Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Teachers’ Perception toward the Policy of Eliminating National Exam Aziz, Abd; Rohman, Khabibur
Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah Vol 5 No 2 (2020): Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/tadris.v5i2.6804

Abstract

This study analyzed teachers' perceptions toward the national exam elimination policy, starting in 2020 at both the primary and secondary school levels. This research implemented an explorative qualitative approach to teachers' perceptions of eliminating the national exam issue. This research employed interviews with 21 purposively chosen informants who were teachers of primary and secondary schools. Accordingly, this research also employed a secondary data collection method in the form of an online survey of 190 formal education teachers. The result of the study showed that the teachers argued about the national exam in many aspects. The curriculum is considered too narrow, too much attention for cognitive aspect, and does not accommodate students’ potential diversity. The national exam is also defective on both juridical and theoretical. However, eliminating the national exam worried the teachers regarding the drop in students' learning motivation and the gap in schools’ education quality. Teachers need to know that national exams are not the only reason to make students study hard. Teachers should foster students' internal motivation by emphasizing that learning should not occur because of exams.
STUDENTS’ SELF-EFFICACY IN CONFRONTING CHANGES OF THE FORM ON THE FINAL PROJECT DURING COVID-19 PANDEMIC Maulidiyah, Eka Cahya; Rohman, Khabibur
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2022): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2022.22.01.130-1455

Abstract

Among changes that occur in education, especially in universities, COVID-19 pandemic affects on the change of form on final project as a requirementfor student graduation. Some universities no longer require students to writethick and complex thesis as a graduation requirement, but they switch to writearticles published in scientific journals. By then, the present study aims to seehow is the self-efficacy of final year students in responding to the policy. Thisstudy implements quantitative descriptive research design. The researchersmeasure the student self-efficacy using a scale adapted from academic self-efficacy consisting of 23 items. The results showed that final year students werenot familiar enough with reading and writing scientific articles. As many as50.98% of respondents admitted that they rarely read scientific articles. Therewere even 29.41% of respondents who had never written scientific papersbefore. Interestingly, the average score of students
Kekerasan di Pondok Pesantren: Aktor, Motif, dan Sebaran Geografis Natsir, Ahmad; Rohman, Khabibur
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 24 No 01 (2024): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2024.24.01.1-18

Abstract

Terus berulangnya kasus kekerasan yang berujung kematian di pondok pesantren adalah sebuah ironi. Islam adalah agama yang mengajarkan nilai welas asih, serta mengutuk kekerasan dan tindak penghilangan nyawa tanpa hak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kasus kekerasan yang berujung kematian di pondok pesantren dari pemberitaan media. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis profil pelaku, motif dan sebaran geografis tempat kejadian perkara. Peneliti mengkaji 15 kasus kekerasan yang berujung kematian dalam kurun 2022 hingga 2024. Kriteria kasus yang dianalisis pada penelitian ini adalah 1) kematian santri pesantren yang diakibatkan tindak kekerasan, 2) diberitakan oleh media massa kredibel, dan 3) terjadi dalam kurun 3 tahun terakhir (2022 hingga 2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67% pelaku tindak kekerasan adalah senior atau orang yang oleh pengelola pondok pesantren diberi kepercayaan mengurus pondok pesantren. Sedangkan pemicu terjadinya kasus adalah perselisihan antar individu dan tuduhan pencurian. Sedangkan motif tindak kekerasan didominasi oleh motif memberikan hukuman yang diniatkan “untuk mendisplinkan”. Sedangkan berdasarkan persebaran geografis lokasi kejadian adalah pulau jawa sebesar 80%, dengan rincian 6 kasus di Jawa Timur, dan masing-masing 3 kasus di Jawa Tengah dan Jawa Barat, selebihnya tersebar di provinsi dan pulau lainnya. Implikasi dari penelitian adalah pentingnya bagi pesantren untuk memberikan kewenangan yang jelas, terukur, dan termonitor kepada senior atau pengurus, terutama dalam hal membina dan menyelesaikan masalah di pesantren. Selain itu, pesantren perlu mengupayakan agar nilai welas asih dan anti-kekerasan yang merupakan inti ajaran agama Islam tidak hanya sebatas menjadi pengetahuan, tapi juga menjadi habit yang terus dilatihkan.
STUDENTS’ SELF-EFFICACY IN CONFRONTING CHANGES OF THE FORM ON THE FINAL PROJECT DURING COVID-19 PANDEMIC Maulidiyah, Eka Cahya; Rohman, Khabibur
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 22 No 01 (2022): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2022.22.01.130-1455

Abstract

Among changes that occur in education, especially in universities, COVID-19 pandemic affects on the change of form on final project as a requirementfor student graduation. Some universities no longer require students to writethick and complex thesis as a graduation requirement, but they switch to writearticles published in scientific journals. By then, the present study aims to seehow is the self-efficacy of final year students in responding to the policy. Thisstudy implements quantitative descriptive research design. The researchersmeasure the student self-efficacy using a scale adapted from academic self-efficacy consisting of 23 items. The results showed that final year students werenot familiar enough with reading and writing scientific articles. As many as50.98% of respondents admitted that they rarely read scientific articles. Therewere even 29.41% of respondents who had never written scientific papersbefore. Interestingly, the average score of students
Kekerasan di Pondok Pesantren: Aktor, Motif, dan Sebaran Geografis Natsir, Ahmad; Rohman, Khabibur
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol 24 No 01 (2024): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2024.24.01.1-18

Abstract

Terus berulangnya kasus kekerasan yang berujung kematian di pondok pesantren adalah sebuah ironi. Islam adalah agama yang mengajarkan nilai welas asih, serta mengutuk kekerasan dan tindak penghilangan nyawa tanpa hak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kasus kekerasan yang berujung kematian di pondok pesantren dari pemberitaan media. Fokus dari penelitian ini adalah menganalisis profil pelaku, motif dan sebaran geografis tempat kejadian perkara. Peneliti mengkaji 15 kasus kekerasan yang berujung kematian dalam kurun 2022 hingga 2024. Kriteria kasus yang dianalisis pada penelitian ini adalah 1) kematian santri pesantren yang diakibatkan tindak kekerasan, 2) diberitakan oleh media massa kredibel, dan 3) terjadi dalam kurun 3 tahun terakhir (2022 hingga 2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67% pelaku tindak kekerasan adalah senior atau orang yang oleh pengelola pondok pesantren diberi kepercayaan mengurus pondok pesantren. Sedangkan pemicu terjadinya kasus adalah perselisihan antar individu dan tuduhan pencurian. Sedangkan motif tindak kekerasan didominasi oleh motif memberikan hukuman yang diniatkan “untuk mendisplinkan”. Sedangkan berdasarkan persebaran geografis lokasi kejadian adalah pulau jawa sebesar 80%, dengan rincian 6 kasus di Jawa Timur, dan masing-masing 3 kasus di Jawa Tengah dan Jawa Barat, selebihnya tersebar di provinsi dan pulau lainnya. Implikasi dari penelitian adalah pentingnya bagi pesantren untuk memberikan kewenangan yang jelas, terukur, dan termonitor kepada senior atau pengurus, terutama dalam hal membina dan menyelesaikan masalah di pesantren. Selain itu, pesantren perlu mengupayakan agar nilai welas asih dan anti-kekerasan yang merupakan inti ajaran agama Islam tidak hanya sebatas menjadi pengetahuan, tapi juga menjadi habit yang terus dilatihkan.
Designing game applications or educative games to recite Al Qur'an based on interactive multimedia At the TPQ (Al Qur'an Learning Center) of Darussalam Ipnuwati, Sri; Rohman, Khabibur; Mandala, Sri Surya
JTKSI (Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi) Vol 7, No 2 (2024): JTKSI (Jurnal Teknologi Komputer dan Sistem Informasi)
Publisher : Institut Bakti Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56327/jtksi.v7i2.1746

Abstract

With technological developments, learning in schools or lectures can implement computer-based learning systems. With the presence of technology, the teaching process using educational game applications for reciting the Qur'an can be an alternative learning method when students feel bored or tired during learning. Reciting the Qur'an, which refers to the activity of reading the Qur'an, is a skill that every Muslim should have and that needs to be taught to children from an early age, starting before they enter school. This is an important part of forming their character. However, at an early age, children still tend to prefer playing, and limited methods of teaching the Koran may not be interesting enough for them. Therefore, an interactive learning method is needed using audio-visual aids, such as educational games. This approach not only makes learning more interesting but also more interactive. This application can increase children's understanding and knowledge about the Islamic religion, especially in terms of reciting the Qur'an. By applying the concept of learning while playing, children become more comfortable, interested, and happy in understanding and practicing the teachings of the Islamic religion.