Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Modulasi Epigenetik Protein Klotho Oleh Latihan Resistance: Tinjauan Literatur Sistematis Juwita Ninda Suherman; Sri Utami; Aan Royhan; Diniwati Mukhtar
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.25459

Abstract

Protein Klotho merupakan biomarker yang berperan dalam penuaan, regulasi metabolisme, serta perlindungan terhadap inflamasi dan stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistematis pengaruh latihan resistensi terhadap ekspresi protein Klotho serta potensi keterlibatan mekanisme epigenetik. Systematic review dilakukan mengikuti pedoman PRISMA melalui pencarian pada PubMed, Scopus, dan Web of Science terhadap publikasi tahun 2019–2026. Dari 585 sumber yang teridentifikasi, dilakukan proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi hingga diperoleh 10 studi untuk sintesis kualitatif, terdiri atas 4 studi manusia dan 6 studi hewan. Proses seleksi dan penilaian dilakukan secara independen oleh dua reviewer, Dr dr Diniwati Mkhtar, M.Kes dan Dr. dr Aan Royhan, M.Biomed. Kualitas metodologis studi dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools sesuai desain penelitian. Protokol systematic review ini tidak terdaftar di PROSPERO. Sebagian besar studi menunjukkan kecenderungan peningkatan ekspresi atau kadar Klotho setelah latihan resistensi atau latihan fisik dengan komponen resistensi, disertai perbaikan fungsi metabolik, peningkatan kapasitas antioksidan, serta penurunan stres oksidatif dan inflamasi. Namun, bukti langsung mengenai modulasi epigenetik Klotho melalui metilasi DNA, modifikasi histon, atau regulasi microRNA masih sangat terbatas. Dengan demikian, latihan resistensi berpotensi meningkatkan ekspresi Klotho, tetapi mekanisme epigenetik yang mendasarinya belum dapat disimpulkan secara pasti dan memerlukan konfirmasi melalui penelitian eksperimental lanjutan.
Deteksi Dini dan Penyuluhan Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Guru Tentang Low Back Pain di Lingkungan Sekolah Aan Royhan; Eri Dian Maharsi; Yenni Zulhamidah
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 10, No 3 (2026): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v10i3.7174

Abstract

Low Back Pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal disorders among occupations involving static activities, including teaching professionals. Non-ergonomic work habits such as prolonged standing or sitting, bending while teaching, and lack of physical activity increase the risk of LBP. Limited knowledge of LBP prevention often leads to neglect of symptoms, which may decrease work productivity and teaching performance. This community service program aimed to increase teachers’ knowledge regarding LBP prevention through health education and early risk detection. The program was conducted in June 2023 at SDIT, SMP, and SMK Putra Pakuan as well as SMP Negeri 2 Sukaraja in Bogor Regency, involving 92 teachers. The implementation methods included initial screening using Roland-Morris Disability Questionnaire (RMDQ), pre-test, health education using integrated media (PowerPoint-assisted lectures, educational leaflets, group discussions, and question-and-answer sessions), post-test, and individual health consultations. Screening results showed that 34.78% of participants experienced LBP-related complaints. A total of 53 participants completed both pre-test and post-test instruments, demonstrating an increase in mean knowledge scores from 35.38 to 57.78. The Wilcoxon Signed-Rank Test revealed a significant difference between pre-test and post-test scores (p < 0.05), with r value of 0.68, indicating a strong intervention effect. This program effectively improved teachers’ knowledge and awareness of LBP prevention. The integrated educational model is feasible to be applied sustainably in school environments as part of occupational health promotion.