Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PEMANFAATAN DAUN MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L.) SEBAGAI MINUMAN TEH CELUP Cornelia, Melanie
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 2 No. 2 (2019): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun mangga arum manis (Mangifera indica L.) adalah daun yang memiliki kandungan antioksidan seperti fenolik dan flavonoid, dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh karena  berperan sebagai pencegah kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan kanker. Tujuan  penelitian ini adalah memanfaatkan daun mangga arum manis sebagai minuman teh celup dengan variasi metode pengeringan (kabinet dan matahari). Selanjutnya dilakukan proses pembuatan jenis teh kering teh hijau dan teh kering teh hitam. Teh kering terpilih dari variasi metode pengeringan diperoleh dari daun mangga dengan metode pengeringan kabinet dan hasilnya jenis teh hijau. Dari data analisis yang dilakukan, teh hijau ini memiliki nilai IC­50 314,47 ± 11,58 ppm, total fenolik 1446,22 ± 58,12 mg GAE/L, total flavonoid 1191,92 ± 17,00 mg QE/L, dan total tanin 892,92 ± 23,92 mg TAE/L. Sampel teh hijau kering yang diperoleh, ditimbang 1,5 g, 2,0 g, dan 2,5 g dimasukan dalam kantong teh dan  diseduh dengan lama penyeduhan 1 menit, 3 menit, dan 5 menit dengan cara pencelupan dan selanjutnya hasil minuman teh celup daun mangga tersebut dianalisis kandungan aktivitas antioksidan nya dan penerimaan panelis. Berat teh kering daun mangga (g) yang dipakai untuk dibuat teh celup dan lamanya penyeduhan, berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan dari teh celup daun mangga. Berat dan lama penyeduhan terbaik adalah teh celup daun mangga dengan berat daun mangga kering 2,5 g dengan lama 5 menit penyeduhan karena memiliki aktivitas antioksidan yang masih baik dan disukai panelis. 
PEMANFAATAN DAUN MANGGA ARUM MANIS (Mangifera indica L.) SEBAGAI MINUMAN TEH CELUP [THE UTILIZATION OF ARUM MANIS MANGO LEAVES (Mangifera indica L.) AS TEA BAG DRINK] Cornelia, Melanie; Sutisna, Joshua Agus
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 2 No. 2 (2019): MAY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mango arum manis leaves (Mangifera indica L.) are leaves that contain antioxidants such as phenolics and flavonoids, and are beneficial for body health because they act as a deterrent to oxidative damage that can cause cancer. The purpose of this research was to utilize arum manis mango leaves as tea bag drinks with various drying methods (cabinet and sun). Next step is the process of making types of green tea and black tea. Selected dried tea was obtained from mango leaves with a cabinet drying method and the result was a type of green tea. From the data analysis conducted, this green tea has an IC value of 50 314.47 ± 11.58 ppm,  total phenolic of 1446.22 ± 58.12 mg GAE /L, total flavonoids of 1191.92 ± 17.00 mg QE /L , and total tannins 892.92 ± 23.92 mg TAE /L. The dried green tea samples obtained, weighed 1.5 g, 2.0 g, and 2.5 g were included in a tea bag and brewed with 1 minute, 3 minutes, and 5 minutes brewing by immersion and then the results of the tea bag drink. Those mango leaf tea bag drinks were analyzed for its antioxidant activity content and panelist acceptance. The weight of dried mango leaf tea (g) which was used to make tea bags and the duration of brewing had an effect on the antioxidant activity of mango leaf tea bags. The best choice weight and duration of brewing is mango leaf tea with 2.5 g of dried mango leaf weight with 5 minutes long brewing because it has antioxidant activity which is still good and favored by panelists. ABSTRAKDaun mangga arum manis (Mangifera indica L.) adalah daun yang memiliki kandungan antioksidan seperti fenolik dan flavonoid, dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh karena berperan sebagai pencegah kerusakan oksidatif yang dapat menyebabkan kanker. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan daun mangga arum manis sebagai minuman teh celup dengan variasi metode pengeringan (kabinet dan matahari). Selanjutnya dilakukan proses pembuatan jenis teh kering teh hijau dan teh kering teh hitam. Teh kering terpilih dari variasi metode pengeringan diperoleh dari daun mangga dengan metode pengeringan kabinet dan hasilnya jenis teh hijau. Dari data analisis yang dilakukan, teh hijau ini memiliki nilai IC­50 314,47 ± 11,58 ppm, total fenolik 1446,22 ± 58,12 mg GAE/L, total flavonoid 1191,92 ± 17,00 mg QE/L, dan total tanin 892,92 ± 23,92 mg TAE/L. Sampel teh hijau kering yang diperoleh, ditimbang 1,5 g, 2,0 g, dan 2,5 g dimasukan dalam kantong teh dan  diseduh dengan lama penyeduhan 1 menit, 3 menit, dan 5 menit dengan cara pencelupan dan selanjutnya hasil minuman teh celup daun mangga tersebut dianalisis kandungan aktivitas antioksidan nya dan penerimaan panelis. Berat teh kering daun mangga (g) yang dipakai untuk dibuat teh celup dan lamanya penyeduhan, berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan dari teh celup daun mangga. Berat dan lama penyeduhan terbaik adalah teh celup daun mangga dengan berat daun mangga kering 2,5 g dengan lama 5 menit penyeduhan karena memiliki aktivitas antioksidan yang masih baik dan disukai panelis. 
PEMANFAATAN EKSTRAK WORTEL (Daucus carota L.) DAN SARI KIWI KUNING (Actinidia deliciosa) DALAM PEMBUATAN PERMEN JELI [Utilization of Carrot (Daucus carota L.) Extract and Gold Kiwi (Actinidia deliciosa) Juice in the Making of Jelly Candy] Cornelia, Melanie; Nathania, Christy
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 4 No. 1 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Carrot is a vegetable with high  β -carotene content as pigment  as natural colorant, which both have many health benefits. Gold kiwifruit is a fruit with high vitamin C content. Therefore those micro nutrients and the pigment can be used in the development of food products. Jelly candy is liked by many but generally has low nutrition. This research aims to utilize carrot extract and gold kiwifruit juice in the making of attractive and nutritious candy jelly which is liked by many people. The method used is extraction of carrots and making juice from yellow kiwi and it is formulated to make jelly candy.The juice was obtained from gold kiwi fruits that were crushed with juicer and filtered. Carrots were extracted by maceration with three solvents (hexane, ethyl acetate, ethanol) and extraction time (24, 48, 72 hours) to obtain the best extract. The result is hexane and extraction time of 48 hours gave the best extract with IC50 value of 2036.25 ± 67,73 mg/l and β-carotene content of 11.422 ± 0,568 mg/100 g. The yellow kiwi juice and selected carrot extract were made formulations with addition carrot extract variables 0.2%, 0.4%, 0.6%, 0.8% and 1% mixed with yellow kiwi juice and heated to 78-800C and molded as jelly candy. The conclusion is the selected jelly candy is made with the addition of carrot extract  0.8%, has an IC50  of 23042.13 ± 832.87 mg / l, β -carotene  8.678 ± 0.068 mg / 100 g, yellowish red color, and is a candy the panelists liked the most. Apart from having an attractive color appearance, this jelly candy have healthy benefit which is contains high beta carotene as an antioxidants.AbstrakWortel adalah sayuran yang banyak mengandung beta-karoten yaitu pigmen warna yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Kiwi kuning adalah buah dengan kandungan vitamin C yang tinggi. Kandungan mikro nutrisi dan pigmen warna tersebut dapat dimanfaatkan dalam pembuatan produk pangan. Permen jeli disukai banyak orang namun umumnya memiliki nutrisi yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak wortel dan sari kiwi kuning dalam pembuatan permen jeli yang bernutrisi, penampilan menarik dan disukai banyak orang. Sari kiwi kuning diperoleh dari kiwi kuning yang dihancurkan dengan juicer dan disaring. Wortel diekstrak dengan metode maserasi menggunakan tiga pelarut (heksana, etil asetat, etanol) dan waktu ekstraksi (24, 48, 72 jam) untuk mendapatkan ekstrak terbaik. Pelarut heksana dan waktu maserasi 48 jam memberikan hasil ekstrak terbaik dengan nilai IC50 2.036,25 ± 67,73 mg/l dan kadar beta-karoten 11,422 ± 0,568 mg/100 g. Sari kiwi kuning dan ekstrak wortel terbaik diformulasi menjadi permen jeli. Permen jeli terpilih adalah permen jeli yang terbuat dari sari kiwi kuning dengan penambahan ekstrak wortel sebanyak 0,8% dengan nilai IC50 sebesar 23.042,13 ± 832,87 mg/l, kadar beta-karoten sebesar 8,678 ± 0,068 mg/100 g, warna merah kekuningan, dan merupakan permen yang paling disukai panelis. 
PEMANFAATAN TEPUNG CANGKANG TELUR DALAM PEMBUATAN FLAKES [THE UTILIZATION OF EGGSHELL FLOUR IN THE MAKING OF FLAKES] Soedirga, Lucia Crysanthy; Cornelia, Melanie
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 5 No. 1 (2021): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eggshell is one of the major wastes in Indonesia due to the high consumption of chicken and duck eggs. Eggshells contain high level of calcium; thus, they have the potential to be utilize. Flakes are one of the cereal-based products that are widely used for breakfast. The result has shown that duck eggshell flour was the chosen flour with calcium of 4001.42 mg/100g, magnesium of 67.56 mg/100g, and phosphorus of 1250.55 mg/g compared to chicken eggshells. In this study, wheat flour was be substituted with duck eggshell flour at various ratios (1:0, 1:1, 1:2, and 2:1). The scoring results for color, aroma, taste, and texture were 4.79±0.06, 1.99±0.71, 2.06±0.92 and 5.03±0.59, respectively. Moreover, the degree of acceptance wasneutral to slightly like toward color, aroma, taste, texture, and overall acceptance of flakes. Based on organoleptic test, ratio 1:1 was selected as the best ratio for making flakes with a hardness value of 8933.85±357.74, oHue and lightness 89,09o dan 85,87. The best formulation of flakes had calcium of 253.93 mg/100 g, magnesium of 36.91 mg/100 g, and phosphorus of 138.35 mg/100 g, moisture of 3.61±0.05%, ash of 31.76±0.58% of, protein of 10.81±0.06%, fat of 1.70±0.09%, and carbohydrate (by difference) of 52,12%.BAHASA INDONESIA ABSTRAK:Cangkang telur merupakan salah satu limbah yang cukup besar di Indonesia karena tingginya konsumsi telur ayam dan telur bebek. Cangkang telur memiliki kandungan kalsium yang tinggi sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan. Flakes adalah salah satu produk berbasis serealia yangbanyak dimanfaatkan untuk sarapan pagi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung cangkang telur bebek merupakan tepung terpilih dengan kadar kalsium (4001,42 mg/100g), magnesium (67,56 mg/100g), dan fosfor (1250,55 mg/g). Selain itu, pada penelitian ini, tepung terigu akan disubsitusi dengan tepung cangkang telur bebek pada berbagai rasio (1:0, 1:1, 1:2, dan 2:1).Hasil skoring warna (4,79±0,06), aroma (1,99±0,71), rasa (2,06±0,92), tekstur (5,03±0,59). Selain itu, tingkat kesukaan panelis terhadap flakes adalah netral hingga agak suka untuk atribut warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Berdasarkan uji organoleptik ini, rasio 1:1 antara tepung terigu dan tepung cangkang telur bebek merupakan rasio terpilih padapembuatan flakes. Flakes terbaik ini memiliki nilai kekerasan sebesar 8933,85±357,74, oHue dan lightness 89,09o dan 85,87. Flakes pada formulasi terpilih memiliki kadar kalsium (253.93 mg/100 g), magnesium (36.91 mg/100 g), dan fosfor (138.35 mg/100 g), kadar air (3,61±0,05%), kadar abu; (31,76±0,58%), kadar protein (10,81±0,06%), kadar lemak (1,70±0,09%) kadar karbohidrat (by difference) (52,12%).  
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA NUGET NABATI BERBASIS KACANG ARAB DAN AKAR LOTUS DENGAN VARIASI JENIS FILLER [PHYSICOCHEMICAL CHARACTERISTICS OF CHICKPEA AND LOTUS ROOT PLANT-BASED NUGGETS WITH A VARIETY OF FILLER TYPES] Soedirga, Lucia Crysanthy; Cornelia, Melanie
FaST - Jurnal Sains dan Teknologi (Journal of Science and Technology) Vol. 6 No. 1 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jstfast.v6i2.5881

Abstract

Chicken nuggets are the most common type of meat-based product that is commonly sold in the market, however, chicken nuggets are not suitable for vegetarian groups. Therefore, it is necessary to find another raw material as an alternative in the making of plant-based nuggets. However, the selection of raw materials in the making of plant-based products often does not emphasize the diversification aspect. Food diversification needs to be improved as an effort to encourage people to diversify their food so that they do not focus on only one type. Chickpeas and lotus root, as well as local starch sources such as tapioca, sago, and corn-starch, are examples of alternative materials that can be used to enhance the diversification aspect in the making of plant-based nuggets. The aim of this study was to determine the selected ratio of chickpea paste and lotus slices along with other types of fillers to make plant-based nuggets based on the physicochemical characteristics. The results showed chickpea paste and sliced lotus root at a ratio of 75:25 with corn-starch as a filler produced plant-based nuggets with physicochemical characteristics: hardness 165.21±7.82 g.force; springiness 0.37±0.01 mm; cohesiveness 0.59±0.03 kg.sec., lightness of 52.71±2.11 and a frying loss of 8.21±2.15%. The moisture, fat, protein, ash, carbohydrate (by difference), and fiber content of selected formulation of nuggets were 40.20±0.42%, 6.73±0.04%; 7.38±0.15%, 3.44±0.02%, 42.16±0.54%, 8.49%; respectively.BAHASA INDONESIA ABSTRACT:Nuget ayam merupakan jenis olahan daging yang banyak dijual di pasaran namun tidak cocok untuk dikonsumsi oleh kelompok vegetarian. Hal ini mendorong adanya alternatif mencari bahan baku lain dalam pembuatan produk nuget nabati, tetapi, pemilihan alternatif bahan pada produk non-daging seringkali tidak memperhatikan aspek diversifikasi. Diversifikasi pangan perlu ditingkatkan sebagai upaya untuk mendorong masyarakat dalam memvariasikan makanan agar tidak terfokus pada satu jenis saja. Kacang arab dan akar lotus serta sumber pati lokal seperti tepung tapioka, tepung sagu, dan tepung maizena merupakan contoh alternatif bahan yang dapat digunakan sekaligus meningkatkan aspek diversifikasi dari pembuatan nuget nabati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan rasio pasta kacang arab dan irisan lotus serta jenis filler terpilih dalam pembuatan nuget nabati berdasarkan karakteristik fisikokimianya. Hasil penelitian menunjukkan pasta kacang arab dan irisan akar lotus pada rasio 75:25 dengan tepung maizena sebagai filler menghasilkan nuget nabati dengan karakteristik fisikokimia, yakni hardness 165,21±7,82 g.force; springiness 0,37±0,01 mm; cohesiveness 0,59±0,03 kg.sec., lightness 52,71±2,11  dan frying loss 8,21±2,15%. Kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar abu, kadar karbohidrat (by difference), dan kadar serat pangan nuget nabati formulasi terpilih masing-masing sebesar 40,20±0,42%; 6,73±0,04%; 7,36±0,02%, 3,44±0,02%, 42,24±0,54%, 8,49%.