Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

“Tudung lingkup”, the Malay woman’s clothing in Seberang Jambi City Wita, Gusmira; Mursal, Irhas Fansuri; Wirdanengsih, Wirdanengsih
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v9i1.17368

Abstract

The “Tudung lingkup” is one of the clothes worn by Malay women in Seberang Kota Jambi. The “tudung lingkup” has been present in the midst of Jambi society since Islam entered Jambi through Chinese, Arab and Turkish traders. The “tudung lingkup” has also become a cultural identity for the Islamic community in Seberang Kota Jambi. At present, “tudung lingkup” has become a cultural tour through the “tudung lingkup” festivals. This study aims to describe the “tudung lingkup” which is the identity of Jambi Malay women in Seberang Jambi City and the potential of the tudung lingkup as a cultural tourism object in Seberang Kota Jambi. This research is qualitative research with data collection through interviews, observation and document analysis. Analysis of research data was carried out through the stages of data reduction, data display and verification/conclusions. The triangulation technique is used to determine the validity of the research data. This study shows that: (1) Malay women in Seberang Kota Jambi make the “tudung lingkup” as a cover for their private parts as adaptation to Islamic culture, (3) the “tudung lingkup” represents the characteristics of Arab-Malay culture di Seberang Kota Jambi and the ability of Jambi Malay women to adapt to Islamic culture, and (4) the “tudung lingkup” is rarely found in the people of Seberang Kota Jambi so that festivals of “tudung lingkup” as cultural tourism to preserve the local wisdom of the people of Seberang Kota Jambi and develop Jambi batik crafts
Faktor-Faktor Kekalahan Petahana dalam Kontestasi Pilkada 2024 di Kota Padang M. Rafi Ariansyah; Evsa Wulan Suri; Wita, Gusmira; Firmansyah, Maichel
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kekalahan petahana dalam kontestasi Pilkada 2024 di Kota Padang . Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif, metode pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan observasi dan wawancara, Peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber sebab teknik memeriksa keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data sehingga data tersebut dapat dipercaya. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tentang faktor-faktor kekalahan petahana dalam kontestasi Pilkada 2024 di Kota Padang yaitu 1. Kepemimpinan yang tidak berhasil, 2. Terlalu percaya diri, 3. Pelayanan public yang buruk, dan 4. Tingkat pengangguran 5 tahun terakhit yang tinggi.
Studi Etnoparenting “Manjujai” Pola Pengasuhan Anak Berbasis Kearifan Lokal pada Keluarga Etnis Minangkabau Studi Kasus di Nagari Kasang Padang Pariaman Wirdanengsih, Wirdanengsih; Wita, Gusmira
ETNOSIA : Jurnal Etnografi Indonesia Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Anthropology, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/etnosia.v10i1.42603

Abstract

Indonesia, with its diverse ethnicities, has a meaningful culture to support children's growth and development. This study will examine ethnoparenting of Minangkabau ethnic group, termed manjujai. A qualitative approach was used, conducted in Nagari Kasang, Batang Anai District, Padang Pariaman Regency, West Sumatra with data gathered from in-depth interviews with 20 informants, direct observation of interactions between children, parents, and extended family members. The findings reveal that manjujai serves as an effective medium for strengthening children’s character. This tradition is expressed in various forms such as chants, songs, and simple games that holistically stimulate children’s cognitive, motoric, emotional, and spiritual development. The Minangkabau's extended family system, which is based on a matrilineal structure, reinforces the effectiveness of manjujai by making early childhood caregiving a collective responsibility of the larger family network. Despite concerns about the tradition's potential extinction as a result of modernization, manjujai is still actively practiced in Nagari Kasang, demonstrating the community's social structure and collective awareness of the importance of cultural identity preservation. Thus, Minangkabau ethnoparenting in the manjujai tradition represents a sustainable caregiving practice that positively contributes to child development.
21st Century Sociology Learning: Integrating Digital Literacy, Collaboration, and Critical Thinking Kartika, Rani; Putri, Annisa; Wita, Gusmira; Purnomo, Sigit
Juwara: Jurnal Wawasan dan Aksara Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/juwara.v5i1.430

Abstract

The rapid transformation of global society in the digital age necessitates the integration of 21st century competencies in higher education, particularly in the field of sociology. This study investigates the effectiveness of integrating digital literacy, collaborative learning, and critical thinking into sociology education among undergraduate students. A descriptive quantitative method was employed, involving 35 students from the Sociology Education Study Program at a public university in Indonesia. Data were collected through a validated Likert-scale questionnaire comprising 30 items across three core constructs. Descriptive statistical analysis revealed that students perceived the integration of these competencies to be highly effective. Digital literacy scored a mean of 4.31 (SD = 0.46), collaborative learning 4.25 (SD = 0.52), and critical thinking 4.37 (SD = 0.48), all categorized as “very high.” The overall average score was 4.31, corresponding to 86.2% in percentage agreement. These findings suggest that the learning model successfully fosters essential 21st century skills, equipping students with digital fluency, social collaboration, and analytical capacity in the context of sociological inquiry. The study concludes that a purposeful pedagogical design embedding these three competencies enhances students’ academic engagement and critical sociological understanding. It also calls for broader implementation and further research to explore long-term impacts and institutional scalability of 21st century learning frameworks in higher education.
STRATEGI GURU DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN FIQIH DI SMP MUHAMMADIYAH 6 TANAH ABANG Wita, Gusmira; Effendy, Zahary
Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir
Publisher : LP2M JAMIAT KHEIR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62026/j.v3i1.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran Fiqih di kelas 7 SMP Muhammadiyah 6 Tanah Abang. Motivasi belajar menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran Fiqih yang membutuhkan pemahaman konseptual dan implementasi praktis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada 15 siswa kelas 7. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan diskusi kelompok terfokus (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif berperan efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, ditandai dengan: (1) peningkatan partisipasi aktif dalam diskusi kelompok, (2) kemampuan siswa mengaitkan materi Fiqih dengan kehidupan sehari-hari, dan (3) peningkatan kemandirian belajar. Strategi pembelajaran kooperatif yang terintegrasi nilai-nilai Kemuhammadiyahan memberikan dampak positif terhadap motivasi intrinsik siswa dalam mempelajari Fiqih. Implikasinya, guru Fiqih perlu memperkaya variasi model pembelajaran kooperatif yang disesuaikan dengan karakteristik materi dan siswa. Kata Kunci: Starategi Guru, Motivasi Belajar, Pembelajaran Fiqih
Integrasi Model Pembelajaran Kooperatif dalam Mata Pembelajaran Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Minangkabau (PKBAM) Sabar Aulia Rahman; Gusmira Wita; Reno Fernandes; Busron Habib
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 3 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (September 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i3.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan keterlibatan dan pembentukan karakter siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Karakter Budaya Alam Minangkabau (PKBAM). Meskipun tujuan PKBAM adalah membangun karakter, implementasi di lapangan masih didominasi metode konvensional, yang menghambat pengembangan keterampilan sosial. Dengan menggunakan metode studi literatur kualitatif, penelitian ini mengkaji berbagai sumber terkait pembelajaran kooperatif, pendidikan karakter, dan integrasi budaya lokal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif, khususnya tipe Jigsaw, Student Teams-Achievement Divisions (STAD), dan Numbered Heads Together (NHT), merupakan solusi efektif. Berdasarkan Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura, model-model ini menyediakan platform bagi siswa untuk belajar melalui interaksi dan pengamatan, yang krusial untuk pengembangan karakter. Model Jigsaw dan NHT secara spesifik memfasilitasi praktik nilai musyawarah, sementara STAD menanamkan nilai gotong royong melalui kolaborasi dan tanggung jawab kolektif. Integrasi ini mengubah pendidikan karakter menjadi pengalaman yang otentik dan bermakna.Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan model pembelajaran kooperatif dengan nilai-nilai budaya Minangkabau tidak hanya meningkatkan hasil akademik dan sosial siswa, tetapi juga menawarkan pendekatan praktis untuk memperkaya kurikulum PKBAM agar lebih relevan dan efektif dalam membentuk karakter yan berakar pada budaya lokal.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Berbantuan Zep Quiz terhadap Hasil Belajar Sosiologi Regina Arnudia; Gusmira Wita
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 4 No. 4 (2025): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (December 2025)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v4i4.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan platform Zep Quiz terhadap hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Sosiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimen, yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol di SMAN 2 Batang Anai. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk, dengan nilai signifikansi pretest dan posttest kelas eksperimen masing-masing sebesar 0,613 dan 0,560, serta pada kelas kontrol sebesar 0,317 dan 0,109 (Sig. > 0,05). Uji homogenitas varians menggunakan Levene’s Test juga menunjukkan hasil homogen dengan nilai signifikansi sebesar 0,985 (Sig. > 0,05), sehingga data memenuhi asumsi untuk dilakukan analisis parametrik. Uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Test dengan bantuan SPSS versi 30, menunjukkan nilai signifikansi < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan signifikan setelah diterapkan model STAD berbantuan Zep Quiz, dengan mayoritas peserta didik mencapai kategori nilai tinggi pada posttest. Sebaliknya, peningkatan hasil belajar pada kelas kontrol tidak sekuat kelas eksperimen. Penelitian ini melibatkan 27 peserta didik pada kelas eksperimen dan 27 peserta didik pada kelas kontrol. Temuan ini diperkuat oleh teori konstruktivisme, yang menekankan pentingnya interaksi sosial, kerja sama, dan keterlibatan aktif dalam proses belajar. Model STAD mendorong pembelajaran yang kolaboratif, sementara Zep Quiz menambahkan elemen digital yang interaktif dan kompetitif. Dengan demikian, pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan Zep Quiz terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dan dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran inovatif di era digital.
Penyalahgunaan Dana PKH oleh Masyarakat Kurang Mampu di Jorong Limau Puruik Kabupaten Solok Aisyah Zahra; Delmira Syafrini; Hanifa Yulia Putri; Ani Gustina; Bunga Dinda Permata; Gusmira Wita
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Jorong Limau Puruik, Nagari Sungai Nanam, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatra Barat. Studi ini menjadi penting untuk dikaji karena ditemukan banyaknya masyarakat penerima PKH di daerah tersebut yang menggunakan dana bantuan tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya, seperti untuk kebutuhan kesehatan dan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, di mana peneliti terlibat secara langsung dalam mengamati aktivitas masyarakat penerima Program Keluarga Harapan (PKH), serta wawancara mendalam untuk menggali informasi terkait pola penggunaan dana Porgram Keluarga Harapan (PKH). Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan 8 informan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penyalahgunaan dana Program Keluarga Harapan (PKH) disebabkan oleh beberapa faktor, pertama kurang optimalnya pendampingan dari pembimbing PKH. Kedua rendahnya partisipasi penerima dalam kegiatan sosialisasi, Ketiga minimnya pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan dana Program Keluarga Harapan (PKH).
Implementasi Model Kooperatif Tipe TGT dalam Pembelajaran Sosiologi Tingkat SMA: Rancangan, Simulasi, dan Refleksi Harland Maulana; Gusmira Wita
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.112

Abstract

Pendidikan Sosiologi di sekolah menengah atas memiliki peran krusial dalam menginternalisasikan nilai dan norma sosial kepada siswa. Untuk meraih sasaran itu, dibutuhkan metode pembelajaran yang partisipatif, kontekstual, dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses desain, pelaksanaan simulasi, dan refleksi mengenai penerapan model pembelajaran Kooperatif jenis Teams Games Tournament (TGT) pada topik “Internalisasi Nilai dan Norma Sosial dalam Kehidupan Sehari-hari Siswa.” Studi ini mengaplikasikan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang bersumber dari rencana pembelajaran, rekaman video simulasi, dan hasil observasi secara langsung. Materi pembelajaran dibuat untuk satu sesi selama 60 menit dengan penggunaan media digital Quizizz sebagai alat evaluasi yang berbasis permainan. Simulasi mengindikasikan bahwa siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, dapat berkolaborasi dalam kelompok, dan menunjukkan semangat dalam mengikuti kuis edukatif. Masalah yang muncul termasuk tantangan teknis dalam pemanfaatan aplikasi serta penyesuaian terhadap jenis soal berbasis kasus. Refleksi menunjukkan bahwa kesiapan teknis dan pedagogis sangat penting agar model TGT yang berbasis media digital dapat berfungsi secara optimal. Model Kooperatif TGT yang berbasis Quizizz terbukti mendukung pemahaman nilai-nilai sosial sekaligus meningkatkan partisipasi siswa dalam lingkungan belajar yang menyenangkan. Studi ini menyarankan pelatihan awal dalam penggunaan media digital serta penguatan strategi pembelajaran kolaboratif untuk hasil yang lebih optimal.
Meningkatkan Skill Digital untuk Profesionalisme Guru Abad 21 Reno Fernandes; Delmira Syafrini; Nora Susilawati; Rhavy Ferdyan; Bunga Dinda Permata; Sabar Aulia Rahman; Gusmira Wita; Junaidi Junaidi; Erianjoni Erianjoni; Febi Dwi Lianda
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1561

Abstract

Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang menghendaki penguasaan teknologi digital. Selain itu, siswa yang saat ini merupakan Generasi Z adalah bagian penting dari Pembelajaran Abad 21. Keadaan di lapangan guru masih kesulitan dalam mengembangkan dan menggunakan teknologi digital, hal yang sama ditemukan pada MGMP Sosiologi kota Sawahlunto. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan skill digital guru dalam memfasilitasi proses pembelajaran digital yang dituntut saat ini. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, seminar/workshop, pengumpulan data, analisis, dan evaluasi. Hasil program ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan skill digital guru. Pemahaman yang meningkat tentunya juga akan menigkatkan skill digital guru. Skill digital memungkinkan penggunaan berbagai alat multimedia dan platform pembelajaran online yang membuat proses belajar lebih interaktif dan menyenangkan. Melalui program ini diharapkan profesioanlisme guru-guru MGMP Sosiologi kota Sawahlunto semakin meningkat dengan penguatan skill digital yang dilakukan.