Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Biostimulan Keong Mas terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta dan Arabika Fase Siap Tanam pada Kondisi Cekaman Kekeringan Asmono, Sepdian Luri; Rahmawati, Rahmawati; Arifiana, Nisa Budi
Agrikultura Vol 36, No 2 (2025): Agustus, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i2.64419

Abstract

Cekaman kekeringan berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman kopi sehingga dapat menurunkan produktivitasnya. Salah satu upaya mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan pendekatan ramah lingkungan menggunakan biostimulan keong mas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh biostimulan keong mas terhadap pertumbuhan bibit kopi Robusta dan Arabika fase siap tanam pada kondisi cekaman kekeringan. Penelitian dilaksanakan pada musim kemarau bulan Juni sampai September 2024 di rumah kaca dengan suhu rata-rata daerah Jember 33-35 °C. Metode yang digunakan pada percobaan pertama adalah pengukuran beberapa kadar air media untuk menentukan kondisi optimal bibit tumbuh dan kondisi kekeringan sebagai acuan percobaan berikutnya. Percobaan kedua melakukan pengujian respon pertumbuhan bibit kopi menggunakan metode RAK non faktorial dengan 6 perlakuan meliputi: 1) Bibit kopi Robusta pada kondisi kondisi kadar air (KA) media normal, 2) Bibit kopi Arabika dengan kondisi KA normal, 3) Bibit kopi Robusta dengan kondisi tercekam keringan, 4) Bibit kopi Arabika dengan kondisi tercekam keringan, 5) Bibit kopi Robusta dengan kondisi tercekam kekeringan + asupan biostimulan, dan 6) Bibit kopi Arabika dengan kondisi tercekam kekeringan + asupan biostimulan. Setiap perlakuan terdapat 4 blok. Pengamatan dilaksanakan selama 4 bulan dengan variabel yang diamati meliputi pertambahan tinggi bibit, pertambahan diameter batang, panjang akar, pertambahan jumlah daun, luasan daun, klorofil, kerapatan stomata, bobot segar dan bobot kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit kopi masih tetap bisa bertahan dan tumbuh pada kadar air media 41% dan mulai mengering pada kadar air tanah <12%. Penambahan biostimulan keong mas pada bibit kopi Robusta dan Arabika memiliki peran signifikan terhadap pertumbuhan bibit dalam kondisi cekaman kekeringan.
Edukasi Start-Up Lokalan.id dalam Mempertahankan Kualitas Benih Luffa cylindrica Selama Penyimpanan Wilujeng, Elly Daru Ika; Adnan, Moch Rosyadi; Arifiana, Nisa Budi; Prasetyo, Hari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i2.4452

Abstract

Lokalan.id merupakan start-up yang dibangun oleh pemuda daerah dengan mengembangkan tanaman lokal salah satunya Luffa cylindrica untuk dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai lebih. Luffa cylindrica atau dikenal sebagai gambas atau blustru merupakan tanaman hortikultura yang dapat dikonsumsi, sebagian orang jaman dulu menfaatkan tanaman ini sebagai spons cuci piring atau penggosok badan. Potensi tanaman ini masih dapat dikembangkan mejadi berbagai macam produk yang ramah lingkungan pengganti produk yang berbahan dasar plastik. Namun dalam praktiknya masih sedikit petani yang berminat untuk menanam dikarenakan harga jual yang rendah. Untuk itu, guna meningkatkan hasil produksi serat tanaman gambas diperlukan wawasan dan informasi perihal sortasi dan penyimpanan benih agar mampu mempertahankan viabilitas benih untuk digunakan di musim tanam selanjutnya, sehingga mampu memberikan hasil produksi serat yang optimal. Kegiatan edukasi dilakukan dengan metode ceramah menggunakan platform zoom dilanjutkan dengan praktik penyimpanan benih menggunakan wadah yang kaca. Kegiatan edukasi penyimpanan benih dapat terlaksana dengan baik, tim lokalan.id dapat memahami bagaimana melakukan sortasi dan penyimpanan benih yang baik.
Subtitusi Pupuk Hayati Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays L, Saccharata) Varietas Secada F1 Triono Bambang Irawan; Nisa Budi Arifiana; Rahmawati; Abdurrahman Salim; Anni Nuraisyah; Satria Indra Kusuma; Emma Trinurani Sofyan; Yuliati Mahfud; Oviyanti Mulyani
Berkala Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025 (in press)
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/bip.v8i4.53732

Abstract

Pupuk merupakan bahan mengandung unsur hara yang diberikan ke media tanam untuk memenuhi kebutuhan hara untuk tanaman. Pupuk hayati cair merek "Basiscrop" merupakan salah satu produk pupuk hayati cair yang diproduksi oleh CV. Basiscrop Indonesia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui substitusi pupuk hayati cair "Basiscrop" dengan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays L. Saccharata) varietas Secada F1. Pengujian dilakukan pada bulan Januari hingga Mei 2025 di Lahan Percobaan Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas delapan perlakuan, yaitu satu kontrol (tanpa pupuk), satu perlakuan pupuk rekomendasi, satu perlakuan dengan 3/4 dosis pupuk rekomendasi, dan enam kombinasi dosis pupuk hayati cair "Basiscrop" dengan pupuk anorganik. Seluruh perlakuan diberikan ulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian pada 8 perlakuan memberikan hasil pertumbuhan dan komponen hasil terbaik pada perlakuan 1 dosis N (350 kg/ha), 1 dosis P (100 kg/ha), 1 dosis K (50 kg/ha), dan 1 dosis pupuk hayati cair "Basiscrop" (30 kg/ha).  
Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Perbedaan Media Simpan dan Lama Penyimpanan Ilham Akbar Adi Jatmiko; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim; Nisa Budi Arifiana
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/qng1xg56

Abstract

Pendahuluan.  Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang memiliki peran penting bagi perekonomian sebagai peningkat devisa negara. Benih kakao termasuk benih rekalsitran yang dimana benih kakao tidak dapat disimpan lama. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ii dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 di Lab. Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Perbedaan Media Simpan yaitu M1: Serbuk Gergaji dan M2: Arang sekam padi. Faktor kedua adalah Lama Penyimpanan yaitu P1: Penyimpanan 5 hari, P2: Penyimpanan 10 hari, dan P3: Penyimpanan 15 hari Hasil dan Diskusi. Perbedaa media simpan berpengaruh sangat nyata terhadap daya berkecambah dan panjang kecambah. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air sebelum penyimpanan dan berpengaruh  nyata terhadap benih berjamur. Simpulan. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan perbedaan media simpan dan lama penyimpanan pada semua parameter.
Growth Response of Robusta Coffee (Coffea canephora Pierre ex A. Froehner) Seedlings to the Application of Golden Apple Snail Asmono, Sepdian Luri; Hutama, Adrian Cahya; Cinantya Anindita, Devina; Nugroho, Setyo Andi; Rahmawati, Rahmawati; Arifiana, Nisa Budi
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 10 No 1 (2026): MARCH
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v10i1.7333

Abstract

One type of coffee plant widely cultivated in Indonesia is robusta coffee. During cultivation, nursery practices are crucial for improving coffee quality and productivity. To obtain good Robusta coffee seedlings, fertilization is essential. The recommended fertilizer is organic, which is more environmentally friendly. Fertilizing with fermented golden apple snail extract supports sustainable agriculture. Therefore, the purpose of this study is to determine the concentration, frequency of treatment, and interaction on the growth of hybrid robusta coffee seedlings prolegitim (BP 42 x BP 358). The study was conducted in the field laboratory of Politeknik Negeri Jember for 5 months. This study used a non-factorial RBD with 7 treatments and 6 replications. K0 (Control-0% concentration); K1 (2.5% concentration + application every 4 weeks); K2 (5% concentration + application every 4 weeks); K3 (2.5% concentration + application every 2 weeks); K4 (7.5% concentration + application every 4 weeks); K5 (5% concentration + application every 2 weeks); K6 (7.5% concentration + application every 2 weeks). The observed variables include: Number of Leaves (pairs), Leaf Area Index, Stem Height, and Root Length. The experimental data were analyzed using ANOVA followed by the LSD test at the 5% significance level. The study found that the K2 treatment (5% concentration applied every 2 weeks) produced the optimal growth response, particularly in leaf area, seedling height, and root length.
PENGARUH APLIKASI JENIS PUPUK ANORGANIK DENGAN EKSTRAK KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KOPI ROBUSTA (Coffea canephora ex A. Froehner) Asmono, Sepdian Luri; Pratama, Akhfin Putra; Rahmawati, Rahmawati; Arifiana, Nisa Budi
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 29, No 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v29i1.26254

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of inorganic fertilizer types with golden apple snail extract on the growth of robusta coffee seedlings  which was carried out at the Politeknik Negeri Jember Field from August 2023 to February 2024. The research method used was a Non-Factorial Randomized Block Design consisting of 4 treatment levels, namely P0 (control), P1 (Inorganic dose of 1g of Urea, 2g of TSP, 2g of KCl), P2 (golden apple snail extract application once every 4 weeks), and P3 (golden apple snail extract application once every 2 weeks Fertilization was carried out by pouring 200ml/polybag around the surface area of the coffee seedlings. The research data were analyzed using ANOVA with a further contrast test. The results of the 16 WAP (Weeks After Planting) study showed that the application of fertilizer types had a very significant effect on leaf chlorophyll content, leaf area, fresh weight, dry weight, and root length, but had no significant effect on seedling height and the number of leaf pairs. The use of fertilizer (P123) generally gave the best results on the parameters of leaf chlorophyll content, leaf area, fresh weight, dry weight, and root length of coffee seedlings. In the comparison of the application of golden snail extract, the application once every 2 weeks (P3) was effective in increasing dry weight. Meanwhile, the application of golden snail extract once every 4 weeks had the best value on the parameters of leaf area and fresh weight.
Effect of amino acid administration on generative growth and brix value of sugarcane plant (Saccharum officinarum L.) Bululawang varieties Irma Wardati; Muhammad Fadrul Afandi; Abdurrahman Salim; Nisa Budi Arifiana; Ferril Muhammad Nur; Ni Nengah Putri Adnyani; Cinantya Anindita, Devina
International Integrated Agricultural Journal (IIAJ) Vol. 1 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : KHD Production

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53713/iiaj.v1i1.379

Abstract

Sugarcane (Saccharum officinarum L.) is a strategic crop that is the primary raw material for sugar and has an important role in the economy. Domestic sugar production has not met national needs due to various constraints, such as low yield, poor seed quality, and soil damage due to inorganic fertilizers. The application of amino acids as organic fertilizers can potentially increase sugarcane productivity by improving plant metabolism and soil microbial activity. This study aimed to determine the effect of amino acid administration on generative growth and the Brix value of sugarcane plants (Saccharum officinarum L.). Varieties of sea lining. The research was implemented from February to June 2024 at the Lapang Laboratory, Department of Agricultural Production, Politeknik Negeri Jember. The method used in the study is the Group Random Design (RAK) method, which involves 1 factor, namely, Amino Acid organic fertilizer has four levels of amino acid dosage, namely A0 = Control (without amino acid administration), A1 = Amino Acid 250 ml/polybag, A2 = Amino Acid 500 ml/polybag and A3 = Amino Acid 750 ml/polybag. The data obtained from the research results was analyzed using ANOVA and then further tested using BNJ at the level of 5%. The results of the study found that the application of amino acids to sugarcane plants (Saccharum officinarum L.) had a real effect on the height of the plant at 188 HST, the stem diameter of 218 and 249 HST, and very real on the stem diameter of 188 HST and the root volume of 249 HST. However, the effect was not significant on the plant height of 218 HST, 249 HST, and Brix values.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR (POC) LIMBAH TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) Mamluatul Ais; Abdurrahman Salim; Anni Nuraisyah; Nisa Budi Arifiana
Jurnal Javanica Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v3i1.2024.39-49

Abstract

Tanaman kakao sebelum dipindahkan ke lapang harus melewati tahap pembibitan dengan jangka waktu 4-5 bulan. Pupuk organik limbah tahu menjadi alternatif karena kandungan unsur hara bisa memperbaiki pertumbuhan kakao. Bibit kakao dapat tumbuh dengan baik setelah pindah tanam, sehingga akan menghasilkan buah berkualitas, oleh karena itu saat panen bisa maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan POC dari limbah tahu terhadap pembibitan tanaman kakao. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Desember 2023 di lahan pembibitan Laboratorium Benih Politeknik Negeri Jember. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu POC limbah tahu konsentrasi T0 (urea 2 gram/liter), T1 (50 ml/liter), T2 (100 ml/liter), T3 (150 ml/liter), dan T4 (200 ml/liter) dengan pengaplikasan 1 bulan sekali selama umur bibit 116 hari sebanyak 140 bibit. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pada parameter tinggi (cm), diameter batang (cm), jumlah daun (helai), berat basah akar (gram), dan berat kering akar (gram). Perlakuan terbaik ada pada perlakuan T1.
Uji Organoleptik Hasil Blending Kopi Robusta(Coffea Canephora) Dan Kopi Arabika (Coffea Arabica) Pada Berbagai Komposisi Terhadap Karakteristik Sensori Kopi Aurel Vymanda Vahreza; Anni Nuraisyah; Triono Bambang Irawan; Nisa Budi Arifiana
Jurnal Javanica Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v4i2.2025.95-101

Abstract

Kebiasaan minum kopi sudah menjadi budaya yang tidak lepas bagi masyarakat Indonesia. Terdapat 4 jenis kelompok kopi yang dikenal di Indonesia. Kopi robusta (Coffea canephora) dikenal dengan cita rasanya yang kuat dan tingkat kafein yang lebih tinggi dibandingkan kopi arabika (Coffea arabica). Sebaliknya kopi arabika sering dikenal dengan rasa yang lebih lembut dan memiliki beragam aroma yang khas. Keunikan rasa dan karakteristik kopi ini membuat kombinasi keduanya (Blending) dilakukan untuk mendapatkan cita rasa yang cocok di berbagai kalangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi blending kopi Robusta Java Argopuro Jember dan Arabika Hyang Argopuro untuk mendapatkan cita rasa kopi berdasarkan tingkat kesukaan panelis yang dilaksanakan pada bulan Desember sampai Januari 2023 di kedai kopi Jember. Rancangan percobaan yangdigunakan untuk enelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non -Faktorial dengan 4 perlakuan dan 50 ulangan (50 panelis) dengan perlakuan :P1 = 50 % Kopi Robusta : 50 % Kopi Arabika; P2 = 60 % Kopi Robusta : 40 % Kopi Arabika; P3 = 70 % Kopi Robusta : 30 % Kopi Arabika; P4 = 80 % Kopi Robusta : 20 % kopi Arabika. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pencampuran (Blending) berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, rasa.