Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERAN BIDANG PPPA (PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK) DALAM PEMENUHAN HAK ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM (ABH) Poerwanti, Sari Dewi; Nurin Kamila; Budhy Santoso
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.17002

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji peran PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dalam pemenuhan hak anak berkonflik dengan hukum (ABH) di Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran PPPA dalam pemenuhan hak anak berkonflik dengan hukum (ABH). Metode penelitian dengan menggunakan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. peran PPPA dalam pemenuhan hak ABH dihasilkan melewati beberapa penanganan seperti penjangkauan (Home Visit), pendampingan hukum dan pendampingan psikolog, memberikan aksesibilitas pendidikan, melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melakukan sosialisasi. Berbagai upaya pemenuhan hak ABH yang telah dilakukan oleh PPPA tersebut memunculkan peran-peran seperti peran sebagai fasilitator, advocate, broker, enabler, motivator dan educator.
TAFSIR PERILAKU ETIS MENURUT PEMAHAMAN AKADEMISI AKUNTANSI DILIHAT DARI PERBEDAAN GENDER Dwi Kusumaningrum, Nurcahyaning; Paramitha, Nurima Adi; Makmun, Sukron; Poerwanti, Sari Dewi
Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia (JPSTI)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpsti.v1i2.219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tafsir perilaku etis menurut pemahaman akademisi akuntansi dilihat dari perbedaan gender. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods dengan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika dan metode kuantitatif dengan regresi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa akademisi akuntansi mempunyai penafsiran yang serupa atas konsep etika. Ditemukan pula bahwa akademisi akuntansi wanita memiliki penafsiran yang berbeda dan lebih baik dibandingkan dengan akademisi akuntansi pria terhadap etika profesionalisme akuntansi. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti bahwa terdapat perbedaan antara akademisi akuntansi pria dan wanita terkait perilaku etis dan gender.
Membedah Realitas Sosial Ekonomi Warung Latengan Melalui Kajian Integratif RRA dan SWOT Paramitha, Nurina Adi; Syahputra, Hendra; Poerwanti, Sari Dewi; Kusumaningrum, Nurcahyaning Dwi; Makmun, Sukron
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): Kerentanan Sosial-Ekonomi
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i2.24251

Abstract

MSMEs, especially micro-enterprises, act as a safety valve in addressing economic challenges. Although the existence of latengan stalls as micro-enterprises can absorb labor, this indicates that many workers come from the lower classes, the problem of unpaid family workers, and urban spatial planning issues. This study aims to dissect the socio-economic reality of latengan stalls through an integrative Rapid Rural Appraisal (RRA) and SWOT analysis. Through the RRA, data were obtained regarding latengan stall vendors with low human resources and limited capital, latengan stall operations involving unpaid family workers including children, and latengan stall cash flow problems. The Javanese trading ethos allows latengan stall vendors to utilize positive social capital for economic improvement, but this ethos also has a negative impact that causes stall cash flow to be unstable. Change strategies from the RRA and SWOT analysis include strategies to maximize the potential of the surrounding environment, participate in MSME training, utilize capital provided for MSMEs, create simple SOPs for stall operations, and maximize social capital for economic improvement.
Menjahit Harapan: Proses Kewirausahaan Penyandang Disabilitas Daksa dalam Mewujudkan Kemandirian Ekonomi di Kabupaten Bondowoso Poerwanti, Sari Dewi; Andani, Sovie; Prasetyo, Franciscus Adi
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): Kerentanan Sosial-Ekonomi
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i2.24304

Abstract

Penyandang disabilitas daksa mengalami kesulitan dalam mengakses pekerjaan karena keterbatasan fisik yang dimiliki serta stigma yang diberikan membuat penyandang disabilitas daksa merasa tidak pantas dan merasa rendah diri. Dinas Sosial Bondowoso mengadakan pelatihan menjahit bagi penyandang disabilitas daksa untuk meningkatkan kapasitas diri dengan fasilitas gratis yang diharapkan mampu mengembangkan menjadi sebuah unit usaha mandiri sehingga mandiri secara ekonomi dan memperbaiki ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan, mendeskripsikan dan menganalisis mengenai permasalahan dan hambatan yang dialami penyandang disabilitas daksa serta proses kewirausahaan yang dilakukan penyandang disabilitas daksa melalui pelatihan menjahit sehingga mencapai kemandirian ekonomi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif-studi kasus. Penentuan informan menggunakan teknik snowball dengan pengumpulan data menggunakan observasi non partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Proses analisis data yang digunakan meliputi kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan permasalahan dan hambatan dari disabilitas daksa, namun ditemukan juga potensi serta dukungan dari lingkungan disabilitas daksa. Temuan lainnya yaitu terdapat beberapa proses kewirausahaan yang dilakukan oleh disabilitas daksa: 1) memulai niat berwirausaha; 2) mendirikan usaha; 3) pengembangan diri dan usaha; 4) mencapai kemandirian sehingga mampu mencapai kemandirian ekonomi.
Pengelolaan Tenaga Kerja Difabel untuk Mewujudkan Workplace Inclusion Poerwanti, Sari Dewi
INKLUSI Vol. 4 No. 1 (2017)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.604 KB) | DOI: 10.14421/ijds.040101

Abstract

The focus of this study is the management of workers with disabilities as efforts to achieve an inclusive workplace in PT. Trans Retail Indonesia. The study also elaborates supporting and inhibiting factors in the implementation of labor management. This is a qualitative research that collects the data using literary studies, observation and in-depth interview. The result shows that the management is started from knowledge level of the company about workers with disabilities, selection process, development, compensation and maintaining the employs. In addition, they identify key factors of managing different ability such as stakesholders, associate support, mentoring and counseling for workers with disabilities. The obstacles of managing workers with disabilities include professionalism, communication, and productivity that lead to an attempt of firing. Overall, PT. Trans Retail Indonesia can be classified as one with ability to develop diversity management in order to organize a workplace inclusion.[Penelitian ini membahas pengelolaan tenaga kerja difabel (diversity management) di PT. Trans Retail Indonesia serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pengelolaan tenaga kerja penyandang disabilitas yang diterapkan oleh perusahaan dalam mewujudkan tempat kerja yang inklusif. Ini adalah penelitian kualitatif yang mengumpulkan data dari literatur, wawancara, dan observasi. Analisis dimulai dari pemahaman perusahaan mengenai tenaga kerja difabel, pengadaan tenaga kerja, pembinaan tenaga kerja, pemberian balas-jasa dan pemeliharaan tenaga kerja. Penelitian menemukan faktor pendukung pengelolaan tenaga kerja berupa kerjasama stakesholders, dukungan rekan kerja, pendampingan serta konseling bagi karyawan difabel. Sedangkan faktor penghambatnya adalah komunikasi, dukungan sejawat, tenaga profesional dan produktivitas kerja karyawan difabel yang mengancam keberlanjutan kerja mereka. Meskipun demikian, PT. Trans Retail Indonesia dapat dianggap memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan diversity management dalam upaya mewujudkan workplace inclusion. ]