Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Land suitability evaluation for Curcuma zedoaria Rosc. in the community forest of the upstream Bengawan Solo watershed, Wonogiri, Indonesia Widyatmani Sih Dewi; Supriyadi Supriyadi; Purwanto Purwanto; Aisyah Defara Rahmadani; Wahyu Galang Pranata; Ganjar Herdiansyah
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2023.103.4369

Abstract

The soil in the upstream Bengawan Solo watershed is at high risk of degradation related to a high erosion rate. Finding the proper crop type with land suitability is critical to protect against further soil degradation. This study aimed to determine the land suitability of white turmeric (Curcuma zedoaria) and the limiting factors in the upstream Bengawan Solo watershed community forest. This research was descriptive-explorative based on a survey of four land map units (LMUs) of Sumberejo village (LMU1, LMU2, LMU3, and LMU4), Batuwarno, Wonogiri. The number of sample points at each LMU depended on the total area of the LMU and was repeated four times. LMU results from overlay soil type maps, administrative maps, rainfall maps, and slope maps. Land suitability assessment was analyzed using the matching method. The land suitability classes of the upstream Bengawan Solo for white turmeric were S3 eh, and N eh. The limiting factors on land suitability for white turmeric are erosion hazards and slopes. The efforts to improve the limiting factor can be made by contour cultivation and repairing the terrace.
Evaluasi Kemampuan Lahan sebagai Dasar Rekomendasi Penggunaan Lahan di Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri Mujiyo, Mujiyo; Nugroho, Diki; Sutarno, Sutarno; Herawati, Aktavia; Herdiansyah, Ganjar; Rahayu, Rahayu
Agrikultura Vol 33, No 1 (2022): April, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i1.37950

Abstract

Kemampuan lahan merupakan komponen yang digunakan untuk menentukan kesesuaian potensi dengan penggunaan lahannya. Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuannya berpotensi mengalami degradasi lahan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai kemampuan lahan, faktor penentunya, dan memberikan arahan penggunaan lahan serta pengelolaannya secara tepat. Penelitian jenis survey ini menggunakan metode purposive sampling untuk pengamatan kondisi di lapangan dan pengambilan sampel. Data hasil pengamatan diolah dengan matching data kemampuan lahan dan uji statistik ANOVA dan korelasi untuk menemukan faktor yang paling menentukan kemampuan lahan di Ngadirojo. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan lahan di Kecamatan Ngadirojo adalah III-l2.d3.b1, IV-d4, IV-l3 dan IV-l3.d4. Faktor yang menentukan kemampuan lahan di antaranya penggunaan lahan dan kedalaman tanah. Arahan penggunaan lahan yang dapat diterapkan berupa sawah, sawah dengan konservasi, dan agroforestry.
Assessing Soil Degradation Status under Different Types of Agricultural Land (Case Study: Jatisrono Sub-district, Wonogiri District, Indonesia) Mujiyo, Mujiyo; Essla, Verona Putri; Herdiansyah, Ganjar; Herawati, Aktavia
Agrikultura Vol 34, No 3 (2023): Desember, 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v34i3.48516

Abstract

Kecamatan Jatisrono berada di wilayah perbukitan yang menjadikan lahannya rentan terhadap erosi serta aktivitas lahan. Kondisi ini dapat mempengaruhi produksi biomassa dan menyebabkan kerusakan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kerusakan tanah, mengkaji faktor penentu kerusakan tanah, serta memberikan rekomendasi pengelolaan tanah di Kecamatan Jatisrono. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2022 pada 36 titik yang mewakili setiap satuan peta lahan (SPL) di Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Parameter pengamatan lahan kering dan lahan basah mengadopsi dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 150 Tahun 2000. Lahan kering meliputi parameter ketebaan solum, kebatuan permukaan, tekstur, bobot volume, porositas, permeabilitas, pH (H2O), daya hantar listrik, potensial redoks, dan jumlah mikroba. Lahan basah meliputi parameter kandungan pirit, kedalaman air tanah dangkal, pH (H2O), daya hantar listrik, dan jumlah mikroba. Metode yang digunakan adalah survei dan deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sebanyak 12 satuan peta lahan (SPL) terdiri dari 6 SPL lahan kering (kebun dan tegalan) serta 6 SPL lahan basah (sawah). Hasil penelitian menunjukkan pertanian lahan kering memiliki tingkat kerusakan tanah rusak ringan serta rusak sedang sedangkan lahan basah memiliki tingkat kerusakan tanah tidak rusak serta rusak ringan. Kerusakan tanah lahan kering sangat dipengaruhi oleh kemiringan lereng sedangkan kerusakan tanah lahan basah sangat dipengaruhi oleh jenis tanah. Faktor penentu kerusakan tanah lahan kering adalah bobot volume, porositas, dan permeabilitas tanah. Faktor penentu kerusakan tanah lahan basah adalah pH H2O tanah. Strategi pengelolaan kerusakan tanah lahan kering dengan meningkatkan bahan organik tanah. Strategi pengelolaan kerusakan tanah lahan basah dengan perbaikan irigasi.
The Pedogenesis of Inceptisols on Southeast Toposequence of Mount Manglayang in West Java, Indonesia Ganjar Herdiansyah; Mahfud Arifin; Abraham Suriadikusumah
Indonesian Journal on Geoscience Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17014/ijog.9.2.195-208

Abstract

DOI:10.17014/ijog.9.2.195-208The most potential soil order in Indonesia is dominated by Inceptisols, whereas the topography combined with a climatic factor are the main factors to regulate pedogenetic process. This research was intended to determine the pedogenetic process and soil development on various terrain positions at the southeast toposequence of Mount Manglayang areas that have hilly topography. The researched area was 28.83 ha. Based on those conditions, this research aims to study the pedogenetic process and soil development in the southeast slope toposequence of Mount Manglayang, the relationship between the physical, chemical, and mineralogical soil properties, the soil classification to family level based on soil taxonomy, National Soil Classification, and FAO soil classification systems. This research used survey, descriptive, and comparative methods. The result showed that the pedogenetic processes identified were the formation of B horizon through clay accumulation, soil colour, and soil structure development, and the formation of amorphous kaolinite and halloysite minerals. Based on soil taxonomy, the soil were classified as Fluventic Humudepts, coarse-loamy, kaolinitic, isohyperthermic at the upper slope and Fluventic Dystrudepts, fineloamy, kaolinitic, isohyperthermic at the middle and lower slopes. According to National Soil Classification, the soil is Humic Cambisol at the upper slope, Distric Cambisol at the middle slope, and Cromic Cambisol at the lower slope. FAO classified the soil as Umbric Cambisols at the upper slope and Dystric Cambisols at the middle and lower slopes.
Substitusi sebagian pupuk anorganik dengan bahan organik terhadap ketersediaan N, P, K dan hasil tanaman jagung pada tanah inceptisol Jauhari Syamsiyah; Slamet Minardi; Jihad Khadaffi; Sri Hartati; Ganjar Herdiansyah
Jurnal AGRO Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/27875

Abstract

The reduced usage of inorganic fertilizers is needed to avoid various undesirable impacts. This study aimed to assess whether partial reduction of inorganic fertilizers with the use of organic fertilizers can maintain nutrient adequacy and yield of maize. The research was conducted in Juwiring, Klaten, Central Java from August 2021 - March 2022 designed in a Completely Randomized Group Design with seven fertilizer combination treatments, namely ¼ NPK + 1 organic fertilizer, ½ NPK + 1 organic fertilizer, ¾ NPK + 1 organic fertilizer,  ¾ NPK + ¾ organic fertilizer, and two comparison treatments namely no fertilizer and standard NPK (350 kg ha-1, SP36 150 kg ha-1, KCl 75 kg ha-1) repeated three times. The parameters observed were N-total soil and tissue, P-available soil, K-available available P and soil CEC, P and K levels of plant tissue. Organic fertilizer of 10 t ha-1 was applied a week before planting. The application of ½ NPK of the standard dose + 1 organic fertilizer showed higher N-total soil, P-available, and K-available as well as higher corn yield than the standard NPK treatment with the results of cob weight (22.52 g), cob weight without cob (13.92 g), cob length (21.47 g), and cob diameter (4.55 g) against the standard NPK treatment. The use of organic fertilizers needs to be done to maintain the sustainability of natural resources.ABSTRAK Pengurangan penggunaan pupuk anorganik perlu dilakukan untuk menghindari berbagai dampak yang tidak diharapkan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji apakah pengurangan sebagian pupuk anorganik dengan pupuk organik mampu menjaga kecukupan hara dan hasil jagung. Penelitian dilaksanakan di Juwiring, Klaten, Jawa Tengah sejak Agustus 2021 – Maret 2022 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tujuh perlakuan kombinasi pupuk yaitu: ¼ NPK + 1 pupuk organik, ½ NPK + 1 pupuk organik, ¾ NPK + 1 pupuk organik(E), 1 NPK + 1 pupuk organik, ¾ NPK + ¼ pupuk organik, ¾ NPK + ½ pupuk organik, ¾ NPK + ¾ pupuk organik, dua perlakuan pembanding yaitu tanpa pupuk serta NPK standar (350 kg ha-1, SP36 150 kg ha-1, KCl 75 kg ha-1) yang diulang 3 kali. Parameter pengamatan yaitu N-total tanah dan jaringan, P-tersedia tanah, K-Tersedia tanah dan KTK tanah, serta kadar P dan K jaringan tanaman. Pupuk organik 10 t ha-1 diberikan seminggu sebelum tanam. Aplikasi ½ NPK dari dosis standar + 1 pupuk organik menunjukkan N-total, P-tersedia, dan K-tersedia tanah serta hasil jagung yang lebih tinggi dari perlakuan NPK standar dengan hasil berat tongkol berkelobot (22,52 g), berat tongkol tanpa kelobot (13,92 g), panjang tongkol (21,47 g), dan diameter tongkol (4,55 g) terhadap perlakuan NPK standar. Penggunaan pupuk organik perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sumberdaya alam.
DAMPAK BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP EROSI DAN TINGKAT BAHAYA EROSI DI SUB DAS CISANGKUY Abraham Suriadikusumah; Ganjar Herdiansyah
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.208

Abstract

Penelitian ini didasari oleh semakin berkurangnya lahan hutan di Sub DAS Cisangkuy, yang berubah menjadi lahan pertanian. Luas Sub DAS Cisangkuy yaitu 34.024 Ha.Tujuan dari penelitian ini untuk : 1) mengetahui perubahanluas dari setiap jenis penggunaan lahan di Sub DAS Cisangkuy, 2) Mengetahui perubahan penggunaan lahan yang dapat meningkatkan laju erosi rata-rata dan tingkat bahaya erosi di Sub DAS Cisangkuy.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, deskriptif, dan survai lapangan menggunakan metode survai fisiografis secara bebas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama kurun waktu 15 tahun (1997-2011),terjadi penurunan luas jenis penggunaan lahan hutan 9.849Ha (65,76%) dan sawah 2.221 Ha (11,6%) dari area total Sub DAS Cisangkuy, terjadi peningkatan pada luas jenis penggunaan lahan perkebunan 8.172 Ha (73,57%), ladang 66 Ha (1,17%), kebun campuran 1.431 Ha (45,94%), permukiman 2.401 Ha (59,24%). Terjadi peningkatan besar erosi rata-rata dari 45,24ton/ha/tahun pada tahun 1997 menjadi 303 ton/ha/tahun pada tahun 2010,terjadi peningkatan tingkat bahaya erosi dengan indeks bahaya erosi dari 1,84 (sedang) pada tahun 1997 menjadi 14,03 (sangat tinggi) pada tahun 2010 di Sub DAS Cisangkuy. Kata kunci : penggunaan lahan, erosi, tingkat bahaya erosi, sub Das Cisangkuy ABSTRACTThe research was based on the diminishing of land forest in the Cisangkuy Sub Watershed converted to land agricultural. Area in the Cisangkuy Sub Watershed is 34.024 ha. The research aims to : 1) know the area change of each type of land use in the Cisangkuy Sub Watershed, 2) Knowing the changes in land use can increase the average erosion rate and erosion rate in the Cisangkuy Sub Watershed. This research used qualitative methods, descriptive and field survey by physiographic approach survey. The result showed that during the period of 15 years (1997-2011), there were a decreasing in land use forest area of 9.849 ha (65,76%) and rice field area of 2.221 ha (30,93%) of the total in theCisangkuy Sub Watershed, an increasing in land use plantation area of 8.172 ha (73,57%), field area of 66 ha (1,17%), garden area of 1.431 ha (45,94%), village area of 2.401 ha (59,24%). An increase in the erosion ofthe average of 45,24 tonnes/ha/year in 1997 to 303 tonnes/ha/year in 2010, an increase in the rate of erosion with erosion hazard index of 1.84 (average) in 1997 to14.03(very high) in 2010 in the Cisangkuy Sub Watershed. Keywords: land use, erosion, the level of erosion hazard, Cisangkuy sub watershed
Assessment of Land Characteristics and Suitability for Citrus Development in Dry Land Punung, Pacitan Regency Supriyadi Supriyadi; Rahayu Rahayu; Ganjar Herdiansyah; Aktavia Herawati; Dita Risky Novianti
JOURNAL OF TROPICAL SOILS Vol 29, No 2: May 2024
Publisher : UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5400/jts.2024.v29i2.67-77

Abstract

One of the Indonesian provinces where the agricultural industry drives the economy is Punung, Pacitan, which has local conditions that are particularly suitable for producing citrus, giving this product the potential to continue to expand in popularity. Land evaluation tries to provide information on its potential for a particular purpose. This research was conducted to know land suitability classes, limiting factors, and improvement efforts that can be made. This research is exploratory descriptive with a variable approach through field survey and using a purposive random sampling method based on Land Mapping Units. Data analysis was carried out using the matching method between land characteristics and conditions for growing citrus, a statistical test by ANOVA (Analysis of Variance), and Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) to find the factors that most determine land characteristics in Punung. The study results show that the actual land suitability class in Punung is marginally suitable. Improvements that can be made to increase the availability of nutrients in the soil in the form of available P2O5 with a low level of management is to apply P fertilization according to the needs of citrus. ANOVA results proved that the variety of soil types significantly influences some of the land characteristics.
Evaluasi Masa Tanam Berdasarkan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan Indeks Kecukupan Air (IKA) untuk Pengembangan Produksi Jagung di Giritontro, Indonesia Herdiansyah, Ganjar; Fitriana, Ummi Nur; Sumani, Sumani; Mujiyo, Mujiyo; Herawati, Aktavia
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 5, No 2 (2023): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 5 Nomor 2 Februari 2023
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jatl.5.2.2023.9979.152-162

Abstract

Berubahnya durasi musim menjadikan pergantian musim kemarau dan musim hujan tidak menentu. Tanaman pangan yang dibudidayakan pada lahan sawah tadah hujan dan tegalan seperti jagung mudah mengalami cekaman karena ketersediaan air dipengaruhi oleh iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui SPI (Standardized Precipitation Index) dan Indeks Kecukupan Air (IKA) guna menentukan masa tanam yang tepat untuk tanaman jagung di Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri. Pelaksanaan penelitian dengan metode deskriptif eksploratif, data curah hujan rata-rata Kecamatan Giritontro 1.750-2.250 mm per tahun. Metode yang digunakan adalah Standardized Precipitation Index dan Indeks Kebutuhan Air, dengan alat analisa berupa aplikasi Rstudio dan Cropwat 8.0 yang mengolah data curah hujan dalam 9 tahun terakhir (tahun 2012 sampai 2020). Titik pengamatan dan pengambilan sampel tanah ditentukan menggunakan data spasial (curah hujan, penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan jenis tanah) wilayah penelitian. Parameter kondisi aktual tanah yang diamati diantaranya kadar lengkap, struktur tanah, tekstur tanah, dan bahan organik. Data-data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan uji ANOVA dan Pearson correlation. Penghitungan indeks kekeringan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI) dengan aplikasi Rstudio dan Indeks Kecukupan Air (IKA) dengan aplikasi Cropwat 8.0 berdasarkan data curah hujan pos BBWS di Giriwoyo. Kondisi tanah aktual diamati diantaranya kadar lengas, struktur tanah, tekstur tanah, bahan organik, data curah hujan 9 tahun terakhir (2012-2020), data spasial Kecamatan Giritontro untuk peta pengamatan dan pengambilan sampel. Analisis data yang dilakukan ialah uji korelasi antara indeks kekeringan dengan indikator pengamatan. Hasil indeks kekeringan rata–rata wilayah penelitian pada tahun 2012–2020 termasuk kategori mendekati normal berkisar antara -0,94-0,87. Indeks kekeringan berhubungan dengan tesktur tanah dan dipengaruhi oleh kemiringan lereng. Indeks kecukupan air tanaman jagung antara 0,47–0,91 dari bulan Januari sampai Desember. Penentuan awal masa tanam paling efektif pada bulan November. Alternatif pencadangan air tanah dapat melalui pembuatan dam parit yang berfungsi sebagai penampung aliran air permukaan.
INTERPRETASI DATA IOT (Internet of Things) DALAM PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK PADA KELOMPOK TANI ALBAROKAH KABUPATEN SEMARANG Handoyo, Gani Cahyo; Herdiansyah, Ganjar; Nufus, Malihatun; Supriyadi, Supriyadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1888

Abstract

Penerapan teknologi pada berbagai sektor sangat pesat seiring maraknya digitalisasi. Salah satunya di sektor pertanian. Penerapan IoT mampu menjawab permasalahan yang dimiliki oleh petani. Sensor yang digunakan dalam teknologi ini mampu mendeteksi kesuburan tanah, hama dan penyakit tanaman serta lingkungan pertanian (air dan iklim). Hal ini akan mempermudah petani karena mendapatkan informasi peringatan awal/early warning system sebelum kondisi lingkungan menjadi kurang sesuai bagi pertumbuhan tanaman. Namun demikian, petani tidak memiliki pengetahuan terkait bagaimana proses pengolahan data tersebut dan bagaimana membaca data yang diperoleh dari sensor. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dasar kepada petani terkait data sensor, pengolahan data, dan interpretasi data sensor. Metode yang dilakukan dalam melaksanakan pengabdian ini antara lain : 1) Edukasi/paparan dan sosialisasi tentang IoT dan sensor, 2) Pelatihan interpretasi data IoT, 3) Focus Grup Discussion (FGD) tentang hasil kegiatan yang telah dilakukan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan pengetahuan, ketertarikan dan pemahaman petani tentang data sensor, pengolahan dan interpretasi data IoT meningkat. IoT sangat penting diterapkan pada Kelompok Tani Al-Barokah, sebagai percontohan penggunaan teknologi dalam pengembangan pertanian organik.
POTENSI LAHAN SEMPIT MENJADI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN TEKNIK VERTIKULTUR DI DESA SENDANGREJO Pramesti Rajati, AnandayuGaluh; Sitanggang, Indra Gamaliel; Respati, Adam Arinto; Febriyanti, Rina; Anariyah, Ananda Sofiatun; Putranto, Gofar Faza Haryo; Anjani, Nisya Ari; Arifida, Sa’adillah; Sari, Suratna; Hariyanto, Yasmin Zulfa Agustin Alfiyah; Herdiansyah, Ganjar
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 1 No. 5 (2024): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, September 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/hg8ec222

Abstract

Sendangrejo Village in Wonogiri District is a community where the majority of residents work as farmers. This activity aims to provide education and training to the community, especially the PKK mothers and the Dawis Group (Dasa Wisma), on utilizing limited land around their homes to produce quality food using Verticulture Planting Techniques. Verticulture can be a solution and an alternative to maximizing the use of limited land around homes, as well as conserving water during the dry season. The method used in this activity is divided into three stages: material presentation, discussion/Q&A, demonstration and hands-on practice, and evaluation. The results of this activity show a positive response from the community regarding land efficiency, water conservation, and improved environmental aesthetics. The community also recognized that utilizing limited land around their homes can increase food production, thereby improving the welfare of the residents of Sendangrejo Village.
Co-Authors Abraham Suriadikusumah Aisyah Defara Rahmadani AKTAVIA HERAWATI Anariyah, Ananda Sofiatun Anggita, Akas Anik Lestari Anita Yulianti Anjani, Nisya Ari Apong Sandrawati Apong Sandrawati Apong Sandrawati Arifida, Sa’adillah Arrajula Fatah laudzai Atika Sari Damayanti Daud Siliwangi Saribun Dita Risky Novianti Dwi Priyo Ariyanto Dwisetio, Pertiwi Kurnia Emma Trinurani Sofyan Essla, Verona Putri Fahmi Rizal Febriyanti, Rina Fitriana, Ummi Nur Geun Mo Yang Handoyo, Gani Cahyo Hardian, Tiara Hariyanto, Yasmin Zulfa Agustin Alfiyah Hasanah, Khalyfah Hery Widijanto HERY WIDIJANTO Irmawati, Viviana Istiqomah, Nanda Mei Jauhari Syamsiyah Jihad Khadaffi Komariah Komariah Komariah Komariah Komariah Mahfud Arifin Maria Theresia Sri Budiastuti Mentari, Fegi Cahya Muhammad Amir Solihin Mujiyo Mujiyo Nanda Mei Istiqomah Novianti, Dita Risky Nugroho, Diki Nuraini Dwi Agustina Putri Nurrahma, Rizkia Aufa Nurul Farahin Ongko Cahyono Pramesti Rajati, AnandayuGaluh Purwanto Purwanto Putranto, Gofar Faza Haryo Rachmat Harryanto Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Rahayu Respati, Adam Arinto Ridha Hudaya Ridha Hudaya Rija Sudirja Rina Devnita Romadhon, Muhammad Rizky Saedi Bawana Salsabila, Harjayanti Auliyaa Sari, Safira Indrias Sari, Suratna Sitanggang, Indra Gamaliel Siti Maro’ah Slamet Minardi Slamet Minardi Slamet Minardi Sri Hartati Sri Hartati Sri Hartati Sumani . Sumani Sumani Suntoro Suntoro Suntoro Suntoro Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Suryono Suryono Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Tiara Hardian Viviana Irmawati Wahyu Galang Pranata Widhiyastuti, Alfia Nisa Widyatmani Sih Dewi Widyatmani Sih Dewi Yang, Geun Mo