Claim Missing Document
Check
Articles

Optimization of the Mechanical Properties of Bio-degradable Plastics from Chitosan with Acetic Acid Solvent Ani Purwanti; Eka Sulistyaningsih; Wisnu Prayogo; Muhammad Yusuf
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i3.16675

Abstract

Shrimp shell waste contains chitin which can be processed into chitosan. Chitosan can be utilized as an edible plastic. The film is expected to maintain food quality by resisting water vapour transfer as a preservative and maintaining odour. Edible plastics as food protectors are expected to have optimal mechanical properties. Chitosan films are brittle, so plasticizers are used to increase their flexibility. The mechanical properties of the film may change during storage time. The decline in film quality is expected to be fast enough to allow edible plastics for food wrapping. This study aims to determine the effect of glycerol addition and film storage time on the mechanical properties of edible chitosan film. From the results obtained, adding glycerol plasticizer produces films with thickness and elongation that tend to increase. In contrast, the tensile strength value increases and then decreases with the addition of glycerol. The optimal mechanical strength value was obtained in the film solution with glycerol at 0.3 mL/g chitosan with a maximum tensile strength of 200 kgf/cm2 and a per cent elongation of 135%. The thickness of the film produced was 0.17 mm. The film produced in this study has met the standards of film mechanical strength (tensile strength and per cent elongation) based on the Japanese Industrial Standard (JIS). Meanwhile, based on the Indonesian National Standard (SNI), the tensile strength value produced in this study has yet to meet the SNI standard.
PENDEKATAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS DAN GOAL PROGRAMMING UNTUK MENENTUKAN MODEL PEMASOK Muhammad Yusuf
Jurnal Teknologi Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HANFA Handycracf merupakan sebuah perusahaan yang membuat tas khusus wanita yang berada di Manding, selatan Yogyakarta, produk tas berukuran kecil, sedang, besar dan spesifik. Bahan baku yang dibutuhkan membuat tas diperoleh dari beberapa para penyalur. Pada umumnya HANFA Handycracf memilih penyalur yang menawarkan harga paling minimum. Padahal pemilihan penyalur berdasar pada hanya faktor harga belum tentu mendapatkan kualitas yang dibutuhkan. Penelitian pemilihan pemasok ini nantinya akan ditentukan dari hasil metode analytic hierarchy process dan goal programming. Pemilihan pemasok melibatkan berbagai kriteria ukuran dari faktor kuantitatif dan kualitatif, yang hasilnya bisa merupakan kebalikan dari macam kriteria. Faktor kuantitatif di dalam pemilihan pemasok adalah harga. Faktor kualitatif di dalam pemilihan pemasok adalah fungsi logistik pemasok, teknologi pemasok, perusahaan pemasok dan hubungan pemasok. Hasil penelitian ini memberi informasi tentang criteria dan sub kriteria yang akan digunakan didalam pemilihan pemasok. Nantinya pemasok yang terpilih harus dapat memenuhi kualitas yang ditentukan sesuai dengan bahan baku yang dibutuhkan.
ANALISIS PENGARUH SHIFT KERJA TERHADAP BEBAN KERJA MENTAL DENGAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE (SWAT) Risma Adelina Simanjuntak; Muhammad Yusuf; Dedi Apriyanto Situmorang
Jurnal Teknologi Vol 3 No 1 (2010): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja merupakan konsekuensi dari kegiatan yang diberikan kepada pekerja. Aktivitas pekerja pada dasarnya dapat dibedakan antara aktivitas fisik dan aktivitas mental. Dalam prakteknya beban kerja yang dijumpai merupakan kombinasi antara beban kerja fisik dan beban kerja mental. Pengukuran beban mental secara subjektif didasarkan pada persepsi pekerja diantaranya metode SWAT Penelitian ini bertujuan untuk mengukur beban mental di bagian pengisian- pengemasan di PT. Sari Husada Tbk Yogyakarta. Metode SWAT merupakan metode pengukuran beban mental secara subjektif yang didasarkan pada persepsi pekerja, dengan menggunakan kombinasi dari tiga dimensi dengan tingkatannya.Dimensi tersebut adalah beban waktu, beban usaha mental dan beban tekanan pskologis. SWAT sebagai sebuah skala multidimensional melakukan 2 (dua) tahapan pekerjaan, yaitu : pembuatan skala dan pemberian nilai terhadap hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan kondisi beban kerja antara ketiga shift mempunyai perbedaan secara nyata. Nilai beban kerja dari SWAT score untuk shift pagi menunjukkan kategori rendah; shift sore menunjukkan kategori rendah dan sedang, untuk shift malam beban kerja kategori sedang. Secara keseluruhan pekerja lebih mementingkan faktor waktu (39,08%), kemudian tekanan stress (33,21%) dan terakhir usaha mental (27,71%) dalam mempertimbangkan faktor beban kerja mental. Kata kunci : Beban kerja mental, shift kerja, pengukuran subjektif , SWAT
ANALISIS EFISIENSI, SKALA DAN ELASTISITAS PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN COBB-DOUGLAS DAN REGRESI BERGANDA Muhammad Yusuf; Yuliastuti Ramadhani
Jurnal Teknologi Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum produktivitas diartikan sebagai hubungan antara keluaran dengan masukan yaitu suatu perbandingan antara hasil keluaran dengan masukan. Pengukuran produktifitas merupakan salah satu indikator utama dalam menilai kemampuan bersaing suatu perusahaan. P.T Taman Batu Alam merupakan suatu perusahaan yang berkecimpung dibidang batu alam yang dalam perkembangannya selalu berupaya untuk meningkatkan produktivitasnya dengan melakukan perbaikan-perbaikan dalam produksinya. Pengukuran dan analisa performansi proses transformasi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Cobb-Douglas dan Analisa regersi berganda. Pemilihan model ini didasarkan pada bentuknya yang sederhana dan mudah dipahami. Secara langsung dapat menggambarkan parameter performansi yaitu indeks efisiensi dan fungsi produksi ini mampu menunjukkan elastisitas penggunaan input-input yang digunakan dalam menghasilkan output. Hasil perhitungan didapat bahwa proporsi input yang berpengaruh terhadap proses produksi adalah Indeks Efisiensi untuk tahun 2009 adalah 5.57, sedangkan untuk tahun 2010 adalah 1094,44. Return to Scale yang diperolah pada tahun 2009 adalah 1,031 sedangkan pada tahun 2010 adalah 0,793.Penggunaan elastisitas input adalah untuk tahun 2009 penggunaan bahan baku sebesar 0,39 , untuk penggunaan tenaga kerja sebesar 0,22 dan untuk penggunaan biaya overhead sebesar 0,42. Sedang untuk tahun 2010 penggunaan bahan baku sebesar 0,39, untuk penggunaan tenaga kerja sebesar 0,165 dan untuk penggunaan biaya overhead sebesar 0,237.
Analisis Ergonomi Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kelelahan Pada Pekerja Pembuatan Batu Bata Secara Manual Yusuf, Muhammad; Widuri Asih, Endang; Rachmawati, Yuliana; Darmawan, Sigit
Jurnal Teknologi Vol 17 No 1 (2024): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknik, Universitas AKPRIND Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/jurtek.v17i1.4707

Abstract

Brick is a material that can be used as a building material to make houses, multi-storey buildings and so on. Making bricks manually cannot be separated from the risk of fatigue due to the workload carried out in the brick making process repeatedly. This research identifies and analyzes the effect of workload on work fatigue, determining the level of work fatigue on the workload of manual brick making workers. The population of this study was all 32 male workers, by determining Body Mass Index, determining cardiovascular load, determining workload and determining work fatigue. Data processing and analysis techniques were carried out using multiple linear regression tests. Based on the research results, it shows that there is a significant influence between workload and work fatigue in manual brick making workers, it is known that the value of p = 0.000 or smaller than 0.05 (p < 0.05), and the average level is large. work fatigue is 62.5 with the work fatigue category being moderate.