Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Briket Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Organik: Integrasi Kertas Bekas Sebagai Perekat pada Limbah Pertanian Legawati, Lisa; Roza, Roza; Ermal, Dini Aulia Sari; Maarasyid, Cici; Israyandi, Israyandi; Fithry, Dwi Annisa
JURNAL SURYA TEKNIKA Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v12i1.9377

Abstract

One of the solid wastes from oil palm is the frond, which can be utilized to produce briquettes an alternative fuel. This study investigates the utilization of oil palm frond waste and sugarcane bagasse for briquette production, using different binders like tapioca flour and pulp at concentrations of 3%, 5%, and 8%. The research methodology involved comparing the moisture content, ash content, and calorific value of each treatment applied. The results showed that briquettes with 3% tapioka flour binder produced the best quality, with a moisture content of 3.6%, ash content of 4.4%, and a calorific value above 6,000 cal/g, meeting the quality standards of SNI 01-6235-2000. The implications of these findings indicate the potential of biomass briquettes as an environmentally friendly alternative energy source. However, this study was limited to laboratory testing without application trials or economic analysis. Further research is recommended to evaluate production scale and economic feasibility.
Artikel Review: Efektivitas Mikroorganisme untuk Pengomposan Tandan Kosong Sawit secara Berkelanjutan Legawati, Lisa; Maarasyid, Cici; Meldha, Zuqni; Liska, Salma; Yolanda, Yogi; Hendri, Yola Bertilsya; Ermal, Dini Aulia Sari; Elsa, Nesa Zafira
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 8 No. 3 (2025): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v8i3.47603

Abstract

Empty Fruit Bunches (EFB) of oil palm are the main solid waste generated by the palm oil industry, with an increasing volume and high lignocellulosic content that can affect the decomposition process. This article aims to review the effectiveness of various microorganisms as bioactivators in EFB composting based on experimental studies and recent literature. The review results indicate that using microbial consortia such as Trichoderma spp., cellulolytic bacteria, and local microorganisms (MOL) is more effective than single microorganisms in reducing the C/N ratio to levels approaching the compost quality standard (<20). Aerobic composting methods with proper aeration management and the addition of organic materials can also accelerate decomposition. Further research is recommended to examine the interactions among microorganisms within the consortia and to conduct application trials to validate the agronomic benefits of EFB compost sustainably. 
Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Organik Sisa Dapur menjadi Eco Enzyme dengan Teknik Persuasif kepada Masyarakat di Perumahan Griya Rumaisha Tenayan Raya Ermal, Dini Aulia Sari; Dwi Annisa Fithry; Israyandi; Hadi Purwanto; Jusnita; Cici Maarasyid; Lisa Legawati; Rozar Rayendra; Suchy Arum Fitri; Suci Aderiani
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 1 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i1.4639

Abstract

Jenis dan variasi sampah dapat menunjukkan jumlah dan tingkat perekonomian penghuninya. Tingginya timbulan dan variasi sampah sering menjadi masalah pada beberapa perumahan. Kondisi rumah yang berdekatan, lahan kosong yang sedikit, kondisi TPS yang terbuka serta pengelolaan sampah yang kurang menjadi permasalahan bagi penghuni yang tinggal di perumahan tersebut. Kondisi ini dapat menjadi penyebab munculnya penyakit, bau busuk, serta lingkungan yang tidak sedap dipandang. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan kegiatan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan ini bermaksud untuk memberikan informasi tentang sampah hasil rumah tangga, jenis pengelolaan yang sesuai, serta hasil pengelolaan jika sampah tersebut dapat diolah dan menjadi income. Teknik yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan persuasif dalam pemilahan, pewadahan, dan pengumpulan sampah dari sumbernya. Fokus kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Perumahan Griya Rumaisha yang melibatkan ibu-ibu perumahan tersebut. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu mengenai pengelolaan sampah yang dibuktikan dengan adanya perubahan di lingkungan perumahan Griya Rumaisha. Hasil pengelolaan ini juga nantinya dimanfaatkan sebagai pendapatan baru di pemukiman tersebut dengan membuat cairan eco enzyme
Upaya Menciptakan Rasa Kepedulian Lingkungan Sejak Dini Dengan Melakukan Penghijauan dan Pengelolaan Limbah Ermal, Dini Aulia Sari; Maarasyid, Cici
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 7 No. 2 (2023): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v7i2.5844

Abstract

Penghijauan adalah sebuah kegiatan yang penting untuk dilakukan dalam menangani permasalahan lingkungan. Desa Sidomulyo, Kec. Lirik, Kab. Indragiri Hulu merupakan salah satu desa yang dikelilingin perusahaan – perusahaan besar sehingga menyebabkan desa ini menjadi gersang, tandus, udara panas Upaya penghijauan merupakan sebuah salah satu upaya dalam mengatasi suatu masalah lingkungan yang terjadi di sebuah daerah.Untuk fasilitas penghijauan di desa ini cukup memadai tetapi masyarakat yang masih kurang mengoptimalkan lahan yang ada untuk melakukan penghijauan. Melalui keterangan dari kepala desa setempat dari hasil survey yang telah dilakukan bahwa masyarakat desa sidomulyo masih minim kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan terbuktinya masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan seperti di lahan kosong dan dikebun sawit. Maka dari itu diperlukannya kesadaran bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan desa tersebut dengan melakukan membuat tong sampah dan pemanfaatan tanaman toga / tanaman obat keluarga yang merupakan hasil budidaya rumahan yang memiliki khasiat sebagai obat.
Sosialisasi Pemanfaatan Bonggol Jagung Menjadi Briket Arang Sebagai Sumber Energi Ermal, Dini Aulia Sari; Lisa Legawati; Dwi Annisa Fithry; Rozar Rayendra; Jusnita; D.d Zulfa; Ardian Pratama
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 2 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i2.8962

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif. Kegiatan ini dilakukan karena adanya potensi limbah bonggol jagung yang melimpah di kawasan Kayu Manis, Payung Sekaki, Pekanbaru sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya energy yang lebih ramah lingkungan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini dengan memberikan penyuluhan teknis kepada ibu-ibu rumah tangga tentang proses pengolahan bonggol jagung yang terdiri dari beberapa proses yaitu pengeringan limbah bonggol jagung, pencacahan, pembakaran, pencampuran dengan perekat dan pencetakan briket arang dari limbah bonggol jagung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran lingkungan yang terlihat dari antusiasme peserta yang tinggi, serta adanya motivasi untuk mengembangkan usaha melalui pemanfaatan limbah. Namun, program ini masih memerlukan dukungan dan implementasi praktek secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini juga diharapkan dapatmenjadi langkah awal dalam pemanfaatan limbah organic menjadi sumber energy alternative yang ramah lingkungan, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Mengenal Lebih Dalam Mengenai Minyak Atsiri pada SMKN 5 Dumai Rahmi, Viona Aulia; Dini Aulia Sari Ermal; Dwi Annisa Fithry; Israyandi; Cici Maarasyid
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 2 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i2.9280

Abstract

Minyak atsiri merupakan campuran senyawa organik yang dihasilkan dari berbagai bagian tumbuhan, seperti daun, bunga, batang, akar, dan biji. Minyak ini memiliki sifat khas, seperti mudah menguap, beraroma kuat, dan tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik. Proses ekstraksi minyak atsiri dilakukan melalui berbagai metode, di antaranya distilasi uap, ekstraksi pelarut organik, dan cold pressing. Distilasi uap merupakan metode yang paling umum digunakan, di mana uap panas diarahkan melalui bahan tumbuhan untuk menguapkan minyak, yang kemudian dikondensasikan dan dipisahkan dari air. Pemilihan metode bergantung pada karakteristik bahan baku dan produk akhir yang diinginkan. Pengabdian masyarakat dengan tema "Mengenal Lebih Dalam Tentang Minyak Atsiri" dilaksanakan di SMKN 5 Dumai untuk memberikan edukasi dan pelatihan teknis kepada siswa terkait proses produksi minyak atsiri, mulai dari persiapan bahan baku, teknik distilasi, hingga analisis kualitas produk. Siswa diperkenalkan pada alat-alat produksi seperti alat distilasi uap sederhana, prinsip kerja kondensor, serta metode pemisahan minyak dari distilat. Selain itu, dijelaskan pula aspek penting dalam pengendalian proses, seperti suhu, tekanan, dan waktu distilasi, untuk mendapatkan hasil yang optimal dan sesuai dengan standar industri.
Review dalam Pembuatan Arang Aktif Berbasis Limbah Pertanian Dengan Microwave Fithry, Dwi Annisa; Jusnita, Jusnita; Legawati, Lisa; Ermal, Dini Aulia Sari; Prayogo, Hidayat
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v6i1.15632

Abstract

Conventional handling of biomass waste, such as burning biomass, can cause other problems, and is not effective. Another common handling method is utilizing biomass waste. Second, conventional handling does not significantly reduce the amount of biomass waste. Microwave heating uses several power parameters and activation time to determine the effect of power and activation time on iodine number and surface area [25]. Activated charcoal is used as a raw material because it is hard charcoal and has good quality, and microwaves are used because it saves energy and time. Microwave treatment to study the effect of concentration and time of microwave irradiation separately on iodine number and adsorption capacity. The results of the FTIR spectra show that activated carbon has an –OH group. The results of the adsorption test showed that the activated carbon that had been prepared was able to absorb ions at the optimum concentration. Adsorption isotherm studies were carried out using the Langmuir equation. Microwave irradiation time also has a significant effect on the quality of activated carbon in the microwave irradiation time range
Enhancing Community Awareness Through Waste Bin Provision at Pangkalan Bunut Market to Achieve a Clean and Healthy Environment Legawati, Lisa; Yolanda, Yogi; Meldha, Zuqni; Sembiring, Maria Peratenta; Zulfansyah, Zulfansyah; Ermal, Dini Aulia Sari
Journal of Social and Community Service Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Faculty of Engineering University of Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental awareness and concern for cleanliness remain common challenges, not only in urban areas but also in rural communities. In Pangkalan Bunut Village, the issue of poor waste management persists, largely due to limited community awareness and the lack of adequate waste disposal facilities. To address this problem, our Community Service Team implemented a program to provide waste bins in the Pangkalan Bunut Market. This initiative aimed to encourage proper waste disposal practices, improve environmental awareness, and promote a clean and healthy environment. The program produced several positive outcomes: (1) increasing community understanding of the importance of waste management and environmental care; (2) providing accessible waste bins at the market to support cleaner surroundings; and (3) fostering behavioral change, as residents became more aware of the importance of proper waste disposal. This initiative is expected to serve as a model for sustaining cleanliness and environmental health in Pangkalan Bunut Village.