Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Empowering Posbindu cadres to enhance resilience and improve the economic well-being of elderly women in Dusun Kadilobo, Purwobinangun, Sleman, Yogyakarta Dewi, Wulan May Kusuma; DW, Sumarni; Kurniawati, Angeline Laurenita; Dewintaputri, Vania; Pratiwi, Indri; Rahmadani, Alfina Nur; Putri, Tri Winarni Soenarto; Ermamilia, Aviria
Journal of Community Empowerment for Health Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.99315

Abstract

Introduction: In Dusun Kadilobo, approximately 50 elderly women are facing significant physical, mental, social, and spiritual health challenges as a result of the prolonged eruption of Mount Merapi and the lingering effects of the COVID-19 pandemic. These challenges manifest as increased levels of anxiety and depression, as well as physical ailments such as hypertension and diabetes, further complicated by social and cognitive impairments. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) aims to empower posbindu cadres through education, training, and technology based on local product marketing. The program specifically addresses both health—through the development of the “Enhancing the Seven Dimensions of Resilient Elderly” module—and economic struggles faced by elderly women in the area. By empowering Posbindu cadres, the initiative aims to strengthen the resilience of elderly women affected by the eruption and the pandemic, with a focus on food security and product marketing to ultimately improve their economic stability and overall well-being.Methods: The community service project targeted 20 Posbindu Lansia cadres and 30 elderly women in Dusun Kadilobo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, conducted from July to September 2023. Research tools included the "Enhancing the Seven Dimensions of Resilient Elderly" and "Enhancing Food Security Processing and Economic Improvement for Elderly Women" modules, alongside questionnaires and videos. Pre-tests and post-tests examined knowledge and skills improvement in resilient elderly women, local food security processing, and health status across various dimensions. Data were analyzed using quantitative and qualitative descriptive methods.Results: Following the community service activities, notable improvements were observed in knowledge and skills related to resilient elderly empowerment, local food processing, and the various dimensions of resilience in elderly individuals.Conclusion: Empowering Posbindu cadres has the potential to enhance the health resilience, food security, and economic conditions of elderly women in Dusun Kadilobo, Purwobinangun, Sleman, Yogyakarta
Pengaruh Media Pembelajaran Flipbook Digital terhadap Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Annisa, Nur; Ardiansyah, Ardiansyah; Pratiwi, Indri
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15 No 1 (2026): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v15i1.4256

Abstract

Kemampuan literasi sains siswa masih tergolong rendah, khususnya pada materi sistem pencernaan manusia. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih didominasi oleh pendekatan tradisional sehingga kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran flipbook digital terhadap kemampuan literasi sains siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen melalui desain nonequivalent control group. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang terdiri dari 15 siswa kelas eksperimen dan 15 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (87,00) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (71,07) dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan media pembelajaran flipbook digital terhadap kemampuan literasi sains siswa. Dengan demikian, media flipbook digital efektif digunakan dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan literasi sains siswa.
Pengaruh Video Animasi terhadap Pemahaman Konsep pada Materi Ekosistem Kelas VII SMPN 1 Sarjo s, Aldi.; Djamil, Muhammad; Pratiwi, Indri
ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 15 No 1 (2026): ORYZA: Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/oz.v15i1.4269

Abstract

Kelemahan peserta didik dalam membangun pemahaman konseptual pada mata pelajaran IPA tidak dapat dipersempit sebagai persoalan kapasitas individu semata, melainkan lebih tepat dilihat sebagai implikasi dari desain pembelajaran yang belum mampu memicu proses konstruksi makna secara mendalam. Ketika penyajian materi masih didominasi oleh pola verbal yang linier, maka pemahaman yang terbentuk cenderung bersifat permukaan dan tidak berlanjut pada tahap elaborasi kognitif. Situasi ini menuntut hadirnya medium alternatif yang mampu mengaktifkan proses mental melalui representasi visual yang dinamis. Dalam konteks tersebut, penggunaan video animasi diposisikan sebagai pemantik perubahan cara siswa menangkap konsep ekosistem. Dua kelompok kelas ditempatkan dalam konfigurasi yang berbeda, yakni satu kelompok mengalami paparan media visual bergerak, sementara kelompok lain tetap berada dalam pola pembelajaran konvensional. Penelusuran kemampuan dilakukan melalui dua fase pengukuran menggunakan instrumen pilihan ganda yang mengacu pada indikator penguasaan konsep. Distribusi angka yang muncul menunjukkan adanya selisih yang tidak bersifat acak, di mana uji independent sample t-test memperlihatkan probabilitas 0,000, yang berada jauh di bawah ambang toleransi 0,05. Dengan demikian, penggunaan video animasi dapat dipahami sebagai faktor yang berkontribusi nyata dalam memperkuat konstruksi pemahaman konseptual siswa.