Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pelatihan Pengintegrasian Pendidikan Pemilih Pemula pada Kurikulum Sekolah Menengah bagi Guru Kelompok IPS di Kota Padang Panjang Eka Vidya Putra; Reno Fernandes; Haldi Patra; Gusmira Wita; Rhavy Ferdyan; Sabar Aulia Rahman
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1758

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan pendidikan politik ke dalam pembelajaran intrakurikuler, khususnya bagi anggota MGMP Sosiologi di Kota Padang Panjang. Program dilaksanakan melalui kolaborasi antara Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Sosiologi Universitas Negeri Padang (UNP) dan KPU Kota Padang Panjang, bertepatan dengan momentum menjelang Pilkada 2024. Metode pelaksanaan mencakup seminar, workshop, focus group discussion (FGD), dan microteaching. Materi inti meliputi pendidikan pemilih untuk generasi digital native, pengenalan Connected Political Education (C-PE), serta perencanaan dan implementasi pembelajaran berbasis C-PE. Pendampingan teknis dilakukan secara langsung, termasuk penyusunan perangkat pembelajaran (RPP, bahan ajar, dan instrumen evaluasi) dan simulasi pengajaran. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya perubahan paradigma peserta terhadap konsep politik; guru memahami bahwa pendidikan politik dapat dilakukan secara netral, terintegrasi dengan materi IPS dan PPKn, serta relevan bagi pembentukan sikap kritis siswa. Sebanyak 85% peserta menyatakan peningkatan pemahaman terhadap politik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, dan 72% mengaku siap mengintegrasikan pendidikan politik ke dalam pembelajaran. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antar-lembaga untuk memperkuat literasi politik generasi muda melalui pendidikan berbasis sekolah.
Dinamika Pelaksanaan Pemilu di Kota Jambi pada Era Reformasi 1999 dan 2004 Zulfadhli Al Kausar; Mursal, Irhas Fansuri; Fatonah; Wita, Gusmira
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v2i2.41

Abstract

Artikel ini membahas dinamika pelaksanaan Pemilu 1999 dan 2004 di Kota Jambi sebagai tonggak transisi sistem demokrasi dari era Orde Baru ke masa Reformasi. Pemilu tahun 1999 menandai awal keterbukaan politik dan meningkatnya partisipasi masyarakat, sedangkan Pemilu 2004 menegaskan peran pemilih melalui pemilihan presiden secara langsung. Metode yang digunakan adalah adalah metode sejarah dengan pendekatan sejarah kualitatif dengan studi pustaka dan dokumentasi arsip lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pemilu tersebut memiliki dampak besar terhadap demokratisasi lokal, pergeseran pola partisipasi, dan perubahan sistem pemilu. Implikasinya terlihat dalam meningkatnya kesadaran politik warga dan penguatan institusi penyelenggara pemilu.
Peran Guru dalam Penerapan Equal Being Melalui Interaksi Sosial di Sekolah Inklusif Nadira Adrevi Putri; Wita, Gusmira
Jurnal Perspektif Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, Universitas Negeri Pad
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/perspektif.v9i1.1408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam penerapan equal being melalui interaksi sosial antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan inklusif SMAN 3 Padang Panjang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian di pilih menggunakan teknik purposive meliputi guru, siswa reguler, siswa berkebutuhan khusus, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, dianalisis menggunakan teknik analisis dari Miles dan Huberman dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teknik pengabsahan data yaitu Triangulasi Metode. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena meningkatnya kebutuhan terhadap pendidikan inklusif yang tidak hanya menempatkan siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Selain itu, konsep equal being masih terbilang baru dan jarang dikaji dalam konteks pendidikan inklusif di Indonesia, sehingga penelitian ini penting secara teoritis untuk memperkaya kajian kesetaraan dan integrasi sosial melalui perspektif teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan role model dalam membangun interaksi sosial inklusif. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan pelatihan guru, hambatan komunikasi, serta kurikulum yang belum fleksibel. , sehingga masih terjadi disfungsi berupa diskriminasi dan kurangnya internalisasi nilai kesetaraan. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis bahwa penerapan equal being dapat memperkuat fungsi integrasi dalam sistem pendidikan inklusif. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru yang berkelanjutan, seperti kurangnya pelatihan, keterbatasan pemahaman siswa reguler terhadap perbedaan, dan hambatan komunikasi.
Optimalisasi Artificial Intelligence (AI) Berbasis Prinsip Etika dan Human-Centered dalam Penyusunan Modul Ajar bagi Guru di Kabupaten Tanah Datar Fernandes, Reno; Akbar, Amin; Muspita, Rila; Wita, Gusmira; Rhavy Ferdyan; Rahmadia, Rahmadia; Sabar Aulia Rahman; Widya Trisna
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 4 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i4.1718

Abstract

Artificial Intelligence (AI) memiliki kepraktisan dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi sistem pembelajaran. Kepraktisan tersebut sejatinya dapat menjadi penguat dengan penerapan prinsip etika dan human-centered apabila dimanfaatkan secara bijaksana. Guru di Kabupaten Tanah Datar belum mampu secara maksimal memanfaatkan AI berdasarkan kedua prinisip tersebut dan masih menggunakan secara sederhana tanpa melakukan validasi akan informasi untuk pembelajaran, termasuk dala menyusun modul ajar, artinya sangat diperlukan sebuah program dalam memberikan penguatan tersebut. Program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan guru sebagai subjek aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Setelah dilaksanakan pemaparan makteri, workshop, dan sesi praktik penggunaan AI, menunjukkan bahwa program tersebut mampu meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep dasar dan peran Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan. Peserta memperoleh pemahaman komprehensif mengenai definisi AI, perkembangan teknologi pendukung pembelajaran, serta peluang dan tantangan implementasinya di sekolah.
Minangkabau Local Wisdom Education: Strengthening Students' Moral Courage, Altruism, and Social Solidarity Rahman, Sabar Aulia; Wita, Gusmira; Hardiansyah, Muhammad Agus; Mursal, Irhas Fansuri
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v23i1.70690

Abstract

The moral degradation of adolescents in the era of globalization necessitates the reinforcement of identity through education rooted in local wisdom. This study aims to examine the influence of Minangkabau Culture-Based Character Education (PKBAM) on students' moral courage, altruism, and social solidarity. Using a quantitative survey design, data were collected from 431 junior high school students in Bukittinggi via proportionate stratified random sampling. The data analysis was performed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). The results indicate that PKBAM has a positive and significant impact on all three dimensions of moral character, with the strongest effect on social solidarity. These findings support the notion that incorporating local cultural values into education plays a crucial role in shaping civic character, in alignment with the goals of civic education. This study contributes to the advancement of civic education practices that are contextually relevant and grounded in a sociocultural framework. It is recommended that policymakers strengthen local content curricula as tools for fostering a national character that is both adaptive and deeply rooted in the nation's cultural heritage.
Pengaruh PBL Berbantuan E-LKPD terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Fase F pada Pembelajaran Sosiologi Mutiara Meydia Kasih; Gusmira Wita
Naradidik: Journal of Education and Pedagogy Vol. 5 No. 1 (2026): Naradidik: Journal of Education & Pedagogy (March 2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/nara.v5i1.417

Abstract

Permasalahan rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Sosiologi pada Fase F di SMAN 2 Painan terlihat dari dominasi pembelajaran konvensional dan rendahnya capaian indikator berpikir tingkat tinggi. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi model Problem Based Learning (PBL) berbantuan E-LKPD digital yang disusun berbasis indikator FRISCO (Focus, Reason, Inference, Situation, Clarity, Overview) dalam konteks Kurikulum Merdeka untuk mengoptimalkan pengembangan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan PBL berbantuan E-LKPD terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Sosiologi. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design tipe pretest–posttest, melibatkan seluruh peserta didik kelas XI Fase F (N = 68) yang diambil dengan teknik total sampling, dengan XI F11 sebagai kelas eksperimen dan XI F12 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes esay kemampuan berpikir kritis berbasis FRISCO yang telah divalidasi secara isi dan dinyatakan reliabel (Cronbach’s Alpha > 0,70), kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji t setelah memenuhi prasyarat normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis peserta didik di kelas eksperimen meningkat dari kategori lebih rendah menuju kategori lebih tinggi dan secara signifikan lebih baik dibandingkan kelas kontrol (p < 0,05) pada seluruh indikator FRISCO. Disimpulkan bahwa model PBL berbantuan E-LKPD efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran Sosiologi dan dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural dalam Membangun Sikap Toleransi Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Tetti Eka Purnama; Isnarmi Moeis; Gusmira Wita
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i6.4387

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis internalisasi nilai-nilai multikultural melalui kedewasaan kultural mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membangun sikap toleransi pada masyarakat multikultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada mahasiswa PPKn Universitas Negeri Padang. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedewasaan kultural mahasiswa berkembang melalui pengalaman langsung, interaksi sosial lintas budaya, refleksi diri, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Proses tersebut membentuk sikap toleransi, empati, keterbukaan, kemampuan komunikasi inklusif, serta tanggung jawab sosial sebagai bagian dari civic disposition dan  civic responsibility mahasiswa. Faktor-faktor yang memengaruhi internalisasi nilai multikultural meliputi motivasi, kesadaran diri, latar belakang keluarga, kematangan emosional, lingkungan sosial, pengalaman lapangan, peran pendidikan, dan dukungan komunitas. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural berbasis proyek dan pengalaman sosial efektif memperkuat karakter demokratis, inklusif, dan kemampuan mahasiswa dalam membangun kohesi sosial di tengah masyarakat majemuk.
Multi-Stakeholder Synergy in Education Transformation in Disadvantaged Regions Nora Susilawati; Gusmira Wita; Hendra Haldi; Irhas Fansuri Mursal; Evelynd Evelynd
Jurnal Mamangan Vol 15, No 1 (2026): Jurnal Ilmu Sosial Mamangan Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikti No. 0173/C3/DT
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v15i1.11104

Abstract

Disadvantaged regions continue to face challenges in educational development, particularly program fragmentation, limited facilities and infrastructure, geographical barriers, and weak inter-institutional coordination caused by sectoral ego. Drawing on the perspectives of collaborative governance and governance network theory, this study aims to analyze how multi-stakeholder synergy drives education transformation in a disadvantaged region. The research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that multi-stakeholder synergy functions as a cross-sectoral coordination mechanism that integrates the local government, regional apparatus organizations, nagari governments, companies, customary institutions, schools, and the community into a programmed, integrated, and coordinated education transformation agenda. This mechanism operates through vision alignment, strengthened communication, trust-building, facilitative regional leadership, and a clear division of roles in mobilizing financial, material, social, and logistical resources. This synergy contributes to transformative shifts in community mindsets toward education, expanded access for school dropouts, strengthened non-formal education, improved school infrastructure, expanded internet access in blind-spot areas, and the development of road access to remote schools through cross-sectoral self-managed initiatives. The study concludes that the effectiveness of education transformation in disadvantaged regions increases when local governments act as coordinators of collaborative networks and optimize the functions of existing local institutions without establishing new ones. The novelty of this study lies in the formulation of a locally grounded multi-stakeholder synergy model for educational transformation in disadvantaged regions, which demonstrates that collective action capacity can be built not through institutional expansion, but through the integration of formal institutions, customary structures, community participation, and local values of togetherness within an existing governance network.