Kondisi jalan idealnya berada dalam keadaan mantap untuk mendukung mobilitas masyarakat, namun keterbatasan anggaran menjadi kendala sehingga diperlukan alokasi yang efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan. Analisis prioritas penanganan jalan menggunakan Provincial and Kabupaten Road Management System (PKRMS) menghasilkan rekomendasi jenis penanganan, estimasi kebutuhan biaya, serta urutan prioritas berdasarkan data inventarisasi jalan, kondisi jalan, volume lalu lintas, dan harga satuan pekerjaan. Penilaian kondisi jalan dilakukan dengan menghitung nilai Treatment Trigger Index (TTI) sebagai dasar rekomendasi penanganan, sedangkan prioritas penanganan ditentukan melalui nilai Treatment Priority Index (TPI) yang mempertimbangkan kondisi jalan dan volume lalu lintas. Hasil analisis pada tujuh ruas jalan di Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung menunjukkan kebutuhan anggaran tahun 2026 sebesar Rp38.375,44 juta untuk pekerjaan rehabilitasi, pemeliharaan berkala, rutin kondisi, dan pemeliharaan rutin, dengan prioritas tertinggi pada ruas Jl. Kranggan–Klepu yang memiliki nilai TPI 84,2. Dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun 2024 sebesar Rp 40,20 juta/km atau Rp 1.810,20 juta untuk total 45,30 km, dana yang tersedia hanya mampu mencakup pemeliharaan rutin, rutin kondisi, dan sebagian pemeliharaan berkala, sehingga diperlukan optimalisasi alokasi anggaran serta penambahan dana apabila peningkatan kemantapan jalan ditetapkan sebagai target utama