Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Efek Pemberian Zink Terhadap Pertumbuhan Anak Umur 24 – 60 Bulan dengan Gangguan Pertumbuhan Nurhidayah, Nurhidayah; Maddeppungeng, Martira; Ganda, Idham Jaya
Sari Pediatri Vol 26, No 5 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.5.2025.263-71

Abstract

Latar belakang. Gangguan pertumbuhan merupakan suatu kondisi pertambahan Berat Badan, Tinggi Badan, dan Lingkar Lengan Atas yang tidak sesuai dengan pertambahan usia. Pertumbuhan anak salah satunya dipengaruhi oleh asupan makronutrien dan mikronutrien. Zink merupakan mineral penting dalam pertumbuhan dan berperan pada diferensiasi sel, perkembangan sistem imun, dan fungsi pengecapan untuk meningkatkan nafsu makan.Tujuan. Mengetahui efek zink pada anak usia 24-60 bulan dengan gangguan pertumbuhan.Metode. Dilakukan penelitian uji klinik acak terkontrol terhadap 100 anak usia 24-60 bulan dengan BB menurut umur, TB menurut umur di bawah -2 SD, dan atau BB/TB di bawah -2 SD berdasarkan kurva-WHO di Pendidikan Anak Usia Dini/PAUD dan Taman Kanak-kanak/TK di Makassar. Subjek terbagi 2 kelompok, yaitu 50 subjek kelompok zink dengan intervensi sirup zink 20 mg/hari dan 50 subjek kelompok plasebo dengan intervensi sirup sukrosa 80%/hari selama 1 bulan.Hasil. Dari hasil penelitian terdapat perbedaan bermakna selisish BB, TB, dan LLA pada dua kelompok intervensi umur 24-36 bulan dengan niali p<0,05 dan perbedaan bermakna selisih BB dan TB pada dua kelompok intervensi umur 48-60 bulan dengan nilai p<0,05.Kesimpulan. Intervensi zink berpengaruh terhadap pertambahan ukuran BB, TB, dan LLA.
Analisis Kadar Zink Serum pada Anak Perawakan Pendek: Studi Cross-Sectional di Makassar Badaria, Badaria; Maddeppungeng, Martira; Daud, Dasril
Sari Pediatri Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.2.2025.113-7

Abstract

Latar belakang. Perawakan pendek merupakan salah satu masalah kesehatan anak di Indonesia yang belum teratasi. Perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi kronis dan infeksi kronis. Perawakan pendek terjadi oleh banyak faktor dan salah satunya adalah defisiensi zink.Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar zink serum pada anak perawakan pendek.Metode. Penelitian cross-sectional ini menggunakan data primer pada anak usia 24-72 bulan di PAUD dan TK di Makassar, dilakukan Oktober 2019–Februari 2020. Subjek dibagi menjadi dua kelompok: anak perawakan pendek dan normal (kontrol). Kadar zink serum diukur dan dibandingkan antar kelompok, dengan analisis data menggunakan Chi-square dan Mann-Whitney.Hasil. Dari total 91 subjek didapatkan 31 anak perawakan pendek dan 60 perawakan normal. Kadar zink serum rerata pada kelompok perawakan pendek adalah 26,81 ?g/dL (rentang: 0,4-102,2 ?g/dL), secara signifikan lebih rendah dibandingkan kelompok normal (49,04 ?g/dL; rentang: 4,4-157,8 ?g/dL; p=0,000). Frekuensi defisiensi zink tidak berbeda bermakna antara kelompok perawakan pendek (83,9%) dan normal (81,7%; p=0,793).Kesimpulan. Pada penelitian ini didapatkan bahwa baik kelompok anak perawakan pendek maupun perawakan normal mengalami defisiensi zink, tetapi kadar zink pada anak perawakan pendek jauh lebih rendah dibandingkan perawakan normal.
Peran Skrining Tumbuh Kembang pada Anak Hemihipertrofi Maddeppungeng, Martira; Pongsibidang, Nancy; Astari, Merlyn Meta; Artati, Ratna Dewi
Sari Pediatri Vol 27, No 4 (2025)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.4.2025.266-74

Abstract

Latar belakang. Hemihipertrofi suatu kondisi klinis ditandai pertumbuhan tubuh asimetri yang dapat berdiri sendiri atau berkaitan dengan sindrom. Kelainan otak yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Pada umumnya penyebab hemihipertrofi belum jelas. Upaya diagnosis dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan diharapkan dapat memberikan prognosis yang lebih baik.Tujuan. Mengetahui keterkaitan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak hemihipertrofi. Metode. Penelusuran pustaka dilakukan secara ekstensif melalui beberapa pangkalan data, yaitu Pubmed, Semantic scholar, dan Google scholar dengan kata kunci “child” atau “children”, “hemihypertrophy” atau “hemihyperplasia” dan “development”. Hasil. Penelusuran literatur diperoleh 3 artikel yang terpilih kemudian dilakukan telaah kritis, yaitu studi potong lintang oleh Butti dkk pada tahun 2024 dan studi potong lintang berbeda oleh Butti dkk pada tahun 2022, serta studi kohort retrospektif oleh Romaris dkk pada 2022 dengan level of evidence 2b. Studi tersebut menunjukkan bahwa anak hemihipertrofi terutama dengan sindrom dapat memiliki keterlambatan perkembangan bahasa (p=0,007), sosial (p<0,001), motorik kasar (p=0,014) dan masalah perilaku internalisasi (p<0.001). Pertumbuhan prenatal anak-anak dengan hemihipertrofi normal, kecuali pada anak perempuan dengan hemihipertrofi komplek (p=0.022) yang cenderung meningkat.Kesimpulan. Pertumbuhan dan perkembangan anak pada umumnya normal. Keterlambatan perkembangan dapat terjadi pada anak hemihipertrofi yang berhubungan dengan sindrom atau disertai abnormalitas otak.