riva Silvia Nababan Rizkar Febrian Rizky Anggara Saladin Prawirasasra Shinta Rizqi Amalia Siti Nur’aini Azizah Tedy Gumilar Tri Ayodha A Tri Ayodha Ajiwiguna Ulvariandani Ulvariandani Wahyu Rangga Pratama Yogathama Arif Kurniawan