Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Culturally Responsive Teaching bagi Guru untuk Penguatan Pembelajaran Literasi Fiftinova Fiftinova; Sofendi Sofendi; Soni Mirizon; Eryansyah Eryansyah; Ismail Petrus; Zuraida Zuraida; Hariswan Putera Jaya; Alhenri Wijaya; Nova Lingga Pitaloka; Lianasari Lianasari; Yentri Anggeraini; Fitria Aprilia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 8 (2026): Volume 9 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i8.26927

Abstract

ABSTRAK Literasi merupakan kemampuan penting bagi siswa yang dapat menunjang keberhasilan belajar, pertumbuhan individu dan berkomunikasi. Sekolah berperan penting untuk berkontribusi pada upaya peningkatan kemampuan literasi siswa, dan salah satu caranya adalah dengan menerapkan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan CRT pada pembelajaran literasi serta memfasilitasi guru mengembangkan materi berbasis budaya. Metode pelaksanaan adalah pendampingan teknis (Participatory Action Research), dengan 7 sesi luring/daring, evaluasi pre dan post survey, observasi dan dokumentasi tugas. Sebanyak 81,25% guru menunjukkan peningkatan kompetensi; seluruh materi ajar yang dihasilkan berada pada kategori baik hingga sangat baik. Pelatihan CRT berhasil meningkatkan pemahaman konseptual, keterampilan literasi berbasis budaya, dan kemampuan merancang materi ajar kontekstual bagi guru di Desa Tanjung Baru, Ogan Ilir. Kata Kunci: Literasi, Kemampuan Literasi, Pengajaran Literasi, Culturally Responsive Teaching.  ABSTRACT Literacy is an important skill that can support students’ learning success, personal growth, and communication. Schools, alongside homes, play an important role in improving students’ literacy skills, and one way to do this is by implementing Culturally Responsive Teaching (CRT). This training aims to improve teachers’ understanding and skills in integrating CRT into literacy learning and facilitate teachers in developing culture-based materials. The implementation method is technical assistance (Participatory Action Research) with 7 face-to-face/online sessions, pre and post surveys, observation, and task documentation. 81.25% of teachers showed improved competence; all teaching materials produced were rated as good to excellent. CRT training successfully improved conceptual understanding, culture-based literacy skills, and contextual teaching material design abilities for teachers in Tanjung Baru Village, Ogan Ilir. Keywords: Training, Literacy Skills, Literacy Teaching, Culturally Responsive Teaching.
Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa FKIP Universitas Sriwijaya Melalui Pelatihan Toefl Eryansyah Eryansyah; Hariswan Putera Jaya; Erlina Erlina; Fiftinova Fiftinova; Dedi Kurniawan; Hesti Wahyuni Anggraini; Dwi Maharrani; Tita Ratna Wulan Dari; Nova Lingga Pitaloka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 6 No. 2 (2023): Agustus : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pendidikan di Indonesia dipandang penting dalam kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Walaupun Bahasa Inggris masih berkedudukan sebagai bahasa asing pertama di Indonesia, Bahasa Inggris dijadikan sebagai sarana pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Maka dari itu, diperlukan penguasaan Bahasa Inggris, khususnya penguasaan TOEFL, di dunia pendidikan bagi mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menjawab tes Bahasa Inggris ekuivalensi TOEFL.  Jumlah peserta pada kegiatan ini adalah 41 orang yang berasal dari seluruh program studi Strata-1 di lingkungan FKIP Universitas Sriwijaya. Model yang digunakan adalah pendampingan, dimana tim memberikan pelatihan kepada peserta mengenai keterampilan menyimak, struktur, dan membaca. Adapun metode kegiatan yang dilakukan adalah presentasi. Sebelum penyampaian materi, peserta menjawab tes awal (pre-test) dan di akhir peserta menjawab tes akhir (post-test).  Peserta terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Berdasarkan wawancara singkat dengan peserta, diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut di tahun berikutnya. Kendala yang terjadi selama berlangsungnya kegiatan tidak menganggu pelaksanaan kegiatan. Kata Kunci: Bahasa Inggris, pendampingan, pre-test, post-test, TOEFL