Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS TIPOLOGI WILAYAH PERI URBAN BERDASARKAN ASPEK FISIK DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Hukma Zulfinanda; Nana Novita Pratiwi; Agustiah Wulandari
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42689

Abstract

Wilayah peri urban merupakan wilayah yang terletak antara wilayah yang memiliki ciri kekotaan dan ciri kedesaan, salah satunya yaitu Kecamatan Sungai Raya. Munculnya wilayah peri urban disebabkan oleh letak Kecamatan Sungai Raya yang berbatasan langsung dengan Kota Pontianak sebagai urban core dari Kalimantan Barat. Hal ini memicu pertumbuhan pembangunan di Kecamatan Sungai Raya sehingga memunculkan ciri kekotaan. Perkembangan serta pembangunan yang terjadi dikhawatirkan menjadi tidak terkendali, sehingga perlu dilakukan analisis tipologi wilayah peri urban di Kecamatan Sungai Raya yang menjadi tujuan dari penelitian. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis skoring. Skoring yang dilakukan menghasilkan 3 tipologi wilayah peri urban, yaitu peri urban primer, peri urban sekunder, dan rural peri urban. Hasil kajian menyimpulkan bahwa pemanfaatan lahan pertanian dan fasilitas umum cenderung menunjukkan hubungan yang searah dengan karakteristik wilayah peri urban baik dalam menggambarkan ciri kekotaan maupun kedesaan. Hal ini ditunjukkan dari nilai deviasi hubungan antara pemanfaatan lahan pertanian dan fasilitas umum dengan wilayah peri urban yaitu <50%, di mana masing-masing sebesar 35% dan 43%. Selanjutnya, hasil analisis skoring, menunjukkan bahwa 2 desa atau 10% wilayah Kecamatan Sungai Raya tergolong peri urban primer, 11 desa atau 55% tergolong peri urban sekunder dan 7 desa atau 35% tergolong rural peri urban.Kata kunci: Kecamatan Sungai Raya, peri urban, tipologi
ANALISIS INDEKS DESA MEMBANGUN DESA JERUJU BESAR Denny Muhammad Hajratul; Nana Novita Pratiwi; Erni Yuniarti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.44856

Abstract

Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya berstatus sebagai Desa Mandiri pada tahun 2019. Berbagai permasalahan terdapat di desa ini terkait kesejahteraan sosial serta kualitas hidup yang berkenaan langsung terhadap nilai pada indikator-indikator yang ada di Indeks Desa Membangun (IDM). Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis IDM Desa Jeruju Besar, dan mengidentifikasi masalah yang terjadi serta potensi dari Desa Jeruju Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan variabel berdasarkan Standart Operasional Prosedur Pemuktahiran Status Perkembangan IDM tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian, IDM Desa Jeruju Besar sebesar 0.8097 sehingga Desa Jeruju Besar tergolong Desa Maju pada tahun 2020. Dengan demikian, terjadi penurunan status satu tingkat kebawah, dari Desa Mandiri menjadi Desa Maju. Masalah yang ditemukan pada lokasi studi ialah kurang optimalnya pemanfaatan fasilitas yang tersedia, dan masih terbatasnya beberapa pelayanan dasar, serta masih kurangnya fasilitas terkait keluar masuk barang maupun orang serta kondisi hutan mangrove yang mulai rusak di Desa Jeruju Besar. Sementara potensinya adalah terdapat solidaritas sosial serta toleransi di masyarakat, terdapatnya lokasi wisata, tersedianya lembaga keuangan sebagai akses permodalan serta tersedianya lembaga ekonomi berupa BUMDes. Kata Kunci: Desa Jeruju Besar; Indeks Desa Membangun
STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI WILAYAH PESISIR DI KECAMATAN MEMPAWAH HILIR KABUPATEN MEMPAWAH Kasih Anggarini; Nana Novita Pratiwi; Firsta Rekayasa Hernovianty
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.121 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36883

Abstract

Kecamatan Mempawah Hilir memiliki letak geografis yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna dan berpotensi wilayah untuk pengembangan wilayah pesisir sebagai penunjang ekonomi masyarakat setempat. Kecamatan Mempawah Hilir memiliki kegiatan perikanan tangkap dan budidaya, namun pengolahan hasil sumberdaya tersebut masih minim. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan guna mengetahui strategi apa yang tepat bagi ekonomi wilayah pesisir di Kecamatan Mempawah Hilir. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif asosiatif menggunakan metode LQ dan SWOT. Faktor internal wilayah pesisir Kecamatan Mempawah Hilir yang memiliki potensi perikanan tangkap dan budidaya, namun terdapat kelemahan dalam pemanfaatan hasil sumberdaya tersebut tergolong rendah.Faktor eksternal wilayah pesisir Kecamatan Mempawah Hilir memiliki peluang geografis yang mempengaruhi kegiatan didalam wilayah, namun terdapat pula ancaman lingkungan yang mempengaruhi wilayah tersebut. Hasil metode SWOT menunjukkan bahwa strategi pengembangan ekonomi wilayah pesisir di Kecamatan Mempawah Hilir terletak pada Kuadran I dengan skor sumbu X 0,66 dan Y 0,63 yakni menggunakan strategi S–O dengan pengembangan industri pengolahan perikanan berbasis masyarakat. Kata kunci: ekonomi wilayah, sektor perikanan, wilayah pesisir
ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG TAMAN TERHADAP TAMAN AKCAYA KOTA PONTIANAK Novanda Sya&#039;ban; Nana Novita Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.51723

Abstract

Taman Akcaya merupakan salah satu taman yang berada di Kota Pontianak. Taman akcaya juga dilengkapi dengan  beberapa  fasilitas  guna  menunjang  kegiatan  yang  berada  di  dalamnya.  Tetapi  pada  kenyataannya masih  terdapat  banyak  kekurangan  sehingga  dapat  mengganggu  kepuasan  pengunjung  taman.  Penelitian bertujuan untuk melihat bagaimana kondisi taman akcaya dan kepuasan pengunjung taman. Penelitian  ini menggunakan  pendekatan  kuantitatif  dengan  menggunakan  metode  analisis  deskriptif  dan  skoring.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih kurangnya fasilitas yang berada di Taman Akcaya, fasilitas tersebut seperti tidak adanya lapangan olahraga, trek lari, panggung terbuka, WC umum, kurangnya fasilitas bermain anak dan tidak adanya fasilitas parkir khusus. Pengunjung taman akcaya memberikan nilai puas terhadap 6 variabel kepuasan, yaitu variabel kebisingan dengan skor 539, variabel aroma dan bau-bauan dengan skor 921, variabel bentuk dengan skor 1.113, variabel keamanan dengan skor 1.035, variabel kebersihan dengan skor 997 dan variabel keindahan dengan skor 1.129. Selain itu terdapat 2 variabel dengan nilai sangat puas, yaitu variabel sirkulasi dengan skor 1.383 dan variabel iklim dan kekuatan alam dengan skor 1.347.  Kata kunci: kepuasan pengunjung, kondisi taman
DAMPAK PEMBANGUNAN SEKAT KANAL PADA ASPEK EKONOMI DI DESA SUNGAI BAKAU BESAR DARAT KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH Santy Wahyuni; Gusti Zulkifli Mulki; Nana Novita Pratiwi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.36879

Abstract

Desa Sungai Bakau Besar Darat memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan dikarenakan luasan lahan gambut yang besar, sehingga pada tahun 2017 di bangun sekat kanal sebanyak 40 unit yang tersebar di 3 dusun diantar 5 dusun. Pembangunan sekat kanal merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Pembangunan sekat kanal tersebut memberikan dampak positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pembangunan sekat kanal pada aspek ekonomi di Desa Sungai  Bakau Besar Darat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan sekat kanal memberikan dampak pada aspek lingkungan yaitu pada perubahan lapangan pekerjaan dan pendapatan. Pada perubahan lapangan pekerjaan memberikan dampak positif, sedangkan dampak pada pendapatan memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif pembangunan sekat kanal sebagian besar dirasakan oleh masyarakat yang bertempat tinggal di Dusun Parit Kurus dan Dusun Ulu Sungai, sedangkan dampak negatif pembangunan sekat kanal sebagian besar dirasakan oleh masyarakat yang bertempat tinggal di Dusun Parit Akop. Lokasi pembangunan sekat kanal yang tepat akan menentukan dampak yang akan diberikan pada lingkungan sekitar.Kata Kunci: Desa Sungai Bakau Besar Darat, dampak pembangunan sekat kanal, aspek ekonomi
IDENTIFIKASI KONDISI DESAIN PEDESTRIAN DI JALAN AHMAD YANI DAN HOS COKROAMINOTO DI KOTA PONTIANAK Ely Nurhidayati; Nana Novita Pratiwi
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 13 No 2 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v13i2.5721

Abstract

Jalur pedestrian juga dikenal sebagai trotoar, merupakan bagian dari infrastruktur perkotaan dan berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah pejalan kaki. Di Kota Pontianak sendiri sudah banyak memiliki pedestrian di setiap kawasan. Pedestrian tersebut ditujukan untuk memfasilitasi para pejalan dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Di antara banyaknya pedestrian yang ada di Kota Pontianak, pedestrian yang akan di bahas adalah pedestrian di Jalan Ahmad Yani dan di jalan HOS Cokroaminoto. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kondisi desain pedestrian di Jalan Ahmad Yani dan di Jalan HOS Cokroaminoto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey lapangan, analisis data teknis, dan penilaian dampak lingkungan dan fisik terhadap pedestrian di Jalan Ahmad Yani dan Jalan HOS Cokroaminoto. Hasil penelitian menujukkan bahwa kedua pedestrian tersebut layak untuk digunakan. Dari desainnya sudah cukup baik, baik itu dari pola lantainya dan juga unsur estetikanya sudah termuat pada pedestrian. Selanjutnya terdapat juga hasil kuisioner masyarakat sekitar terhadap pedestrian dan rata-rata menunjukkan hasil yang cukup baik
ANALISIS SMART COMMUNITY DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN DESA MANDIRI KABUPATEN MEMPAWAH Nana Novita Pratiwi; Erni Yuniarti; Sekar Aprilia Maharani
Tata Kota dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2024.016.02.3

Abstract

Kabupaten Mempawah merupakan salah satu wilayah di Provinsi Kalimantan Barat yang telah mengadopsi konsep smart city dan smart village sejak tahun 2020 melalui program digitalisasi. Program ini dirancang sebagai terobosan percepatan kreativitas dan inovasi pembangunan desa menuju desa mandiri. Salah satu dimensi smart village yang perlu dikaji secara ilmiah adalah smart community dengan melihat peran masyarakat dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan smart community pada desa mandiri di Kabupaten Mempawah agar dapat mendukung keberlanjutan dan peningkatan desa mandiri, serta memberi masukan bagi pemerintah daerah dalam mengimplementasikan smart village sesuai karakteristik wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder. Analisis yang digunakan yaitu distribusi frekuensi dan analisis indeks komposit dengan indikator demokrasi masyarakat, kreativitas masyarakat, edukasi masyarakat, dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan hasil analisis smart community, maka dapat disimpulkan bahwa lokasi pengamatan yang difokuskan pada 7 kecamatan yang mencakup 31 mandiri di Kabupaten Mempawah termasuk kategori cukup tinggi dengan indeks sebesar 2,93.
Hazard analysis and extreme weather mitigation in Pontianak city based on Geographic Information System Lestari, Nadya Hawa Putri; Jasisca Meirany; Nana Novita Pratiwi; Arfena Deah Lestari; Mochammad Meddy Danial
Teknisia Vol 29 No 2 (2024): Teknisia
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol29.iss2.art1

Abstract

The geographical location of Pontianak City, situated on the Equator, creates a high potential for hydrometeorological disasters, particularly extreme weather events such as whirlwinds. Based on the history of recurring events, it is essential to conduct this research to recommend disaster mitigation strategies based on hazard analysis and the Extreme Weather Disaster Class Index in Pontianak City. The data used are slope, land use, annual rainfall, and surface air temperature. These parameters are processed using the ArcGIS software. The results of the hazard analysis indicate that Pontianak City has a moderate level of hazard, covering an area of 5,191.46 ha, or 44.41% of the total area of Pontianak City. Sub-districts with medium-level potential areas are Pontianak Kota sub-district, with an area of 883.56 ha, West Pontianak sub-district, with an area of 836.97 ha, and South Pontianak sub-district, with an area of 761.59 ha. The non-structural disaster mitigation measures that need to be implemented to reduce the impact of extreme weather disasters include disaster risk assessment, enforcement of mitigation-based spatial plans, and community engagement. While structural mitigation can be achieved by strengthening building structures, these structures must utilize materials and construction techniques that are resistant to whirlwinds and enhance the strength of foundations, walls, and roofs. Making evacuation routes based on disaster mitigation and installing early warning equipment, such as Weather Information Display (WID), also needs to be done in an effort to minimize the impact of extreme whirlwind weather.