Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Role of Social Workers in Supporting Children with Autism Spectrum Disorder through Activity Daily Living in East Java: Modeling and Behavior Modification Techniques Kristiana, Novi; Cipta Utama, Yudi Harianto; Poerwanti, Sari Dewi
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 11 No. 2 (2022): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2022.112-04

Abstract

This article examines the role of social workers in the development of children with Autism Spectrum Disorder (ASD) through Activity Daily Living (ADL), which are essential activities needed to achieve independence and build social functioning. The study employs a qualitative approach with a case study method, focusing on children with ASD at the UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo. The approaches used include Bandura's Modelling technique, which emphasizes learning through observation, and Skinner's behavior modification, which relies on positive and negative reinforcement. The findings indicate that consistent implementation of ADL helps children with ASD understand and adhere to daily routines while also enhancing their interest in social interactions with peers. However, using Modelling and reinforcement techniques also carries risks, such as the emergence of negative behaviors due to uncontrolled emotional reactions when routines are disrupted. On the positive side, ADL training has increased children's independence, such as making beds and drinking independently. However, continued support from social workers remains necessary. The combination of Modelling and behavior modification techniques, applied sequentially or alternately, has proven effective in maximizing the outcomes of ADL training for children with ASD. However, individual adjustments are required based on each child's responses and needs throughout the training process. This study highlights the importance of a comprehensive and adaptive approach in supporting the development of greater independence in children with ASD. Keywords: Autism Spectrum Disorder, Activity Daily Living, Social Workers   Artikel ini mengkaji peran pekerja sosial dalam perkembangan anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) melalui Activity Daily Living (ADL), yang merupakan aktivitas penting yang dibutuhkan untuk mencapai kemandirian dan membangun keberfungsian sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang berfokus pada anak dengan ASD di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo. Pendekatan yang digunakan termasuk teknik Modelling Bandura, yang menekankan pembelajaran melalui observasi, dan modifikasi perilaku Skinner, yang mengandalkan penguatan positif dan negatif. Temuan menunjukkan bahwa penerapan ADL yang konsisten membantu anak-anak dengan ASD memahami dan mematuhi rutinitas sehari-hari sekaligus meningkatkan minat mereka dalam interaksi sosial dengan teman sebaya. Namun, menggunakan teknik pemodelan dan penguatan juga memiliki risiko, seperti munculnya perilaku negatif karena reaksi emosional yang tidak terkendali ketika rutinitas terganggu. Sisi positifnya, pelatihan ADL telah meningkatkan kemandirian anak, seperti kemampuan merapikan tempat tidur dan minum secara mandiri. Namun, dukungan berkelanjutan dari pekerja sosial tetap diperlukan. Kombinasi teknik pemodelan dan modifikasi perilaku, yang diterapkan secara berurutan atau bergantian, telah terbukti efektif dalam memaksimalkan hasil pelatihan ADL untuk anak-anak dengan ASD. Namun, penyesuaian individu diperlukan berdasarkan respons dan kebutuhan masing-masing anak selama proses pelatihan. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan yang komprehensif dan adaptif dalam mendukung pengembangan kemandirian yang lebih besar pada anak-anak dengan ASD. Kata kunci: Autism Spectrum Disorder, Activity Daily Living, Pekerja sosial
Empowering the Community or Corporate Image Building?: Analysis of Rengganis Agro Tourism (WAR) in Gunung Gambir Area by PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Febriyanti, Maya Putri; Hendrijanto, Kris; Poerwanti, Sari Dewi
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 2 (2023): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2023.122-04

Abstract

PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XII, as part of its corporate social responsibility, aims to enhance economic activity in the Mount Gambir area through Agro Rengganis Tourism (WAR), with the primary goal of fostering image development through empowerment. This qualitative study seeks to identify the various motives underlying empowerment initiatives in the Mount Gambir region, employing the theory of legitimacy as its perspective. The research reveals that PTPN XII employs an independence model in its empowerment process, focusing on improving community welfare via Rengganis Agro Tourism. This model involves providing the community with the autonomy to identify and harness the potential of their natural surroundings. PTPN serves as a facilitator, offering necessary developmental support such as training and education. This approach proves effective in elevating the standard of living for the local population. However, the study highlights a notable gap in the sustainability aspect of the empowerment process. The current program tends to prioritize image-building and maintaining positive relations between PTPN XII and the community, potentially overlooking long-term sustainability efforts. Keywords: Community empowerment, agrotourism, social welfare   Peningkatan aktivitas perekonomian di kawasan Gunung Gambir melalui Wisata Agro Rengganis (WAR) yang difasilitasi PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XII sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan mengindikasikan motif pembangunan citra dalam bentuk pemberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi beragam motif yang muncul dari kegiatan pemberdayaan di kawasan Gunung Gambir dengan menggunakan metode kualitatif. Perspektif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori legitimasi. Penelitian ini menemukan bahwa proses pemberdayaan yang dilakukan PTPN XII untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Wisata Agro Rengganis ditempuh dengan model kemandirian. Masyarakat diberikan ruang terbuka untuk menentukan dan mengembangkan potensi alam. PTPN berperan sebagai fasilitator yang menyediakan kebutuhan pengembangan, seperti pelatihan dan pendidikan. Mekanisme ini merupakan langkah efektif yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar. Meskipun demikian, upaya keberlanjutan tidak menjadi bagian dari proses pemberdayaan, sehingga program yang dijalankan bertendensi pada pembangunan citra yang tujuannya hanya untuk menjaga hubungan baik antara PTPN XII dengan masyarakat demi keberlanjutan perusahaan. Kata Kunci: Community empowerment, agrotourism, social welfare
Menguak Hambatan Graduasi: Dinamika Program Keluarga Harapan (PKH) pada Keluarga Penerima Manfaat (PKM) Hartadi, Muhammad Irfan; Arif, Arif; Poerwanti, Sari Dewi
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 6 No 1 (2024): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/lindayasos.v6i1.1132

Abstract

The Program Keluarga Harapan (PKH) is expected to enhance human resources quality, transform the behavior of participants of the Recipient Family Welfare (KPM) PKH who do not support efforts to improve welfare, and break the intergenerational poverty cycle. Graduation, as the fourth phase of PKH, refers to the process of ending membership status of KPM families in the program. However, there are barriers hindering graduation achievement. This study aims to analyze, examine, and describe the deceleration of PKH graduation among KPM in Glundengan Village, Wuluhan District, Jember Regency. The research employs a qualitative descriptive approach. Data collection utilizes non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation. The data analysis method involves data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. Triangulation of techniques and sources is used to validate the data. The research findings identify inhibiting factors for achieving self- graduation goals in Glundengan Village, including family human resource factors related to misuse of aid allocation, mindset, ethnic diversity, as well as other factors such as the amount of aid received and the PKH mentoring mechanism.
The Stages Of Community Organization Based On Tuberculosis Survivors In Jember Regency Risma Melati, Triska Ayunda; Adi Prasetyo, Franciscus; Poerwanti, Sari Dewi
KOMUNITAS Vol. 15 No. 2 (2024): Empowerment and Islamic Studies
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/komunitas.v15i2.11018

Abstract

This research investigates the stages of organizing tuberculosis survivor-based communities in Jember Regency. Drug-resistant tuberculosis (DR-TB) survivors possess empathy and a sense of urgency due to their personal experiences with the impact of DR-TB. These survivors have established a community-based organization to support DR-TB patients. The location was determined using purposive area sampling. Research informants are categorized into two groups: primary informants (chairperson, representative, and treasurer) and additional informants (DR-TB patients). Data collection techniques included non-participatory observations, semi-structured interviews, and documentation. The findings of this study indicate that the eight stages of organizing Sekawan’s TB community significantly enhance the quality and capacity of community resources, expand the community's presence, and build trust among the public and stakeholders. Moreover, the community's efforts effectively reduce stigma and discrimination against patients, improve patient welfare and recovery rates, and serve as a source of education and support for patients and their families.
Tafsir Perilaku Etis menurut Pemahaman Akademisi Akuntansi dilihat dari Perbedaan Gender Kusumaningrum, Nurcahyaning Dwi; Paramitha, Nurina Adi; Makmun, Sukron; Poerwanti, Sari Dewi
Indonesian Accounting Literacy Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Indonesian Accounting Literacy Journal (March 2025)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/ialj.v5i2.4624

Abstract

This study aims to find out how the interpretation of ethical behavior according to the understanding of accounting academics is seen from gender differences. This research is a mix methods research with qualitative methods with a hermeneutic approach and quantitative methods with regression. Data collection techniques are carried out with interviews, observations, and documentation. The results show that accounting academics have a similar interpretation of the concept of ethics. It was also found that women accounting academics have a different and better interpretation compared to male accounting academics on accounting professionalism. The results of this study can provide evidence that there are differences between male and female accounting academics regarding ethical behavior and gender.
TAFSIR PERILAKU ETIS MENURUT PEMAHAMAN AKADEMISI AKUNTANSI DILIHAT DARI PERBEDAAN GENDER Dwi Kusumaningrum, Nurcahyaning; Paramitha, Nurima Adi; Makmun, Sukron; Poerwanti, Sari Dewi
Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia (JPSTI)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpsti.v1i2.219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tafsir perilaku etis menurut pemahaman akademisi akuntansi dilihat dari perbedaan gender. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods dengan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika dan metode kuantitatif dengan regresi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa akademisi akuntansi mempunyai penafsiran yang serupa atas konsep etika. Ditemukan pula bahwa akademisi akuntansi wanita memiliki penafsiran yang berbeda dan lebih baik dibandingkan dengan akademisi akuntansi pria terhadap etika profesionalisme akuntansi. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti bahwa terdapat perbedaan antara akademisi akuntansi pria dan wanita terkait perilaku etis dan gender.
Strategi Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan Anak oleh Kampung Pendidikan Mandhala Senom di Desa Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan Agustina Anisatul Khofifah; Purwowibowo; Sari Dewi Poerwanti
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 2 (2022): Perlindungan dan jaminan sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i2.10274

Abstract

Kampung pendidikan Mandhala Senom merupakan organisasi pelayanan sosial, berfokus pada bidang sosial pendidikan, organisasi ini didirikan untuk membantu masyarakat miskin, anak yatim, piatu, secara gratis dalam memperoleh pendidikan nonformal, serta berupaya dalam menjamin pemenuhan kebutuhan pendidikan melalui berbagai program intervensi yang dibuat untuk mengatasi, dan menjawab kebutuhan dan permaslahan yang ada dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan dan hak anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskripsikan strategi pemenuhan kebutuhan pendidikan anak oleh kampung pendidikan Mandhala Senom. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta teknik keabsahan data yang digunakan yakni triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pemenuhan kebutuhan pendidikan yang dilakukan oleh kampung pendidikan mandhala senom yakni adanya strategi pengembangan kapasitas organisasi, serta strategi pembelajaran. Hal ini dilakukan oleh kampung pendidikan mandhala senom untuk memenuhi kebutuhan pendidikan nonformal dan juga hak anak agar terpenuhinya kebutuhan pendidikan sehingga berdampak pada kesejahteraan anak.
Dampak Pola Asuh Orang Tua Berpendidikan Rendah Pada Perilaku Sosial Remaja Inarotul Ngaeniyah; Mahfudz Sidiq; Sari Dewi Poerwanti
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): kemiskinan perkotaan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v2i1.12231

Abstract

Orang tua menjadi tempat utama bagi anak untuk membentuk perilaku sosial. Perilaku sosial yang dimiliki anak merupakan bentuk dampak dari pola asuh orang tua. Pola asuh merupakan proses yang ditujukan untuk meningkatkan serta mendukung perkembangan anak. Salah satu faktor yang mempengaruhi pola asuh yaitu pendidikan. Bagaimanapun pendidikan dan pengalaman orang tua akan berpengaruh dalam cara menjalankan perannya sebagai orang tua untuk membimbing anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Informan ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi tak berstruktur, wawancara semi-terstruktur dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwapola asuh orang tua berpendidikan rendah di Desa Tanggulangin cenderung menerapkan pola asuh permisif. Hal tersebut berdampak pada perilaku sosial anak yang tidak bertanggung jawab, tidak pernah berpartisipasi dalam kegiatan yang ada di masyarakat, memiliki sikap yang suka menentang, kurang percaya diri, kurang menerapkan etika dan susah menyesuaikan diri di ligkungan yang baru. Dengan kondisi tersebut maka anak dapat dikatakan tidak berfungsi secara sosial karena anak tidak dapat menjalankan tugas sebagaimana yang seharusnya karena mereka memiliki sifat yang kurang percaya diri, kemampuan dalam berkomunikasi yang kurang sehingga mereka membatasi segala sesuatunya yang berhubungan dengan masyarakat.
Tubuhku Milikku: Pengenalan Otoritas Tubuh Anak Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual Sari Dewi Poerwanti; Sukron Makmun; Nurina Adi Paramitha; Nurcahyaning Dwi Kusumaningrum
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 2 No. 2 (2023): Budaya Dan Perubahan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v2i2.15059

Abstract

Jumlah kasus korban kekerasan seksual yang melibatkan anak mengalami peningkatan yang fluktuatif, hal ini harus menjadi perhatian bersama. Salah satu penyebab terjadinya Kekerasan seksual pada anak adalah rendahnya pemahaman anak terkait tubuh dan otoritas tubuhnya. Berdasarkan hal itu tulisan ini bertujuan akan membahas terkait pengenalan otoritas tubuh anak sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di salah satu sekolah dasar di Desa Banjarsari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Segala data dalam tulisan ini diperoleh melalui observasi non partisipan, focus groups discussion dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan tingginya pemahaman anak usia sekolah mengenai bagian tubuh yang boleh disentuh dan yang tidak boleh disentuh oleh orang lain, namun tingginya pemahaman tersebut tidak dibarengi oleh kemampuan kontrol diri terhadap tubuh mereka. Dengan kata lain anak tidak memiliki daya untuk menjaga otoritas tubuhnya dari orang lain.
PERAN BIDANG PPPA (PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK) DALAM PEMENUHAN HAK ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM (ABH) Sari Dewi Poerwanti; Nurin Kamila; Budhy Santoso
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.17002

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji peran PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dalam pemenuhan hak anak berkonflik dengan hukum (ABH) di Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran PPPA dalam pemenuhan hak anak berkonflik dengan hukum (ABH). Metode penelitian dengan menggunakan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. peran PPPA dalam pemenuhan hak ABH dihasilkan melewati beberapa penanganan seperti penjangkauan (Home Visit), pendampingan hukum dan pendampingan psikolog, memberikan aksesibilitas pendidikan, melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melakukan sosialisasi. Berbagai upaya pemenuhan hak ABH yang telah dilakukan oleh PPPA tersebut memunculkan peran-peran seperti peran sebagai fasilitator, advocate, broker, enabler, motivator dan educator.