Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Hubungan Gaya Hidup dengan Nilai Gula Darah Sewaktu (GDS) Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 pada Dewasa R. Sapeni, Muhammad Al-Amin; Mulyati, Mulyati; Hasriana, Hasriana; Yuniyanti, Tri Ayu
Journal of Language and Health Vol 5 No 1 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i1.3174

Abstract

Indonesia menempati peringkat ke tujuh kasus diabetes mellitus terbanyak di didunia dan selalu terjadi peningkatan stiap tahunnya jumlah kasus diabetes mellitus, yang disebebkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Gaya Hidup dengan Nilai GDS Pasien Diabetes MelitusTipe 2 pada dewasa di Poli Klinink RS X Depok. Metode: Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan dengan desain penelitian cro s sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner gaya hidup dan alat glukometer kepada 81 pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 di poliklinikRSX Kota Depok. Data dianalisis menggunakan uji Fisher-Exact. Hasil: Hasil uji Fisher- Exact. diperoleh pvalue sebesar 0,141 (α<0,05) dan diperoleh nilai koefisien korelasi dengan uji Kendal’sTau c sebesar 0,096 (r=0,096) sehingga hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan nilai Gula Darah Sewaktu di Poli Klinik Rumah Sakit Swasta X Kota Depok dan memiliki kekuatan hubungan yang sangat lemah. Kesimpulan: Gaya hidup tidak memiliki hubungan dengan nilai Gula Darah Sewaktu di Poli Klinik Rumah Sakit Swasta X Kota Depok.
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Gastritis pada Pasien Dewasa Awal R. Sapeni, Muhammad Al-Amin; Paat, Toar Christo; Hasriana, Hasriana; Yuniyanti, Tri Ayu; Anwar, Irawati
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i2.3728

Abstract

Gastritis saat ini masih menjadi penyakit yang sering dijumpai di masyarakat, baik kalangan menengah ke atas maupun kalangan masyarakat menengah ke bawah. Gastritis juga masih menjadi masalah sosial dan kesehatan masyarakat baik di negara maju maupun berkembang, penyebab mendasar yang mempengaruhi kejadian gastritis adalah status sosial ekonomi individu, perilaku kesehatan, dan standar hidup seperti gaya hidup, kondisi hidup, perilaku, dan kebiasaan. Pada kejadian gastritis sering kali terjadi akibat pengaruh pola makan yang kurang baik, secara umum pola makan yang tidak tereatur akan mengakibatkan lambung sulit beradaptasi, jika berlangsung secara terus menerus akan terjadi kelebihan asam lambung sehingga dapat mengakibatkan mukosa lambung teriritasi dan terjadilah gastritis. Tujuan: untuk mengetahui apakah adanya hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada pasien dewasa awal di puskesmas x kota bekasi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik dengan jumlah sampel 69 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan chi-square. Hasil: penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada dewasa awal di puskesmas x kota bekasi dengan nilai p=0,0416 >α=0,05. Kesimpulan: Dari penelitian tersebut didapatkan data bahwa tidak terdapat hubungan pola makan dengan kejadian gastritis pada dewasa awal di puskesmas rawa lumbu kota bekasi.
Analisa Penerapan Teknik Relaksasi Nafas Dalam untuk Menurunkan Nyeri Otot pada Pasien dengan Dengue Hemoragic Fever: Studi Kasus R. Sapeni, Muhammad Al-Amin; Nurmaini, Nurmaini; Anwar, Irawati; Suardi, Asrifah; Muhammadong, Muhammadong; Lukman, Sartika
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5408

Abstract

Nyeri akut menjadi salah satu gejala klinis yang ditemukan pada penyakit DHF dan berpengaruh terhadap derajat keparahan DHF. Terapi non farmakalogis yang dapat mengurangi nyeri salah satunya adalah relaksasi nafas dalam. Relaksasi otot progresif dapat menurunkan nyeri dengan merelaksasikan ketegangan otot yang dapat menunjang nyeri. Tujuan: Penulisan Karya Ilmiah Akhir Ners ini adalah untuk mengetahui penerapan tekhnik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan nyeri pada pasien dengan Dengue Haemoragic Fever di RS X Kota Bekasi. Metode: penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif, dengan rancangan studi kasus yaitu mendeskripsikan gambaran penerapan tekhnik relaksasi nafas dalam untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien DHF di Rumah Sakit X. Pengumpulan data menggunakan hasil wawancara dan rekam medis pasien. Analisa data menggunakan tehnik deskriptif dan naratif. Hasil: hasil ini menunjukkan masalah keperawatan utama adalah nyeri akut dan penerapan inervensi inovasi adalah tekhnik relaksasi nafas dalam. Semua pasien mengalamai penurunan intensitas nyeri setelah dilakukan intervensi Kesimpulan: tekhnik relaksasi nafas dalam terbuki efektif untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien.
Analisis Penerapan Tehnik Relaksasi Genggam Jari dan Nafas dalam untuk Menurunkan Nyeri Akut pada Pasien Hipertensi: Studi Kasus R. Sapeni, Muhammad Al-Amin; Suryani, Yeni; Yuniyanti, Tri Ayu; Yunus, Suwardha; Anwar, Irawati; Iwan, Iwan
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5411

Abstract

Pada umumnya ketika seseorang yang mengalami hipertensi dan memiliki salah satu tanda akan muncul seperti sakit kepala dan tengkuk terasa nyeri. Salah satu tindakan yang dapat menurunkan tekanan darah yaitu teknik relaksasi genggam jari. Tehnik ini memberikan stimulus atau rangsangan pada titik-titik meridian tubuh dengan menggunakan jari-jari tangan yang bertujuan untuk mempengaruhi organ tubuh tertentu dengan mengaktifkan aliran energi tubuh dan sirkulasi darah menjadi lancar. Tujuan: penelitian ini untuk melakukan analisa terhadap kasus pasien hipertensi dengan intervensi tehnik relaksasi genggam jari dan nafas dalam di Rumah Sakit X di Jakarta. Metode: Desain penelitian ini menggunakan studi kasus(case study). Subyek yang di gunakan yaitu 3 responden yang menderita hipertensi. Pengumpulan data menggunakan hasil wawancara dan rekam medis pasien. Analisa data menggunakan tehnik deskriptif dan naratif. Hasil: Dalam studi kasus ini karakteristik responden satu berjenis kelamin perempuan dan 2 responden berjenis kelamin laki-laki.denagn rentang usia 41-50 tahun,dan didapatkan hasil penerapan menunjukan bahwa setelah di lakukan penerapan relaksasi nafas dalam selama 3 hari, terjadi penurunan tingkat nyeri pada pasien dengan hipertensi. Kesimpulan: Tindakan relaksasi genggam jari dan nafas dalam efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien hipertensi. Pada penderita hipertensi hendaknya dapat melakukan relaksasi ini secara mandiri untuk mengontrol rasa nyeri.
Lama Penggunaan Gadget Sebagai Pemicu Peningkatan Derajat Miopia Tulangow, Dwintya Saffira; Lastriyanti, Lastriyanti; Sapeni, Muhammad Al-Amin R.
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16106

Abstract

Myopia is a condition of blurred distance vision, and there is a tendency to squint to see something. One of the causes of myopia is the use of gadgets for a long time. The behavior of using gadgets for a long time can cause eye fatigue, stress on the eye accommodation muscles and will make myopia continue to develop. Thus, it is necessary to conduct research that aimed to determine the relationship between the duration of gadget use and the degree of myopia in students. This study applied a cross-sectional design. Data collection was carried out directly by filling out a questionnaire about the identity of the respondents, the intensity of gadget use, and the degree of myopia. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that there was a difference in the proportion of severe myopia between students with and without long-term gadget use, which was indicated by a p value = 0.001, so it was interpreted that there was a significant relationship between the duration of gadget use and the degree of myopia. Thus it could be concluded that the duration of gadget use is a trigger for increasing the degree of myopia in students.Keywords: myopia; gadget; degree of myopia; students ABSTRAK Miopia adalah keadaan pengelihatan jauh yang kabur, dan terdapat kecenderungan memicingkan mata untuk melihat sesuatu. Salah satu penyebab miopia adalah pengggunaan gadget yang lama. Perilaku penggunaan gadget dalam waktu lama dapat menyebabkan mata lelah, stress pada otot akomodasi mata dan akan membuat miopia terus berkembang. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan gadget dengan derajat miopia pada mahasiswa. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui pengisian kuesioner tentang identitas responden, intensitas penggunaan gadget, dan derajat miopia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proporsi derajat miopia berat antara mahasiswa dengan penggunaan gadget lama dan tidak, yang ditunjukkan dengan nilai p = 0,001, sehingga diinterpretasikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lama penggunaan gadget dengan derajat miopia. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa lama penggunaan gadget merupakan pemicu peningkatan derajat miopia pada mahasiswa.Kata kunci: miopia; gadget; derajat miopia; mahasiswa
ANALYSIS OF THE APPLICATION OF LAVENDER AROMATHERAPY TO REDUCE FATIGUE IN PATIENTS WITH CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) UNDERGOING HEMODIALYSIS: A CASE STUDY Sapeni, Muhammad Al-Amin R.; Soraya, Gita Anastasia; Yuniyanti, Tri Ayu; Anwar, Irawati; Yunus, Suwardha; Iwan, Iwan; Bage, Veronika Papo
An Idea Health Journal Vol 5 No 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i02.552

Abstract

Chronic kidney disease is a progressive and irreversible condition that leads to a decline in kidney function, requiring renal replacement therapy. The intensive and prolonged treatment process often results in fatigue, which is one of the most common problems in CKD patients undergoing hemodialysis. Elevated urea levels affect erythropoietin production, resulting in decreased red blood cell count or anemia (low hemoglobin levels), leading to energy and protein loss, decreased appetite, nausea, vomiting, and reduced creatinine production—contributing to decreased skeletal energy production, fatigue, and weakness. Despite the frequent pharmacological interventions, fatigue management is often inadequate due to lack of energy, limiting patients' ability to perform therapeutic activities. One of the easiest and most efficient complementary therapies is lavender aromatherapy, which does not interfere with pharmacological treatments. However, it remains underutilized. In 2022, 143 CKD patients in one hospital presented with fatigue complaints, often leading to repeated care episodes. This case study aims to analyze the application of lavender aromatherapy in reducing fatigue levels in CKD patients undergoing hemodialysis.Methods: This study used a case study design with a pre-post test approach involving 3 patients selected through simple random sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data were collected through direct observation using the FACIT-Fatigue Scale.Results: The results showed a reduction in fatigue levels in all three patients. Initially, they exhibited severe fatigue. After three days of lavender aromatherapy, fatigue levels decreased to mild. Conclusion: The application of lavender aromatherapy led to a decrease in fatigue levels, suggesting that it can be an effective supportive intervention.
ANALYSIS OF LAVENDER AROMATHERAPY APPLICATION TO REDUCE BLOOD PRESSURE IN PATIENTS WITH HYPERTENSION: A CASE STUDY Sapeni, Muhammad Al-Amin R.; asriana, Hasriana; Anwar, Irawati; Yunus, Suwardha; Iwan, Iwan; Taniguch, Toshiyo; Lillehei, Angela Smith
An Idea Health Journal Vol 5 No 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i03.554

Abstract

Introduction: Hypertension is defined as a condition in which an individual has a systolic blood pressure ? 140 mmHg and a diastolic blood pressure ? 90 mmHg. Systolic blood pressure is the main measure used to diagnose hypertension. Hypertension is often referred to as a "silent killer" due to its asymptomatic nature, causing patients to be unaware of their condition. Globally, 1.28 billion people are affected by hypertension; in Indonesia, 70 million people (28%) have hypertension, with Jakarta ranking 9th among Indonesian provinces in 2017 with a prevalence of 33.43%. Methods: This study employed a descriptive narrative case study design. The subjects were three adult patients diagnosed with hypertension. Results: The case study showed a non-pharmacological effect of lavender aromatherapy in lowering blood pressure among hypertensive patients. All three patients were given lavender aromatherapy over three days. The goal was to reduce pain and stabilize blood pressure. Expected outcomes included decreased pain complaints, improved vital signs, and reduced BP. Conclusion: This study suggests that lavender aromatherapy can serve as an alternative nursing intervention for reducing blood pressure in hypertensive patients and can be independently administered by nurses as a non-pharmacological therapy.
The Effectiveness of Implementing Team-Based Learning in Improving Learning Outcomes of Nursing Students: Literature Review R. Sapeni, Muhammad Al-Amin; Hasriana, Hasriana; Handayani, Fitriya; Mulyati, Mulyati; Yunus, Suwardha; Lukman, Sartika; Suardi, Asrifah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.2720

Abstract

Learning methods are considered to be a factor in improving nursing student learning outcomes. The pedagogy currently used greatly limits the role of students in taking an active role in class, has high costs, and limits the number of student ratios. Learning methods are needed that can increase student interest in class, and work together in teams, and are able to influence academic performance, such as the Team-Based Learning (TBL) method. Objective: To evaluate the effectiveness of implementing TBL in improving nursing students learning outcomes. Method: The design of this research is a literature review. Article searches used Pubmed, Proquest, ScienceDirect, Cochrane Library, and Scopus databases. The research questions are structured using the PICO method, and keywords are based on Boolean combinations. There were 4083 articles found, and only 6 articles included were in accordance with the research questions. published from 2016-2021. Results: The results of critical analysis of articles that include the application of TBL to nursing students can significantly improve academic achievement, knowledge, clinical performance, learning attitudes, problem solving, critical thinking, learning attitudes, and learning experiences. Conclusion: Implementing TBL can improve nursing students' learning outcomes. Therefore, the TBL method can be recommended in nursing education.
Pencegahan Kehamilan Usia Dini dan Pergaulan Bebas Melalui Peran Teman Sebaya di SMPN 3 Mande Desa Jamali, Cianjur, Jawa Barat Simatupang, Erna Juliana; R. Sapeni, Muhammad Al-Amin; Sinaga, Wanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.19914

Abstract

ABSTRAK Permasalahan remaja yang sering terjadi di antaranya adalah permasalahan pergaulan bebas yang dapat menyebabkan berbagai persoalan. Seks bebas dapat terjadi karena pengaruh dari lingkungan dan pergaulan serta lingkungan yang salah.  Penggunaan hp dan media sosial yang tidak bijak juga dapat memicu terjadinya pergaulan bebas pada remaja. Terdapat peningkatan kasus kehamilan usia dini yang disebabkan oleh pergaulan bebas. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di SMPN I Mande Kab. Cianjur, Provinsi Jawa Barat untuk menggali permasalahan, ide dan gagasan dari remaja melalui kegiatan focus grup discussion (FGD) agar dapat diberikan penyuluhan Kesehatan dan solusi yang tepat kepada remaja khususnya dalam permasalahan Kehamilan di Usia Muda dan Resiko Pergaulan Bebas.  Kegiatan dilakukan dengan serangkaian melalui tahapan Focus Grup Discussion (FGD), Penyuluhan, Simulasi Peran Teman sebaya dan pembentukan kelompok teman sebaya di SMPN I Mande, Kab. Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Tahapan kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan: analisis masalah Kesehatan di desa Mande, forum grup diskusi bersama tokoh masyarakat dan menetapkan prioritas masalah. Menetpakan kegiatan penanganan maslah melalui FGD, Penyuluhan dan Pembentukan Teman Sebaya. Tahap Implementasi:  Kegiatan FGD dibagi dalam 5 kelompok untuk menggali pengetahuan, ide dan gagasan dari peserta diskusi. Setelah dilakukan FGD kepada remaja diberikan penyuluhan Kesehatan mengguankan media Power Poin Presentasi di kelas dan LCD, selanjutnya pembentukan kelompok teman sebaya yang disebut SAHABAT Remaja melalui simulasi peran kelompok teman sebaya. Dari hasil diskusi kelompok kecil (small grup discussion) ditemukan perbedaan faktor penyebab kehamilan usia muda dan pergaulan bebas dari kelompok yang terdiri dari guru BK, Wali kelas, dan Kepala Sekolah dimana dari hasil diskusi ditemukan Penggunaan HP merupakan salah satu faktor pemicu kehamilan usia muda dan pergaulan bebas, dikarenakan dari hasil pemeriksaan yang pernah dilakukan pada HP siswa/i ditemukan aplikasi, iformasi, video dan game yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan usia remaja. Sementara pada kelompok siswa/i remaja tidak ditemukan faktor ini. Hal ini dapat disebabkan karena remaja kurang peka terhadap efek negatif dari penggunaan HP.  Penyuluhan yang dilakukan meningkatkan pengetahuan remaja dan peserta diskusi sepakat untuk meningkatkan peran teman sebaya dalam mencegah kehamilan usia muda melalui kelompok teman sebaya. Saran; pentingnya dilakukan edukasi apda remaja dan orang tua serta Masyarakat tentang penggunaan HP dan sumber infroamsi yang tepat dan benar sesuai kebutuhan remaja, perlunya pengawasan kepada aktivitas dan kegiatan remaja serta meningkatkan pola asuh yang baik pada remaja.  Kata Kunci: Resiko Kehamilan Usia Muda, Pergaulan Bebas, Fokus Grup Diskusi, Penyuluhan Kesehatan, Kelompok Teman Sebaya  ABSTRACT Teenage problems that often occur include the problem of promiscuity which can cause various problems. Casual sex can occur due to the influence of the wrong environment and relationships. Unwise use of handphone and social media can also trigger promiscuity in teenagers. There is an increase in cases of early preganancy caused by promiscuity. The aim of the community service activities carried out at SMPN I Mande Village, Cianjur District, West Java Province to explore problems by Foccus Grup Discussion (FGD), toughts and ideas from teenagers so that they can provide health education and appropriate solutons to teenagers. Especially regarding the problems of pregnancy at a young age and the risks of promiscuity. Activities were carries out with a series of focus grup discussion (FGD) activities, counselling, peer role simulation and the promotion of peer groups at SMPN I Mande Cianjur, West Java. The activity stages were carried out through the preparation stage: analysis of health problems in Mande Village, discussion group forums with community leaders and determining problem priorities. Dertimine problem handling activities through FGD, counselling and formation of peer group for teenagers. Impelentasion stage: FGD activities were divided into 5 group to explore knowledge, ideas and insights from discussion participants. After FGD was carried aout teenagers were given health education using power poin presentasion and LCDin class, then the formation of a peer group called SAHABAT REMAJA (Teenage FRIENDS) through a simulation of the role of peer groupus.  From the results of small grup discussion, it was found that there were differences in the factors causing young pregnancy and promiscuity from groups consisting of guidance counsellors, homeroom tehchers and school principals, where from the results of the discussion it was found that the use of cellphones was one of the triggering factors for young pregnancy and promiscuity, because the results of examinations that had been carried out omn students” smart phone found applications, information, videos and games that were not in accordance with the needs ad age of teenagers. Meanwhile, in the group of adolescent students, this factor was not found. This can be caused by teenagers being less sensitive to the negative effects of using smartphones. The counselling carried out increased teenager knowledge and discussion participants agreed to increase the role of peers in preventing young pregnancies thorugh peer groups. The suggestion is that it is important to educate teenagers, parents and the community about correct use of handphone and information sources according to the need to supervise teenager activities and improve good parenting patterns for teengagers.  Keywords: Risks of early pregnancy, Promiscuity, Focus Grup Discussion, Health Education, Peer Group of teenagers
Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit Swasta X Kota Bekasi R. Sapeni, Muhammad Al-Amin; Melinda, Elsa; Yuniyanti, Tri Ayu; Calvin Christo Paat, Toar; Anwar, Irawati; Nur, Rezeki
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i1.21354

Abstract

Introduction: The high number of incidents related to pulmonary TB is due to long enough treatment so that many sufferers stop taking medication before the treatment period is finished (Sukirawati, 2020). Meanwhile, the success rate for the treatment of this disease has not yet reached the national target, if you refer to the target set in the strategic planning of the Ministry of Health, which is 90%. One of the factors that support increasing medication adherence is self-efficacy. Purpose: This study aims to determine the relationship between Self-Efficacy and Adherence to Taking Medication in Pulmonary TB Patients at X Private Hospital, Bekasi City. Method: The type of research in this research wais descriptive research with a quantitative approach and with a cross sectional research design. Data collection was undertaken using the MMAS-8 questionnaire (Morisky Medication Adherence Scale-8) and the TBESES-21 questionnaire (Tuberculosis Self-Efficacy Scale) for 31 pulmonary TB patients at Private Hospital of X Bekasi. Data were analyzed using SPSS with the Fisher-Exact Test. Results: The results of this study indicated that there was a relationship between Self-Efficacy and Medication Compliance in pulmonary TB patients at Private Hospital of X Bekasi City which is indicated by a significance value (p-value) of 0.001 (α < 0.05) and it had a strong relationship indicated by a correlation coefficient of 0.540. Conclusion: Self-efficacy is related to Medication Compliance in pulmonary TB patients at Private Hospital of X Bekasi