Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak Melalui Edukasi Berbasis Media Rahmah, Afiatun; Mirawati, Mirawati; Ariana, Rahma Alifhia
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i1.316

Abstract

Kekerasan seksual pada anak akhir-akhir ini marak terjadi. Kasus kekerasan seksual pada anak selalu mengalami peningkatan tiap tahunnya. Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)  pada   tahun   2022   terdapat   2.133. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait pelecehan seksual kepada anak sekolah dengan menggunakan media. penyuluhan diawali dengan pelaksanaan post tes lalu di putarkan media kemudian dilakukan post-test. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan   bahwa   ada   pengaruh   pendidikan   kesehatan   terhadap pengetahuan anak sekolah dalam pencegahan kekerasan seksual Edukasi pencegahan kekerasan seksual pada anak sejak dini dapat dilakukan dengan kekerasan seksual pada anak dapat dicegah sejak dini dengan memberikan edukasi. Edukasi dapat menambah pengetahuan anak terkait kekerasan seksual dan pencegahannya.
Analisis Determinan Masalah Stunting di Kabupaten Banjar Lestari, Pratiwi Puji; Rahmah, Afiatun; Mutmainah, Shofura Ghoida
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 15 No 1 (2025): Vol. 15, No. 1 Januari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v15i1.1456

Abstract

This study analyzes the determinants of stunting among toddlers in Banjar Regency. Using a cross-sectional analytical approach, data were collected from 115 respondents through surveys and secondary sources from Lok Baintan 3 Health Center. The findings reveal that 60% of toddlers experienced stunting. Key determinants investigated include clean water access, sanitation facilities, immunization status, exposure to cigarette smoke, and health insurance coverage. Among these, cigarette smoke exposure was identified as the most significant factor, with a p-value of 0.004, indicating a strong association with stunting. This research underscores the need for multi-sectoral interventions focusing on smoking cessation and improving nutritional support to address stunting comprehensively. Recommendations are provided for further research and policy implementation to reduce stunting prevalence
Edukasi Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Peningkatan Kepedulian Terhadap Kesehatan Wanita Usia Subur Wati, Mira; Mariati, Nelly; Rahmah, Afiatun; Prabawati, Septiyan Anggira
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i1.16121

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi pada wanita dapat dilihat pada prevalensi kanker di Indonesia seperti kanker serviks dan kanker payudara. Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 36,633 kasus dan kanker payudara 65,858 kasus. Gambaran kesehatan reproduksi wanita juga dapat dilihat dari kasus IMS, HIV dan AIDS. Estimasi jumlah orang dengan HIV di Indonesia pada tahun 2020 sebanyak 543.100 orang dengan jumlah infeksi baru sebanyak 29.557 orang dan kematian sebanyak 30.137 orang. Pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan wanita dalam menjaga kesehatan reproduksinya sehingga menciptakan kesadaran untuk mau dan berpartisipasi dalam pencegahan dan deteksi dini penyakit yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan dengan ceramah dan diskusi, serta difasilitasinya konsultasi secara privat. Adapun kesimpulan yang diperoleh dari hasil pre-test dan post-test yang dilakukan dengan kuesioner adalah adanya peningkatan pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi wanita usia subur dari 37% menjadi 63%.
Hubungan Komunikasi Informasi Edukasi dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Indonesia: Scoping Review Mirawati, Mirawati; Rahmah, Afiatun; Heryani, Amelia Chica
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 1 (2024): Februari 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i1.1200

Abstract

Metode kontrasepsi terbanyak di pilih pasangan usia subur adalah jangka pendek seperti pil dan suntik di bandingkan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Salah satu upaya meningkatkan penggunaan KB adalah KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi). Tujuan penelitian yaitu menganalisis hubungan komunikasi informasi edukasi terhadap penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang di Indonesia (scoping review). Metode penelitian ini adalah scoping review dengan pedoman PRISMA. Basis data yang digunakan adalah Pubmed dan Google Schoolar. Artikel yang dipilih fulltext yang terpublikasi secara online dari tahun 2019 sampai tahun 2023. Hasil penelitian terdapat 6 artikel terkait komunikasi informasi edukasi dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang. Seluruh artikel menggunakan desain cross sectional dan quasy exsperimen. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu terdapat hubungan komunikasi informasi edukasi dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang di Indonesia. Diharapkan pelayanan KB lebih terencana dan efektif dalam penyuluhan dan konseling sehingga masyrakat memperoleh informasi yang lebih menyeluruh khususnya MKJP.
OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA IBU PRE MENOPAUSE Mirawati, Mirawati; Rahmah, Afiatun; Puspitasari, Mirza Adiwidya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26171

Abstract

Perempuan saat memasuki masa penuaan atau menjelang menopause sering mengalami gejala secara  fisik  maupun  psikologis  sehingga  dapat  menyebabkan  gangguan  aktivitas  sehari-hari.  Seringkali perempuan di usia menjelang menopause merasa dirinya tua, menilai dan berpikir dirinya loyo dan merasa tidak  berarti  lagi  sehingga  mengakibatkan  stres  pada  perempuan.  Dampak  buruk  atau  gejala  berat menopause  dapat  menyebabkan  osteoporosis,  penyakit  jantung,  inkontinensia  urine  dan  masalah kesehatan  lainnya.  Tujuan  dari  kegiatan  ini  yaitu  meningkatkan  pengetahuan  dan  wawasan  perempuan pada  umumnya  untuk  meningkatkan pemahaman  kesehatan  reproduksi  pada ibu pre menopause.  Metode  kegiatan  ini  terbagi  dalam beberapa  langkah,  diawali  sosialisasi  agenda  kegiatan,  memberikan  materi  edukasi  pada  perempuan dan terakhir  evaluasi  tentang  pengetahuan  kesehatan  reproduksi  pre menopause.  Hasil  dari  kegiatan  ini  adalah terlihat peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi pada perempuan sebelum dan sesudah mengikuti edukasi.
Penguatan Edukasi Berbasis Media Audiovisual sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Dampak Sampah terhadap Kesehatan Masyarakat di MAN 3 Banjar Nadya Puteri; Muhammad Bayu Rezki; Mutia Rahmi; Novea Leta; Afiatun Rahmah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Indie Press Edutaste

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/8vnjps56

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi salah satu isu lingkungan yang berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok usia remaja. Pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti gangguan saluran pencernaan, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai dampak sampah terhadap kesehatan masyarakat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perilaku tidak sehat di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang dampak sampah terhadap kesehatan masyarakat melalui penguatan edukasi berbasis media audiovisual. Kegiatan dilaksanakan di MAN 3 Banjar dengan melibatkan 88 siswa sebagai sasaran. Metode pelaksanaan meliputi pemberian pretest untuk mengukur pengetahuan awal, penyampaian materi edukasi menggunakan media audiovisual, diskusi interaktif, serta posttest sebagai bentuk evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi, yang ditunjukkan oleh meningkatnya nilai rata-rata posttest dibandingkan pretest. Selain itu, siswa menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara pengelolaan sampah dan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis media audiovisual efektif sebagai upaya promotif dalam meningkatkan pengetahuan remaja serta mendukung perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester I: Relationship Between Maternal Age and Parity and the Incidence of Anemia Among First-Trimester Pregnant Women Atmiyati, Siti Salamatul Janah; Wulandatik, Darmayanti; Fathony, Zaiyidah; Rahmah, Afiatun; Mahfuzhah, Neneng
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v5i2.215

Abstract

Anemia in pregnancy remains a widespread public health problem, including in the working area of Alalak Selatan Public Health Center, Banjarmasin City, which previously recorded an increase in cases. Demographic factors such as maternal age and parity are theoretically believed to be risk factors triggering a decrease in hemoglobin levels. This study aimed to analyze the relationship between age and parity with the incidence of anemia in first-trimester pregnant women in the working area of Alalak Selatan Public Health Center, Banjarmasin City. This study utilized a quantitative analytic observational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 120 first-trimester pregnant women selected using a purposive sampling technique based on data from January to November 2025. The independent variables were age and parity, while the dependent variable was the incidence of anemia. Data were collected using observation sheets referring to the maternal cohort medical records to record age, parity, and hemoglobin levels, which were then analyzed using the Chi-Square statistical test. The results showed that the majority of respondents were in the healthy or not-at-risk reproductive age range of 20-35 years (81.7%) and had multipara parity status (48.3%). The incidence of anemia was very low, with 95% of respondents not experiencing anemia and only 5% experiencing mild anemia. Statistical tests proved that there was no significant relationship between maternal age and the incidence of anemia (p = 0.492), and no significant relationship was found between parity and the incidence of anemia (p = 0.712). This study concludes that age and parity have no relationship with the incidence of anemia in pregnant women in the area. The low rate of anemia in both at-risk and not-at-risk age and parity groups indicates that pregnant women's compliance with routine Antenatal Care (ANC) programs and iron supplementation consumption has a much more dominant impact in preventing blood deficiency complications.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI KOTA SAMARINDA TAHUN 2026 Ega Ersya; Rahmawati Wahyuni; Siti Raihanah; Afiatun Rahmah; Pratiwi Puji Lestari
Optimal Midwife Journal Volume 3, No 1, Juni 2026
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, termasuk tinggi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kelurahan Bandara tercatat sebagai salah satu kelurahan dengan kasus stunting terbanyak di wilayah kerja Puskesmas Remaja. Kader posyandu berperan penting dalam pencegahan stunting melalui edukasi, pemantauan tumbuh kembang, dan deteksi dini, namun peran tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan, pelatihan, dan lama kerja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi. Sampel penelitian adalah kader Posyandu di Kelurahan Bandara. Analisis data dilakukan dengan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (pengetahuan) dan variabel dependen (peran kader). Hasil: Hasil analisis uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan kader dengan peran kader dalam pencegahan stunting pada balita (p = 0,006). Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader memiliki pengaruh nyata terhadap peran kader dalam pencegahan stunting. Kader yang memiliki pengetahuan baik lebih aktif perannya sebagai pelaksana, pengelola, dan pemantau tumbuh kembang balita. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan peran kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting pada balita (p = 0,006). Dengan demikian, pengetahuan berkontribusi penting terhadap optimalisasi peran kader posyandu dalam pencegahan stunting. 
Effectiveness of Educational Media on Children's Knowledge of Sexual Violence afiatun rahmah; Mirawati Mirawati; Khairunnisa Khairunnisa; Muhammad Ferdy Baihaqi; Rahma Alifia Ariana; Herman Ariadi
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2025): August
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v13i2.105421

Abstract

Background: Reproductive health and sexuality education in elementary schools play an important role in shaping children's knowledge and protective behavior. However, the material provided is still limited to the introduction of reproductive organs and general dangers, leading many students to seek information from unreliable sources.Objectives: This study aimed to analyze the effect of booklet media on increasing knowledge about sexual violence among elementary school students in grades III–VI. A preexperimental design with a one group pre-test and post-test was used.Methods: The instrument was a questionnaire containing 20 questions covering basic knowledge about the body, recognition of sexual violence, self-protection, appropriate actions after an incident, and educational understanding.Results: The results of the Wilcoxon Signed Rank test showed a significant increase in knowledge before and after the intervention (p = 0.000). The average pre-test score of 11,26 increased to 16,54 in the post-test. The majority of students who were initially in the moderate and low knowledge categories changed to the good category after being given the booklet.Conclusion: The booklet media has proven to be effective as an educational tool that can be used in promotive and preventive efforts in elementary schools. This intervention can be used as a community midwifery strategy to improve child protection against sexual violence
EDUKASI VAKSINASI HPV UNTUK PENCEGAHAN KANKER SERVIKS Afiatun Rahmah; Ega Ersya Urnia; Setyo Teguh Waluyo; Rahmat Hidayat; Annisa Annisa; Yona Faura Maharani; Budiman Budiman; Norhidayah Norhidayah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34303

Abstract

Abstrak: Masalah kanker serviks yang disebabkan infeksi Human Papilloma Virus (HPV) masih menjadi beban besar, termasuk di Indonesia. Rendahnya kesadaran akan pentingnya vaksinasi HPV pada usia dini memperparah risiko tersebut. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswi sekolah dasar tentang vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui media audiovisual (video animasi) yang dilaksanakan pada bulan Maret 2024 di SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin dengan peserta 50 siswi kelas 3. Kegiatan diawali dengan pretest, dilanjutkan pemutaran video edukasi dan penjelasan, lalu dilakukan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 47,6 menjadi 81,2, dengan kategori baik naik dari 4 menjadi 35 siswa. Program ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis audiovisual efektif meningkatkan pemahaman siswi tentang pentingnya vaksinasi HPV. Edukasi serupa perlu dilaksanakan berkelanjutan dengan melibatkan guru dan orang tua.Abstract: Cervical cancer, caused by Human Papillomavirus (HPV) infection, remains a significant burden, including in Indonesia. Low awareness of the importance of HPV vaccination at an early age exacerbates this risk. This community service program aims to improve elementary school students' understanding of HPV vaccination as a cervical cancer prevention measure. The method used was health education through audiovisual media (animated videos) and was conducted in May 2024 at SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin with 50 third-grade students participating. The activity began with a pretest, followed by the screening of educational and explanatory videos, and then a posttest to measure knowledge gains. The results showed a significant increase in the average knowledge score from 47.6 to 81.2, with the good category increasing from 4 to 21 students. This program demonstrates that audiovisual-based education is effective in improving students' understanding of the importance of HPV vaccination. Similar education needs to be implemented continuously, involving teachers and parents.