Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal Health

EFEK PEMBERIAN DAUN KETEPENG (CASSIA ALATA L) TERHADAP KADAR GAMMA-GT (GAMMA GLUTAMYL TRANSFERASE) PADA MENCIT (MUS MUSCULUS) JANTAN ALERGI Nada Sifa Sabda Nabila; I Gede Andika Sukarya; Dini Indriaty Yusran
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 3 (2023): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNIT
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i3.20676

Abstract

Reaksi alergi merupakan sesuatu hal yang menyimpang dari tubuh yang dapat menimpa dan dirasakan oleh siapa saja baik dari bayi hingga dewasa. Reaksi alergi yang biasa terjadi yaitu munculnya rasa gatal pada mata, mata berair, dan bersin. Reaksi alergi maupun inflamasi dapat meningkatkan kadar enzim GGT (Gamma Glutamyl Transferase).  Pemeriksaan kadar GGT dapat dilakukan untuk mengetahui kelainan maupun kerusakan pada hati akibat dari terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, penyakit perlemakan pada hati dan inflamasi. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis efek pemberian daun ketepeng (Cassia Alata L) terhadap kadar Gamma-GT (Gamma Glutamyl Transferase) pada mencit (Mus Musculus) jantan alergi. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek pemberian daun ketepeng terhadap kadar GGT pada mencit jantan alergi sebagai petanda alergi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni (True Experimen Reseacrh) dengan desain Pretest and Posttest-Only Control Group Design dengan menggunakan 27 ekor hewan coba berupa mencit jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok mencit kontrol, kelompok mencit yang diinduksi dengan ovalbumin, dan kelompok mencit alergi yang diberi olesan daun ketepeng. Analisa data menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek pemberian daun ketepeng terhadap kadar GGT pada mencit jantan alergi dengan nilai p=0.000 (P-value 0.05). Kesimpulannya yakni terdapat efek pemberian daun ketepeng terhadap kadar GGT pada mencit jantan alergi.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KAYU CENDANA (SANTALUM ALBUM LINN) TERHADAP EOSINOFIL PADA PERMUKAAN KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS) ALERGI Anggi Nuraini Anfida; I Gede Andika Sukarya; Maulida Julia Saputri
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 7, No 4 (2023): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v7i4.20713

Abstract

Alergi merupakan reaksi hipersensitivitas akibat paparan alergen yang menyebabkan terjadinya reaksi inflamasi dengan ditandai meningkatnya jumlah eosinofil. Minyak atsiri dari batang cendana mempunyai kandungan saskuiterpena lebih dari 90% dengan santalol sebagai komponen utamanya yang dapat meredakan peradangan dan berpotensi sebagai antiinflamasi. Kebaruan penelitian ini melakukan uji ekstrak kayu cendana terhadap eosinofiil pada permukaan kulit mencit. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian ekstrak kayu cendana (Santalum album L.) terhadap eosinofil pada permukaan kulit mencit (Mus musculus) alergi. Eksperimen ini memakai 27 mencit jantan berumur 12 minggu dengan massa 20-30 gram dan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu 1 : mencit kontrol, 2 : mencit alergi, 3 : mencit alergi yang diberi ekstrak kayu cendana. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi dan pemberiannya dilakukan secara oral selama 7 hari kemudian dilakukan pengambilan jaringan kulit pada hari ke 8 untuk dibuat preparat histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan jumlah eosinofil terdapat perubahan signifikan dengan nilai P 0,00 (P-value 0,05). Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat pengaruh pemberian esktrak kayu cendana terhadap eosinofil pada permukaan kulit mencit alergi.