Hadiyatno Hadiyatno, Hadiyatno
FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FUNGSI DAN NILAI TARI COKEK SIPATMO DI KAMPUNG WISATA BUDAYA TEHYAN KOTA TANGERANG Permatasari, Intan; Permanasari, Alis Triena; Hadiyatno, Hadiyatno
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 1 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (April)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i1.56000

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Tari Cokek Sipatmo di Kampung Wisata Budaya Tehyan yang mempunyai fungsi dan nilai dalam pertunjukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan nilai pada Tari Cokek Sipatmo di Kampung Wisata Budaya Tehyan kota Tangerang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan display data, dan uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tari Cokek Sipatmo memiliki fungsi sebagai sarana pertunjukan dan sarana Pendidikan. Dikatakan sebagai sarana pertunjukan, karena tarian ini ditampilkan dalam berbagai acara seperti kegiatan Kampung Wisata Budaya Tehyan, penyambutan tamu, festival-festival seni, dan hari-hari besar nasional lainnya. Fungsi sebagai sarana Pendidikan diterapkan menjadi materi dalam ekstrakulkuler di SMK Kristen Gracia dan edukasi kepada masyarakat Kampung Wisata Budaya Tehyan. Nilai-nilai yang terkandung dalam tari cokek sipatmo yaitu nilai estetika dan nilai etika. Nilai estetika meliputi wiraga, wirasa dan wirama, sedangkan nilai etika ditunjukan dari gerak-gerak yang menggambarkan kesopanan dan menjaga prilaku dalam pergaulan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Tari Cokek Sipatmo perlu dilestarikan dengan mempertahankan fungsi dan nilai yang terkandung di dalamnya.
Implementasi Tari Walijamaliha untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Remaja di Sanggar Raksa Budaya Yulianti, Dinda Sri; Lestari, Dwi Junianti; Hadiyatno, Hadiyatno
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada peran Tari Walijamaliha dalam meningkatkan rasa percaya diri remaja di Sanggar Raksa Budaya Kota Serang. Masa remaja merupakan fase penting pembentukan identitas yang sering diwarnai ketidakstabilan rasa percaya diri, sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu mendukung perkembangan emosi dan karakter. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian menemukan bahwa gerak Tari Walijamaliha mampu meningkatkan kesadaran tubuh, memberi efek relaksasi, serta menumbuhkan keberanian tampil dan kerja sama. Temuan ini menunjukkan bahwa tari tradisional tidak hanya menjadi ekspresi budaya, tetapi juga berfungsi sebagai media penguatan karakter dan kepercayaan diri dalam pendidikan seni non-formal.
Implementasi Metode Discovery Learning dalam Proses Penciptaan Tari Kreasi Siswa Kelas XI MAN 1 Pandeglang Wulandari, Dinda Esti; Permanasari, Alis Triena; Hadiyatno, Hadiyatno
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Discovery Learning dalam proses penciptaan tari kreasi serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam tahapan Discovery Learning yaitu stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization berjalan efektif dalam mendorong kreativitas, keberanian bereksperimen, dan kemandirian siswa. Faktor internal seperti motivasi, minat, dan imajinasi berperan penting, sedangkan faktor eksternal meliputi peran guru, dukungan orang tua, serta kesempatan tampil dari sekolah. Kendala berupa keterbatasan ruang, fasilitas, dan kepercayaan diri siswa dapat diatasi melalui strategi pembelajaran yang adaptif. Secara keseluruhan, metode Discovery Learning terbukti relevan dan efektif dalam pembelajaran tari kreasi.
Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure dalam Gerak Tari Walijamaliha Rumdhani, Faira Ajeng; Hadiyatno, Hadiyatno; Purwinarti, Wiwin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda dan makna yang terkandung dalam gerak Tari Walijamaliha dengan menggunakan pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure. Fokus kajian diarahkan pada relasi antara penanda (signifier) dan petanda (signified) dalam setiap rangkaian gerak, serta bagaimana hubungan tersebut mencerminkan nilai-nilai spiritual dan budaya masyarakat Banten. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelatih, penari, serta tokoh budaya di Sanggar Raksa Budaya Kota Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap gerak dalam Tari Walijamaliha mengandung sistem tanda yang berlapis, mencakup simbolisasi ajaran Islam, penghormatan terhadap leluhur, serta penegasan identitas perempuan dalam konteks lokal Banten. Temuan ini menegaskan bahwa Tari Walijamaliha tidak hanya berfungsi sebagai pertunjukan estetis, melainkan juga sebagai teks budaya yang menuturkan narasi moral dan spiritual masyarakatnya. Dengan demikian, pendekatan semiotika Saussure membantu membuka pemahaman bahwa gerak tari adalah bahasa yang menyampaikan pesan sosial dan religius yang kompleks.
Penerapan Model Role Playing dalam Pembelajaran Tari Kreasi di SMK Informatika Kota Serang Khaerunnisa, Reva; Hadiyatno, Hadiyatno; Purwinarto, Wiwin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model role playing serta proses pembelajaran tari kreasi di SMK Informatika, Model role playing dipilih sebagai alternative pembelajaran yang menekankan pada keaktifan peserta didik, penghayatan peran, dan pengalaman belajar secara langsung, sehingga di harapkan mampu meningkatkan pemahaman dan kreativitas siswa. Penelitian ini menganalisis penerapan model pembelajaran role playing serta menguraikan proses pelaksanaannya dalam pembelajaran tari kreasi di SMK Informatika. Metode yang digunakan adalah kualiaif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Analisis menggunakan teori kontruktivisme Vygotsky untuk memahami interaksi, dan kolaborasi dalam membuat tari kreasi. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penerapan model role playing efektif membantu siswa memahami karakter, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan keberanian serta kerja sama dalam pembelajaran tari kreasi.
Implementasi Olah Tubuh dalam Proses Pelatihan Penari di Padepokan Seni Budaya Duta Seni Krakatau Steel Kota Cilegon Safitri, Novi; Lestari, Dwi Junianti; Hadiyatno, Hadiyatno
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35930

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hasil implementasi olah tubuh dalam proses pelatihan penari di Padepokan Seni Budaya Duta Seni Krakatau Steel Kota Cilegon serta kaitannya dengan peningkatan kualitas menari. Olah tubuh dipandang sebagai bagian fundamental dalam pelatihan tari karena berfungsi membentuk kesiapan fisik dan kesadaran tubuh penari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dengan pelatih dan penari, serta dokumentasi kegiatan pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi olah tubuh yang dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan menghasilkan peningkatan kekuatan, kelenturan, keseimbangan, dan daya tahan tubuh penari. Keempat aspek tersebut berkontribusi terhadap kualitas menari yang ditandai stabilitas gerak, keluwesan, kontrol tenaga, serta konsistensi penampilan selama latihan dan pementasan. Selain itu, olah tubuh membangun kesadaran tubuh sehingga gerak tari lebih terkontrol, ekspresif, dan bermakna. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa olah tubuh merupakan komponen inti pelatihan tari.