Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The correlation between laboratory skills frequency and the result of intranatal care practicum of midwifery program students of health faculty in Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Afiatun Rahmah; Rizki Amalia; Nelly Mariati
International Journal of Health Science and Technology Vol 1, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.972 KB) | DOI: 10.31101/ijhst.v1i2.1101

Abstract

Based on IDHS Survey in 2012, the average Maternal Mortality Rate (MMR) was recorded at 359/100,000 live births. The average mortality rate was much higher compared to the results of IDHS survey in 2007 which was reached 228/100,000 live births. World health organization (WHO) in 2000s introduced Intranatal Care to prevent complications in childbirth. Intranatal care then was introduced to the student through university subject, in which 40% was theory and 60% was laboratory clinic practicum. This research aimed to determine the correlation between laboratory skills frequency and the result of intranatal care practicum of midwifery program students of health faculty in Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Methods: This research was quantitative study using descriptive analytic method with cross sectional approach. Sampling technique used was total sampling. The data were collected using secondary data which was presented in the form of data, tables, diagrams, or research topics by using Chi Square test with 95% significance level of 5,991. 32 (37,2%) respondents with 5 times of lab skill frequency showed 75 test scores, while 51 out of 54 (59,3%) respondents who had ≥5 lab skill frequency had ≥ 75 exam scores. Statistical analysis using Chi Square showed the value of p=0,000, which means that there was a correlation between lab skill frequency and the results of the practical test. Conclusion: It can be concluded that improving learning activities in the laboratory will improve students' practical abilities
Edukasi Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Peningkatan Kepedulian Terhadap Kesehatan Wanita Usia Subur Mira Wati; Nelly Mariati; Afiatun Rahmah; Septiyan Anggira Prabawati
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v4i1.16121

Abstract

Permasalahan kesehatan reproduksi pada wanita dapat dilihat pada prevalensi kanker di Indonesia seperti kanker serviks dan kanker payudara. Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 36,633 kasus dan kanker payudara 65,858 kasus. Gambaran kesehatan reproduksi wanita juga dapat dilihat dari kasus IMS, HIV dan AIDS. Estimasi jumlah orang dengan HIV di Indonesia pada tahun 2020 sebanyak 543.100 orang dengan jumlah infeksi baru sebanyak 29.557 orang dan kematian sebanyak 30.137 orang. Pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan wanita dalam menjaga kesehatan reproduksinya sehingga menciptakan kesadaran untuk mau dan berpartisipasi dalam pencegahan dan deteksi dini penyakit yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan dengan ceramah dan diskusi, serta difasilitasinya konsultasi secara privat. Adapun kesimpulan yang diperoleh dari hasil pre-test dan post-test yang dilakukan dengan kuesioner adalah adanya peningkatan pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi wanita usia subur dari 37% menjadi 63%.
Pelatihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi dalam Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan Yustan Azidin; Afiatun Rahmah; Daratul Zuraida; Rafi Maulana
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2022): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Perguruan tinggi vokasi memiliki tanggung jawab membekali peserta didik dengan nilai-nilai sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri. Untuk dapat bekerja sesuai kebutuhan dunia kerja, selain penguasaan hard skill, juga penguasaan soft skill, Pada jenjang pendidikan tinggi dalam pembentukan karakter perlu diberikan pengetahuan dan pendidikan yang memadai melalui organisasi kemahasiswaan Melalui program pelatihan kepemimpinan dan manajemen organisasi ini diharapkan dapat membentuk karakter dan sikap pentingnya memahami program dan lingkungan kampus dan menjadi motivasi tersendiri pengembangan kompetensi sumber daya manusia/mahasiswa. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertempat SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru. Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2022. Sasaran merupakan khalayak sasaran untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mahasiswa aktif organisasi.Hasil yang didapat adalah diketahuinya masih ada yang belum mengetahui tentang kepemimpinan dan manajemen organisisai evaluasi melalui pretest dan posttest.Pelaksanaan kegiatan edukasi terkait kepemimpinan dan manajemen organisasi ini menambah pengetahuan mahasiswa terkait kepemimpinan dan manajemen organisasi.
A SCOOPING REVIEW BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND EARLY MENARCE OF ADOLESCENT WOMEN IN INDONESIA Afiatun Rahmah; Mirawati Mirawati; Rahma Alifhia Ariana
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background :. Menarche is menstruation or menstruation that comes for the first time and is the culmination of a series of changes that occur in a young woman who is reaching adulthood and as a sign that she is capable of becoming pregnant or her reproductive system is starting to function, the results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) state that 70.1% of young women aged 10-19 years have experienced menstruation and as many as 29.9%. Purpose: This study aims to determine the relationship between nutritional status and the incidence of early menarche in female adolescents in Indonesia Research Methods: The study is a scoping review with PRISMA guidelines, the data bases used are Pubmed, Google Scholar and Science Direct, The Scoping Review method was carried out using the following steps; 1) identifying research questions; 2) identifying relevant studies, through the Pubmed, Google Scholar, and Wiley Science Direct. The article criteria used are articles published from 2019 to 2023 and discussing of nutritional status and Early menarche; 3) the selection of articles was described using the Prisma Flow Chart where in full text search results, 7 articles was used for the review as these have quality assessment and according to population, methods, and results; 4) carrying out data charting; and 5) carrying out the compilation of results reports. Research Results: There are 7 articles related to nutritional status on the incidence of menarche. All articles use a cross sectional design. Of the 7 articles, there were 4 articles which showed a relationship between nutritional status and the incidence of early menarche in young women. Conclusions and Suggestions: it can be concluded that there is a relationship between nutritional status and the incidence of early menarche in young women in Indonesia. It is hoped that young women can apply healthy consumption patterns so that their nutritional status is normal.
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Sebagai Perencanaan KB Pascasalin dalam Kelas Ibu Hamil Mirawati Mirawati; Afiatun Rahmah; Noradina Anggi Agustin; Rahma Alifhia Ariana; Gisna Saufita
Abdimas Universal Vol. 6 No. 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Balikpapan (LPPM UNIBA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/abdimasuniversal.v6i1.405

Abstract

Knowledge and implementation of the use of contraceptive methods, especially Long-Term Contraceptive Methods (LTCM), is currently still low. In fact, LTCM has several advantages such as a high level of effectiveness, low failure rate, fewer complications or side effects experienced by clients when compared to other contraceptive methods. Pregnant women's classes can be a forum for good socialization of LTCM for planning the use of postpartum contraception. This community service aims to increase public knowledge about LTCM so that it can increase the use of LTCM in the community. The method used in implementing this community service is counseling about LTCM using leaflets and educational videos. The conclusion obtained was that there was an increase in knowledge about LTCM from 75% to 91% and of the 15 participants there were 5 participants who planned to use IUDs and implants as contraception options after postpartum. The hope is that midwives will actively play a role in every counseling exercise for the community so that the community's desire and interest in using long-term contraceptives increases
PENGARUH TEKNIK MASSAGE EFFLEURAGE TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF WILAYAH PUSKESMAS TAMPANG TUMBANG KALIMANTAN TENGAH Mariati, Nelly; Mirawati, Mirawati; Rahmah, Afiatun; Fitriani, Fitriani
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan dan kelahiran merupakan proses fisiologis yang harus dialami oleh seorang ibu. Selama proses persalinan terjadi penurunan kepala kedalam rongga panggul yang menekan syaraf pundendal sehingga mencetuskan sensasi nyeri yang dirasakan oleh ibu. Menurut Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 Angka Kamatian Ibu (AKI) akibat persalinan di Indonesia yaitu 208/100.000 dan Angka Kematian Bayi (AKB) 26/1.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2003).Menganalisis Pengaruh Massage Effleurage Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Persalinan Kala 1 Fase Aktif.Rancangan penelitian yang digunakan adalah Wilcoxon dengan total populasi 10 ibu bersalin. Berdasarkan hasil uji analisa statistik dengan uji Wilcoxon diperoleh nilai P value = 0,008 dengan derajat kemaknaan α = 0,05. 0,008<0,05, maka H1 diterima yang artinya menunjukan adanya makna yang berarti pada kombinasi massage Effleurage terhadap penurunan skala nyeri pada persalinan kala 1 fase aktif. Adanya makna yang berarti pada massage effleurage terhadap penurunan skala nyeri pada persalinan kala 1 fase aktif. Ibu dalam peroses persalinan memerlukan tingkat rileks yang tinggi untuk mengurangi nyeri.
Pelatihan Literasi Digital untuk Edukasi Pencegahan Stunting pada Remaja di SMAN 11 Banjarmasin hamidah, jamiatul; Rahmah, Afiatun; Noviana, Dewi Putri; Ariana, Rahma Alifhia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i2.6637

Abstract

Prevalensi stunting berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, pada anak usia 0-59 bulan sebesar 30,8%. Prevalensi stunting di Kalimantan Selatan pada tahun 2021 sebesar 28,7%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Remaja merupakan kelompok usia yang penting dalam pencegahan stunting. Remaja perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang tepat tentang gizi seimbang, kesehatan reproduksi, pernikahan dini, dan tentang pola asuh anak. Literasi digital menjadi kunci untuk mengedukasi remaja tentang stunting di era digital. Remaja perlu diberikan bekal berupa kemampuan untuk mengakses informasi yang nyata, akurat, dan terpercaya tentang stunting, mengkritik dan menganalisis informasi yang diperoleh dari media digital, dan menyebarkan informasi yang benar tentang stunting melalui media digital. Metode pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah kombinasi antara pelatihan dan konsultasi kesehatan yang ditujukan kepada warga sekolah, terutama siswa dan guru. Peserta yang menjadi mitra sasaran adalah siswa SMA sebanyak 70 orang Model yang diterapkan dalam pelatihan adalah Model Kirkpatrick Level 1. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar remaja/siswa cerdas dalam menggunakan media digital maupun media sosial dalam mencari maupun menerima informasi yang akurat. Hasil dari kegiatan pelatihan dengan judul pelatihan literasi digital untuk edukasi pencegahan stunting adalah meningkatnya pengetahuan peserta terhadap literasi digital, pengetahuan terhadap stunting, dan peserta memahami bahwa tidak semua informasi dari media digital adalah benar.
Factors that influence cadre participation in the managing the family planning program in Banjarmasin City Mirawati; Mariati , Nelly; Aulia , Fika; Rahmah , Afiatun
Journal of Health Technology Assessment in Midwifery Vol. 7 No. 1 (2024): May
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/jhtam.3582

Abstract

The increasing population can lead to complex problems. One way to reduce the population is by implementing family planning programs. The success of the family planning program is largely determined by the participation of family planning cadres in each region. The purpose of this research was to analyze the factors that influence cadre participation in the management of family planning programs. The research method uses a cross-sectional design by analyzing the influence of age, education, length of time as a cadre, appreciation and motivation on participation. The research was conducted in the city of Banjarmasin. The sampling technique used is purposive sampling with a sample size of 61 cadres. Data analysis using the Kruskal Wallis test. The results of the study found that there was an influence of motivation on cadre participation with a p value of 0.005 < α (0.05), while the variables of age, education, length of time to cadre and appreciation did not have a significant effect. The motivation of cadres must always be improved for the success of family planning programs.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI Rahmah, Afiatun; Mirawati, Mirawati
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 16 No 1 (2024): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi terkadang diikuti oleh gangguan yang menyebabkan ketidaknyamanan pada aspek fisik bahkan psikologis yang dikenal dengan istilah premenstrual syndrome (PMS). Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya PMS diantaranya status gizi tingkat kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status gizi dan kecemasan dengan kejadian PMS pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi yang sudah mengalami menarche sebanyak 89 orang. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 81 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling . Instrumen penelitian berupa lembar dokumentasi untuk mendapatkan data Status gizi, kuesioner HARS untuk mendapatkan data tentang tingkat Kecemasan dan sPAF untuk mendapatkan data tentang PMS . Analisis data menggunakan uji peringkat spearman . Hasil penelitian diperoleh IMT remaja putri dalam kategori kurus 56,8%. Tingkat Kecemasan remaja putri dalam kategori ringan 51,9%. Remaja putri yang mengalami PMS 67,9%. p value 0,000 sehingga terdapat hubungan indeks massa tubuh (0,000) dan tingkat Kecemasan (0,000) dengan kejadian PMS. Status gizi dan kecemasan merupakan faktor yang beresiko dapat menyebabkan terjadinya PMS, sehingga perlu adanya manajemen kecemasan yang baik dan mengatur pola diet dengan gizi seimbang sehingga berdampak pada status gizi dan kecemasan.
Penyuluhan Anemia sebagai Langkah Awal Edukasi Kesehatan pada Remaja Putri di SMAN 11 Banjarmasin Rahmah, Afiatun; Mirawati, Mirawati; Ariana, Rahma Alifhia
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v3i2.315

Abstract

Anemia adalah masalah paling umum dijumpai terutama pada perempuan. Zat besi diperlukan untuk membentuk sel-sel darah merah, dikonversi menjadi hemoglobin, beredar ke seluruh jaringan tubuh, berfungsi sebagai pembawa oksigen. World Health Organization (WHO) dalam world health statistics tahun 2021 menunjukan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif (15-49) di dunia tahun 2019 berkisar sebanyak 29.9 %. Hasil laporan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 oleh Balitbangkes di Indonesia prevalensi anemia pada  remaja  putri  berkisar  sebesar  27.2  %  pada  kelompok  usia  15-24  tahun.  Penyebab anemia umumnya karena kurangnya pengetahuan tentang anemia, kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12 dan Vitamin  A. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk Meningkatkan  pengetahuan remaja putri mengenai tentang tanda bahaya anemia dan perubahan perilaku remaja yang baik sehingga dapat meningkatkan status kesehatan. Manfaat kegiatan ini adalah agar remaja terutama remaja putri mengetahui tentang tanda bahaya anemia. diatas didapatkan data bahwa terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi terkait anemia, saat dilakukan pemeriksaan juga didapatkan bahwa 19 orang dari 30 murid mengalami anemia ringan. Setelah terjadi peningkatan pengetahuan anemia pada remaja putri yang awalnya jawaban benar sekitar 64% menjadi 91%. Dan harapan nya setelah dilakukan penyuluhan ini remaja putri tersebut bisa melakukan pencegahan dan juga penanganan apabila sewaktu waktu mengalami anemia.