Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERKEMBANGAN KEMAMPUAN NARATIF MAKROSTRUKTURAL USIA PRASEKOLAH Jumiarti; Rexsy Taruna; Stella Rosalina Phandinata
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v7i2.512

Abstract

Kemampuan naratif menjadi kemampuan yang sangat krusial dan dibutuhkan oleh anak-anak untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan menjalani proses pendidikan di sekolah. Penelitian ini sebagai studi pendahuluan yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran profil keterampilan narasi makrostruktural berdasarkan kelompok umur anak-anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Sembilan belas anak usia empat hingga tujuh tahun dengan perkembangan tipikal, berpartisipasi dalam penelitian. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan satu gambar sikuen. Pada proses pengambilan data, setiap anak diminta menceritakan secara lisan sebuah cerita bergambar yang terdiri dari empat kartu gambar berurutan. Setiap ujaran ditranskrip dan diberikan skor berdasarkan komponen naratifnya. Berdasarkan analisis, terdapat perbedaan penguasaan elemen dari unsur makrostruktur pada anak-anak usia prasekolah (F = 3.87; p<0.05). Semakin bertambahnya usia, maka semakin lengkap unsur narasi dalam sebuah cerita yang dihasilkan oleh anak-anak usia prasekolah. Atas dasar itu, terapis wicara disarankan untuk menilai kemampuan naratif anak berdasarkan elemen penguasaan pada setiap usia.
PENGARUH HEALTH EDUCATION PERAWATAN PITA SUARA TERHADAP PENGETAHUAN GANGGUAN SUARA LANSIA DI KECAMATAN LUBUK BEGALUNG PADANG Minropa, Aida; Jumiarti; Yuli Afmi Ropita Sari
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v8i1.560

Abstract

Penurunan fisiologis pada lansia khususnya pada organ bicara biasa mengakibatkan lansia mengalami kesulitan berbicara karena pita suara dan otot kotak suara (laring) melemah, kesulitan membuat kata terdengar dengan benar. Gangguan ini bisa disebabkan oleh kelemahan otot, stroke, cedera otak, atau demensia. Gangguan bicara yang umum meliputi: Afasia, Apraksia, Disartria Gangguan komunikasi social, Gangguan menelan (disfagia) dan Gangguan bahasa serta Gangguan komunikasi kognitif. (Candra, 2019). Menurut WHO, 2023 Jumlah lansia yang mengalami ganguan suara 19,2 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adanya pengaruh perawatan pita suara oleh lansia di rumah dengan gangguan komunikasi lansia. Metode pada penelitian ini adalah melakukan intervensi pada sekelompok lansia yaitu melakukan health education tentang perawatan pita suara lansia di rumah di kelurahan Batuang Taba Kecamatan Lubuk Begalung kota Padang dengan populasi 89 orang dan sampel 10 orang yang dilakukan pada tanggal 16 - 18 Desember 2024. Hasil dari penelitian setelah dilakukan uji pairet sampel t-test yang dipakai dalam penelitian ini, menunjukan nilai p value = ( p<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian healt education tentang perawatan pita suara di kelurahan Batuang Taba Kecamatan lubuk Begalung Kota Padang.Setelah dilakukan penelitian diharapkan lansia memahai dan mau melaksanakan perawatan pita suaranya sehar- hari di rumah.
Penanganan dan Pencegahan Perilaku Perundungan di Lingkungan Sekolah Dasar untuk Mewujudkan Sekolah Ramah Anak : Penelitian Kartono; Safrianty, Nany; Ricka Tesi Muskania; Dyoty Auliya Vilda Ghasya; Bayu Prasodjo; Hairida; Jumiarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3079

Abstract

Perilaku perundungan (bullying) merupakan salah satu permasalahan serius yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, termasuk pada jenjang Sekolah Dasar. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental dan emosional peserta didik, tetapi juga dapat menghambat proses pembelajaran serta perkembangan sosial anak secara menyeluruh. Sekolah Ramah Anak merupakan inisiatif yang digagas oleh Kementerian PPPA bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak selama berada di lingkungan sekolah. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan materi penanganan dan pencegahan perilaku perundungan di lingkungan sekolah dasar untuk mewujudkan sekolah ramah anak. Metode yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu tahap persiapan meliputi koordinasi internal antara tim PkM dengan guru-guru sekolah dasar di Kota Pontianak yang akan terlibat, meliputi tanggal pelaksanaan, lokasi pelaksanaan dan sebagainya; persiapan materi oleh tim PkM, pembuatan modul dan hand out oleh tim PkM dan lain sebagainya, tahap pelaksanaan yaitu workshop penanganan dan pencegahan perilaku perundungan di lingkungan sekolah dasar untuk mewujudkan sekolah ramah anak. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan meminta peserta kegiatan untuk mengisi kuesioner melalui pemindaian QR code. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan peserta terhadap penanganan dan pencegahan perundungan di sekolah dasar.
Studi Komposisi Jenis Sampah Pesisir pada Lokasi Wisata Alam di Pulau Lombok Jumiarti; Waspodo, Saptono; Larasati, Chandrika Eka
Jurnal Ilmu Kelautan Lesser Sunda Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kelautan - Lesser Sunda
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan, Jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jikls.v3i2.111

Abstract

Water characteristics such as currents at Sedayu Beach, Penghulu Agung Beach, and Kuranji Beach have a role in transporting marine waste. Likewise, with the ebb and flow of sea water, the tides will bring marine waste towards the coast so that a lot of rubbish will accumulate on the coast. The dominant type of rubbish is plastic rubbish, which is the type of sea rubbish that is most commonly found on Kuranji Beach at 0.64 pcs/m², for Penghulu Agung Beach. as much as 0.84 pcs/m², and Sedayu Beach as much as 7.4 pcs/m², of the total three marine waste reports from research results related to types of marine waste in Indonesia itself, the composition of plastic waste has continued to increase by 5-6% since 2000. According to data from the Plastics Industry Association Indonesia and the Central Statistics Agency in 2018, plastic waste in Indonesia reached 64 million tons per year, and 3.2 million tons of it was thrown into the sea.
Penerapan Core Vocabulary Approach pada Anak dengan Celah Bibir dan Langit-langit jumiarti; Damarrulah
Jurnal Terapi Wicara Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Politeknik Arutala Johana Hendarto [d.h. Akademi Terapi Wicara]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v3i2.53

Abstract

Background: Children with cleft lip with or without cleft palate are at risk for speech disorders, including resonance and speech sound errors. These speech difficulties may significantly impact comprehension and expressive abilities, potentially affecting psychological well-being, quality of life, and social participation.Objective: This study aims to determine the effectiveness of the core vocabulary approach in improving articulation abilities for the phoneme /p/ at the word level.Methods: A single-case experimental design with a single-subject pattern was employed. The participant was a 2-year-9-month-old boy with a history of bilateral complete cleft lip and palate repair. Phase A1 (baseline 1) was conducted to record the participant’s articulation of the phoneme /p/ prior to intervention. Phase B (intervention) involved four structured therapy sessions using the core vocabulary approach. Phase A2 (baseline 2/withdrawal) was carried out by temporarily discontinuing the intervention to evaluate changes in articulation performance. Quantitative data were collected in the form of percentage accuracy of /p/ production in target words.Results: The findings showed no improvement in the accuracy of /p/ production across the four intervention sessions.Conclusion: These results are insufficient to support the core vocabulary approach as an effective therapeutic strategy for improving articulatory clarity in children with cleft lip and palate, particularly for bilabial plosive phonemes.