Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JURNAL DIVERSITA

Pengaruh Trait Conscientiousness, Leader-Member Exchange dan Masa Kerja terhadap Perilaku Berbagi Pengetahuan Guru SMA Murniasih, Farhanah; Seniati, Ali Nina Liche
JURNAL DIVERSITA Vol 5, No 1 (2019): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Psychology Department Faculty of Psychology Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.557 KB) | DOI: 10.31289/diversita.v5i1.2452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh trait conscientiousness guru, leader-member exchange, dan masa kerja guru terhadap perilaku berbagi pengetahuan guru Sekolah Menengah Atas. Penelitian dilakukan pada 228 guru Sekolah Menengah Atas yang mengajar di wilayah JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis multiple regression. Desain penelitian ini adalah non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan snowball sampling. Perilaku berbagi pengetahuan diukur dengan menggunakan Skala Perilaku Berbagi Pengetahuan, trait conscientiousness diukur dengan menggunakan skala NEO-4, serta persepsi kualitas hubungan atasan dan bawahan diukur dengan menggunakan skala Leader-Member Exchange Multi-Dimensional (LMX-MDM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa trait conscientiousness guru dan leader-member exchange guru berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku berbagi pengetahuan pada guru SMA, namun lama kerja ditemukan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku berbagi pengetahuan guru. Trait conscientiousness guru memiliki sumbangan paling besar terhadap perilaku berbagi pengetahuan guru.
Pengaruh Trait Conscientiousness, Leader-Member Exchange dan Masa Kerja terhadap Perilaku Berbagi Pengetahuan Guru SMA Farhanah Murniasih; Ali Nina Liche Seniati
Jurnal Diversita Vol 5, No 1 (2019): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v5i1.2452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh trait conscientiousness guru, leader-member exchange, dan masa kerja guru terhadap perilaku berbagi pengetahuan guru Sekolah Menengah Atas. Penelitian dilakukan pada 228 guru Sekolah Menengah Atas yang mengajar di wilayah JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) dan memiliki pengalaman kerja minimal 1 tahun. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis multiple regression. Desain penelitian ini adalah non-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan snowball sampling. Perilaku berbagi pengetahuan diukur dengan menggunakan Skala Perilaku Berbagi Pengetahuan, trait conscientiousness diukur dengan menggunakan skala NEO-4, serta persepsi kualitas hubungan atasan dan bawahan diukur dengan menggunakan skala Leader-Member Exchange Multi-Dimensional (LMX-MDM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa trait conscientiousness guru dan leader-member exchange guru berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku berbagi pengetahuan pada guru SMA, namun lama kerja ditemukan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku berbagi pengetahuan guru. Trait conscientiousness guru memiliki sumbangan paling besar terhadap perilaku berbagi pengetahuan guru.
Sisi Gelap Media Sosial: Mediasi Perbandingan Sosial Pada Hubungan Fear of Missing Out dan Social Media Fatigue Farhanah Murniasih
Jurnal Diversita Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v9i1.8899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fear missing out mempengaruhi social media fatigue melalui mediator perbandingan sosial. Penting untuk meneliti tentang social media fatigue karena telah menjadi fenomena yang meluas di dunia kita yang semakin terhubung. Ketika orang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial dan terlibat dalam perbandingan sosial yang lebih intens, mereka berisiko mengalami dampak negatif seperti kelelahan. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif. Sampel berjumlah 268 responden, didominasi oleh perempuan dengan rata-rata usia responden 21 Tahun. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan pengisian tiga kuesioner yang terdiri dari skala fear of missing out, skala perbandingan sosial UDACS (The Upward and Downward Appearance Comparison Scale), dan SMFs (Social Media Fatigue Scale). Analisis data dilakukan menggunakan PROCESS Mediation Model dari Hayess. Hasil menunjukkan bahwa fear of missing out secara signifikan mempengaruhi social media fatigue serta perbandingan sosial secara signifikan memediasi hubungan fear of missing outdan social media fatigue. Kata Kunci: fear of missing out; perbandingan sosial; social media fatigue.
Exploring Religious Identity and Well-Being of Generation Z: Mediating Role of Digital Engagement Murniasih, Farhanah; Cebba, Abdul Hamid; Namira Daffani Sabina
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 2 (2024): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v10i2.13043

Abstract

The primary challenges faced by Generation Z include high levels of stress, vulnerable mental health, and social pressures that can impede their overall well-being. In addressing these challenges, it is crucial to explore factors that can contribute to enhancing their well-being. This study aims to investigate the relationship between religious identity and psychological well-being among Generation Z in Indonesia, as well as the mediating role of digital engagement in this relationship. Generation Z encounters various difficulties, including social pressures, anxiety, and uncertainty about the future, all of which can impact their well-being. Religious identity, encompassing religious affiliation and beliefs, is considered a factor that can provide emotional support and enhance well-being. This research employed a survey method involving 753 respondents from Generation Z in Indonesia, who were recruited through an online questionnaire. The findings indicate that religious identity positively influences psychological well-being, both directly and through increased digital engagement. These findings have significant implications for religious organizations and policymakers in leveraging digital platforms to support the psychological well-being of Generation Z. The study also opens avenues for further research on how digital technology can be optimally utilized in the context of religion and mental well-being.
Mediating Role of Self-Efficacy on the effect of social support and Employee Burnout when Working from Home (WFH) Solicha; Murniasih, Farhanah; Febriyani, Lavirni Salma
Jurnal Diversita Vol. 10 No. 1 (2024): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v10i1.11837

Abstract

Working from home (WFH) is considered beneficial in increasing productivity as it reduces the need to travel. However, WFH also has potential risks to mental health, such as burnout. This study aims to analyze the mediating role of self-efficacy in the relationship between social support and burnout in employees who do WFH. This research design uses quantitative, with a sample of 255 respondents who are dominated by women aged 18-30 years. The sampling technique used purposive sampling. Data collection used three questionnaires consisting of General Self-Efficacy Scale (Schwarzer & Jerusalem, 1995), Maslach Burnout Inventory General Survey (Maslach et al., 1996) and Social Support Scale adapted by Prijayanti (2015). Data analysis was conducted using Hayess' PROCESS Mediation Model. The results show that social support significantly affects burnout and self-efficacy significantly mediates the relationship between social support and burnout in employees working WFH. This finding confirms the importance of self-efficacy as a key mechanism that enables individuals to utilize existing social support to reduce the risk of burnout in WFH settings.