Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pelatihan Pengintegrasian Pendidikan Pemilih Pemula pada Kurikulum Sekolah Menengah bagi Guru Kelompok IPS di Kota Padang Panjang Eka Vidya Putra; Reno Fernandes; Haldi Patra; Gusmira Wita; Rhavy Ferdyan; Sabar Aulia Rahman
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1758

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan pendidikan politik ke dalam pembelajaran intrakurikuler, khususnya bagi anggota MGMP Sosiologi di Kota Padang Panjang. Program dilaksanakan melalui kolaborasi antara Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Sosiologi Universitas Negeri Padang (UNP) dan KPU Kota Padang Panjang, bertepatan dengan momentum menjelang Pilkada 2024. Metode pelaksanaan mencakup seminar, workshop, focus group discussion (FGD), dan microteaching. Materi inti meliputi pendidikan pemilih untuk generasi digital native, pengenalan Connected Political Education (C-PE), serta perencanaan dan implementasi pembelajaran berbasis C-PE. Pendampingan teknis dilakukan secara langsung, termasuk penyusunan perangkat pembelajaran (RPP, bahan ajar, dan instrumen evaluasi) dan simulasi pengajaran. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya perubahan paradigma peserta terhadap konsep politik; guru memahami bahwa pendidikan politik dapat dilakukan secara netral, terintegrasi dengan materi IPS dan PPKn, serta relevan bagi pembentukan sikap kritis siswa. Sebanyak 85% peserta menyatakan peningkatan pemahaman terhadap politik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, dan 72% mengaku siap mengintegrasikan pendidikan politik ke dalam pembelajaran. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antar-lembaga untuk memperkuat literasi politik generasi muda melalui pendidikan berbasis sekolah.
Dinamika Pelaksanaan Pemilu di Kota Jambi pada Era Reformasi 1999 dan 2004 Zulfadhli Al Kausar; Mursal, Irhas Fansuri; Fatonah; Wita, Gusmira
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v2i2.41

Abstract

Artikel ini membahas dinamika pelaksanaan Pemilu 1999 dan 2004 di Kota Jambi sebagai tonggak transisi sistem demokrasi dari era Orde Baru ke masa Reformasi. Pemilu tahun 1999 menandai awal keterbukaan politik dan meningkatnya partisipasi masyarakat, sedangkan Pemilu 2004 menegaskan peran pemilih melalui pemilihan presiden secara langsung. Metode yang digunakan adalah adalah metode sejarah dengan pendekatan sejarah kualitatif dengan studi pustaka dan dokumentasi arsip lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pemilu tersebut memiliki dampak besar terhadap demokratisasi lokal, pergeseran pola partisipasi, dan perubahan sistem pemilu. Implikasinya terlihat dalam meningkatnya kesadaran politik warga dan penguatan institusi penyelenggara pemilu.
Peran Guru dalam Penerapan Equal Being Melalui Interaksi Sosial di Sekolah Inklusif Nadira Adrevi Putri; Wita, Gusmira
Jurnal Perspektif Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i1.1408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam penerapan equal being melalui interaksi sosial antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan inklusif SMAN 3 Padang Panjang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian di pilih menggunakan teknik purposive meliputi guru, siswa reguler, siswa berkebutuhan khusus, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, dianalisis menggunakan teknik analisis dari Miles dan Huberman dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengabsahan data yaitu Triangulasi Metode. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena meningkatnya kebutuhan terhadap pendidikan inklusif yang tidak hanya menempatkan siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Selain itu, konsep equal being masih terbilang baru dan jarang dikaji dalam konteks pendidikan inklusif di Indonesia, sehingga penelitian ini penting secara teoritis untuk memperkaya kajian kesetaraan dan integrasi sosial melalui perspektif teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan role model dalam membangun interaksi sosial inklusif. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan pelatihan guru, hambatan komunikasi, serta kurikulum yang belum fleksibel. , sehingga masih terjadi disfungsi berupa diskriminasi dan kurangnya internalisasi nilai kesetaraan. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis bahwa penerapan equal being dapat memperkuat fungsi integrasi dalam sistem pendidikan inklusif. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru yang berkelanjutan, seperti kurangnya pelatihan, keterbatasan pemahaman siswa reguler terhadap perbedaan, dan hambatan komunikasi.
Optimalisasi Artificial Intelligence (AI) Berbasis Prinsip Etika dan Human-Centered dalam Penyusunan Modul Ajar bagi Guru di Kabupaten Tanah Datar Fernandes, Reno; Akbar, Amin; Muspita, Rila; Wita, Gusmira; Rhavy Ferdyan; Rahmadia, Rahmadia; Sabar Aulia Rahman; Widya Trisna
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1718

Abstract

Artificial Intelligence (AI) memiliki kepraktisan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem pembelajaran. Kepraktisan tersebut sejatinya dapat menjadi penguat dengan penerapan prinsip etika dan human-centered apabila dimanfaatkan secara bijaksana. Guru di Kabupaten Tanah Datar belum mampu secara maksimal memanfaatkan AI berdasarkan kedua prinisip tersebut dan masih menggunakan secara sederhana tanpa melakukan validasi akan informasi untuk pembelajaran, termasuk dala menyusun modul ajar, artinya sangat diperlukan sebuah program dalam memberikan penguatan tersebut. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan guru sebagai subjek aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Setelah dilaksanakan pemaparan makteri, workshop, dan sesi praktik penggunaan AI, menunjukkan bahwa program tersebut mampu meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep dasar dan peran Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan. Peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai definisi AI, perkembangan teknologi pendukung pembelajaran, serta peluang dan tantangan implementasinya di sekolah.
Minangkabau Local Wisdom Education: Strengthening Students' Moral Courage, Altruism, and Social Solidarity Rahman, Sabar Aulia; Wita, Gusmira; Hardiansyah, Muhammad Agus; Mursal, Irhas Fansuri
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v23i1.70690

Abstract

The moral degradation of adolescents in the era of globalization necessitates the reinforcement of identity through education rooted in local wisdom. This study aims to examine the influence of Minangkabau Culture-Based Character Education (PKBAM) on students' moral courage, altruism, and social solidarity. Using a quantitative survey design, data were collected from 431 junior high school students in Bukittinggi via proportionate stratified random sampling. The data analysis was performed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). The results indicate that PKBAM has a positive and significant impact on all three dimensions of moral character, with the strongest effect on social solidarity. These findings support the notion that incorporating local cultural values into education plays a crucial role in shaping civic character, in alignment with the goals of civic education. This study contributes to the advancement of civic education practices that are contextually relevant and grounded in a sociocultural framework. It is recommended that policymakers strengthen local content curricula as tools for fostering a national character that is both adaptive and deeply rooted in the nation's cultural heritage.