Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Vegetalika

Pewarisan Karakter Kualitatif Populasi F2 Persilangan Seroja IPB X Peter Pepper dalam Rangka Perakitan Cabai Hias di Universitas Siliwangi Hakim, Abdul; Benatar, Gilang Vaza; Yuliyani, Leny
Vegetalika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.101473

Abstract

Cabai, selain dimakan, dapat pula berfungsi sebagai tanaman hias yang mempunyai nilai keindahan. Berbagai nilai estetika yang dapat diambil antara lain adalah karakter pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda. Pola warisan karakter itu diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan seleksi. Informasi itu dimanfaatkan agar proses seleksi menjadi lebih efisien. Ciri pemendekan ruas pada tanaman cabai akan menjadikan bentuk tajuknya menjadi perdu, hal ini tentunya sangat menarik karena buah cabai akan terkelompok, posisi bunga dan warna buah muda juga dapat meningkatkan keindahan tanaman cabai hias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pola pewarisan karakter kualitatif yang berhubungan dengan pemendekan ruas, posisi bunga, dan warna buah muda sebagai kriteria seleksi dalam proses pemilihan calon cabai hias. Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi tetua betina (P1) Seroja IPB yang memiliki karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau kekuningan, sedangkan tetua jantan (P2) Peter Pepper memiliki karakter buah berwarna hijau tua dan bentuk buah yang unik. Populasi dari tanaman cabai yang digunakan terdiri dari P1, P2, F1, dan F2. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-kuadrat untuk menetapkan rasio Mendel dalam populasi F2. Temuan penelitian mengindikasikan semua karakter yang dipengaruhi oleh satu gen. Seluruh karakter diatur oleh satu gen dengan rasio 3 (dominan): 1 (resesif). Karakter pemendekan ruas, posisi bunga tegak, dan warna buah hijau tua adalah karakter yang bersifat resesif. Karakter resesif ini akan berguna sebagai kriteria seleksi karena tanaman hasil seleksi yang ditanam di generasi berikutnya tidak akan mengalami segregasi, sehingga tanaman akan lebih cepat seragam.