Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PERUBAHAN TATA LETAK DAN FUNGSI DAPUR PADA RUMAH TINGGAL (TIPE 90M2 - 160M2) DI JAKARTA SELATAN (Studi Kasus : Wilayah Tebet Barat) Susy Irma Adisurya
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 14 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1677.611 KB) | DOI: 10.25105/dim.v14i1.2331

Abstract

AbstractTo have a house in Jakarta, for people with middle income is not easy, because the price of the land offered is high and the land in the center of the city are limited. Land area mapping for houses is not as large as in the 1980s. For the area of Tebet Barat, the available land which also has a higher demand is an area of about 90 m2 - 120 m2, with length and width as follows: 15 m x 6 m, 15 m x 7 m and 15 x 9 m. Limited land area forhouses resulted in the number of houses built in the form of terraced (vertical) on the ground that a necessary space for a family could be fulfilled. The limited area of the house resulted in the layout of space undergoing significant changes. The kitchen has variety of activities. The main activities is to process ingredients into a fine dish, so the kitchen become one of the important place in the designing process. Limited land area is also caused another problems. Does the kitchen layout changed? Or does the resident's perspective about kitchen change as well?To overcome the problem, we will conduct a research by using qualitative method. The result of this research is that there are lot of changes in the kitchen layout of the house and changes the perspective related to function and activities of the residents while in the kitchen.   AbstrakUntuk memiliki rumah tinggal di Jakarta, bagi masyarakat dengan tingkatekonomi menengah tidak mudah, karena harga tanah yang ditawarkan tinggi dan lahan perumahan di pusat kota yang sedikit. Pemetaan luas tanah untuk rumah tinggal tidak besar seperti pada tahun 1980-an. Untuk daerah Tebet Barat luas tanah yang tersedia dan banyak diminati adalah tanah yang memiliki luas sekitar 90m2 -120m2, dengan ukuran panjang dan lebar sebagai berikut : 15m x 6m, 15m x 7m dan 15 x 9m. Luas tanah yang terbatas untuk rumah tinggal mengakibatkan banyaknya rumah yang dibangun dengan bentuk bertingkat (vertical) dengan alasan agar kebutuhan ruang yang diperlukan sebuah keluarga dapat tercapai.Luas rumah yang terbatas mengakibatkan tata letak ruangnya mengalamiperubahan. Dapur memiliki kegiatan yang beragam, kegiatan utamanyamengolah bahan makanan menjadi masakan, karena itu dapur menjadi salah satu ruang penting dalam proses perancangan tempat tinggal. Lahan yang terbatas ini menimbulkan permasalahan, apakah tata letak dapur mengalami perubahan dan apakah cara pandang penghuni terhadap keberadaan dapur pada rumah tinggal mengalami perubahan juga? Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka daUntuk menjawab permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini, kamiakan melakukan penelitian dengan menggunakan metode Kualitatif. Hasilyang di dapat adalah adanya perubahan tata letak dapur pada lay out rumah tinggal dan adanya perubahan cara pandang yang berhubungan dengan fungsi dan kegiatan penghuni saat berada di dapur.Kata kunci: dapur, rumah tinggal, tata letak
PENGARUH PERILAKU PENGHUNI TERHADAP BENTUK LAY OUT UNIT HUNIAN RUSUNAMI KALIBATA JAKARTA Susy Irma Adisurya
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 15 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3532.294 KB) | DOI: 10.25105/dim.v15i2.5643

Abstract

AbstractThe dense population of Jakarta has led to an increase in the construction of residential property, especially Vertical Housing types such as apartments and flats. The construction of subsidized apartments and rental apartments (rusunami) is now the choice of the governmentand property developers to fulfil the needs of residential homes for people with middle and lower socioeconomic levels. Rusunami Kalibata is the newest flat type that is in great demand by the urban Jakarta community because it's located in the center of the city and it's location is strategically close to public facilities. The Kalibata rusunami unit has 2 (two) types, namely studio type and two room type. Rusunami occupant consist of 2 types: themselves and family. Occupants consisting of 2 or more people with friendship or family status. The problem of this research is whether there is an influence of behavior and activities of residents on the form oflayout of flat residential units. This study used descriptive qualitative method. The results of this study concluded the activities and behavior of residents is very influential with the form of layout in the residential apartment unit.   AbstrakPadat nya jumlah penduduk Jakarta menyebabkan meningkatnya pembangunan properti perumahan khususnya tipe bangunan Vertikal Housing seperti apartemen dan rumah susun (rusun). Pembangunan apartemen bersubsidi dan rusun sewa milik (rusunami) sekarang ini menjadi pilihan pemerintah dan pengembang properti untuk memenuhi kebutuhan rumah tinggal bagi masyarakat dengan tingkat sosial ekonomimenengah dan bawah. Rusunami Kalibata merupakan tipe rusun terbaru yang banyak diminati masyarakat urban Jakarta karena letaknya di tengah kota Jakarta dan lokasinya strategis karena dekat dengan fasilitas umum. Unit rusunami kalibata ini ada 2 (dua) tipe yaitu tipe studio dan tipe dua kamar. Penghuni rusunami 2 tipe, yaitu :sendiri dan keluarga. Penghuni yang lebih dari 2 orang ada yang statusnya pertemanan dan ada yang keluarga. Permasalahan dari penelitian ini adalah apakah ada pengaruh perilaku dan kegiatan penghuni terhadap bentuk layout unit hunian rusun. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Hasil dari penelitianini menyimpulkan bahwa aktifitas dan perilaku penghuni sangat berpengaruh dengan bentuk Layout pada unit hunian rusunami.
RAGAM HIAS DAN WARNA TRADISI MINANGKABAU PADA DESAIN INTERIOR RESTORAN PADANG DI JAKARTA Susy Irma Adisurya; Elda Franzia Jasjfi; Resky Annisa Damayanti; Mukamilatun Nisa
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2076.616 KB) | DOI: 10.25105/dim.v18i2.12772

Abstract

AbstractRestaurants with Indonesian cuisine commonly exist in Jakarta, one of them is Padang restaurant that comes from Minangkabau culture and tradition in West Sumatra. Padang restaurant visited by various consumers, including Jakarta residents, local and international travelers. To be recognized by consumers and prospective consumers, Padang restaurants have a unique characteristic in their design. This research focused on three restaurants as research objects which are Sederhana Padang Restaurant, Pagi Sore Restaurant, and Padang Merdeka Restaurant. The research was conducted to understand how Minangkabau ornaments and colors can be applied in Padang restaurants in Jakarta. The research method is qualitative descriptive. Data was collected through field research and photo documentation. Analysis was conducted by triangulated data from observation with visual data and references about Minangkabau tradition, including (1) architectural facade design, (2) applied ornaments in the interior, (3) applied colors in the interior. The result concluded that not all restaurants applied Minangkabau ornaments and colors in the restaurant’s interior. The architectural facade had a unique and interesting form to attract consumers to come to the restaurant. Minangkabau ornaments, motives, and colors in restaurants were not shown explicitly but conveyed through the adaptation process by modern architectural and interior style inlined with restaurant’s concept so every restaurant had a different approach applying Minangkabau’s culture in the interior design. Keyword: padang restaurant, interior design, restaurant interior, Minangkabau cuisine   AbstrakRestoran dengan menu makanan selera nusantara banyak ditemui di kota Jakarta, salah satu di antaranya adalah restoran dengan menu masakan Padang yang berasal dari tradisi budaya Minangkabau, di Sumatra Barat. Restoran Padang dikunjungi oleh konsumen yang beragam, termasuk penduduk Jakarta, wisatawan nusantara dan mancanegara. Agar mudah dikenali oleh konsumen dan calon konsumennya, Restoran Padang memiliki karakteristik tertentu pada desainnya. Penelitian ini terbatas pada tiga restoran yang menjadi objek penelitian, yaitu Restoran Padang Sederhana, Restoran Pagi Sore dan Padang Merdeka. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan ragam hias dan warna tradisi Minangkabau pada interior Restoran Padang di Jakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi lapangan dan dokumentasi foto. Analisis dilakukan pada data hasil observasi secara triangulasi terhadap data visual dan kepustakaan terkait tradisi budaya Minangkabau, meliputi (1) desain fasad bangunan, (2)  penerapan ragam hias dalam interior, (3) penerapan warna dalam interior. Hasil dari penelitian ini memaparkan bahwa tidak semua restoran menerapkan ragam hias, motif dan warna Minangkabau di dalam interior restorannya. Fasad arsitektur yang memiliki bentuk unik dan menarik dapat dikenali dan menarik minat masyarakat untuk datang ke restoran tersebut. Penerapan ragam hias, motif dan warna Minangkabau di restoran tidak ditampilkan secara eksplisit, namun telah mengalami proses adaptasi dengan gaya arsitektural dan interior modern sesuai dengan konsep restoran tersebut sehingga setiap restoran memiliki perbedaan dalam penerapan budaya Minangkabau dalam desain interiornya. Kata Kunci: restoran padang, desain interior, interior restoran, kuliner Minangkabau
PELATIHAN PEMANFAATAN KEMBALI (REUSE) SAMPAH ANORGANIK UNTUK PELENGKAP DESAIN INTERIOR DI LAHAN SEMPIT, KELURAHAN KALIANYAR Resky Annisa Damayanti; Susy Irma Adisurya; Asih Retno Dewanti; Suci Nanda
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 2 No 1 (2020): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.852 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v2i1.6107

Abstract

Sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari manusia. Pengelolaan sampah yang baik diharapkan mampu mengurangi dan menangani sampah. Kelurahan Kalianyar Kecamatan Tambora dikenal dengan wilayah pemukimannya yang padat. Tidak bisa dipungkiri sampah-sampah yang dihasilkan oleh warganya pun menumpuk setiap harinya meski Lurah setempat telah menyediakan Bank Sampah. Adapun sampah anorganik yang menjadi fokus kali ini dikarenakan sampah anorganik merupakan sampah yang tidak dapat terurai, sebagai contohnya yaitu sampah kotak sisa kemasan makanan dan karton. Dengan mengadakan penyuluhan dan pelatihan pemanfaatan kembali (reuse) sampah kepada warga di sekitar kelurahan Kalianyar, menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu bentuk alternatif terbaik karena dengan cara reuse atau pemanfaatan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya, maka produksi sampah dapat dikurangi. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini juga dirasakan bermanfaat bagi warga, khususnya ibu-ibu PKK dalam mengelola interior rumah tinggalnya yang umumnya berada di lahan sempit sekitar kelurahan Kalianyar sehingga pengorganisasian peralatan rumah tangganya menjadi lebih efisien dengan memanfaatkan kembali sampah anorganik tersebut untuk storage/tempat penyimpanan secara vertikal atau digantung
PENINGKATAN KETERAMPILAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN MENGHIAS STOPLES BEKAS MENJADI TEMPAT AKSESORIS Susy Irma Adisurya; Resky Annisa Damayanti; Asih Retno Dewanti
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 2 No 2 (2020): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.491 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v2i2.7444

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu bagian dari tri darma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan oleh setiap dosen. Dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat kali ini, tim dosen dari Program Studi Desain Interior memberikan pelatihan tentang upaya pemanfaatan material bekas, berupa stoples plastik bekas kemasan kue kering dan limbah kain perca, menjadi produk fungsional berupa tempat aksesori sekaligus elemen dekorasi interior. Metode yang digunakan dalam program ini dimulai dengan survei lokasi dan wawancara, yang dilanjutkan dengan  metode demonstrasi (peragaan) oleh instruktur pada saat pelaksanaan. Para peserta yang terdiri dari para pramuniaga toko di Pasar Tebet Barat, kemudian mempraktikkan apa yang sudah dicontohkan oleh instruktur. Peserta juga dibekali dengan pemahaman dan pengarahan tentang berbagai aspek desain seperti: komposisi bentuk, proporsi, ukuran, teknik yang dipakai dan komposisi warna. Hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini kemudian disusun dalam bentuk artikel ilmiah yang bersifat deskriptif kualitatif. Dari hasil kegiatan pelatihan ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun dengan latar belakang pendidikan yang terbatas, para peserta dapat mengikuti program ini dengan baik dan mampu menerapkan teori-teori desain yang telah dijelaskan, sehingga menghasilkan produk baru yang memiliki nilai estetis, fungsional, dan bernilai jual.
PEMANFAATAN KAIN PERCA DENGAN TEKNIK QUILT MENJADI PRODUK BARU YANG BERNILAI JUAL Asih Retno Dewanti; Susy Irma Adisurya; Resky Annisa Damayanti; Atridia Wilastrina; Meyka Septira Utami Putri; Putri Vania Elizabeth
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 3 No 1 (2021): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.479 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v3i1.7621

Abstract

Salah satu alternatif dalam mengurangi limbah adalah dengan menerapkan 3R (Reuse, Reduce and Recycle) yaitu menggunakan kembali, mengurangi dan mengolah kembali dari limbah yang dihasilkan dalam kehidupan sehari-hari setiap mahluk hidup. Tetapi tidak semua juga hal tersebut dapat dilakukan. Seperti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat atau disingkat PKM Mono dengan judul ‘Pelatihan Pemanfaatan Kain Perca dengan Teknik Quilt menjadi Produk Baru yang Bernilai Jual’ dimana dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang dilakukan secara daring. Masyarakat sasaran adalah beberapa teman Ikatan Alumni SMP Tarakanita  IV dengan lintas angkatan. Beberapa teman alumni yang selama pandemi  Covid -19 ini terpaksa melakukan aktivitas dari rumah saja sangat antusias untuk mengikuti kegiatan PKM walau secara daring. Pelatihan pemanfaatan limbah kain dengan teknik Quilt secara manual sangat mudah diikuti dan menggunakan modul bentuk Segitiga     ; Kotak     dan Lingkaran. Kegiatan ini diharapkan selain dapat mengisi waktu luang juga dapat menambah wawasan untuk memanfaatkan limbah kain menjadi produk baru yang bernilai jual.
SOSIALISASI DAN EDUKASI RUANG KERJA EFEKTIF DAN ERGONOMIS SELAMA WFH UNTUK GURU DAN ORANGTUA SISWA TK QIIS CIBUBUR Resky Annisa Damayanti; Yudhisman Imran; Susy Irma Adisurya
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 3 No 1 (2021): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.303 KB) | DOI: 10.25105/jamin.v3i1.8562

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan dengan kelompok sasaran guru dan orang tua murid di TK Qolbu Ilmi Islamic School (QIIS) Cibubur, yang didasari permasalahan yang banyak ditemui selama masa pandemi Covid-19. Pandemi membuat siswa, orang tua, dan guru terpaksa harus bekerja dari rumah atau yang dikenal dengan istilah work from home(WFH). WFH menimbulkan adaptasi baru yang mengharuskan siswa dan guru untuk belajar dan bekerja dari rumah, sehingga perlahan memunculkan permasalahan baru, yaitu tidak tersedianya ruang kerja di rumah yang efektif dan ergonomis. Di sini terlihat betapa pentingnya sosialisasi dan edukasi agar orang tua dan guru dapat lebih peka akan pentingnya area kerja yang efektif, tidak hanya terkait faktor kenyamanan, melainkan juga ergonomi untuk kesehatan. Dengan adanya sosialisasi dan edukasi yang berbentuk penyuluhan dan konsultasi ini, para guru dan orang tua siswa dapat memperoleh informasi dan edukasi yang mendalam, bahkan terlihat adanya perubahan ke arah positif setelah sebulan dilaksanakannya kegiatan ini, yaitu perubahan penataan dan desain ruang kelas yang lebih efektif untuk belajar dan ergonomis. Dapat disimpulkan dari hasil kegiatan ini ternyata tidak hanya bermanfaat bagi yang melaksanakan WFH, tetapi juga dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari, bahkan ketika pandemi ini benar-benar telah berakhir. 
REPRESENTASI DESAIN INTERIOR PUSAT KEBUDAYAAN KOREA SELATAN DI JAKARTA UNTUK MENDUKUNG PENDIDIKAN BERKUALITAS : Representation of Interior Design at the South Korean Cultural Center in Jakarta to Support Quality Education Valencia Natalie Piet; Susy Irma Adisurya; piet, valencia natalie
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 20 No. 2 (2024): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v20i2.18545

Abstract

South Korean culture, such as history, K-pop, K-drama, K-beauty, K-food, and so on, has gained the attention of Indonesian people of various communities and ages. Simultaneously with the increasing interest of the Indonesian people in entertainment, beauty, food & beverage, and other sectors from South Korea, the Korean industry in Indonesia is also increasing. The existence of the South Korean Cultural Center is currently still limited to being a Korean language center and does not yet present South Korean history, art, and technology which are of great interest to the Indonesian public today.This study aims to create an interior design concept for the South Korean Cultural Centerthat complies withits vision and mission, create a space and circulation program that suits the activities and behavior of users, and create a green design concept. This study adapts the 4th point of the Sustainable Development Goals regarding the Quality of Education and uses a qualitative descriptive research method.This design carries a concept with the theme "Two sides of Korea" which shows two sides of South Korea from two different eras: the past and present, by displaying a natural, warm, and dynamic image. In this design, the author chooses a contemporary South Korean style while still paying attention to green design.
Training on the Utilization of Used Cans for Environmental Awareness for Karang Taruna Adisurya, Susy Irma; Jasjfi, Elda Franzia; Iskandar, Layla Nurina Kartika; Puspatarini, Retna Ayu; Ariani, Ariani; Sari, Dhia Naura
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v7i1.12962

Abstract

Residential areas face issues related to waste from used items, including discarded cans due to household consumption. Activities that involve direct participation are required to enhance environmental awareness among the community. This training is a tangible community service program from the Faculty of Fine Arts and Design at Universitas Trisakti, conducted for the youth of Karang Taruna Cikoko Timur RW 02, Cikoko Village, Pancoran Subdistrict, South Jakarta. The training was aimed at 10 (ten) members of Karang Taruna who were directly involved in community empowerment activities in the targeted area. The training was carried out using the PAR (Participatory Action Research) method, with direct painting training on used cans under the guidance of an instructional team. The stages of the can painting training were (1) Cleaning, (2) Coloring, and (3) Protecting. The results of this training included painted used can products created by each participant, along with learning outcomes such as (1) Understanding the characteristics of can packaging, (2) Recognizing colour composition, (3) Practicing patience and diligence, (4) Developing creativity, and (5) Raising environmental awareness by utilizing used waste found around the living area.
RAGAM HIAS DAN WARNA TRADISI MINANGKABAU PADA DESAIN INTERIOR RESTORAN PADANG DI JAKARTA Adisurya, Susy Irma; Jasjfi, Elda Franzia; Damayanti, Resky Annisa; Nisa, Mukamilatun
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i2.12772

Abstract

AbstractRestaurants with Indonesian cuisine commonly exist in Jakarta, one of them is Padang restaurant that comes from Minangkabau culture and tradition in West Sumatra. Padang restaurant visited by various consumers, including Jakarta residents, local and international travelers. To be recognized by consumers and prospective consumers, Padang restaurants have a unique characteristic in their design. This research focused on three restaurants as research objects which are Sederhana Padang Restaurant, Pagi Sore Restaurant, and Padang Merdeka Restaurant. The research was conducted to understand how Minangkabau ornaments and colors can be applied in Padang restaurants in Jakarta. The research method is qualitative descriptive. Data was collected through field research and photo documentation. Analysis was conducted by triangulated data from observation with visual data and references about Minangkabau tradition, including (1) architectural facade design, (2) applied ornaments in the interior, (3) applied colors in the interior. The result concluded that not all restaurants applied Minangkabau ornaments and colors in the restaurant’s interior. The architectural facade had a unique and interesting form to attract consumers to come to the restaurant. Minangkabau ornaments, motives, and colors in restaurants were not shown explicitly but conveyed through the adaptation process by modern architectural and interior style inlined with restaurant’s concept so every restaurant had a different approach applying Minangkabau’s culture in the interior design. Keyword: padang restaurant, interior design, restaurant interior, Minangkabau cuisine   AbstrakRestoran dengan menu makanan selera nusantara banyak ditemui di kota Jakarta, salah satu di antaranya adalah restoran dengan menu masakan Padang yang berasal dari tradisi budaya Minangkabau, di Sumatra Barat. Restoran Padang dikunjungi oleh konsumen yang beragam, termasuk penduduk Jakarta, wisatawan nusantara dan mancanegara. Agar mudah dikenali oleh konsumen dan calon konsumennya, Restoran Padang memiliki karakteristik tertentu pada desainnya. Penelitian ini terbatas pada tiga restoran yang menjadi objek penelitian, yaitu Restoran Padang Sederhana, Restoran Pagi Sore dan Padang Merdeka. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan ragam hias dan warna tradisi Minangkabau pada interior Restoran Padang di Jakarta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi lapangan dan dokumentasi foto. Analisis dilakukan pada data hasil observasi secara triangulasi terhadap data visual dan kepustakaan terkait tradisi budaya Minangkabau, meliputi (1) desain fasad bangunan, (2)  penerapan ragam hias dalam interior, (3) penerapan warna dalam interior. Hasil dari penelitian ini memaparkan bahwa tidak semua restoran menerapkan ragam hias, motif dan warna Minangkabau di dalam interior restorannya. Fasad arsitektur yang memiliki bentuk unik dan menarik dapat dikenali dan menarik minat masyarakat untuk datang ke restoran tersebut. Penerapan ragam hias, motif dan warna Minangkabau di restoran tidak ditampilkan secara eksplisit, namun telah mengalami proses adaptasi dengan gaya arsitektural dan interior modern sesuai dengan konsep restoran tersebut sehingga setiap restoran memiliki perbedaan dalam penerapan budaya Minangkabau dalam desain interiornya. Kata Kunci: restoran padang, desain interior, interior restoran, kuliner Minangkabau