Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

KAJIAN PRINSIP PSIKOLOGI ARSITEKTUR PADA PANDUAN SEKOLAH RAMAH ANAK Sarasati, Carina
JURNAL PERSPEKTIF ARSITEKTUR Vol. 19 No. 2 (2024): Kajian Konseptual Perancangan Kawasan, Ruang Terbuka Publik dan Bangunan Arsit
Publisher : Jurusan Arsitektur UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jpa.v19i2.16530

Abstract

Education plays a vital role in children's lives, both now and in the future. To support this, the United Nations, through UNICEF, has developed guidelines for Child-Friendly Schools (CFS) since 2009. These guidelines aim to create safe and comfortable learning environments that meet all children's educational needs. The design of schools also plays a significant role in shaping the learning environment by creating spaces that cater to children's developmental needs and behaviors. However, the current CFS guidelines do not explicitly mention the use of architectural psychology studies. Instead, they focus more on creating a child-friendly learning environment. Therefore, the purpose of this research is to examine how architectural psychology principles can be applied to the Child-Friendly School Guidelines. This will be achieved through a literature review comparing architectural psychology theories that can be applied to the design of Child-Friendly Schools. The study's results indicate that the existing CFS guidelines have considered the principles of architectural psychology. However, for detailed technical implementation, further references are needed, especially regarding accessibility and safety, architectural form, proportion and scale, and furniture design.
Pelatihan Dasar Programmable Logic Controller (PLC) Bagi Siswa SMK di Kota Semarang Basuki, Puji; Agustien Zulaidah; Candra Wahyu Sportyawan; Carina Sarasati
Servis : Jurnal Pengabdian dan Layanan kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Desember
Publisher : CV. Nature Creative Innovation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan sekolah kejuruan dan vokasi saat ini semakin meningkat. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi tumpuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri. Salah satu teknologi yang banyak digunakan pada industri manufaktur adalah otomatisasi dengan mesin berbasis Programmable Logic Controller (PLC). PLC adalah salah satu mode kontrol otomatis yang memerlukan logika dalam merancang program untuk menjalankan aturan dan langkah kontrol, sehingga diperlukan pengetahuan dan kemampuan untuk mengerjakannya. Namun demikian tidak semua sekolah memiliki alat peraga untuk belajar PLC. Solusi dari permasalahan tersebut adalah memberikan pelatihan, dengan metode penyampaian teori di ruang kelas SMK yang didahului dengan pretest, kemudian dilanjut dengan praktik yang dilakukan di laboratorium otomasi Teknik Mesin Universitas Pandanaran yang diakhiri dengan post test. Hasil dari pelatihan dasar PLC ini menunjukkan bahwa kemampuan dengan praktik secara langsung dapat lebih cepat diterima, hal ini tampak dari hasil nilai postest yang meningkat dibanding pretest.
SISTEM SPASIAL PENGELOLAAN SAMPAH PERMUKIMAN BERBASIS MASYARAKAT (BANK SAMPAH) DI KOTA YOGYAKARTA Sarasati, Carina; Pandelaki, Edward Endrianto; Sari, Suzanna Ratih
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract:. The city of Yogyakarta has a waste problem where there is an imbalance between the amount of waste generated and waste management space. Therefore, community-based waste management was appear in the form of ”Garbage Bank” which expected to manage the inorganic waste at RW level. The existence of the “Garbage Bank” is supported by the Mayor of Yogyakarta program and also some policies of the Central and Regional Governments. However, in reality there is no spatial system of waste management of settlements which clear and integrated through "Garbage Bank” in Yogyakarta City. Therefore, the purpose of this research is to look at micro, mezo and macro scale and look for spatial system form of community-based waste management system (Garbage Bank) which integrated in Yogyakarta City. The methods of this research used a qualitative approach with inductive thinking (bottom up), descriptive analysis technique by mapping existing data. “Garbage Bank” has different models according to the condition of the settlement area. A “Garbage Bank” minimum needs a weighing space, administration space, packing space and garbage storage that has been weighed. In the City Scale, it needs a settlement waste management system through integrated Waste Bank from start source (household) to Kota level.Keyword : spatial system, waste management, Garbage Bank Abstrak: Kota Yogyakarta memiliki masalah persampahan di mana  terjadi ketidakseimbangan antara jumlah timbulan sampah yang dihasilkan dengan ruang pengelolaan sampahnya. Oleh karena itu muncul pengelolaan sampah permukiman berbasis masyarakat dalam bentuk Bank Sampah yang diharapkan dapat mengelola sampah anorganik pada tingkat RW. Keberadaan Bank Sampah tersebut didukung oleh program Walikota Yogyakarta dan juga beberapa kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah. Namun pada kenyataannya belum terdapat sistem spasial pengelolaan sampah permukiman melalui Bank Sampah yang jelas dan terintegrasi di Kota Yogyakarta. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah melihat dalam skala mikro, mezo dan makro serta mencari bentuk sistem spasial pengelolaan sampah permukiman berbasis masyarakat (Bank Sampah) yang terintegrasi di Kota Yogyakarta. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pola pikir induktif (bottom up), teknik analisa secara deskriptif  dengan memetakan data yang ada. Bank Sampah memiliki model yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi wilayah permukimannya. Minimal sebuah Bank Sampah membutuhkan ruang penimbangan, ruang administrasi / pencatatan, ruang pengepakan dan ruang penyimpanan sampah yang telah ditimbang. Dalam Skala Kota, dibutuhkan sistem pengelolaan sampah permukiman melalui Bank Sampah yang terintegrasi dari mulai sumber (rumah tangga) hingga tingkat Kota.Kata kunci : sistem spasial, pengelolaan sampah, Bank Sampah
FUTURISTIC APPLICATION OF ARCHITECTURE ON THE FACADE OF A MIXED USED BUILDING Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Sasmito, Adi; Khoirul Mustofa, M
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3720

Abstract

This study evaluates the application of futuristic architecture on the facades of mix used buildings with a focus on three buildings in Paragon City Semarang, JHL Solitaire Serpong, and Pakuwon Surabaya. Mix used building is a building concept that integrates various functions such as residential, office, and business premises, with the aim of increasing space efficiency. This research uses a qualitative descriptive approach to identify how futuristic architecture is applied to the facades of these buildings. The results show that although there are efforts to apply the concept of futuristic architecture to elements such as doors, windows, walls, and light barriers by paying attention to proportion, rhythm, material, texture, and colour, the application is still limited. Paragon City Semarang, for example, only uses walls and light barriers with slight variations in proportion, while JHL Solitaire Serpong emphasises the use of light barriers that almost cover the entire building facade. Pakuwon Surabaya, on the other hand, features walls and glass windows with a large proportion of area. This research concludes that although the concept of futuristic architecture is trending, its implementation in the context of mixed used building facades is still not optimal, with variations between the three buildings studied.
FUTURISTIC APPLICATION OF ARCHITECTURE ON THE FACADE OF A MIXED USED BUILDING Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Sasmito, Adi; Khoirul Mustofa, M
ALUR :Jurnal Arsitektur Vol 7 No 2 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Unika Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/alur.v7i2.3720

Abstract

This study evaluates the application of futuristic architecture on the facades of mix used buildings with a focus on three buildings in Paragon City Semarang, JHL Solitaire Serpong, and Pakuwon Surabaya. Mix used building is a building concept that integrates various functions such as residential, office, and business premises, with the aim of increasing space efficiency. This research uses a qualitative descriptive approach to identify how futuristic architecture is applied to the facades of these buildings. The results show that although there are efforts to apply the concept of futuristic architecture to elements such as doors, windows, walls, and light barriers by paying attention to proportion, rhythm, material, texture, and colour, the application is still limited. Paragon City Semarang, for example, only uses walls and light barriers with slight variations in proportion, while JHL Solitaire Serpong emphasises the use of light barriers that almost cover the entire building facade. Pakuwon Surabaya, on the other hand, features walls and glass windows with a large proportion of area. This research concludes that although the concept of futuristic architecture is trending, its implementation in the context of mixed used building facades is still not optimal, with variations between the three buildings studied.
Perancangan Table Lamp dengan Gaya Bohemian Menggunakan Teknik Jahit Manik-Manik Sidiq, Fajar Muhammad; Winarno, Ari; Sarasati, Carina; Afifah, Salma Nur
Jurnal Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Vol 3 No 1 (2025): JIFKA Juni 2025
Publisher : Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini mengeksplorasi penciptaan lampu meja bergaya Bohemian dengan teknik jahit ronce, yaitu merangkai benda kecil seperti manik-manik atau biji-bijian. Ide perancangan berangkat dari jarangnya produk lampu meja bergaya Bohemian di pasaran Indonesia, khususnya di Bandung. Proses perancangan meliputi pengembangan konsep, pemilihan alternatif desain, pemilihan material, serta proses produksi, yang dilakukan secara manual dengan teknik jahit ronce dan jahit tangan. Perancangan ini menghasilkan tiga buah lampu meja dengan ukuran berbeda yaitu ukuran 20 cm, 25 cm, dan 30 cm, masing-masing mewakili karakteristik gaya Bohemian yang penuh warna, kaya tekstur, dan bernilai kerajinan tangan. Penerapan teknik jahit manik-manik memperkuat daya tarik visual serta memperkaya nilai seni kriya dalam desain produk interior. Perancangan ini menegaskan pentingnya eksplorasi kreatif, kepekaan estetika visual, dan ketelitian dalam proses produksi. Karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan desain lampu berbasis teknik tradisional yang relevan untuk aplikasi interior kontemporer.
Penerapan Sensor Gerak pada Pertunjukan Musik Elektro Eksperimental Pratama, Ressa Agus; Sriwardani, Nani; Sarasati, Carina
Jurnal Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu Vol 3 No 1 (2025): JIFKA Juni 2025
Publisher : Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan instalasi audio-visual ini dilakukan untuk mengeksplorasi penerapan teknologi sensor gerak dalam menciptakan pertunjukan musik elektro eksperimental yang interaktif dan futuristik. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan instalasi audio-visual berbentuk harpa dengan menggunakan sensor infra merah, ultrasonik, dan kinect yang dikolaborasikan dengan perangkat lunak seperti arduino uno, ableton live, touchdesigner, dan resolume arena. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui studi literatur dan piktoral, serta proses eksplorasi dan perancangan visual 3D. Hasil karya berupa instalasi harpa dengan senar dari sinar laser yang menghasilkan nada dan visual saat disentuh sehingga dapat menciptakan pengalaman pertunjukan EDM yang imersif dan reflektif dengan tema “paradox utopia”. Instalasi ini berhasil menggabungkan teknologi, seni visual, dan musik yang dapat menjadi alternatif dalam seni pertunjukan yang interaktif.
PENATAAN KAWASAN KAMPUNG ADAT BALAI KALIKI DENGAN MEMPERTAHANKAN NILAI TRADISI BUDAYA SETEMPAT Susanti, Anityas Dian Susanti; Carina Sarasati; Meilani Martini
Jurnal Desain Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2024): JDLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/JDLBI.v1i1.268

Abstract

Penataan kawasan adat saat ini mulai disorot sebagai salah satu bentuk pelestarian nilai budaya khususnya terkait arsitektural. Tulisan ini berutujan untuk menelusuri nilai budaya dan tradisi yang ada pada kota Payakumbuh sebagai basis pengembangan kawasan kampung adat. Balai Kaliki Kanagarian Koto Nan Gadang merupakan desa adat yang berada di kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Keberadaannya masih diakui sebagai kawasan adat yang masih lekat dengan tradisi. Namun dalam perkembangannya mulai banyak rumah gadang yang berumur ratusan tahun tidak mampu bertahan, sementara untuk membangun kembali membutuhkan biaya yang cukup besar. Beberapa tradisi penting saat ini sudah tidak dilaksanakan. Pemimpin adat dan masyarakat Balai Kaliki menghendaki untuk difasilitasi oleh Pemerintah Kota untuk membangun fasilitas adat agar tradisi lama dapat dilaksanakan kembali. Temuan artikel ini menunjukkan pentingnya menghadirkan suatu fasilitas sebagai wadah aktifitas budaya dalam mempertahankan nilai tradisi setempat. Selain itu, fasilitas untuk mempromosikan dan memperkenalkan kebudayaan kota Payakumbuh dihadirkan melalui desain yang menyatu dengan keseharian masyarakatnya. Ini memungkinkan digunakan sebagai pedoman pengembangan kawasan yang mengedepankan pentingnya nilai budaya.
POLA TATA RUANG PADA KAWASAN RESORT HOTEL Wardianto, Gatoet; Mandaka, Mutiawati; Susanti, Anityas Dian; Sarasati, Carina; Mosses Siallagan, Ralfalendo
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v4i1.61

Abstract

Mengikuti berkembangnya pariwisata di Indonesia saat ini banyak sekali jenis akomodasi yang disediakan. Salah satu akomodasi yang disediakan adalah hotel. Terdapat berbagai jenis hotel, seperti city hotel, resort hotel, transit hotel, atau commercial hotel. Resort hotel merupakan salah satu jenis akomodasi hotel berdasarkan lokasi wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sirkulasi pada pola tata ruang khususnya terhadap kawasan resort hotel. Analisa terkait dengan pola tata ruang didasarkan pada objek penelitian. Variabel yang digunakan dalam studi kasus, adalah pola sirkulasi, topografi, fasilitas, dan jenis resort. Studi kasus penelitian terdiri dari Nusa dua Beach Hotel dan Spa di Bali, Montigo Resort Nongsa di Batam, dan Amanjiwo Resort di Magelang. Hasil analisa berdasarkan studi kasus menunjukan bahwa beberapa resort hotel memiliki pola tata ruang yang serupa.
ORNAMEN SEBAGAI IDENTITAS RUANG: KAJIAN KOMPARATIF GEDUNG KESENIAN SUNAN AMBU DAN RADJAWALI SCC Sarasati, Carina; Mustaqin, Khairul; Ramadhan, Bilal
Jurnal Arsitektur Kolaborasi Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v5i2.115

Abstract

Ornamen memiliki peran penting dalam membentuk identitas ruang, karena tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif namun juga sebagai media visual yang dapat mengkomunikasikan budaya, sejarah, dan juga nilai simbolis. Penelitian ini membahas peran ornamen sebagai pembentuk identitas ruang melalui studi komparatif antara Gedung Kesenian (GK) Sunan Ambu yang terletak di ISBI Bandung dan Radjawali Semarang Cultural Center (RSCC). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif komparatif dengan pendekatan analisis visual dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada GK Sunan Ambu, peran ornamen cenderung fungsional sehingga belum dapat sepenuhnya menghadirkan identitas dari karakter “Sunan Ambu” yang merepresentasikan budaya Sunda. Sedangkan pada RSCC penerapan ornamen dengan bentuk geometris dan simbolis yang menyerupai sayap rajawali serta penggunaan motif batik parang pada fasad bangunan telah dapat menghadirkan identitas “Radjawali” yang khas dan berkesan sehingga mudah diingat oleh pengunjung. Dengan demikian, ornamen memiliki peran yang signifikan dalam membentuk identitas ruang melalui integrasi fungsi estetika, simbolik, serta kultural yang dikemas dalam satu kesatuan desain ornamen yang bermakna, sehingga dapat menghadiran pengalaman yang berkesan bagi pengunjung.