Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Dampak Parade Sound Horeg terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Bumirejo, Kabupaten Blitar Elham Wulan Aprilian; Arif; Sari Dewi Poerwanti
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.20197

Abstract

Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, didominasi oleh masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian, industri rumah tangga, dan perdagangan. Kehidupan sosialnya dipengaruhi oleh budaya Jawa yang menjunjung tinggi nilai tradisional, seperti musyawarah desa (rembug desa) dan gotong royong. Namun, arus globalisasi dan modernisasi membawa tantangan baru, salah satunya melalui fenomena parade sound horeg yang berkembang sebagai tren budaya populer dan menjadi bagian dari perayaan hari besar pada tahun 2024. Parade sound horeg berpotensi memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat, yang sebelumnya erat dengan adat istiadat tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampaknya dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, parade ini memperkuat keharmonisan sosial, tetapi juga menimbulkan gangguan terhadap rasa aman dan kenyamanan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Bagi sebagian masyarakat, parade ini menjadi sarana rekreasi, sementara bagi yang tidak menyukainya, justru menimbulkan ketidaknyamanan. Dari aspek ekonomi, parade sound horeg memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan UMKM yang memanfaatkannya untuk berjualan. Namun, dampaknya relatif minim bagi masyarakat yang tidak terlibat dalam aktivitas ekonomi tersebut. Adaptasi terhadap fenomena ini juga beragam; generasi muda lebih mudah menerimanya sebagai bagian dari budaya populer, sedangkan generasi yang lebih tua cenderung mempertahankan nilai dan norma budaya tradisional.
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Mendukung Kesehatan Mental Lansia: Tinjauan Sistematis Sari Dewi Poerwanti; Nurina Adi Paramitha; Nurcahyaning Dwi Kusumaningrum; Sukron Makmun
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.21243

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menimbulkan berbagai tantangan dalam pembangunan kesejahteraan, terutama terkait dengan kesehatan mental. Teknologi digital memiliki potensi besar untuk mendukung kesehatan psikologis lansia melalui penguatan koneksi sosial, akses informasi, serta layanan konseling daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis teknologi digital yang digunakan dalam intervensi atau aktivitas terkait kesehatan mental lansia dan menganalisis bentuk penggunaannya. Studi ini menggunakan metode tinjauan sistematis terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan, berdasarkan pedoman PRISMA. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa lansia memanfaatkan teknologi seperti media sosial, layanan telehealth, aplikasi komunitas daring, serta teknologi perbankan digital. Penggunaan teknologi terbukti mampu mengurangi kesepian, meningkatkan rasa percaya diri, partisipasi sosial, dan keberdayaan lansia. Namun, masih terdapat hambatan signifikan, seperti keterbatasan fisik dan kognitif, rendahnya literasi digital, dan minimnya dukungan sosial. Oleh karena itu, strategi intervensi berbasis teknologi perlu dirancang secara inklusif, empatik, dan sesuai kebutuhan lansia agar mampu mendorong kesejahteraan psikologis secara berkelanjutan.
Membedah Realitas Sosial Ekonomi Warung Latengan Melalui Kajian Integratif RRA dan SWOT Nurina Adi Paramitha; Hendra Syahputra; Sari Dewi Poerwanti; Nurcahyaning Dwi Kusumaningrum; Sukron Makmun
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): Kerentanan Sosial-Ekonomi
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i2.24251

Abstract

MSMEs, especially micro-enterprises, act as a safety valve in addressing economic challenges. Although the existence of latengan stalls as micro-enterprises can absorb labor, this indicates that many workers come from the lower classes, the problem of unpaid family workers, and urban spatial planning issues. This study aims to dissect the socio-economic reality of latengan stalls through an integrative Rapid Rural Appraisal (RRA) and SWOT analysis. Through the RRA, data were obtained regarding latengan stall vendors with low human resources and limited capital, latengan stall operations involving unpaid family workers including children, and latengan stall cash flow problems. The Javanese trading ethos allows latengan stall vendors to utilize positive social capital for economic improvement, but this ethos also has a negative impact that causes stall cash flow to be unstable. Change strategies from the RRA and SWOT analysis include strategies to maximize the potential of the surrounding environment, participate in MSME training, utilize capital provided for MSMEs, create simple SOPs for stall operations, and maximize social capital for economic improvement.
Menjahit Harapan: Proses Kewirausahaan Penyandang Disabilitas Daksa dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi di Kabupaten Bondowoso Sari Dewi Poerwanti; Sovie Andani; Franciscus Adi Prasetyo
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): Kerentanan Sosial-Ekonomi
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i2.24304

Abstract

Penyandang disabilitas daksa mengalami kesulitan dalam mengakses pekerjaan karena keterbatasan fisik yang dimiliki serta stigma yang diberikan membuat penyandang disabilitas daksa merasa tidak pantas dan merasa rendah diri. Dinas Sosial Bondowoso mengadakan pelatihan menjahit bagi penyandang disabilitas daksa untuk meningkatkan kapasitas diri dengan fasilitas gratis yang diharapkan mampu mengembangkan menjadi sebuah unit usaha mandiri sehingga mandiri secara ekonomi dan memperbaiki ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, mendeskripsikan dan menganalisis mengenai permasalahan dan hambatan yang dialami penyandang disabilitas daksa serta proses kewirausahaan yang dilakukan penyandang disabilitas daksa melalui pelatihan menjahit sehingga mencapai kemandirian ekonomi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif-studi kasus. Penentuan informan menggunakan teknik snowball dengan pengumpulan data menggunakan observasi non partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Proses analisis data yang digunakan meliputi kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan permasalahan dan hambatan dari disabilitas daksa, namun ditemukan juga potensi serta dukungan dari lingkungan disabilitas daksa. Temuan lainnya yaitu terdapat beberapa proses kewirausahaan yang dilakukan oleh disabilitas daksa: 1) memulai niat berwirausaha; 2) mendirikan usaha; 3) pengembangan diri dan usaha; 4) mencapai kemandirian sehingga mampu mencapai kemandirian ekonomi.
Pengelolaan Tenaga Kerja Difabel untuk Mewujudkan Workplace Inclusion Sari Dewi Poerwanti
INKLUSI Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.604 KB) | DOI: 10.14421/ijds.040101

Abstract

The focus of this study is the management of workers with disabilities as efforts to achieve an inclusive workplace in PT. Trans Retail Indonesia. The study also elaborates supporting and inhibiting factors in the implementation of labor management. This is a qualitative research that collects the data using literary studies, observation and in-depth interview. The result shows that the management is started from knowledge level of the company about workers with disabilities, selection process, development, compensation and maintaining the employs. In addition, they identify key factors of managing different ability such as stakesholders, associate support, mentoring and counseling for workers with disabilities. The obstacles of managing workers with disabilities include professionalism, communication, and productivity that lead to an attempt of firing. Overall, PT. Trans Retail Indonesia can be classified as one with ability to develop diversity management in order to organize a workplace inclusion.[Penelitian ini membahas pengelolaan tenaga kerja difabel (diversity management) di PT. Trans Retail Indonesia serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pengelolaan tenaga kerja penyandang disabilitas yang diterapkan oleh perusahaan dalam mewujudkan tempat kerja yang inklusif. Ini adalah penelitian kualitatif yang mengumpulkan data dari literatur, wawancara, dan observasi. Analisis dimulai dari pemahaman perusahaan mengenai tenaga kerja difabel, pengadaan tenaga kerja, pembinaan tenaga kerja, pemberian balas-jasa dan pemeliharaan tenaga kerja. Penelitian menemukan faktor pendukung pengelolaan tenaga kerja berupa kerjasama stakesholders, dukungan rekan kerja, pendampingan serta konseling bagi karyawan difabel. Sedangkan faktor penghambatnya adalah komunikasi, dukungan sejawat, tenaga profesional dan produktivitas kerja karyawan difabel yang mengancam keberlanjutan kerja mereka. Meskipun demikian, PT. Trans Retail Indonesia dapat dianggap memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan diversity management dalam upaya mewujudkan workplace inclusion. ]