Claim Missing Document
Check
Articles

PERBAIKAN SISTEM KERJA MENGGGUNAKAN PENDEKATAN ERGONOMI PARTISIPATORI GUNA MENGURANGI LEVEL CIDERA PADA PEKERJA (STUDI KASUS PT. MITRA REKATAMA MANDIRI) Aldo Lintang Pratama; Muhammad Yusuf; Cyrilla Indri Parwati
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.159 KB)

Abstract

PT. Mitra Rekatama Mandiri merupakan perusahaan yang terletak di Klaten dan bergerak dalam bidang usahateknologi alat-alat pertanian. Dalam menjalankan aktivitas salah satu departemennya adalah divisi pengecoranlogam.Pada unit ini aktivitas produksi masih didominasi oleh tenaga manusia (Manual Material Handling). Masalahyang ditemui pada lingkungan kerja adalah belum terjadi keselarasan sistem kerja antara manusia dan/atau mesinmelakukan kerja dengan menggunakan informasi, teknologi, dan sumber daya lainnya untuk menghasilkan produk, selain itu sikap kerja yang tidak alamiah dan mininmya penggunaan penggunaan alat pelindung diri adalah beberapa masalah yang ditemukan pada lingkungan kerja. Penelitianini dilakukan dengan tujuan perbaikan sistem kerja dengan pendekatan ergonomi partisipatori untuk menganalisis faktor-faktor dan data diperoleh untuk mengurangi resiko cidera pada pekerja.Berdasarkanpenelitianinidiperolehhasil bahwa terdapat postur kerja yang beresiko cidera otot bagi para pekerja.Hasil analisis berdasarkan metode Ovako Working Analysis System (OWAS ) menunjukkan postur kerja penuangan cairan masuk dalam kategori 3, yang artinya perbaikan perlu dikaukan secepat mungkin.Setelah dilakukan perbaikan, postur kerja dianalisis kembali menggunakan metode OWAS dan pekerja sudah dalam postur normal, pada postur kerja pembuatan cetakan fekuensi sikap kerja yang tidak alamiah sepeti punggung yang terlalu membungkuk diminimalisir dengan memberikan pengetahuan kepada pekerja mengenai sikapkerja yang lebih baik sesuai pedoman-pedoman yang diperoleh dari referensi dan teori-teori yang ada. Kesadaran penggunaan alat pelindung diri (APD) yang masih sangat rendah oleh pekerja dapat dilihat pada dokumentasi berupa foto-foto saat melakukan pekerjaan, oleh karena itu dilakukan tindakan preventif dengan mengingatkan dan mengawasi kedisiplinan pekerja menggunakan alat pelindung diri. Hal ini tentunya juga membutuhkan komitmen perusahaan untuk menciptakan budaya pentinnya menggunakan alat pelindung diri sewaktu bekerja demi keselamatan dan kesehatan bagi para pekerja.
PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL DUDEK SMITH DAN HEURISTIK GUPTA (STUDI KASUS: PERTENUNAN SANTA MARIA) Edward S Leyn; Muhammad Yusuf; Endang Widuri Asih
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.228 KB)

Abstract

Penjadwalan produksi yang kurang optimal mengakibatkan beberapa pesanan mengalami keterlambatan dan tidak mampu memenuhi batas waktu yang telah ditetapkan oleh pelanggan. Hal ini mengakibatkan perusahaan harus kehilangan peluang untuk meningkatkan pendapatan dan dikenakan denda berupa potongan harga sebesar 5% untuk setiap keterlambatan.Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan alternatif metode penjadwalan produksi menggunakan metode Campbell Dudek and Smith (CDS) dan Heuristik Gupta untuk meminimumkan makespan sehingga keterlambatan dapat diminimalkan dan batas waktu yang telah ditetapkan dapat dipenuhi. Metode ini merupakan pengembangan dari algoritma Johnson yang melakukan penjadwalan produksi berdasarkan waktu proses terkecil pada n job dan m mesin dengan tujuan untuk menghasilkan waktu proses produksi tercepat.Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah penjadwalan dengan metode CDS menghasilkan 5 (lima) iterasi. Iterasi dengan makespan paling optimal terdapat pada k = III dengan urutan penjadwalan Sr.050 – Hk.210 – St.021 – Wp.220. nilai makespan yang diperoleh adalah 191,1 jam dengan nilai utilitas sebesar 26,42%, keterlambatan rata – rata 0 (tidak ada) dan waktu penyelesaian rata – rata 139,25 jam. Penjadwalan produksi dengan menggunakan metode Gupta menghasilkan makespan yang paling optimal adalah 205 ,9 jam dengan urutan job Hk.210 – Wp.220 – Sr.050 – St.021. Waktu penyelesaian rata – rata dengan menggunakan metode ini adalah 124,56 jam, utilitas sebesar 28,33% dan keterlambatan rata – rata sebesar 1,5 hari.
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DENGAN PENDEKATAN FAKTOR KESALAHAN MANUSIA DI PT. KHALIFAH NIAGA LANTABURA Rachmat Imam Santoso; Cyrilla Indri Parwati; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.595 KB)

Abstract

Penanganan kecelakaan kerja di industri manufaktur menjadi hal yang serius, hal ini berdampak pada cacat fisik maupun mental pekerja, terganggunya proses produksi dan dampak ekonomis perusahaan. Data terakhir PT. Khalifah Niaga Lantabura yang memproduksi mesin tepat guna, menunjukkan lebih dari 350 kecelakaan baik berat maupun ringan pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokasi atau stasiun kerja yang paling sering terjadi kecelakaan, mengetahui penerapan penggunaan alat pelindung diri dan menganalisis penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja melalui pendekatan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan metode likelihood and consequence, rekomendasi perbaikan menggunakan Hazard Identification and Risk Assesment dan mencari sebab dasar menggunakan diagram Fault Tree Analysis. Lembar kerja manajemen risiko menunjukkan hasil skor risk rating untuk stasiun cutting 37, stasiun welding dan electricity 28, stasiun machining 16 dan stasiun finishing 17. Metode HIRA menunjukkan hasil dari keseluruhan identifikasi bahaya yang menjadikan potensi bahaya terkena mesin gerinda potong dari kegiatan proses pemotongan dengan mesin gerinda sebagai prioritas utama dengan risk rating number 16 dan indeks risiko bahaya 1B. Hasil penelitian menunjukkan lokasi atau stasiun kerja yang paling kritis yaitu stasiun kerja cutting dengan skor 37, dengan identifikasi bahaya terkena mata pisau, terkena mesin gerinda potong, gangguan pernafasan dan terkena panas dari alat las plasma. Pada stasiun cutting ditemukan nilai tertinggi dengan skor 16, yang terdapat pada jenis kegiatan proses pemotongan menggunakan mesin gerinda dengan potensi bahaya terkena mesin gerinda potong. Potensi bahaya terkena mesin gerinda potong menjadi prioritas utama dengan Severity Category 1 Score 4, Frequency Level B Score 4, Risk Rating Number 16 dan Indeks Risiko 1B.
PENDEKATAN SIX SIGMA, FMEA, DAN KAIZEN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUKSI PENGECORAN LOGAM DI PT. MITRA REKATAMA MANDIRI Riyan Saputro; Winarni Winarni; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.789 KB)

Abstract

Persaingan dalam dunia usaha semakin meningkat. Perusahaan harus mampu meningkatkan kualitas produk, sehingga produk yang dihasilkan dapat sesuai dengan tuntutan kebutuhan pelanggan. PT. Mitra Rekatama Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pengecoran logam. Pada PT. Mitra Rekatama Mandiri masih terdapat permasalahan, khususnya pada bagian produksi, dan perusahaan harus berusaha untuk melakuakan perbaikan secara terus menerus untuk mengurangi produk cacat. Metode pendekatan yang digunakan dalam upaya meningkatakan kualitas pada permasalahan yang terjadi yaitu dengan metode Six Sigama melalui tahapan penelitian menggunakan define, analyze, dan improve (DMAI) yang bertujuan mengurangi kecacatan. Kemudian pada tahapan improve untuk mengidentifikasi potensi efek kegagalan yang terjadi, digunakan metode FMEA (Failure mode and Effect Analyze) dengan menghitung nilai RPN (Risk Priority Number). Penggunaan metode Kaizen dimaksudkan untuk memberi saran sebagai upaya perbaikan berkesinambungan berupa Kaizen Five-step Plan. Berdasarkan analisis didapat nilai DPMO sebesar 882 dan perusahaan berada pada tingkat 4,63 sigma dengan CTQ (Critical To Quality) yang menimbulkan kecacatan sebesar 10. Pada analisa FMEA (Failure mode and Effect Analyze) menunjukan efek kegagalan pada jenis cacat rantap dengan efek potensi cacat produk tidak rapi mempunyai nilai RPN (Risk Priority Number) tertinggi yaitu 224.
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN GERAI TELKOMSEL DAN INDOSAT DENGAN MENGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Nanengtri Nurdiansya; Muhammad Yusuf; Winarni Winarni
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.335 KB)

Abstract

Kepuasan konsumen adalah sejauh mana tanggapan kinerja produk memenuhi harapan pembeli.keberhasilan suatu industri jasa dalam berkompetisi ternyata bukan hanya kualitas jasa akan tetapi juga memberikanperhatian khusus untuk kepuasan pelanggan. PT. Telkomsel dan Indosat adalah perusahaan yang bergerak dibidangtelekomunikasi seluler yang berada di Yogyakarta. permasalahan tentang bagaimana mengukur kepuasan pelangganTelkomsel dan Indosat.Penelitian ini adalah salah satu bentuk usaha untuk membantu mencari solusi atas permasalahan yangdihadapi oleh pihak telkomsel dan indosat penelitian ini mengunakan metode SERVQUAL dan QFD untukmengidentifikasi item-item apa jasa yang selama ini belum memuaskan pelanggan. Hasil dari analisis servqual inikemudian dimasukan kedalam metode QFD yang bertujuan untuk merancang perbaikan-perbaikan kepuasaanpelanggan yang belum memuaskan para konsumen. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasanpelanggan salah satunya adalah pelayanan, sehinggan menimbulkan adanya nilai gap negatif antara persepsi dariperusahaan dan persepsi oleh konsumen.Pada kajian dengan menggunakan metode SERVQUAL berhasil diidentifikasi kesenjangan antara apa yangdiharapkan dan diterima oleh konsumen sebanyak 20 atribut dan keseluruhan atribut tersebut bernilai negatif.Dari 20 atribut ini kemudian dimasukan ke dalam QFD melalui rumah kualitas untuk merancang langkahlangkah perbaikan yang dapat dilakukan untuk menaikkan kepuasaan pelanggan Telkomsel dan Indosat.Hasil dari prioritas untuk dilakukan oleh pihak pengolah dalam meningkatkan kepuasaan pelanggan yaitudengan melakukan perbaikan pada kecepatan dan kualitas jaringan.
ANALISIS POTENSI KECELAKAAN AKIBAT KERJA MENGGUNAKAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) DENGAN PENDEKATAN HAZARD IDENTIFICATION RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) Agus Setiyoso; Titin Isna Oesma; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.084 KB)

Abstract

WL Alumunium merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan alumunium danlogam di Daerah Istimewa Yogyakarta. WL Alumunium menghasilkan berbagai jenis produk antara lain wajan,ketel, soblok citel dan panci. Pada proses produksi, terdapat beberapa stasiun kerja antara lain stasiunpeleburan, pembubutan, penggerindaan, dan perakitan. Pada proses produksi dalam kurun waktu satu bulanterjadi kecelakaan kerja sebanyak 174kali, baik itu kecelakaan kerja bersifat ringan ataupun berat. Padapenelitian ini digunakan 2 (dua) metode yaitu Job Safety Analysis (JSA) dan Hazard Identification RiskAssessment and Risk Control (HIRARD). Metode JSA digunakan untuk mengidentifikasi proses kerja danHIRARC digunakan untuk menilai potensi risiko yang terjadi. Tujuan dari metode ini yaitu mengidentifikasikejadian risiko yang menganggu proses produksi, memperkirakan besara dampak risiko dan memberikantindakan penanggulangan terhadap risiko yang ada. Hasil penelitian diperoleh 2 (dua) stasiun kerja yangpaling kritis yaitu stasiun peleburan dan stasiun pengerindaaan dengan jumlah bobot 33 dan 30, dengan 3 (tiga) tingkat risiko yaitu prioritas rendah (3A), prioritas menengah(3B) dan prioritas utama(3D). Dengan potensi bahaya yang mungkin terjadi perusahaan disarankan untuk membuat pelatihan Keselamatan danKesehatan kerja, penggunaan alat pelindung diri dan pengawan secara intens.
PERANCANGAN FASILITAS KERJA PEMBUATAN EMPING MELINJO UNTUK MENGURANGI KELUHAN DENGAN STANDAR NORDIC QUESTIONNAIR (SNQ) (STUDI KASUS PADA HOME INDUSTRY DESA MURANGAN YOGYAKARTA) Iyas Supitra; Risma Adelina Simanjuntak; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.376 KB)

Abstract

Emping melinjo adalah sejenis keripik yang dibuat dari biji melinjo yang telah tua, tanaman melinjo banyak manfaat,Pembuatan emping melinjo diawali dengan penjemuran biji melinjo untuk mengurangi tingkat kadar air yang terdapatdalam biji melinjo,proses pembuatan emping melinjo bisa memakan waktu sekitar 1 jam. Dalam satu hari bisa membuat6 kg biji melinjo. Pekerja merasakan kesulitan saat proses pengerjaan dikarenakan posisi yang duduk dilantai dan alatbantu hanya menggunakan batu. Dilihat dari cara pembuatanyang sangat tradisonal pekerja merasakan keluhan-keluhanotot pada bagian anggota tubuh, seperti lengan atas kanan.Perlu ada tindakan segera yang bisa mengurangi ataumenghilangkan keluhan-keluahan otot bagian tubuh pekerja, serta mampu meningkatkan produktivitas.Telah diuraikan,adanya keluhan otot bagian tubuh yang dirasakan oleh pekerja diakibatkan proses kerja yang tidak ergonomis.Bagaimana merancang fasilitas kerja yang ergonomis untuk mengurangi keluhan otot bagian tubuhyang dirasakan olehpekerja dan meningkatkan produktifitas.Rancangan fasilitas kerja yang ergonomis berdasarkan antropometrimendapatkan bentuk, dengan ukuran tinggi tempat duduk 40cm, lebar tempat duduk 30cm, panjang tempat duduk 40cm,tinggi sandaran tempat duduk 50cm, lebar sandaran tempat duduk 35cm, tinggi meja 65cm, lebar kedepan meja 54cm,panjang meja kesamping 76cm. Setelah dilakukan perancangan keluhan Muskuloskeletal lengan atas kanan 13,7%. Sikukanan 10,9%. Lutut kiri dan kanan 3,9%. Pinggang 1,9%. Pengukuan produktivitas berdasarkan pendekatan angkaindeks. Produktivitas meningkat 33,3%.
ANALISIS PENGARUH KEPUASAN KERJA, MOTIVASI KERJA DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWANPADA PT. ADI SATRIA ABADI Wahyu Purnomo; Titin Isna Oesman; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.061 KB)

Abstract

PT. Adi Satria Abadi Divisi Sarung Tanganmerupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yangmemproduksi khusus sarung tangan Golf dan Driver. Salah satu penentu kemajuan suatu perusahaan adalah sumberdaya yang dimiliki. Perusahaan atau suatu badan usaha merasa bahwa tanpa ada sumber daya yang bekualitas,tujuan perusahaan tidak akan tercapai. Perusahaan hanya menjadikan karyawan atau sumber daya yang di milikisebagai alat untuk mencapai tujuan perusahaan bukan sebagai individu yang mempunyai kebutuhan pengakuan ataupenghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan permasalahan pengaruh kepuasan kerja,motivasi kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan, baik pengaruh secara parsial maupun simultan pada PT.Adi Satria Abadi. Sampel pada penelitian ini adalah 70 responden dengan menggunakan teknik Solvin. Analisis inidilakuakan dengan uji koefisisen regresi linier berganda, uji koefisisen regresi secara individu atau parsial (uji t), ujikoefisisen regresi seacara bersama-sama atau simultan (uji F), dan analisis determinasi (
ANALISIS POSTUR KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE OWAS (OVAKO WORKING POSTURE ANALYSIS SYSTEM), RULA (RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT), DAN REBA (RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT)(STUDI KASUS DI PT. ADI SATRIA ABADI) Afif Hidayat; Muhammad Yusuf; Endang Widuri Asih
Jurnal Rekavasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.843 KB)

Abstract

Kondisi postur kerja di PT. Adi Satria Abadi pada karyawan yang berada pada bagian produksi khususnya divisipenjahitan masih banyak posisi kerja karyawan yang bekerja dalam kondisi yang tidak ergonomis dan dapatmengakibatkan cidera, terutama cidera pada sistem musculoskeletal.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisispostur kerja pada operator bagian penjahitan dengan menggunakan metode OWAS (Ovako Working PostureAnalysis System), RULA (Rapid Upper Limb Assessment), dan REBA (Rapid Entire Body Assessment). Analisis inidilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa baik atau buruknya postur kerja, dan dapat memberikan gambarantentang postur kerja yang baik, aman, dan ergonomis.Penentuan skor postur tubuh dengan metode OWAS padapekerja bagian penjahitan, pada operator satu, dua, dan tiga termasuk dalam kategori risiko 3 (tindakan korektifdiperlukan segera). Investigasi postur tubuh dengan metode RULA final skor pada operator satu, dua, dan tigaadalah 4 dan skor tindakan masuk dalam kategori 2, artinya menunjukan adanya risiko dan diperlukan adanyainvestigasi lebih lanjut. Analisa dengan metode REBA pada operator satu menunjukan skor akhir 3, pada operatordua menunjukan skor akhir 4, dan pada operator tiga dengan skor akhir 4. Dari skor tersebut menunjukan bahwamasih ada risiko yang masuk dalam kategori sedang dan perlu adanya perbaikan sesegera mungkin supaya risikoakibat kerja tidak terus berlanjut.
OPTIMALISASI DISTRIBUSI PRODUK MENGGUNAKAN DAERAH PENGHUBUNG DAN METODE SAVING MATRIX Amri Nur Ikhsan; Titin Isna Oesman; Muhammad Yusuf
Jurnal Rekavasi Vol 1 No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.721 KB)

Abstract

PT. Madu Baru adalah perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan dan pembuatan gula konsumsi. PT. Madu Baru memiliki banyak konsumen yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama ini sistem distribusi yang dilakukan perusahaan masih secara acak karena masih menggunakan rute pengiriman produk yang bermula dari gudang perusahaan menuju ke retailer, kembali ke gudang lagi, kemudian menuju ke retailer lagi dan seterusnya. Hal tersebut membuat proses distribusi menjadi tidak efektif dari segi waktu, jarak dan biaya. Penelitian ini dilakukan untuk merancang rute distribusi yang optimal sehingga ada penghematan biaya dari segi distribusi. Dalam penelitian ini, daerah penghubung dijadikan sebagai gudang dan digunakan untuk membagi area distribusi sedangkan penentuan rute optimal dilakukan dengan metode Saving Matrix. Langkah awal adalah meramalkan permintaan yang akan datang dengan metode peramalan, selanjutnya dilakukan penentuan daerah penghubung dan pengerjaan dengan metode Saving Matrix. Berdasarkan dari perhitungan, wilayah pemasaran terbagi menjadi 2 (dua) area distribusi dan 7 (tujuh) rute distribusi yang optimal. Area pertama terbagi menjadi 3 rute dengan jarak tempuh 211.9 km dan biaya distribusi sebesar Rp. 559.627,00. Area kedua terbagi menjadi 3 rute dengan jarak tempuh 1032.67 km dan biaya distribusi sebesar Rp.936.946,00. Rute tambahan 1 rute dengan jarak tempuh 74.6 km dan biaya distribusi sebesar Rp. 280.887,00. Hasil dari perhitungan diketahui penghemat biaya sebesar Rp. 244.370,00 setiap harinya.