Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Secara Elektronik di Indonesia Era Industri 4.0 Agus Hidayat; Muhammad Yasir; Warsito Warsito
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 4 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v4i2.1508

Abstract

Pemilihan kepala daerah atau pilkada merupakan pesta demokrasi di tingkat lokal untuk memilih pemimpinnya secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil, serta bersih bebas dari kecurangan. Namun dalam pelaksanaannya seringkali menimbulkan permasalahan terutama masalah data pemilih dan kecurangan pada saat rekapitulasi suara baik di tingkat TPS, tingkat Kecamatan dan Kabupaten/Kota, serta Provinsi. Selain itu, membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk sumberdaya penyelenggaraan pilkada seperti biaya pembuatan TPS, kertas, tinta, kotak suara dan lain sebagainya. Seperi halnya kotak suara yang setiap pilkada mengalami perubahan dan menelan anggaran yang sangat besar. Permasalahan ini tentunya dapat diminimalisir melalui penggunaan teknologi seiring kemajuan dan perkembangan teknologi di era Industri 4.0. Sebagai alternatif adalah diterapkannya pilkada elektronik atau e-pilkada. Melalui penggunaan e-pilkada tersebut diharapkan terwujudnya pilkada yang jujur, adil dan bersih, serta efisien, efektif dan akuntabel sebagai pesta demokrasi di tingkat daerah
Pelatihan Manajemen Industri dan Jaringan Komputer di Balai Latihan Kerja Kompetensi Disnakertrans Provinsi Jawa Barat Agus Hidayat; Muhammad Yasir; Rasim; Muhammad Khaeruddin; Asep Ramdhani Mahbub; Mugiarso; Joniwarta
VIDHEAS: Jurnal Nasional Abdimas Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : VINICHO MEDIA PUBLISINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenjangan kompetensi tenaga kerja di bidang manajemen industri dan jaringan komputer menjadi tantangan struktural yang dihadapi Balai Latihan Kerja (BLK) Kompetensi DISNAKERTRANS Provinsi Jawa Barat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta pelatihan melalui pendekatan pelatihan vokasional terintegrasi yang menggabungkan domain manajemen industri dan jaringan komputer dalam satu kerangka kurikulum yang koheren. Metode pelaksanaan menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan instrumen asesmen kompetensi dan angket kepuasan berbasis model Kirkpatrick Level 1. Kegiatan diikuti 32 peserta aktif BLK yang dipilih melalui purposive selection. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor signifikan dari 44,53 menjadi 76,41 (t = 24,27; p < 0,001), dengan rata-rata N-Gain Score sebesar 0,574 (kategori sedang) dan tingkat kepuasan peserta sebesar 4,30 dari skala 5 (kategori sangat baik). Kegiatan ini menghasilkan modul pelatihan terintegrasi sebagai legacy output kelembagaan BLK untuk siklus pelatihan berikutnya. Kata Kunci: Pelatihan Vokasional, Manajemen Industri, Jaringan Komputer, BLK, Kompetensi Tenaga Kerja
Penerapan Digitalisasi Informasi Pantai Sawarna Sebagai Upaya Peningkatan Promosi dan Akses Informasi Wisatawan Joniwarta; Asep Ramdhani Mahbub; Agus Hidayat; Muhammad Yasir
VIDHEAS: Jurnal Nasional Abdimas Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : VINICHO MEDIA PUBLISINDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Sawarna di Kabupaten Lebak, Banten, merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata. Namun, keterbatasan akses informasi wisata, akomodasi, fasilitas pendukung, serta media promosi yang masih konvensional menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik destinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan digitalisasi informasi wisata sebagai upaya meningkatkan promosi destinasi dan kemudahan akses informasi bagi wisatawan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengelola wisata, pelaku usaha homestay, pemerintah desa, dan dokumentasi kegiatan. Implementasi digitalisasi dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu pendataan homestay, pemanfaatan aplikasi SITAMANBUMI dan BATOUR, penyusunan serta pemasangan peta wisata (roadmap), pemasangan media informasi digital berupa running text pada gerbang kawasan wisata, serta pemasangan banner informasi yang dilengkapi QR Code untuk menghubungkan wisatawan dengan platform informasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi informasi mampu meningkatkan efektivitas penyebaran informasi wisata, mempermudah wisatawan dalam memperoleh informasi mengenai objek wisata, jalur akses, fasilitas pendukung, dan akomodasi yang tersedia. Integrasi media informasi fisik dan digital juga memberikan pengalaman wisata yang lebih interaktif, meningkatkan visibilitas destinasi melalui promosi berbasis teknologi, serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. Dengan demikian, digitalisasi informasi di Pantai Sawarna menjadi strategi yang efektif dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan, meningkatkan kualitas pelayanan wisata, dan memperluas jangkauan promosi destinasi di era digital. Kata kunci: Digitalisasi Informasi, Pariwisata Digital, Pantai Sawarna, QR Code, Promosi Wisata