Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kemampuan Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Berstandar Pisa (Programme For International Student Assesment) Ditinjau dari Adversity Quotient di Kelas VIII MTsN 5 Tulungagung Audrey Bellyana; Musrikah Musrikah
Journal on Education Vol 6 No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i3.5509

Abstract

Pemecahan masalah matematika merupakan hal yang penting dalam proses pembelajaran matematika. Pemecahan masalah matematika dapat dilakukan dengan prosedur yang dikemukakan oleh Bransford & Stein. Dalam proses pemecahan masalah tentunya akan ada kendala yang dihadapi peserta didik. Peserta didik yang memiliki kegigihan yang baik akan mampu menghadapi kendala dalam pemecahan masalah matematika, kegigihan ini disebut Adversity Quotient. Adversity Quotient memiliki 3 tipe yaitu: Climbers, Campers, dan Quitters. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan kemampuan siswa Climber dalam pemecahan masalah soal matematika PISA di kelas VIII MTsN 5 Tulungagung. 2) Untuk mendeskripsikan kemampuan siswa Camper dalam pemecahan masalah soal matematika PISA di kelas VIII MTsN 5 Tulungagung. 3) Untuk mendeskripsikan kemampuan siswa Quitter dalam pemecahan masalah soal matematika PISA di kelas VIII MTsN 5 Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan peneliti sebagai instrument utama. Jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain angket, tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 5 siswa dari kelas VIII-B MTsN 5 Tulungagung yakni 2 siswa Climbers, 2 siswa Campers, dan 1 siswa Quitters. Pada Quitters menggunakan 1 subjek karena hanya ada 1 siswa yang bertipe Quitters. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan kemampuan pemecahan masalah siswa bertipe Climbers dalam menyelesaikan masalah matematika berstandar PISA memenuhi semua langkah penyelesaian masalah Bransford & Stein, yaitu: 1) mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan, menggali solusi, melaksanakan strategi, dan mengkaji ulang serta mengevaluasi dampak dari pengaruh. 2) Kemampuan pemecahan masalah siswa yang bertipe Campers dalam menyelesaikan masalah matematika berstandar PISA memenuhi 3 langkah penyelesaian masalah Bransford & Stein, yaitu: mengidentifikasi masalah, menentukan tujuan, dan menggali solusi. 3) Kemampuan pemecahan masalah siswa yang bertipe Quitters dalam menyelesaikan masalah matematika berstandar PISA memenuhi 2 langkah penyelesaian masalah Bransford & Stein yaitu: mengidentifikasi masalah dan menentukan tujuan.
KARAKTERISTIK REPRESENTASI VISUAL, VERBAL, DAN SIMBOLIS MATEMATIS MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR Musrikah, Musrikah; Asmarani, Dewi; Handoko, Agus Imam
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v12i3.6693

Abstract

Representasi merupakan bagian penting dalam proses matematis yang tidak dapat dipisahkan dari proses yang lain, sebab representasi dapat menjadi penghubung antara ide yang dimiliki seseorang dengan pengomunikasian ide tersebut. Representasi matematis pada mahasiswa cenderung lebih beragam sehingga perlu dilacak tipe dan proses konstruksinya dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi representasi matematis mahasiswa dalam memecahkan masalah perkalian pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif eksploratif yang melibatkan 98 mahasiswa sebagai partisipan dan dipilih 3 mahasiswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mampu menyelesaikan masalah dengan benar. Adapun tipe representasi matematis dari jawaban benar yang dihasilkan ada tiga yaitu: (1) tipe representasi visual, (2) tipe representasi verbal, (3) tipe representasi simbolik. Banyaknya mahasiswa setiap tipe, urutan dari yang terbanyak adalah representasi visual, simbolik, dan verbal. Namun jika dilihat dari pemahaman konsep dan prosedur yang paling bagus berturut-turut adalah tipe representasi simbolik, representasi verbal dan representasi visual. Kesimpulan, representasi matematis yang paling banyak dihasilkan oleh mahasiswa adalah represesntasi visual, namun representasi yang paling akurat adalah representasi simbolik.Representation is an important part of the mathematical process that cannot be separated from other processes, because representation can be a link between one's ideas and communicating those ideas. Mathematical representations of students tend to be more diverse, so it is necessary to track the types and construction processes in this study. The purpose of this study was to explore students' mathematical representations in solving multiplication fractions problems. This research was an exploratory qualitative study involving 98 students as participants and 3 students were selected as research subjects. The results showed that most of the students were able to solve problems correctly. There are three types of mathematical representation of the correct answers, namely: (1) type of visual representation, (2) type of verbal representation, (3) type of symbolic representation. The number of students for each type, the order from the most is visual, symbolic, and verbal representation. However, when viewed from the understanding of concepts and procedures, the types of symbolic representations, verbal representations and visual representations are the best respectively. In conclusion, the most mathematical representations produced by students are visual representations, but the most accurate representations are symbolic representations.
Pemberdayaan Santri Ma’had Al-Jami’ah Tulungagung melalui Pelatihan dan Pendampingan Diversifikasi Produk Berbahan Dasar Murbei Setyowati, Eni; Musrikah, Musrikah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): August 2024
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/jp2m.v2i3.272

Abstract

Santri at Ma'had Al-Jami'ah Tulungagung are students who receive bidik misi scholarships who come from poor economic backgrounds, but have high intelligence and enthusiasm. They need to develop entrepreneurial skills. Large but underutilized land is an asset that needs to be developed. In fact, human resources and available land assets have not been maximized. In the Tulungagung area there are many wild mulberry plants that have high health benefits, which need to be cultivated and utilized. The objectives of this community service are: (1) to conduct training and mentoring on mulberry cultivation, (2) to conduct training and mentoring on mulberry-based product processing, and (3) to conduct training and mentoring on creative marketing strategies. The method used is ABCD (Asset-Based Community Development), which consists of discovering, dreaming, designing, defining, doing, and monitoring evaluation. The results of the community service showed that: (1) the students can cultivate mulberry well, (2) the students can make mulberry tea and syrup products, and (3) the students can learn and apply creative marketing, which is useful for increasing income and entrepreneurship.
Optimalisasi Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Remedial Rosiyati, Diana; Wibowo, Wira Hadi; Sutopo, Sutopo; Musrikah, Musrikah
Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/jk.v13i2.13693

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui secara mendalam mengenai peran pembelajaran remedial dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa setelah dilaksanakan remedial. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive sampling, subjek dalam penelitian ini Guru matematika dan siswa kelas VIII di SMP Internasional Darul Akhwan. Teknik pengumpulan dengan triangulasi, analisis data, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekan makna dari pada generalisas. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, dan verifikasi data. Data diabsahkan melalui teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini pembelajaran remedial teaching mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar. Dengan adanya pembelajaran remedial dapat mengubah pemahaman siswa menjadi lebih baik terhadap cara belajar sehingga terjadi perubahan pada hasil akhir pelajaran.
Penerapan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Mata Pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) Madani, Ittikhadul; Musrikah, Musrikah; Chotimah, Chusnul
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30464

Abstract

Pendidikan seni adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau latihan agar menguasai kemampuan berkesenian sesuai dengan peran yang harus dimainkan. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan pada pelajaran SBdP yaitu pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang dilakukan melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Kegiatan pembelajaran seperti ini dapat membentuk sikap, keterampilan, pengetahuan peserta didik secara maksimal, sehingga mampu meningkatkan kompetensi peserta didik dalam memahami dan mengapresiasi seni serta mengembangkan keterampilan praktis dalam berkarya seni. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran seni budaya dan prakarya (SBdP). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran Seni Budaya mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik karena tahapan-tahapan saintifik mendorong siswa untuk aktif, analitis, dan reflektif dalam proses belajar.
Algebraic Reasoning in Controversial Problem-Solving: Multiple Representations Muniri, Muniri; Musrikah, Musrikah
Numerical: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ma'arif Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/numerical.v8i2.5631

Abstract

Controversial issues have the potential to stimulate differences or cognitive conflicts in problem-solving, both in terms of approach, argumentation, and the solutions produced. Resolving cognitive conflict can be done not only through conventional logical thinking but also by understanding objects that encompass facts, concepts, principles, and skills, as well as considering external aspects surrounding the problem. This study aims to explore the controversy reasoning problems of university students in solving multiple representation problems. This research is a case study with a qualitative approach. The selected subjects were students who experienced controversy in solving multiple representation problems. The instruments used were tests and interviews. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. There are three levels of controversial reasoning: clarification level, exploration level, and initial level. Among 99 students solving multiple representation problems, the results showed that 19 students (19.19%) were at the initial level, 45 students (45.45%) at the exploration level, and 35 students (35.35%) at the clarification level. Qualitatively, controversial reasoning at the clarification level is the best compared to the exploration and initial levels. The advantage of subjects at the clarification level is that, besides understanding the problem, their algorithmic skills are highly structured. These subjects are also able to provide concise, logical arguments and find the correct solution.
Model Pembelajaran Matematika Realistik sebagai Optimalisasi Kecerdasan Logika Matematika pada Siswa SD/MI Musrikah, Musrikah
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/taalum.2016.4.1.1-18

Abstract

Human being is blessed with intelligence from his birth. Generally, there are 9 types of human intelligence. Each person has different types of intelligence. One type of intelligence is logic mathematic. This type related with someone’s ability to solve the problem. He/ She is able to think and construct solution with logical order and great interest in numbers, logic, order and seriation(regularity). This type of intelligence usually can be detected from one’s mastery of mathematic. Logic mathematic intelligence can be increase by using the appropriate learning model. One of learning model is Realistic Mathematic Education with has five characteristics, they are: using context, using model, student contribution, interactivity, and intertwining.
Evaluasi Implementasi Kurikulum di Sekolah Menengah Menggunakan Model CIPP Al Faritsi, Mohamad Salman; Savitry, Desy Hidayatus; Shinta, Dita Apriselia Ratna; Sholihah, Ummu; Musrikah, Musrikah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i4.8427

Abstract

Evaluasi dalam pendidikan berperan strategis sebagai alat ukur efektivitas dan keberhasilan program, serta memberi kontribusi nyata bagi pendidik, pembuat kebijakan, orang tua, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) dalam pendidikan. Penelitian dilakukan melalui studi kepustakaan (library research) dengan metode deskriptif-analitis, menggunakan sumber-sumber ilmiah yang relevan untuk menganalisis teori dan praktik penerapan model CIPP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi Context menelaah kesesuaian tujuan, sasaran, dan perencanaan program; evaluasi Input menilai ketersediaan dan kecukupan sumber daya; evaluasi Process mengkaji kesesuaian pelaksanaan dengan rencana serta efektivitas pemanfaatan sumber daya dan hambatan yang muncul; sedangkan evaluasi Product menilai hasil akhir program berdasarkan laporan dan masukan pemangku kepentingan. Penerapan keempat aspek ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kekuatan dan kelemahan program pendidikan, sekaligus menjadi dasar perumusan rekomendasi perbaikan. Temuan ini menegaskan bahwa model evaluasi CIPP merupakan kerangka evaluasi komprehensif yang dapat digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan
Pendekatan Inovatif Dalam Pengajaran Keterampilan Berbicara SD/MI A'yun, Shafa Qurratu; Khasanah, Maungi Dhotul; Chotimah, Chusnul; Musrikah, Musrikah
Madrasah : Jurnal Pendidikan Madrasah Vol. 2, No. 2 : Madrasah (Juli - Desember 2025)
Publisher : PT. Global Pustaka Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/mad.v2i2.222

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan kemampuan dasar yang penting untuk dikembangkan sejak dini karena berperan besar dalam proses komunikasi, keberhasilan akademik, dan perkembangan sosial peserta didik. Namun, pembelajaran keterampilan berbicara di tingkat sekolah dasar masih kurang optimal dan cenderung monoton. Artikel ini membahas pendekatan inovatif dalam pengajaran keterampilan berbicara di SD/MI, seperti berbicara estetik, percakapan, berbicara bertujuan, dan kegiatan drama. Melalui kajian pustaka, ditemukan bahwa penerapan strategi pembelajaran kreatif dapat meningkatkan partisipasi aktif, kepercayaan diri, serta kemampuan ekspresi verbal siswa. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan komunikatif. Inovasi dalam pengajaran keterampilan berbicara menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi komunikasi siswa secara menyeluruh.